07/12/19

Cara Menyucikan Harta Halal Bercampur Haram

CARA MENYUCIKAN HARTA HALAL BERCAMPUR HARAM

Assalamualaikum wr.wb
Saya ingin bertanya tentang haramnya suatu barang, ketika saya membeli hp dari hasil uang tabungan saya dan saya ragu apakah uang tersebut tercampur barang haram atau tidak karena saya dulu pernah mencuri tapi tidak ingat apakah uang tersebut di masukan ke tabungan saya atau tidak.
Karena saya ingin menjadi seorang mandiri dengan menghasilkan uang dari hp tersebut.

1. Bagaimana Cara meyakinkan uang tersebut halal?
2. Jika ada keharaman maka cara membersihkannya bagaimana?
3. Saya pernah memasukan uang temuan ke tabungan tersebut, apakah haram?
4. Apakah penghasilan tersebut bisa membersihkan hp jika ada keharaman sesuai harga hp tersebut dengan niat menghilangkan keharamannya?

JAWABAN

1. Caranya, anda harus mengeluarkan uang sebesar yang pernah anda curi sebagai cara untuk menyucikan harta yang anda miliki. Kalau itu dilakukan, maka harta anda sudah bersih. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

2. Lihat poin 1 di atas. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

3. Uang temuan statusnya masih syubhat kecuali setelah diumumkan beberapa waktu dan tidak ada yg mengakui. Baca detail: Barang Temuan

4. Tidak. Membersihkan harta kita yang bercampur haram hanya bisa dilakukan dengan cara seperti disebut di poin 1. Adapun penghasilan anda yang didapat dari pekerjaan halal hukumnya halal. Walaupun seandainya dari modal haram. Baca detail: Bisnis Halal dari Modal Harta Haram


HALAL HARAM:

Assalamualaikum, saya ingin bertanya tentang halal haramnya suatu barang, dulu saya pernah meminta uang ke paman saya untuk membeli sesuatu contohnya hp tapi saya melebih lebihkan meminta uangnya agar dapat uang saku tambahan

1. Apakah itu haram
2. Misalkan saya menggunakan hp tersebut dan dapat penghasilan , apakah penghasilan tersebut jika di sedekah kan hp tersebut jadi halal?

Wassalamu'alaikum

JAWABAN


1. Berbohongnya, yakni dengan melebih-lebihkan (mark up) harga HP itu haram. Baca detail: Bohong dalam Islam

2. HPnya tidak haram. Karena paman anda telah memberikan uang itu untuk membeli HP dan anda menggunakan sesuai dengan peruntukannya. Maka, penghasilan dari HP itu juga halal. Baca detail: Hibah dalam Islam

Terkait dosa anda karena berbohong, maka anda bisa meminta maaf pada paman anda soal ini sebagai bentuk taubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

TAWASUL SEBELUM TAHLIL

Maaf saya mau tny. Saya sering denger kalau mau tahlilan. Pemimpin tahlil slalu baca solat yarobibilmustopa dan seterusnya. Itu namanya solawat apa ya apakah itu di namakan tawasul sebelum tahlil?

JAWABAN

Itu doa. Sedangkan tawasul itu diucapkan ketika mengirim Al Fatihah ke yang wafat. Baca detail: Bacaan Tahlilan


IJAB QOBUL

Assalamu'alaykum wr wb

perkenalkan nama saya tria t putra...ingin menanyakan seputar ijab qobul..kejadian sebagai berikut :

Ketika saya ijab qobul dengan Bapak dari mempelai wanita dengan bahasa arab..setelah lihat video rekaman..terdapat makhroj yg samar dan salah ketika qobul (kesalahan terdapat pada "madzkur" tapi terdengar "maskur") .bagaiman hukumnya akad nikah tersebut?
Sedangkan pihak perwakilan dari KUA, dua saksi dan para hadirin lainnya menjawab 'Sah'.

Wassalamu'alaykum wr wb

JAWABAN


Kesalahan kata 'madzkur' menjadi 'maskur' tidak masalah. Tidak merusak keabsahan pernikahan anda. Yg prinsip saat qabul itu adalah kata 'qobiltu nikahaha' (saya terima nikahnya). Baca detail: Pernikahan Islam

Cara Mencuci Pakaian Yang Benar dan Syar'i

CARA MENCUCI PAKAIAN YANG BENAR

Assalamualaikum ustadz..

Saya mau bertanya, tempo hari saya mencuci (maaf) pakaian dalam saya. Pakaian dalam itu sudah saya rendam menggunakan detergen selama sekitar 15 menit. Setelah saya rendam, saya kucek dan saya bilas. Kemudian saya jemur.

Waktu penjemuran setiap mau saya gantungkan hanger setiap pakaian dalam selalu saya bilas dengan menggunakan air kran, sehingga menggunakan air yang mengalir. Setelah kering saya angkat dari jemuran lalu saya lipat untuk disimpan di dalam lemari.

Tapi ada salah satu celana dalam saya yang dikerubuti semut. Waktu itu saya tidak berpikiran aneh-aneh. Yang dikerubuti semut itu langsung saya masukkan ke bak cucian untuk saya cuci lagi. Waktu mau mencuci celana dalam itu lagi saya baru sadar kalau semut-semut itu mengerubuti (maaf) bekas keputihan saya. Ternyata saya tidak bersih waktu kemarin menguceknya.

Pertanyaan saya, apakah pakaian dalam yang saya cuci bersama celana dalam yang dikerubuti semut tersebut semuanya juga menjadi ikut najis? Sedangkan semuanya sudah terlanjur saya simpan di dalam lemari karena ketidaktahuan saya. Terimakasih sebelumnya ustadz, dan mohon maaf karena terkesan jorok.

JAWABAN

Kalau saat mengumpulkan celana keputihan dengan baju lain itu dalam keadaan kering, maka tidak menular najisnya. Najis bisa menular apabila ada yang basah di salah satu pihak atau keduanya. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan


NAJIS YANG SUKAR DIELAKKAN

Assalamualaikum.

Sangat sukar untuk saya mengelakkan najis seperti percikan air yang mengenai genangan air di lantai tandas yang diyakini ada najis. Dan selalunya saya terkena perkara ini berkali-kali dalam satu hari.

Selalunya pada kali pertama ianya tidak sebesar satu Dirham dan saya gunakan pakaian yang terkena percikan air itu ketika solat Asar. Namun, ketika hendak wudhu pada Maghrib, perkara sama terjadi lagi dan saya yakin jika percikan kali ini digabungkan dengan sebelumnya (pada waktu Asar) percikan itu akan melebihi satu Dirham.

Apakah hukum najis yang sukar dielakkan seperti ini? Adakah masih dimaafkan meski sudah melebihi satu Dirham? Saya amat bingung tentang perkara ini.

Terima kasih

JAWABAN

Ya tetap dimakfu selagi dia tidak terlihat. Masalah batasan satu dirham, itu menurut madzhab Hanafi. Sedangkan dalam madzhab Syafi'i tidak ada batasan tersebut. Baca detail: Percikan Kencing Najis yang Dimakfu

Baca juga: Cara Sembuh Was-was Mandi Wajib

TETANGGA PELIHARA ANJING

Assalamualaikum Ustadz, saya mau bertanya. Ustadz kan tetangga saya ada yang memelihara anjing. Dan dia islam. Nah, waktu itu dia membeli makanan bersama anaknya. Dan di tempat makanan tersebut ada 3 kursi tempat duduk, kursi plastik. lalu dia dan anaknya duduk di kursi tersebut. Nah ustad beberapa minggu kemudian saya membeli makanan lagi disitu. Dan saya duduk disalah satu dari ketiga kursi tadi.

Yang saya ingin tanyakan jika saya duduk di kursi tersebut apakah celana saya jadi najis? Kan dia memelihara anjing. Saya khawatir pakaian yang dia kenakan najis ustadz.

JAWABAN

Celana anda tidak najis karena tidak ada bukti bahwa kursi yang dia tempati itu ada najisnya. Selagi masih dalam tahap ragu, bukan yakin karena ada fakta, maka keraguan itu tidak dianggap. Dan hukum kursi itu kembali ke hukum asal yaitu suci. Baca detail: Menyentuh Non-Muslim Ragu Najis Anjing

06/12/19

Cipratan Air Basuhan Najis, Apakah Najis?

CIPRATAN AIR BASUHAN NAJIS, APAKAH NAJIS?

Assalammualaikum.
Saya mempunyai soalan tentang najis yang dimaafkan.

1. Adakah cipratan air basuhan najis adalah najis yang dimaafkan?

Saya ada membaca bahwa najis cair yang sedikit (tidak lebih segenggam telapak tangan) adalah dimaafkan.
Saya sering membasuh tangan yang bernajis dan ada cipratan mengenai pakaian saya dan cipratan ini tidak sebesar telapak tangan.

Namun dalam satu hari kejadian ini berlaku banyak kali (4-5 kali), menyebabkan total air yang terciprat pada pakaian saya melebihi kadar yang dimaafkan. Apakah masih bisa saya anggap ini najis yang dimaafkan karena terlalu sering berlaku dan agak sukar dielakkan walaupun mungkin jumlahnya sudah melebihi had yang dimaafkan?

