12/10/19

Riba dalam Islam

Riba dalam Islam
RIBA

Di bidang transaksi ekonomi, Islam melarang keras praktik riba. Al-Dhahabi dalam kitab Al-Kabair menjadikan riba sebagai salah atu perilaku dosa besar yang harus dijauhi. Secara sederhana riba berarti menggandakan uang yang dipinjamkan atau dihutangkan pada seseorang.

DEFINISI RIBA

Secara etimologis (lughawi) riba (الربا) adalah isim maqshur, berasal dari rabaa yarbuu. Asal arti kata riba adalah ziyadah yakni tambahan atau kelebihan.

Secara terminologis (istilah) riba adalah setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai-tandingnya (nilai barang yang diterimakan). (Lihat Ibnul Arabi dalam أحكام القرأن).

MACAM-MACAM RIBA DALAM ISLAM

Ada dua macam jenis riba yaitu riba al-fadhl (ربا الفضل) dan riba al-nasi'ah (ربا النسيئة).

RIBA FADAL

Riba al-Fadhl disebut juga dengan riba jual beli adalah penambahan dalam jual-beli barang yang sejenis.
Riba ini terjadi apabila seseorang menjual sesuatu dengan sejenisnya dengan tambahan, seperti menjual emas dengan emas, mata uang dirham dengan dirham, gandum dengan gandum dan seterusnya.


Lebih jelasnya dapat dilihat dari hadits riwayat Bukhari dan Muslim berikut:

Bilal datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa korma kualitas Barni (baik). Lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "Dari mana kurma itu ?". Ia menjawab , "Kami punya kurma yang buruk lalu kami tukar bdli dua liter dengan satu liter". Maka Rasulullah bersabda: "Masya Allah, itu juga adalah perbuatan riba. Jangan kau lakukan. Jika kamu mau membeli, juallah dahulu kurmamu itu kemudian kamu beli kurma yang kamu inginkan.

RIBA NASI'AH

Riba an-Nasi'ah disebut juga riba hutang piutang adalah kelebihan (bunga) yang dikenakan pada orang yang berhutang oleh yang menghutangi pada awal transaksi atau karena penundaan pembayaran hutang.

Riba nasi'ah ada dua jenis sebagai berikut:

1. A meminjamkan/menghutangkan uang atau benda berharga lain pada B. Bentuknya ada dua:
(a) A menetapkan tambahan (bunga) pada awal transaksi.

(b) A tidak menetapkan bunga di awal transaksi, akan tetap saat B tidak mampu melunasi hutang pada saat yang ditentukan, maka A membolehkan pembayaran ditunda asal dengan bunga.

2. A membeli emas atau perak pada B dengan menunda penerimaannya/tidak langsung saling terima.

Perbedaan khasnya, riba nasi'ah adalah jual beli barang yang sama jenisnya tapi tidak secara kontan. Sedangkan riba fadhl adalah jual beli barang dengan kelebihan atau hutang piutang dengan bunga.

Ulama sepakat atas keharaman riba nasi'ah. Sementara terjadi ikhtilaf (beda pendapat) atas keharaman riba fadhl, tapi mayoritas mengharamkannya.

HUKUM RIBA DALAM ISLAM

Hukum riba adalah haram dan termasuk dari dosa besar karena akan menyebabkan kesengsaraan kaum dhuafa, menzalimi orang miskin, eksploitasi si kaya pada si miskin, menutup pintu sedekah dan kebajikan serta membunuh rasa empati antar manusia yang berbeda strata sosial ekonominya.

DALIL HARAMNYA RIBA

1. Al-Baqarah 2:278

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنْ الرِّبَا إِنْ كُنتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

2. Al-Baqarah 2:279

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنْ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ

Artinya: Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

3. Hadits sahih riwayat Muslim:

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم آكل الربا، وموكله وكاتبه، وشاهديه، وقال: هم سواء

Artinya: Nabi Muhammad Rasulullah melaknat pemakan, wakil, penulis dan dua saksi transaksi riba.

4. Hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim (mutafaq alaih):

اجتنبوا السبع الموبقات)) قالوا: يا رسول الله، وما هن؟ قال: ((الشرك بالله، والسحر، وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق، وأكل الربا، وأكل مال اليتيم، والتولي يوم الزحف، وقذف المحصنات المؤمنات الغافلات

Artinya: Jauhilah tujuh dosa besar. Apa itu ya Rasulullah. Nabi menjawab: syirik, sihir, membunuh, memakan riba, makan harta anak yatim, lari saat perang, menuduh zina pada perempuan muslimah bersuami.

29/09/19

Hukum Menikah Setelah 6 Bulan Kematian Calon Mertua, Bolehkah?


HUKUM MENIKAH SETELAH 6 BULAN KEMATIAN CALON MERTUA

Assalamualaikum, perkenalkan nama saya fachrul..

Saya mau tanya...
Saya mau melangsungkan pernikahan pada tanggal 2 januari 2018, tetapi calon mertua saya kemarin pada tanggal 21 november 2017 meninggal karena sakit yg ternyata di "kirim" oleh orang lain.
Dari pihak keluarga saya sbg laki-laki karena orang jawa melarang itu karena menurut keluarga saya ditakutkan kena ke orang tua saya penyakit tersebut, dan saya diberikan saran untuk menikah minimal 6 bulan atau 7 bulan 17hari setelah calon mertua saya sudah meninggal, atau mungkin setelah lebaran.

1. Bagaimana saya menanggapinya? Apakah saya harus mengikutin saran keluarga minimal menikah 6 bulan? Apakah di dalam islam ada hukum seperti yg keluarga saya beritahukan?
Terimakasih..

JAWABAN

Tidak ada aturan semacam itu dalam Islam. Menurut syariah Islam, yang prinsip dalam pernikahan adalah adanya wali, ijab kabul antara wali dan calon pria, dan dua saksi. Kapan waktu pelaksanaan nikahnya diserahkan pada masing-masing orang bagaimana enaknya. Dan hendaknya manusia tidak menambah aturan yang tidak penting tanpa alasan kemaslahatan. Nabi bersabda:

إن الله أمركم بأشياء فامتثلوها ونهاكم عن أشياء فاجتنبوها وسكت لكم عن أشياء رحمة منه فلا تسألوا عنها

Artinya: Allah memerintahkan kalian dengan sesuatu, maka lakukanlah. Dia melarang kalian atas sesuatu, maka jauhilah. Allah diam dari sesuatu itu sebagai rahmat dari Allah, maka janganlah menanyakan tentangnya. (Hadits Hasan riwayat Daruqutni dan lainnya).

Hadits serupa riwayat Ibnu Majah menyatakan:

الحلال ما أحل الله في كتابه والحرام ما حرم الله في كتابه وما سكت عنه فهو مما عفا عنه

Artinya: Halal adalah sesuatu yang dihalalkan Allah dalam Kitab-Nya. Haram adalah sesuatu yang diharamkan Allah dalam Kitab-Nya. Adapun sesuatu yang Allah diam atasnya, maka itu termasuk perkara yang dimaafkan.

Dari sinilah maka ulama membuat kaidah fikih: "Hukum asal dari segala sesuatu itu adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya." Baca detail: Kaidah Fikih

Bukan hanya tidak ada aturan dalam Islam terkait penentuan waktu nikah. Juga, Islam mengharamkan muslim percaya pada ramalan. Baca juga: Hukum Percaya Ramalan

Tentang saran dari keluarga anda itu, lebih baik anda konsultasikan dulu ke pihak perempuan. Kalau memang mereka keberatan, maka tidak ada salahnya untuk menunda sesuai dengan tradisi yang berlaku.

Namun kalau anda ingin cepat menikah untuk menghindari zina, maka tidak ada salahnya menikah secara siri lebih dulu tanpa ada resepsi. Dan baru menikah secara resmi 6 atau 7 bulan setelah kematian mertua. Kalau pihak wali wanita tidak setuju, anda bisa menggunakan wali hakim. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

POLIGAMI TANPA IJIN ISTRI PERTAMA, SAHKAH?