2. Apakah hukumnya sekiranya saya terkena lebih daripada satu najis yang dimaafkan. Contoh: saya telah terkena cipratan genangan air hujan pada tanah yang bernajis DAN saya terkena darah yang sedikit.
Adakah bisa saya solat dalam keadaan ini?

3. Adakah najis yang dimaafkan itu bisa bertebaran ke mana-mana (merebak apabila bersentuhan dengan benda basah) atau bisa saja dianggap suci?

Terima kasih

JAWABAN

1. Bekas air basuhan najis ada dua macam:
a) Bekas air basuhan najis hukmiyah adalah suci. Dalam hal ini, maka bekas cipratannya adalah suci.
b) Bekas air basuhan najis ainiyah adalah najis. Dalam hal ini, maka cipratannya dirinci: (i) apabila sedikit dimaafkan; (ii) apabila banyak maka tidak dimaafkan. Sedikit itu apabila tidak terlihat atau menurut madzhab Hanafi sebesar uang coin. Baca detail: Percikan Kencing Najis yang Dimakfu

2. Kalau masih dalam kategori sedikit, maka tetap dimaafkan. Baca detail: Najis Makfu dan Kaitannya dg Shalat

3. Tidak bisa. Kalau bertebaran itu hukumnya menjadi banyak dan tidak dimaafkan. Baca detail: Najis yang Dimaafkan menurut madzhab Syafi'i

WAS-WAS WUDHU

Assalaamu’alaikum...
Pak Ustad,

1) Saat berwudhu, pernah kaki saya terkena cipratan air mustakmal, kemudian kaki tersebut langsung saya basuh. Apakah saat saya membasuh kaki tersebut, menjadikan seluruh kaki saya mustakmal? Apakah basuhan pada kaki tersebut tetap sah?


2) Pada saat wudhu, saya sering berlebih-lebihan saat wudhu, dikarenakan saya terlalu takut dengan air mustakmal yang menyiprat ke bagian anggota tubuh yang akan dibasuh, misalnya pada kaki. Apa yang harus saya lakukan Pak?

3) ketika wudhu, apakah tidak apa-apa ketika kaki saya yang terkena cipratan air mustakmal langsung saya basuh dengan menggunakan air suci mutlak?

Demikian pertanyaannya, maaf kalau mungkin pertanyaannya hampir sama dengan sebelumnya

JAWABAN

1. Tetap sah. Baca detail: Najis menurut Imam Ghazali

2. Jangan dilakukan lagi. Was-was harus diabaikan kalau ingin sembuh. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

3. Tidak apa-apa. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

WAS-WAS WUDHU

Assalamualaikum

Pak ustadz, saya mau bertanya,

Jadi sebelum sholat berjamaah di mushola, saya buang air kecil dahulu di rumah. Saya sudah guyur dg air, air kencingnya. dan saya juga sudah (maaf) cebok. Tetapi saya lupa apakah setelah itu menyiram kaki ( bagian betis ke bawah sampai telapak) atau belum. Lalu saya jalan ke mushola,Sampai disana saya berwudu, lalu sholat.
Yg saya ragukan dan khawatirkan,

1. Jika memang saya belum menyiram kaki, Apakah kaki saya kemungkinan besar terciprat air kencing tadi atau terkena bekas kencing di lantai?lalu najiskah kaki saya, apakah termasuk najis yang dima'fu?

2. Di tempat wudhu mushola sampai ke lantai tempat untuk sholat, saya takut kalau kaki saya membawa najis ( karena setelah wudu, walaupun sudah membasuh kaki tapi saya melewati lantai yg sama yg memang sudah basah semenjak saya belum wudu tadi) dan kemungkinan lantai sudah tertular najis. Lalu berdosakah saya,dan harus bagaimana jika memang ternyata membawa najis di kaki dan menularkan ke lantai mushola?

3. Saya juga takut apakah sisa najisnya berarti mengenai celana luar yg bawah dan juga mukena yang saya pakai? Apakah sah sholat saya, dan apakah saya harus mencuci mukena saya?

4. Saya akhir akhir ini memang memiliki perasaan was was berlebihan,dalam segala hal terutama dalam hal najis dan bersuci. Saya suka pusing memikirkannya, saya sudah berusaha untuk mengacuhkan perasaan dan pikiran was was setiap kali muncul. Tapi rasanya susah, saya takut misal saya mengabaikannya tetapi kalau ternyata memang benar trjadi apa yg saya abaikan itu, apakah saya berdosa?

Mohon jawaban dan sarannya untuk mengobati perasaan was was ini ustadz,terimakasih.

Wasalamualaikum

JAWABAN

1. Termasuk najis yang dimakfu kalau memang ada najisnya. Baca detail: Air Cipratan Menyiram Najis

Juga, karena anda yakin sudah menyiram air kencingnya dan melakukan cebok, maka sebenarnya tidak ada najis lagi di kaki anda.

2. Tidak ada kemungkinan najis. Sudah suci. Karna kencing sudah anda siram.

3. Lihat jawaban di atas.

4. Hilangkan perasaan was-was dengan cara mengabaikannya. Itu satu-satunya cara sembuh. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

Cara Mengatas Perasaan Sering Gelisah Dan Galau

CARA MENGATAS PERASAAN SERING GELISAH DAN GALAU

Assalamualaikum
Saya dwi
Saya ingin menanyakan mengapa seiring bertambahnya usia saya selalu merasa gelisah? Namun tidak tahun sember kegelisahan dan bagaimana mengatasinya
Terimakasih

JAWABAN

Itu timbul dari perasaan kurang tawakal atau berpasrah diri pada Allah. Syukuri apa yang ada dan optimis akan apa yang akan terjadi.

Selain itu, selalu berdoa pada Allah agar diberi hati yang tenang dan muthmainnah. Baca detail: Doa Hati Tenang dan Cerdas

NAJIS HUKMIYAH DI KASUR

Assalaamu’alaikum...

Pak Ustadz, misal di kasur saya terdapat najis hukmiyah. Ketika kaki saya basah, saya menginjak di kasur tersebut yang terdapat najis hukmiyah. Apakah kaki saya menjadi najis? Walaupun tidak ada rasa, bau, dan warna

Demikian pertanyaannya,
Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

Kalau ikut pandangan madzhab Maliki tidak najis. Tapi menurut madzhab Syafi'i menjadi najis. Baca detail: Najis Hukmiyah Madzhab Maliki


CARA MENGQADHA SHALAT YANG TERTINGGAL KARENA TERTIDUR


Kalau kita meninggalkan shalat karna tertidur cara membayarkan shalat yang tertinggal caranya bagaimana ya

JAWABAN

Caranya dengan melaksanakan shalat segera setelah kita bangun dari tidur. Baca detail: Qadha Shalat

MUSIBAH DAN IBU TIRI

Assalamu^alaikum wr.wb.
Ustadz saya seorang muslimah yang memiliki ibu tiri bisa dibilang tidak berperikemanusiaan sama sekali.. yang saya tanyakan..
1. Mengapa setiap dia berbuat dosa yang tertimpa musibah adalah anak2nya.. pernah suatu ketika idulfitri tahun lalu.. dia menunjuk mertuanya yaitu nenek saya bersumpah serapah segala macam. Namun yang mendapat balasan adalah anak kandungnya sendiri yaitu adik tiri saya seketika pada saat adzan maghrib dia terpeleset hingga patah tangannya.
2. Bolehkah menyumpahi atas nama allah misalnya ^demi allah engkau akan...^
3. Berdosakah Menyebut nama allah pada saat memarahi anak?

JAWABAN

1. Bisa jadi itu dua kejadian yang tidak berkaitan. Karena, kutukan atau sumpah jelek itu tidak akan dikabulkan oleh Allah. Baca detail: Kutukan (Sumpah) dalam Islam

2. Tidak boleh. Menyumpahi juga tidak boleh dalam Islam. Baca detail: Sumpah Kutukan Akankah Menjadi Nyata?

3. Tidak. Tapi juga tidak dianjurkan karena sikap itu tidak mendidik.

CAKUPAN KAIDAH HUKUM ASAL

Assalaamu’alaikum...

Pak Ustadz,

1) Kapankah kita menerapkan kaidah hukum asal? Misalkan kita ragu terhadap suatu benda apakah najis atau tidak

2) Ketika saya ragu terhadap suatu benda najis atau tidak, apakah saya harus mencari bukti terlebih dahulu untuk membuktikan benda tersebut najis atau tidak? ataukah hanya cukup kembali kepada hukum asal benda tersebut?

Demikian pertanyaannya,
Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN


1. Apabila dalam keraguan, maka kembali ke status asal. Yakni, tidak najis (kalau benda itu asalnya suci).

2. Cukup kembali ke hukum asal benda itu.
Baca detail: Kaidah Fikih


05/12/19

Keluar Mani Dan Cara Membersihkan

KELUAR MANI DAN CARA MEMBERSIHKAN

Assalamu'alaikum

saya laki-laki, sudah sunat jadi setiap air mani keluar, saya membersihkannya pakai sabun berulang kali sampai 3 kali, itu rasanya sangat sakit sekali setelah itu saya mandi junub

belakangan ini, satu hari setelah air mani saya keluar (sudah mandi junub pastinya)
esok harinya, saat mandi sore, saya cek kemaluan saya, ada benda putih tepat diujung kemaluan agak kedalam (bukan diluar ujung kemaluan ,tapi agak kedalam ujung kemaluan)
bentuknya seperti kulit yang terkelupas warna putih
lembut seperti kulit terkelupas dan tidak cair, disapu pakai tangan langsung jatuh
ini berlanjut sampai paling lama 4 hari

apa saya harus mandi junub lagi setiap benda itu muncul?
saya was was itu mani mengering menjadi seperti kulit, tapi apa bisa?
sementara saya sudah membersihkannya pakai sabun dihari yang sama saat air mani saya keluar

JAWABAN

1. Tidak harus mandi junub. Istilah keluar mani menunjukkan bahwa yang wajib mandi itu apabila ada mani keluar dari kemaluan. Kalau masih ada di dalam kemaluan itu namanya bukan keluar mani.

2. Itu bukan mani. Dan Anda tidak perlu sampai mengecek ke dalam kemaluan anda. Cukup dilihat di luar kemaluan apakah ada mani atau tidak.

CATATAN:

Mani itu suci. Sehingga apabila anda keluar mani, tidak perlu membersihkannya sampai berulang kali. Karena tidak najis. Baca detail: Beda Mani dan Madzi


NAJIS KENA KERINGAT

Assalamualaikum

Maaf pak saya kurang ngerti penjelasan yang ini

"Akan tetapi kalau darah haid di celana itu ada di bagian atas celana,
sedangkan yg menyentuh baju itu di bagian bawah, maka tidak najis."

Bagaimana kalau 'bagian bawah' celana itu juga lembab (tetapi gak punya warna darah kerana darah itu di bagian atas celana) apakah baju itu tidak najis juga?

Terima kasih

JAWABAN

Tidak najis. Jadi begini: apabila lokasi najis diketahui, misalnya bagian celana sebelah atas, maka yang najis adalah di tempat itu saja. Yakni di bagian celana bagian atas saja. Sedangkan bagian celana yang lain tidak najis. Oleh karena itu, apabila bagian celana yang tidak najis menyentuh baju lain, maka tidak menularkan najis. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

NAJIS ANJING

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Mau bertanya tentang najis anjing

1. Apabila ada tanah yang beraspal dan basah karena habis disiram terus diinjak oleh anjing dan kita kemudian menginjak tanah tersebut apakah najis dan harus dicuci 7x
Disini saya memakai sandal dan motor

2. Apabila motor atau sandal tersebut menempel ke lantai rumah apakah harus dicuci juga

3. Dan pada saat itu kakak saya ngepel diinjakan motor dan sandal tersebut, apakah tertular najis juga dan galon juga nempel disitu juga, saya khawatir najisnya menular kemana-mana

Terima kasih ustadz, mohon dijawab

JAWABAN


1. Kalau kejadiannya di jalan maka dimaafkan. Baca detail: Najis di Jalanan

2. Kalau dimaafkan berarti tidak perlu.

3. Tidak. Baca detail: Najis yang Dimaafkan (Makfu)

WUDHUNYA WAJAH TERKENA NAJIS

Assalamu'alaikum wr. wb. Izin untuk bertanya, ustadz. Seperti yang kita tahu wajah bisa berminyak, nah apakah bila wajah yang sedang berminyak terkena najis daptkah disucikan dengan menyiram air saja ke wajah (seperti yang kita tahu minyak tidak hilang sepenuhnya) atau harus mengenakn sabun? Terima kasih kesempatannya, wassalamu'alaikum wr. wb

JAWABAN

Prinsipnya dalam menyucikan najis ainiyah ada dua yaitu a) hilang najisnya; b) dibasuh dengan air.

Jadi, kalau najisnya tidak hilang setelah basuhan pertama, maka harus ditambah dengan basuhan kedua, dst. Yang praktis, hilangkan benda najis dari wajah dengan tisu kering setelah hilang najisnya barus dibasuh dengan air satu kali. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

Jodoh: Cara Dapat Restu

JODOH: CARA DAPAT RESTU

Assalamualaikum ustadz, saya ingin berkonsultasi sekaligus bertanya.

Begini ustadz, singkat cerita, ada seorang lelaki yg ingin mengajak saya untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan (beliau tidak pernah mengajak saya berpacaran) dan saya mau untuk menikah dengannya. Ada banyak alasan yang membuat saya merasa cocok dengannya ustadz. Kemudian saya sarankan dia untuk datang ke rumah menemui ayah saya. Dan yg sangat saya sayangkan, ayah tdk menggubris dia sama sekali. Bahkan memandang dia pun tdk.

Singkat cerita, beberapa hari kemudian mama dan ayah melarang kami untuk bertemu. Saya tdk tau apa alasannya ustadz.

Dan ada satu kisah lagi, ada seorang pemuda lain yg mengajak saya berpacaran dan juga datang ke rumah. Tetapi di perbolehkan oleh ayah. Tp saya tdk mau pacaran dan saya tetap ingin menikah.
Karena saya rasa tdk ada salahnya saya menikah. Kami berdua sudah siap menerima resiko apapun yg terjadi. Kami berdua sudah klop, hanya saja orang tua saya tdk menggubrisnya sama sekali. Saya sedih ustadz, kenapa niat baik malah ditolak.

Yang ingin saya tanyakan,
1. bagaimana caranya agar kami mendapat restu. Kami tdk pernah berniat pacaran. Bahkan sampai sekarang pun tdk ada niat pacaran. Km ingin menikah. Bukankah menikah adalah menyempurnakan separuh agama? Bukankah menikah adalah hal yg baik?

Saya ingin nasehat dari ustadz. Apa yg harus saya lakukan. Saya sendiri tdk berani berbicara kepada ayah karena bila ada yg kurang pas di hati ayah, maka tangan ayah yg berbicara. Terkadang juga saya akan di abaikan oleh ayah. Jadi apa yang harus saya lakukan ustadz? Atau mungkin ustadz memiliki nasihat untuk si lelaki, tentang apa yg harus dia lakukan agar mendapat restu):

Sekian, terimakasih ustadz

JAWABAN

1. Kalau anda merasa takut pada ayah, maka sebaiknya anda berkomunikasi dengannya melalui orang lain. Mintalah tolong pada figur yang dihormati ayah dan utarakan maksud dan tujuan anda. Biarkan dia yang memberitahu ayah dan membujuknya tentang maksud dan tujuan baik putrinya. Kalau satu orang gagal, maka anda bisa mencoba meminta tolong pada orang lain.

Pada saat yang sama ada dua hal yang perlu anda lakukan sebelum memutuskan menerimanya sebagai calon suami:
a) Selidiki dengan betul perilaku calon anda. Tanya pada teman-teman terdekatnya. Jangan mudah tertarik hanya karena tampilannya yang sekarang atau karena dia langsung mengajak nikah. Kesan pertama bisa menipu. Pastikan bahwa dia memang layak diperjuangkan.

b) Kalau hasil investigasi memang positif, maka patut bagi anda untuk melaksanakan saran kami di atas. Jangan lupa, salah satu bentuk usaha adalah berdoa. Baca detail: Doa Agar Disayang

2. Pria yang hendak menikahi anda mungkin berpenampilan kurang menarik menurut pandangan ayah anda. Penampilan menarik yang dimaksud bisa meliputi dua hal yaitu cara berpakaian dan cara berperilaku dan berbicara. Dua hal ini hendaknya diperbaiki. Anda juga bisa menganalisa mengapa pria lain yang hendak mengajak anda pacaran justru diterima secara baik oleh ayah. Hasil analisa anda bisa diteritahu pada calon anda agar menjadi modal bertemu ayah di kemudian hari.

DOA AGAR DIRESTUI CALON MERTUA

Assalamualaikum
Ustadz, saya efa dari kediri
Saya punya pacar asli orang jember, ibunya jember dan bapaknya lamongan
Kami pacaran sudah 6 tahun dan berencana untuk menikah tapi orang tua pacar saya kurang setuju karena masih percaya mitos kalau lamongan dan kediri tidak boleh menikah, selain itu alasannya karena rumah saya jauh
Pdhal kami sudah sama2 cocok dan saling mencintai
Mohon solusinya ustadz dan apakah ada amalan doa untuk meluluhkan hati kedua orang tua pacar saya agar merestui kami
Terimakasih
Wassalamualaikum

JAWABAN


Baca doa berikut: Doa Agar Disayang

JODOH: ORANG TUA PRIA TIDAK SETUJU KARENA BELUM KERJA

Assalamualaikum
Saya mau tanya,
saya kenal sama seorang lelaki, sebelum kami dekat, dia telah menyatakan akan berkomitmen yang serius dengan saya, karena keseriusannya itu saya percaya sama dia.
beberapa bulan kedekatan kami dia telah mengenalkan saya kepada orang tuanya yang sekarang tinggal berbeda pulau. pertama orang tuanya tidak setuju, lama kelamaan mereka menerima.
setelah itu dia meminta ijin orangtuanya untuk melamar saya, tapi malah orang tuanya tidak membolehkan, alasannya karena belum bekerja.

kemudian dia minta ijin kepada orang tuanya supaya diperbolehkan bekerja, tapi orang tuanya malah tidak memperbolehkan, padahal niat dia bekerja mau belajar bertanggung jawab, tapi tetap saja tidak diperbolehkan.

setelah itu dia ijin mau menikah dengan saya, kembali ke alasan dulu tetap tidak diperbolehan karena tidak bekerja, sedangkan dia mau bekerja tidak perbolehkan.