Assalammualaikum,wr,wb.
Saya pernah menikah secara resmi di KUA tapi pada saat itu buku nikah belum terbit saya hanya punya surat keterangan nikah dari KUA tersebut.
Sekarang saya sudah bercerai secara agama (talaq melalui lisan), sekarang suami menikah lagi secara resmi di KUA.
Yang ingin saya tanyakan :
1. Kuatkah hukum bagi saya sebagai istri pertama yang hanya punya pegangan surat keterangan nikah (bukan buku nikah)?
2. Kenapa suami bisa menikah kedua kalinya di KUA sedangkan kami hanya bercerai dibawah tangan?
3. Sah kah pernikahan mereka tanpa ijin dan resmi bercerai dari saya?

JAWABAN

1. Ya.
2. Kemungkinan besar dia nikah resmi dengan memalsukan dokumen yang diperlukan dan/atau membayar oknum di KUA.
3. Sah. Laki-laki boleh menikah lebih dari satu tanpa ijin istri pertama. Baca detail: Poligami Tanpa Ijin Istri Pertama
3. Sah. Baca detail: Pernikahan Islam


SUPAYA SAYA IKHLAS MENJALANI STATUS SAYA SEBAGAI ISTRI KEDUA

Assalamualaikum wr,wb ustadz.

saya menikah sudah 2 tahun tp sebagai istri kedua.di pernikahan dia yg pertama dia tidak memiliki keturunan sdh 20 th.dan istri pertamanya tdk mngetahui kl suami sy mnikah lg.

saat ini saya sedang mengandung. saya terpaut usia cukup jauh dngn suami saya.walau bgitu saya sangat mencintainya.beliau tekun beribadah dan mmbuat sy jauh lebih baik.yg ingin sy tanyakan ustadz.

1.bagaimana agar sy ikhlas dan tidak cemburu ktika suami sy di rmh istri pertamanya? 2.saya takut ustadz ktika nanti istri pertamanya tau,bagaimana saya dan ank kami ustadz?
3.saya selalu berprasangka suami sy msh blm adil terhadap sy ustadz,apa yg harus sy lakukan agar fikiran ini tdk bgitu ustadz?mohon pencerahannya ustadz.atas respon nya sy ucapkan bnyk terimakasih ustadz.

JAWABAN

1. Yang punya perasaan cemburu semestinya istri pertama. Bukan istri kedua. Justru istri kedua harus bersyukur bisa menjadi istri kedua tanpa diketahui. Seandainya diketahui, belum tentu statusnya sebagai istri kedua akan berlanjut. Jadi, lihat sisi positifnya.

2. Nikmati dan syukuri hidup dan kenyataan yang sedang anda hadapi. Yang penting saat ini anda menjalani hidup dengan baik, menikah dengan seorang lelaki secara sah menurut agama, dan diberi anugerah calon anak yang semoga dapat tumbuh sehat kelak. Jangan fikirkan hal yang dapat membuat anda berfikir negatif yang justru dapat mengganggu kesehatan anda dan kesehatan calon bayi anda. Jangan lupa untuk selalu mendoakan janin yang di dalam kandungan. Baca detail: Doa Ibu Hamil

3. Suami wajib adil dalam berpoligami. Dalam membagi waktu, nafkah dan tempat tinggal. Baca detail: Makna Adil dalam Poligami

Namun itu tugas suami untuk melaksanakannya. Tugas anda adalah mengingatkannya kalau perlu. Namun yang saat ini lebih penting adalah berusaha bersikap baik pada suami agar rasa sayangnya tidak luntur. Banyak kasus di mana sikap istri yang kurang bersyukur menjadi pemicu marahnya suami dan akhirnya berakhir dengan perceraian. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

KONTROL ULANG TIDAK DATANG, APA INGKAR JANJI?

Assalamualaikum ustad,,,, saya mau tanya.
Ini pengalaman saya beberapa tahun yang lalu dan sekarang saya kepikiran.
Waktu itu saya pergi ke rumah sakit untuk berobat, setelah diperiksa saya di beri resep, kemudian dokter mengatakan besok kalau udah habis obat kesini ngontrol ulang. Tetapi saya tidak datang dengan alasan tidak ada perubahan.
Yang ingin saya tanyakan apakah ini termasuk janji atau tidak.
Dan jika iya bagaimana solusi saya karena ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu

JAWABAN

Tidak termasuk ingkar janji. Karena, itu anjuran dokter bukan kemauan anda. Dan adalah hak pasien untuk datang atau tidak. Baca detail: Hukum Janji

27/09/19

Syarat Nikah Hanya Setahun, Apakah Mut'ah?