Bagaimana hukumnya orang tua yang melarang anak laki-lakinya mau bekerja untuk belajar bertanggung jawab, dan melarang untuk menikah sampai usia tertentu, padahal kita sudah lulus kuliah, dan alasan kita supaya tidak mendekati zina, karena menurut saya dan dia, kami memang sudah saatnya menikah, dan orang tua saya juga sudah mendesak supaya dilamar saja sama dia? bagaimana solusinya ustad?
terimakasih
wassalamualaikum

JAWABAN

Kalau sekiranya tidak menikah akan berakibat anda berdua melakukan zina, maka menikah lebih baik. kalau usia dan waktu sudah cukup. Apalagi orang tua pihak perempuan sudah setuju. Dalam pernikahan, yang terpenting adalah bapak dari perempuan karena akan menjadi wali nikah.

Sebisa mungkin suruh dia berkomunikasi dan negosiasi secara intens dengan orang tua supaya disetujui. Kalau perlu minta tolong orang lain untuk membujuk orang tua.

Namun seandainya sudah berusaha keras membujuk ortu tapi tetap tidak setuju, maka secara agama tidak masalah kalau pernikahan tetap dilaksanakan tanpa restu orang tua laki-laki. Namun hendaknya hal ini dilakukan sebagai jalan terakhir. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Bos Tidak Mengijinkan Karyawan Shalat

BOS TIDAK MENGIJINKAN KARYAWAN SHALAT

Assalamu'alaikum.Apa yang harus saya lakukan jika pimpinan di tempat kerja saya tidak memberi saya waktu untuk Sholat Fardhu 5 waktu?

JAWABAN

Kalau tidak memberikan waktu sama sekali, maka sebaiknya anda melaporkan hal itu pada pihak yang terkait. Kalau itu tidak berhasil, anda bisa memilih untuk mundur dari pekerjaan tsb. Namun sebelum itu, pastikan lebih dulu bahwa anda bisa mendapat pekerjaan di tempat lain.

Selama belum mendapatkan kerja di tempat lain, maka shalat yang tertinggal di perusahaan tersebut hendaknya anda qadha ketika sampai di rumah. Baca detail: Qadha Shalat

AIR SUCI KECIPRATAN AIR MUSTA'MAL

Assalaamu’alaikum...

Pak Ustadz, misalkan saya menyiramkan air pada najis hukmiyah yang ada di kasur saya, kemudian saya meratakannya menggunakan telapak tangan , saya sempat mengangkat telapak tangan yang masih terdapat sisa air untuk diratakan di tempat yang terdapat najis hukmiyah, dan kemudian saya mengambil air suci lagi menggunakan tangan yang masih basah tersebut.

1) Apakah air suci tersebut menjadi mustakmal? Dikarenakan terkena telapak tangan saya yang terdapat sisa air untuk menyucikan najis hukmiyah.

Jika air yang saya gunakan untuk menyucikan najis ternyata air mustakmal yang sudah saya gunakan untuk membersihkan najis di kasur,

2) apakah bekas air mustakmal di kasur ikut menjadi najis? Ataukah hanya tempat yang terkena najis hukmiyah saja yang najis?

Dalam hal lain juga, ketika saya membasuh muka pada basuhan pertama ketika berwudhu, saya mengusapnya tidak sekali usapan, tetapi saya sempat mengangkat telapak tangan saya untuk meratakan air wudhu di wajah.

3) Apakah air yang saya gunakan untuk meratakan air wudhu di wajah menjadi mustakmal? Dikarenakan air yang ada di telapak tangan saya sudah berpisah dari wajah

Yang saya pahami, air mustakmal itu adalah air yang sudah digunakan untuk membersihkan najis/berwudhu ,yang air tersebut kemudian berpisah dari tempat/anggota tubuh yang dibasuh.

Mohon penjelasannya Pak Ustadz, hal tersebut membuat saya ragu-ragu tentang air mustakmal.

Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

1. Tidak mustakmal.

2. Tidak najis. Air bekas membasuh najis hukmiyah hukumnya suci.

3. Tidak mustakmal. Dianggap suci dan menyucikan. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Bekas Wudhu


MENERINA HADIAH DARI PENGHUTANG

Assalamualaikum,
Ustadz, saya mau Tanya, teman saya datang kerumah dan mau pinjam uang. Katanya kalau saya mau beri pinjaman dia bakal kasih hadiah, saya tolak. Tapi dia memaksa dan dia bilang gak papa ngasih aja, lalu saya terima. Bagaimana hukumnya?

JAWABAN

Tidak apa-apa apabila janji memberi hadiah itu berasal dari orang yang hutang (debitur), bukan dari pemberi hutangan (kreditur). Yang haram apabila kreditur meminta hadiah sebagai syarat pemberian hutangnya. Baca detail: Hutang dalam Islam

KENAPA JUAL BELI EMAS HARUS KONTAN

Assalamu'alaikum.
1.Kenapa pembelian emas harus kontan?
2.jika saya menukarkan emas dengan uang di pegadaian,pasti kana ada jeda waktu agar saya mendapat uang mungkin beberapa menit,jam,atau hari (tidak kontan).Bagaimanakah Hukumnya?

JAWABAN

1. Emas termasuk jenis barang ribawi. Dan aturan syariah terkait barang ribawi adalah harus kontan transaksinya.

2. Tidak masalah. Jeda yang tidak boleh apabila transaksi yang bersifat tunda. Misalnya, beberapa hari, dll. Baca detail: Jual Beli Emas via Internet


Diputus Oleh Pria Selingkuhan

RUMAH TANGGA: DIPUTUS OLEH PRIA SELINGKUHAN

assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatuh
ustadz

saya seorang irt yg sedang mengalami masalah yang sangat menyakitkaan hati saya.
masalah berawal dari pertemuan kembali dengan teman sma yg dulu pernah naksir saya.Sebut saja Mas S. Dia datang saat kami sdh sama2 mapan dlm rt maupun karir.Dia menyatakan rasa hatinya kepada saya, namun saya belum begitu saja menerimanya karena saya masih setia kepada keluarga saya, yang meskipun gersang tapai damai. Tapi entah kenapa tiba2 saja hati saya membuka dan menerimanya meskipun saya tahu banyak kekurangan dia. Secara umum suami jauh lebih segalanya dari pada dia.Sayapun kemudian bersedia menerimanya, dan berencana membangun mahligai RT entah kapan Allah akan mengabulkan karena kami masing2 sudah berjanji tidak akan bercerai hidup dengan pasangan kami masing2.Kami membangun komitmen untuk saling setia, dan saya pun sudah berusaha menuruti segala aturan dan perintahnya, yang selama ini saya anggap wajar sesuai agama yang kami anut.Segala nasehat saya jalankan dengan sungguh2.

dalam awal perjalanan kebersamaan kami, saya kenalkan dia dengan teman saya yang seorang pastur, yang sejak pertengahan 17 menjalin komunikasi lewat chat. Saya akui bahasa komunikasi saya memang salah, sangat tidak pantas dan membuat mas S curiga dan menuduh saya melakukan perbuatan bejat bersama si pastur.Saya memang salah berkomunikasi dengan bahasa yang tak pantas karena saya punya obsesi memualafkan dia disertai dendam kesumat padanya karena masa kecil saya diejek dan direndahkan begitu rupa.oleh si pastor.

Saya hanya merasa puas dan menang saja jika saya bisa balas menghinakan dan memualafkan si pastor. Saya lakukan ini semua dengan bahasa komunikasi seolah saya benar2 ada hati, cinta dan kasih sayang pada si pastor, meski sebenarnya tidak ada sama sekali. Saya ketemu dia pun hanya sekitar 5 kali saat menjemputnya di bandara saat mudik, itupun saya jemput bersama keluarga. Pernah sekali saya dijebaknya untuk masuk hotel dengan janji akan diberi buku yang saya cari dan sulit didapat, hanya dia yang punya. Di puntu kamar hotel itulah dia berusaha memeluk dan mencium saya, tetapi tidak berhasil karena saya tepis dan saya tampar pipinya, sayapun kmdn lari meninggalkan dia dan pulang.

inilah yang kemudian membuat mas S pergi meninggalkan saya dengan alasan saya melakukan hubungan terlarang dengan si pastor, berdasar chat saya kepada si pastor yg rekamannya juga saya berikan sebagian besar kepada Mas S. Mas tidak bisa percaya dan tetap menuduh saya melakukan perbuatan bejad pada si pastor, Padahal demi Allah, saya tak pernah melakukannya, pada siapapun.Justru pada Mas S lah saya berzina dan berselingkuh. Tapi Mas S tetap menuduh saya dengan tidak mau sama sekali menerima penjelasan saya, bahwa saya tidak pernah melakukan semua tuduhannya sama sekali. Sekarang Mas S pergi dan mendiamkan saya , sudah beberapa saat lamanya.