MINTA NIKAH HANYA SETAHUN SEBELUM NIKAH APAKAH NIKAH MUT'AH?


Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Ustadz, mohon maaf bila bertanya berulang, penanya sangat khawatir terhadap kekhilafan bertanya karena lupa dengan keadaan yang sudah berlalu ini.
izinkan kembali mengulang.

Seorang laki-laki dan perempuan berencana menikah, dalam persiapan menikah, mereka mengalami pertengkaran, hingga beberapa kali mengucapkan sumpah untuk membatalkan pernikahan saja. Hingga akhirnya terucaplah kalimat dari perempuan kepada laki-laki tersebut, “ya sudah menikah sebentar saja” (entah setahun atau berapa lama, tidak lagi ingat, entah melalui chat atau langsung pun tidak lagi ingat), InsyaAllah laki-laki menolak hal tersebut, (tetapi timbul keraguan bagaimana jika pada saat itu laki-laki menjawab iya). Kemudian, disaat emosi yang lain, perempuan mengatakan, “kalau menikah nanti, jangan menyetubuhinya.” Kemudian mereka membayar kaffarah kembali.

Dan disaat sudah tidak bertengkar lagi, mereka saling meminta maaf, membayar kaffarah terhadap sumpah-sumpah itu, dikarenakan memang ingin menikah.

Seorang laki-laki dan perempuan berencana menikah, dalam persiapan menikah, mereka mengalami pertengkaran, hingga beberapa kali mengucapkan sumpah untuk membatalkan pernikahan saja.

Hingga akhirnya terucaplah kalimat dari perempuan kepada laki-laki tersebut (entah berupa perjanjian atau sumpah) bahwa pernikahan itu hanya setahun saja. Beberapa bulan menikah, mereka membaca tentang Nikah Mut'ah dan Syarat-syarat pra nikah yang dapat merusak akad.

1. apakah itu nikah mut'ah ? mereka takut sekali karena pernah mengucapkan kurun waktu. ini hanya diucapkan saat bertengkar itu, selebihnya InsyaAllah berniat menikah karena Allah Ta'ala dan selamanya.Bagaimana status pernikahan mereka?

2. Sekarang sang istri tengah hamil, bagaimana status anak tersebut?


JAWABAN

1. Bukan nikah mut'ah. Nikah mut'ah itu apabila perjanjian masa nikah dibuat saat ijab kabul.
Ahmad Al-Hashri dalam kitab An-Nikah wa Qadhayahu, hlm. 168, menjelaskan definisi nikah mut'ah sbb:


بأن يقول الرجل لامرأة: متعيني نفسك بكذا من الدراهم مدة كذا، فتقول له: متعتك نفسي، أو يقول لها الرجل: أتمتع بك أي لابد في هذا العقد من لفظ التمتع.

Artinya: Laki-laki berkata pada seorang perempuan "Menikah mut'ah-lah dirimu padaku dengan mahar sekian selama masa sekian (hari/bulan/tahun). Lalu si perempuan berkata pada si lelaki: "Aku mut'ahkan diriku sendiri". Atau, si lelaki berkata pada perempuan: "Aku bermut'ah denganmu." Dalam nikah mut'ah, wajib hukumnya menyertakan kata 'mut'ah' atau 'tamattuk'.

Dari definisi di atas, maka ucapan anda sebelum nikah itu bukan nikah mut'ah karena: a) tidak ada kata mut'ah dalam ucapan anda tsb.; b) diucapkan di luar akad nikah (bahkan jauh dari waktu akad nikah).

Status pernikahan adalah sah selagi sesuai dg syarat dan rukun nikah, yaitu: nikah oleh wali atau yg mewakili, ada dua saksi dan ada ijab kabul. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Karena nikahnya sah, maka status anak adalah anak mereka berdua.