Saya hanya ingin nasehatnya, bagaimana saya seharusnya, dan bagaimana saya meyakinkan pada Mas S bahwa saya memang benar2 tidak melakukan tuduhan kejinya ? Saya tidak mau Mas S pergi meninggalkan saya begitu saja karena kesalahan yang tak pernah saya lakukan.

semua kesalahan yang saya lakukan pun sudah saya akui dan saya mintakan maaf padanya berulang2 berkali2, tapi dia susah memaafkannya. Mas S memang pernah meyatakan memberi maaf dan tak akan meninggalkan saya, tetapi sekarang dia malah pergi dengan membawa amarah.

Kepergiannya menyakitkan sekali, tidak memberi maaf, tidak memberi kesempatan saya mengubah diri sesempurna mungkin, meski saya sudah berusaha mengubah diri sesuai permintaanya, namun tidak dia hargai sama sekali.
ustadz / h, mohon nasehat / jalan keluarnya, saya harus bagaimana dan bagaimana menunjukkan pada Mas S kalau saya tidak melakukan semua tuduhannya ? Haruskah saya bersumpah pocong padanya ? Bagaimana caranya ?
terimakasih, wassalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

JAWABAN

Apa yang anda lakukan cukup aneh. Seorang istri telah melakukan perselingkuhan dengan pria lain. Sekarang pria ketiga itu marah dan minta solusi supaya tidak marah.

Yang kami bisa nasihatkan pada anda adalah sbb:
a) Anda telah melakukan kesalahan dan dosa besar telah berzina dalam keadaan masih bersuami. Itu disebut zina muhson yang dosanya lebih besar daripada wanita yg tidak bersuami. Yang harus anda lakukan adalah hentikan perbuatan ini dan lakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

b) Jauhi hubungan bebas apapun dengan pria di luar hubungan profesi atau pekerjaan. Tetaplah komitmen pada suami anda. Kalau anda merasa tidak bisa setia dan tidak bisa cinta pada suami, maka lakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Syariah membolehkan istri meminta cerai apabila tidak bisa lagi mencintainya. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tak Cinta

c) Langkah di poin b) itu jauh lebih baik daripada anda berumah tangga dan berselingkuh dalam waktu yg sama. Semoga Allah memberi anda hidayah. Amin.

Sekarang, kuatkan tekad anda untuk menghentikan hubungan total dengan S atau pria manapun. Itu bentuk taubat yang bisa anda lakukan untuk memperbaiki hidup anda ke depan.

CARA RUJUK SETELAH HABIS MASA IDDAH

Assalamualaikum pak ustad.

Semoga selalu di lindungi Allah dan sehat selalu, Aamiin ya robal'alamin...


Saya seorang pelaut yang bekerja di luar negeri dan saya sudah tanda tangan kontrak kerja selama 2 tahun dan pada suatu hal saya mengucapkan kalimat cerai kepada istri saya .

Yang saya inginkan tanyakan,

Setelah masa Iddah berakhir apakah harus nikah ulang sedangkan saya tidak berada bersamanya karena suatu pekerjaan dan apakah masih Syah sebagai suami istri jika masa Iddah telah berlalu dan kami juga sudah ada kalimat rujuk ingin kembali.


Mohon pencerahannya pak Ustad.

JAWABAN

Kalau rujuk di masa iddah, maka anda cukup menyatakan rujuk. Kalau rujuk setelah masa iddah habis, maka harus nikah ulang. Baca detail: Cara Rujuk dan Masa Iddah

Nikah ulang bisa dilakukan tanpa kehadiran pengantin pria, yakni dengan cara mewakilkan pada orang lain untuk acara ijab kabulnya. Baca detail: Pernikahan Islam

11/11/19

Hukum Nikah Pria Wanita yang Dipaksa

PERNIKAHAN LELAKI ATAU WANITA YANG DIPAKSA, APAKAH SAH NIKAHNYA?

1. Bagaimana hukum lelaki yang dipaksa menikahi perempuan yang sedang hamil padahal bukan ayah biologis anak tersebut padahal laki laki tersebut sudah menikah secara resmi?
2. Bagaimana hukum laki laki menikahi perempuan karena terpaksa dan diancam apakah pernikahan tersebut sah?

JAWABAN

1. Pertama, menikahi wanita hamil zina adalah sah menurut madzhab Syafi'i dan Hanafi. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

2. Kalau terjadi pemaksaan bagi pengantin lelaki, maka ulama berbeda pendapat tentang keabsahan pernikahannya.

Dalam QS An-Nur 34:33 Allah berfirman:

وَلَا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَنْ يُكْرِهْهُنَّ فَإِنَّ اللهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

Al-Qurtubi dalam tafsir Al-Qurtubi, hlm. 5/121, menjelaskan bahwa ayat ini terkait juga dengan hukum nikah paksa:

التاسعة : وأما نكاح المكره ; فقال سحنون : أجمع أصحابنا على إبطال نكاح المكره والمكرهة ، وقالوا : لا يجوز المقام عليه ، لأنه لم ينعقد . قال محمد بن سحنون : وأجاز أهل العراق نكاح المكره ، وقالوا : لو أكره على أن ينكح امرأة بعشرة آلاف درهم ، وصداق مثلها ألف درهم ، أن النكاح جائز وتلزمه الألف ويبطل الفضل . قال محمد : فكما أبطلوا الزائد على الألف فكذلك يلزمهم إبطال النكاح بالإكراه . .

Artinya: Kesembilan, adapun nikahnya orang yang dipaksa, Sahnun barkata: Ulama madzhab Maliki menyatakan batalnya nikahnya pria dan wanita yang dipaksa. Mereka berkta: Tidak boleh menetapkannya. Karena nikahnya tidak sah. Muhammad bin Sahnun berkata: Ulama ahlul Iraq membolehkan nikahnya pria yang dipaksa. Mereka berkata: Apabila seorang pria dipaksa untuk menikahi seorang perempuan dengan 10.000 dirham mahar sedangkan mahar misilnya 1.000 dirham, bahwa nikahnya boleh (sah) dan wajib bagi si lelaki membayar 1000 dan batal sisanya. Muhammad berkata: sebagaimana batalnya mahar yang lebih dari 1000 begitu juga wajib bagi mereka membatalkan nikah karena paksaan.

Dari penjelasan di atas maka dalam hal ini ada dua pendapat: tidak sah dan sah. Anda bisa mengikuti salah satu dari kedua pendapat tersebut.

Apabila mengikuti pendapat yang menyatakan tidak sah, maka anda tidak perlu bayar mahar dan hendaknya menjauh dari pengantin perempuan dan tidak tinggal sekamar. Sebab, apabila anda tinggal sekamar dan sampai terjadi hubungan intim, maka nikahnya menjadi sah. Sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qurtubi dalam tafsir Al-Qurtubi, hlm. 5/121, berikut:

العاشرة : فإن وطئها المكره على النكاح غير مكره على الوطء والرضا بالنكاح لزمه النكاح عندنا على المسمى من الصداق ودرئ عنه الحد .

Artinya: Apabila pria yang nikah dipaksa tadi melakukan hubungan intim dengan si wanita tanpa dipaksa, maka nikahnya menjadi sah dan wajib bagi pria membayar mahar yang ditentukan dan dia terbebas dari had (hukuman).

Sementara itu, Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari, hlm. 12/312, menjelaskan tentang pria yang dipaksa nikah dan dipaksa hubungan intim (jimak/wati'):

وَلَوْ أُكْرِهَ عَلَى النِّكَاحِ وَالْوَطْءِ لَمْ يحد وَلم يلْزمه شَيْء وان وطىء مُخْتَارًا غَيْرَ رَاضٍ بِالْعَقْدِ حُدَّ

Artinya: Apabila seorang pria dipaksa menikah dan jimak, maka dia tidak dihad (dihukum) dan tidak ada kewajiban apapun baginya. Namun apabila dia jimak secara sukarela tapi tidak rela dengan akad nikahnya, maka dia dihad (dihukum).

Baca detail: Pernikahan Islam

08/11/19

Hukum Dropshipper, Reseller, Agen, Calo

Hukum Dropship, Reseller, Agen Penjualan
HUKUM BISNIS DROPSHIP, RESELLER, CALO, MAKELAR, AGEN PENJUALAN DALAM ISLAM

Saya pernah berjualan buku selama beberapa lama, cara saya berjualan: ada orang menanyakan saya bila dia bisa beli buku X di saya, lalu saya carikan buku X di suatu toko buku lain, setelah itu saya beritahu ke orang tersebut harga buku tersebut ditambah lebih beberapa ribu karena saya pikir saya boleh mengambil untung. Setelah orang itu bayar ke saya, barulah saya beli buku X dan saya kirim ke dia. Saat melakukan hal itu, sebenarnya pernah terpikir oleh saya bahwa hal itu belum tentu halal karena saya pernah baca tentang hal itu, namun saya belum yakin akan hukumnya dan lupa bagaimana tepatnya berjualan yg halal dan bagaimana yg haram. Setelah beberapa lama, saya coba cari tahu lagi, dan saya berpikir bahwa cara berjualan saya sebenarnya adalah salah dan tidak diperbolehkan dalam islam karena saya menjual barang yang bukan milik saya. Pertanyaan saya:

1. Apakah cara berjualan saya memang salah dan haram?

2. Saya lupa dan tidak ada catatan konkrit tentang penjualan-penjualan saya jadi saya tidak tahu dengan pasti berapa uang yang saya dapat dari berjualan itu. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak ingin menggunakan uang yang berasal dari usaha tidak halal... apa yang harus saya lakukan?
3. Uang-uang hasil jualan tersebut sudah pernah saya gunakan untuk hal-hal untuk diri sendiri. Bagaimana cara saya bertaubat dari hal itu?

4. Uang yang didapat dari jualan itu juga bercampur dengan uang pemberian orangtua saya. Saya bersedekah pakai uang yang tidak saya ketahui apakah itu termasuk uang pemberian orangtua atau uang hasil jualan dengan cara yang dilarang dalam Islam, apakah sedekah saya dibolehkan dalam Islam?

5. Apakah saya harus mengembalikan uang ke semua orang yang pernah membeli buku di saya? (yang penjualannya saya lakukan dengan cara seperti yang saya bilang di atas) tetapi saya tidak punya catatan dan kontak setiap orang tersebut. Apa yang harus saya lakukan?

6. Saya tidak tahu apakah uang yang sekarang ini saya miliki termasuk uang dari penjualan buku dengan cara yang salah/dari hasil usaha dengan cara yang salah/haram ataukah uang halal seperti pemberian orang tua/uang halal lainnya. Karena selama ini saya juga diberi uang oleh orangtua saya dan pernah jualan buku milik saya sendiri. Saya ingin bertaubat dan tidak mau menggunakan uang haram lagi sama sekali. Apa yang harus saya lakukan agar saya terbebas dari uang haram, agar tidak lagi memegang uang haram, dan tidak menggunakan uang haram lagi?

JAWABAN

Bisnis yang anda lakukan saat ini kurang lebih sama dengan praktik dropship, reseller, makelar atau calo, agen penjualan, distributor, dll. Model ini sudah ada sejak zaman Nabi. Dan itu dibolehkan.

DEFINISI DROPSHIPPER
Dropship dropshipper
Dropship adalah salah satu model bisnis baru di mana penjual tidak menyimpan stok barang, dan dimana jika penjual mendapatkan order, penjual tersebut langsung meneruskan order dan detail pengiriman barangnya ke distributor/supplier/produsen. Produsen/supplier kemudian mengirim barang langsung ke pembeli atas nama penjual. Pelaku bisnis model ini, yakni si penjual, disebut dropshipper.

DEFINISI RESELLER
Reseller
Reseller adalah orang yang membeli produk dari distributor atau supplier dengan harga yang lebih murah dari pasaran untuk di jual kembali dengan harapan mendapatkan sejumlah keuntungan dari penjulan barangnya tersebut

DEFINISI AGEN PENJUALAN DAN DISTRIBUTOR

Selain dropship dan reseller, yang serupa dan lebih umum adalah agen penjualan dan distributor.

Agen penjualan adalah penyalur yang atas nama suatu perusahaan tertentu menjual barang dan jasa hasil produksi perusahaan tersebut di daerah tertentu. Di agen tidak akan dijumpai barang dan jasa yang bukan produksi perusahaan bersangkutan. Agen menjual barang dan jasa dengan harga yang ditentukan oleh produsen. Agen memperoleh komisi dari perusahaan yang sesuai dengan jumlah penjualan. Ada tiga jenis agen yang mewakili pelaku ekonomi yang berbeda, yaitu agen produsen, agen penjualan, dan agen pembelian.

Sedangkan distributor adalah perantara yang menyalurkan produk dari pabrikan (manufacturer) ke pengecer (retailer). Setelah suatu produk dihasilkan oleh pabrik, produk tersebut dikirimkan (dan biasanya juga sekaligus dijual) ke suatu distributor.

Calo adalah orang yang menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah; perantara. Calo disebut juga dengan makelar.

HUKUM CALO (MAKELAR), RESELLER, AGEN PENJUALAN, DAN DISTRIBUTOR

Hukum calo, agen, distributor dan reseller adalah boleh menurut syariat Islam.

Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah (Ensiklopedi Fiqih), hlm. 10/151, samsarah didefinisikan sbb:

السمسرة : هي التوسط بين البائع والمشتري , والسمسار هو : الذي يدخل بين البائع والمشتري متوسطاً لإمضاء البيع , وهو المسمى الدلال , لأنه يدل المشتري على السلع , ويدل البائع على الأثمان

Artinya: Samsarah adalah mediasi antara penjual dan pembeli. Simsar adalah orang yang menjadi mediator antara penjual dan pembeli untuk bertransaksi. Simsar disebut juga dengan Dallal (pemandu) karena ia memandu pembeli pada barang (yang akan dibeli) dan memandu penjual atas harga.

Ibnu ‘Abdin, madzhab Hanafi, dalam Hasyiyah Ibnu Abidin, hlm. 5/39, mendefinisikan samsarah sbb:

الَّذِي يَدْخُلُ بَيْنَ البَائِعِ وَالمـُشْتَرِي مَتَوَسِّطاً لإِمْضَاءِ البَيْعِ

Artinya: Pihak yang masuk di tengah antara penjual dan pembeli agar terjadi jual-beli

Dalil Dasar

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Sahabat Qais bin Abi Gorzah ia berkata:

كُنَّا نُسَمَّى فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – السَّمَاسِرَةَ ، فَمَرَّ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَسَمَّانَا بِاسْمٍ هُوَ أَحْسَنُ مِنْهُ ، فَقَالَ : ” يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ ! إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلِفُ فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ

Artinya: Kami pada masa Rasulullah disebut dengan “samasirah“ (calo/makelar), pada suatu ketika Rasulullah menghampiri kami, dan menyebut kami dengan nama yang lebih baik dari calo, beliau bersabda : “Wahai para pedagang, sesungguhnya jual beli ini kadang diselingi dengan kata-kata yang tidak bermanfaat dan sumpah (palsu), maka perbaikilah dengan (memberikan) sedekah“

Hukum Simsar dan model bisnis samsarah adalah boleh. Dalam kitab Al-Mudawwanah (madzhab Maliki) dinyatakan:

سئل الإمام مالك رحمه الله عن أجر السمسار فقال : لا بأس بذلك
Imam Malik (madzhab Maliki) ditanya tentang upah Simsar (calo). Imam Malik berkata: Tidak apa-apa.

Imam Bukhari (madzhab Syafi'i) dalam Sahih Bukhari, hlm. 2/528, menyatakan:

بَاب أَجْرِ السَّمْسَرَةِ . وَلَمْ يَرَ ابْنُ سِيرِينَ وَعَطَاءٌ وَإِبْرَاهِيمُ وَالْحَسَنُ بِأَجْرِ السِّمْسَارِ بَأْسًا

Artinya: Upah samsarah itu tidak apa-apa menurut Ibnu Sirin, Atha', Al-Hasan.

Dr. Abdurrohman bin Saleh Al-Atram, ulama madzhab Hanbali, dalam Al-Wisatah Al-Tijariyah, hlm. 382, menyatakan:

فإذا لم يكن شرط ولا عرف ، فالظاهر أن يقال : إن الأجرة على من وسّطه منهما ، فلو وسطه البائع في البيع كانت الأجرة عليه ، ولو وسطه المشتري لزمته الأجرة ، فإن وسطاه كانت بينهما

Artinya: Apabila tidak ada syarat dan kebiasaan, maka secara zahir dapat dikatakan bahwa wajib ada upah bagi orang yang menjadi perantara kedua pihak. Apabila penjual memakai perantara dalam menjual barangnya maka penjual wajib memberi upah pada mediator. Apabila jasa ini dipakai oleh pembeli maka wajib bagi pembeli memberi upah. Apabila keduanya memakai perantara maka upah itu hendaknya dikeluarkan keduanya.

HUKUM RESELLER

Ulama sepakat atas bolehnya model bisnis reseller karena barang sudah menjadi milik dari penjual atau penyuplai / penyedia barang (supplier). Sistem jual beli reseller masuk kategori (بيع موصوف في الذمة), yaitu jual beli barang yang sudah menjadi milik dari pedagang. Akad yang berlaku adalah akad salam, yaitu sistem jual akad pesan. Cirinya adalah: - Barang sudah berada dalam kuasa pedagang - Diketahui modal pokoknya). Baca detail: Hukum Pesan Barang (Akad Salam)

DUA JENIS DROPSHIPPING

Dalam realitasnya, bisnis dropshipping ada dua jenis. Pertama, penjual menawarkan dan menjual barang yang belum dimilikinya. Ini mirip dengan samsarah atau makelar hanya saja dalam kasus dropship tipe pertama ini penjual belum menerima ijin atau belum mendapat perintah amanah dari pemilik barang untuk menjualkan barang tersebut. Jumhur ulama dari empat madzhab menganggap transaksi ini haram, kecuali madzhab Hanafi. Sistem akad dropship yang pertama ini bisa dimasukkan ke dalam akad samsarah.

Kedua, penjual sudah mendapat ijin dari pemilik barang untuk menjualkan barangnya. Ini mirip dengan reseller. Kecuali bahwa dropshipper belum atau tidak memegang barang yang hendak dijualnya. Dropship tipe kedua ini dibolehkan bahkan oleh madzhab Syafi'i walaupun barang belum terlihat atau belum dimilikinya.

Al-Hishni dalam kitab Kifayatul Akhyar, hlm. 1/240, menyatakan:

وقوله لم تشاهد يؤخذ منه أنه إذا شوهدت ولكنها كانت وقت العقد غائبة أنه يجوز

Artinya: “Maksud dari pernyataan Abi Syuja’ “belum pernah disaksikan”, difahami sebagai “apabila barang yang dijual pernah disaksikan, hanya saja saat akad dilaksanakan barang tersebut masih ghaib (tidak ada)”, maka hukumnya adalah boleh.”

Perhatikan, syarat kebolehannya adalah apabila barangnya sudah pernah dilihat pembeli dan bersifat tetap artinya barangnya bukan jenis barang yang mudah berubah. walaupun saat akad tidak ada.

An-Nawawi dalam kitab Roudotut Tolibin, hlm. 3/371, menjelaskan syarat-syarat kebolehannnya:


لو اشترى غائبا رآه قبل العقد ، نظر ، إن كان مما لا يتغير غالبا ، كالأرض ، والأواني ، والحديد ، والنحاس ، ونحوها ، أو كان لا يتغير في المدة المتخللة بين الرؤية والشراء ، صح العقد ؛ لحصول العلم المقصود

Artinya: “Jika seseorang membeli barang yang ghaib (tidak ada di tempat akad) sebelum akad, maka dirinci: apabila barang yang tidak terlihat saat akad itu adalah berupa barang yang umumnya tidak mudah berubah, misalnya seperti bumi/tanah, wadah, besi, tembaga dan sejenisnya, atau barang tersebut tidak mudah berubah oleh waktu ketika mulai dilihat (oleh yang dipesani) dan dilanjutkan dengan membeli (oleh yang `memesan), maka akad (jual beli barang ghaib) tersebut adalah sah disebabkan tercapainya pengetahuan barang yang dimaksud.”

Transaksi dropship tipe kedua ini masuk kategori akad salam. Baca detail: Hukum Pesan Barang (Akad Salam)


Kesimpulan: menjadi perantara, dropship, calo, reseller, agen, distributor atau apapun namanya adalah boleh. Karena, ini adalah masalah bisnis yang dalam Islam apapun modelnya dibolehkan selagi ada kerelaan dari para pihak yang bertransaksi, tidak ada unsur riba dan gharar (tipuan), serta tidak menjual barang haram.

Baca juga:
- Bisnis dalam Islam
- Akad Salam (Pesan Barang)

02/11/19

Hukum Poligami Dalam Islam

Hukum Poligami Dalam Islam
HUKUM POLIGAMI DALAM ISLAM

Assalaamu'alaikum ww.

Yth, Team KSIA Akhoirot

Saya pria berkeluarga dg 2 anak dn pernah melakukan poligami dg seijin istri pertama. Namun baru berjalan 2 tahun terjadi perselisihan besar diantara kedua istri, hingga istri pertama memaksa saya agar membuat pilihan diantara mereka. Kerena saya tidak bersedia, maka istri pertama nekat mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama hingga jatuhlah putusan cerai.

Saat itu saya tetap membagi waktu secara adil dalam hitungan hari demi anak-anak, bahkan cenderung lebih banyak waktu di rumah anak-anak dan istri kedua maklum.

Seiring berjalannya waktu perlahan saya ajak ibunya anak-anak untuk rujuk kembali, dan dia bersedia dg syarat saya harus menceraikan istri kedua. Sehingga pada suatu hari dalam kondisi yg sangat amat terpaksa (maaf tidak bisa saya ceritakan) saya ajukan gugatan cerai istri kedua ke pengadilan agama dan jatuh putusan cerai hingga dia pulang ke rumah orang tuanya di luar pulau.

Berselang beberapa bulan kemudian saya menikah ulang dg ibunya anak-anak, dan hingga saat ini kami di rumah kembali damai. Dan untuk membentengi diri, maka sejak itu saya tinggalkan pekerjaan dg niat memiskinkan diri agar terhindar dari niat yg dapat mengganggu kedamaikan keluarga.

Setahun waktu berlalu tanpa diduga eks. istri kedua menghubungi saya kembali. Komunikasi kami lakukan jarak jauh antar pulau awalnya dg alasan dia ingin menjaga silaturahim dan saya sambut dg penuh husnudzon setiap curhatannya, hingga terucap bahwa dia ingin kembali merajut hubungan keluarga lagi menjadi istri kedua.

Akhirnya saya ceritakan kepadanya bahwa kondisi saya sangat tidak mampu dan pantas lagi secara nafkah lahir untuk berpoligami, saya beri dia nasehat, semangat untuk lebih bersyukur dan membuka diri bahwa masih banyak pria yg jauh lebih baik dari saya. Namun semakin hari rupanya dia semakin menutup diri dari pria lain dan semakin berharap dapat Ekembali saya nikahi meski seberat apapun syaratnya. Bahkan dia bilang hanya ingin punya anak dari saya baik siri atau resmi, tapi saya belum jawab apa-apa. (Maaf saya usia 48 th dan dia usia 38 th.)

Ustadz Yth, dengan sepenuh harap dan kerendahan hati mohon kiranya berkenan memberikan saran dan nasehat terbaik.

Pertanyaan saya,
Apa yang harus saya lakukan buat eks.istri kedua, dan andai saya layak menikahi lagi eks.istri kedua, bagaimana cara membicarakan dengan istri pertama?

"Sungguh Demi Allah saya tidak ingin mereka dan anak-anak terlukai lagi"
Terima kasih

Wa'assalamu'alaikum ww.

JAWABAN

Kalau kecintaan anda kepada anak-anak melebihi yang lain, dan pernikahan anda dengan istri kedua akan berakibat menyakiti anak-anak, maka keputusannya tidaklah sulit: abaikan permintaan mantan istri kedua tersebut.

Apalagi, secara hukum Islam, poligami itu tidak dianjurkan. Poligami tidaklah sunnah. Pernyataan dalam QS An-Nisa 4:3, walaupun memakai kata perintah (fi'il amar), namun ulama sepakat itu bermakna boleh. Itupun kalau adil.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 16/144, menegaskan:

وندب إلى الاقتصار على واحدة خوفا من الجور وترك العدل

Artinya: Disunnahkan untuk menikah dengan satu istri saja karena dikuatirkan untuk zalim dan tidak adil.

Abul Hasan Al-Imrani dalam Al-Bayan fi Madzhab Al-Imam Al-Syafi'i, hlm. 11/189, juga menguatkan pendapat di atas:

قال الشافعي: وأحب له أن يقتصر على واحدة وإن أبيح له أكثر؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: ( فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا ). فاعترض ابن داود على الشافعي، وقال : لِمَ قال الاقتصار على واحدة أفضل ، وقد كان النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جمع بين زوجات كثيرة ، ولا يفعل إلا الأفضل ، ولأنه قال : ( تناكحوا تكثروا)؟ فالجواب : أن غير النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنما كان الأفضل في حقه الاقتصار على واحدة ؛ خوفًا منه أن لا يعدل ، فأما النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فإنه كان يؤمن ذلك في حقه. وأما قوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (تناكحوا تكثروا) فإنما ندب إلى النكاح لا إلى العدد

Artinya: Imam Syafi'i berkata: Sunnah pria menikah dengan satu wanita saja walaupun boleh menikah lebih dari satu. Berdasarkan pada QS An-Nisa 4:3. Ibnu Dawud menentang pandangan Imam Syafi'i ini dengan mengatakan: Mengapa menikah satu itu lebih utama sedangkan Nabi menikah dengan banyak istri dan yang dilakukan Nabi adalah yang paling utama dan bahwa Nabi pernah berkata: Menikahlah dan perbanyak anak?" Jawabnya adalah: bahwa selain Nabi itu yang paling utama itu menikah dengan satu wanita saja karena dikuatirkan tidak adil. Sedangkan Nabi itu terjamin adilnya. Adapun sabda Nabi "Menikahlah dan perbanyak" itu maksudnya sunnahnya nikah, bukan sunnahnya banyak istri.

Kesimpulan: Menikah dengan satu istri itu hal yang lebih utama baik dari pandangan syariah maupun secara sosial. Kedamaian yang sedang anda alami dan nikmati saat ini bersama istri pertama dan anak-anak hendaknya tidak lagi digoyahkan dengan bujukan mantan istri kedua untuk kembali rujuk. Kuatkan hati anda. Dan tolak dia dengan halus dan tidak menyakiti. Yang utama: putuskan komunikasi dengannya agar tidak menjadi beban pemikiran anda. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

WAS-WAS NAJIS

ust. tapi tetap jika memakainya hati rasanya berat, bekas kejadian seperti itu. juga bekas kejadian-kejadian yang kemarin-kemarin saya kirim juga seperti itu rasanya. takut ada najis nya.
Lalu bagaimana? meskipun sudah kita usahakan untuk menghindar. apa harus di cuci juga?

mohon nasihatnya. agar hati saya bisa menjadi lebih tenang.

JAWABAN

Anda menderita was-was. Dan obat was-was adalah dengan mengaikan apa yang diwas-wasi. Was-was najis yang tanpa bukti, maka abaikan itu. Anggaplah suci. Maka, lama kelamaan penyakit anda akan sembuh. Sadari bahwa was-was adalah penyakit yang harus disembuhkan. Caranya: abaikan. Kecuali kalau najis itu jelas terlihat mata.
Baca detail:
- Ragu Najis Anjing
- Was-was Najis Anjing

01/11/19

Dampak Suami Murtad pada Pernikahan

SUAMI MURTAD

Assalamualaikum wr wb

Saya seorang muslimah yang telah menikah hampir 16 tahun, dikaruniai putri (kelas 9) dan putra (kelas 4). Suami saya keturunan Jawa dan Manado. Dulu saya bersedia menikah setelah mendapatkan konfirmasi bahwa agamanya adalah Islam.

Seiring waktu, meskipun dia masih sayang saya dan anak-anak, saya merasa pernikahan ini tidak mempunyai arah yang baik dan makin tidak memberikan kebahagiaan secara islami, disebabkan karena suami tidak merubah kebiasaan buruknya minuman keras, suka berjudi, memutus silatuhami dengan keluarga besar saya, tidak suka acara keagamaan, tidak suka saya pakai syari, hampir tidak pernah memberikan nafkah lahir, 3x selingkuh, dll.

Beberapa tahun lalu, saya mendapatinya sering keluar alasan acara kajian. Saya pikir acara kajian sunnah dsbnya, tetapi ternyata acara kajian penganut kepercayaan. Saya sudah 2x mendapatkan pernyataan bahwa agamanya bukan Islam (terakhir bulan April 2017), tapi penganut kepercayaan. Islam hanya status di KTP saja.

Saya sudah seringkali menasehati tentang semuanya, tapi seperti angin lalu. Akhirnya pada April 2017 itu, saya minta dia dengan hormat untuk tidak mempengaruhi anak-anak, dia setuju. Malah, bila saya mendapatkan seseorang yang lebih baik darinya, dia setuju dan ikhlas untuk melepaskan saya.

Sekarang saya ingin makin memperbaiki diri saya dan anak-anak dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mohon bimbingannya, terima kasih banyak.
Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

Kalau suami murtad, maka otomatis pernikahan anda dipending: suami diberi waktu untuk kembali ke Islam. Selama masa iddah, suami dianjurkan untuk masuk Islam kembali. Tapi kalau menolak, maka anda berdua harus fasakh (cerai). Baca detail: Suami Murtad

MENITIPKAN ANAK PADA ORANG TUA

Assalaamu'alaikum ustadz. Saya mau berkonsultasi lagi dengan ustadz, mohon maaf sebelumnya bila ada ketikan kata saya yang masi kekurangan.

begini ustadz yg saya tahu,kita & harta kita adalah milik orang tua kita.saya bingung ustadz, Plihan pe 1, saya harus kerja untuk memberi rezeki ke 2 ortu saya tapi terpaksa menitipkan anak saya yang cacat suara & bandel slma jam kerja saya,hal ini membuat ortu saya terasa seperti terepotkan & slalu jadi menciptakn amarah tingi & keluhan ortunya saya.Sedangkan,tempat saya tinggal tidak ada tmpat penitipan anak seperti anak saya.

Plihan ke 2, bila saya tidak bekerja,perhatian saya sepenuhnya ke anak & calon suami saya,tpi kasihan sama ortu saya karna kuliah saya jdi sia sia & tidak bisa mmberi dari hasil saya sndri ke ortu saya.

Mohon bimbingannya ustadz... Sebelumnya trma ksih banyak atas perhatian ustadz,
Assalaamu'alaikum.


JAWABAN


Sebaiknya anda tetap bekerja dan menyerahkan urusan penitipan anak pada orang lain yang bisa dibayar untuk melakukan itu. Baca juga: Ayah Wajib Menafkahi Anak

CALON MERTUA KURANG AGAMIS

Assalmualaikum
Saya ingin bertanya, saya memiliki hambatan pernikahan, dimana keluarga saya menjunjung tinggi aqidah. Tetapi, keluarga sang pria hanya dari pihak bapak nya yang menjunjung aqidah, sedangkan pihak ibu tidak. (Orang tua sang pria sudah bercerai).
Yg saya takuti adalah ketika orang tua saya tau bawa ibu dari calon suami saya tidak mengenakan hijab, perpakaian anak muda, mengenakan pakaian ketat bahkan sexy. Saya takut jika org tua saya tidak merestuinya hanya karna ibu sang pria seperti itu. Ibu sang pria seperti itu krna pergaulannya. Padahal anak nya sudah menegur ibunya, tetapi ibunya malah balik marah. Sedangkan ibunya malah menyuruh anak nya agar tidak tinggal sholat wajib dan tahajud. Saya sedih jika orang tua saya memiliki besan seperti ibu sang pria, saya takut orang tua dan keluarga saya malu.

Bagaimana uztad? Mohon sarannya, terima kasih

JAWABAN

Istilah menjunjung tinggi aqidah sebenarnya kurang tepat kalau kaitannya dengan pakaian tidak berhijab. Lebih tepatnya menjunjung tinggi syariah. Aqidah dan syariah dua hal yang berbeda. Baca detail: Cara Memilih Jodoh


Terkait calon mertua, apabila anda kurang suka dengan mertua anda dan menganggap hal itu prinsip, maka anda masih punya pilihan untuk mencari calon lain yang cocok orangnya dan orang tuanya.

Tapi kalau anda menganggap itu tidak prinsip, maka teruskan saja hubungan ke jenjang pernikahan. Soal mertua biarkan dia melakukan yang dia suka toh yang menanggung dosa adalah dia sendiri. Yang penting anda dan suami sudah melaksanakan syariah dengan maksimal. aca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

NIKAH TERHALANG ADAT JAWA

Assalamualaikum wr. wb.

Saya seorang wanita yang memiliki soerang teman dekat laki-laki hubungan kami memang serius dan ada niat untuk melangkah ke pernikahan, berharap menikah segera mungkin. Tetapi hubungan kita terhalang adat Jawa. Keluarga saya memberitahu bahwa hubungan saya dengan dia tidak diperbolehkan, dikarenakan "Melumah Mengkurep" yang saya tidak tahu arti makna tersebut. Dan hal kedua yang menjadi penghalang hubungan kita karena hitungan tanggal lahir menurut adat Jawa Hari Tanggal Lahir saya dan Hari Tanggal Lahir pacar saya jika dihitung2 sesuai adat Jawa itu tidak bagus yang akan berakibat ada salah satu dari kami yang umurnya tidak panjang. Ada salah satu dari kami yg akan meninggal terlebih dahulu dengan waktu cepat. Pertanyaan saya:

1. Apakah islam membenarkan hal tersebut?
2. Apakah saya bersalah jika mempertahankan hubungan ini?
3. Apa solusi atau masukan untuk saya dan keluarga saya agar permasalahan ini terselesaikan dan kami dapat menikah?

Terima kasih...

JAWABAN

1. Tidak dibenarkan dalam Islam. Bahkan percaya ramalan itu berdosa. Baca juga: Hukum Percaya Ramalan

2. Mempertahankan hubungan pacaran itu salah dalam Islam apabila sampai terjadi kholwat (berduaan). Baca detail: Hukum Kholwat

Tapi kalau anda segera menikah secara sah, maka itu boleh. Kalau ayah anda setuju, maka itu tidak masalah. Yang menikahkan kan ayah anda sebagai wali pernikahan. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Komunikasi dengan pihak laki-laki bagaimana caranya agar dapat terlaksana. Bisa juga anda minta tolong pada orang ahli yang bisa memberikan second opinion (pendapat alternatif) yang membolehkan secara adat akan lebih baik. Baca juga: Cara Memilih Jodoh