CATATAN:

a) Pertengkaran antara pria wanita yg belum menikah pada dasarnya tidak ada dampak hukumnya ketika keduanya menikah.

b) Ucapan seperti “ya sudah menikah sebentar saja” itu tidak ada dampak hukum apapun. Juga itu bukan sumpah. Sehingga tidak perlu membayar kafarat kalau melanggar. Sumpah yang perlu membayar kafarat adalah apabila disertai dengan nama Allah seperti "Demi Allah aku tidak akan datang ke rumahmu lagi". Sumpah dalam konteks ini sama dengan nadzar yang kalau melanggar atau tidak melaksanakan harus membayar kafarat.
Baca detail: Hukum Nadzar
Baca juga: Hukum Nadzar dan Sumpah

KESIMPULAN

1. Perjanjian saat pacaran bahwa 'pernikahan itu hanya setahun saja' itu bukan nikah mut'ah karena dibuat sebelum akad dan tidak memenuhi unsur mut'ah dan tidak sesuai dg definisi mut'ah.

Menikah dengan Syarat Tanpa Jimak, Apakah Sah?


WANITA MINTA SETELAH NIKAH TIDAK ADA JIMAK (HUBUNGAN INTIM)

Di waktu yang lain, si perempuan menyampaikan keinginannya untuk yang menikahkan adalah Ayah kandung, awalnya ayah kandung perempuan mengatakan bisa tetapi akhirnya tidak bisa. Allhasil yang menikahkan adalah wali. Sepertinya perempuan mengatakan “mau nikah kalau yang menikahkan ayah.” Tapi pada akhirnya, si perempuan bersedia dinikahkan oleh wali dikarenakan banyak faktor.

Dan disaat hari H akad nikah, InsyaAllah tidak ada syarat untuk tidak menyetubuhi atau membahas waktu tentang berapa lama pernikahan itu, tidak lagi membahas permasalahan itu karena yang ada hanya doa-doa dan harapan dapat menjalani rumah tangga sakinah mawaddah wa rahmah, dan InsyaAllah sebelum akad nikah, sudah membatalkan semua ucapan-ucapan buruk tersebut.

Mereka saling mencintai, bermaksud menjalankan rumah tangga selamanya, tetapi disaat emosi dalam persiapan menikah, sering keluar ucapan buruk, saling meminta maaf dan membayar kaffarah, tetapi beberapa bulan menikah, teringat kembali dengan ucapan-ucapan buruk di masa lalu yang membuat sangat khawatir dan keragu-raguan apakah pernah berucap demikian (terkhusus mengenai waktu menikah sebentar saja), apakah sudah membayar kaffarah atau belum, apakah sudah membatalkan semua ucapan buruk tersebut atau belum. InsyaAllah semua ucapan buruk sudah dibatalkan.

Kemudian perempuan juga mengatakan (entah sumpah atau syarat) bahwa ia bersedia menikah tetapi laki-laki tidak boleh menyetubuhinya.

Sebelum hari H akad, mereka saling meminta maaf, meluruskan niat menikah karena Allah ta'ala, InsyaAllah sudah membayar sumpah-sumpah dengan berpuasa dan membatalkan perjanjian disaat emosi mengenai nikah hanya setahun saja tersebut.

1. bagaimana dengan syarat nikah tanpa jimak itu pak ustadz? perempuan mengucapkan itu hanya saat emosi kemudian meminta maaf dan InsyaAllah sudah meluruskan niat sebelum akad.

2. bagaimana status pernikahan mereka dengan kasus buruk tersebut? InsyaAllah niat sudah diluruskan sebelum hari H Akad nikah.


Mohon pak ustadz

JAWABAN

1. Ucapan apapun yang dibuat sebelum akad nikah tidak berlaku. Kalau seandainya dibuat saat akad nikah/ijab kabul, maka dirinci. Dalam kitab Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah, hlm. 44/45, dijelaskan pandangan madzhab empat sbb:


فرَّق الفقهاء في حكم ذلك الاشتراط بين حالتين ، حالة اشتراط نفي حل الوطء ، وحالة اشتراط عدم فعله .
وبيان ذلك فيما يلي :
إذا اشترط في عقد النكاح نفي حل الوطء ، بأن تزوجها على أن لا تحل له : فلا خلاف بين أهل العلم في بطلان هذا الشرط ، ولكنهم اختلفوا في تأثيره على صحة العقد ، وذلك على قولين :
أحدهما : لجمهور الفقهاء من الشافعية والمالكية والحنابلة ، وهو بطلان الشرط والعقد معاً ؛ وذلك لإخلال ذلك الشرط بمقصود العقد ؛ وللتناقض ، إذ لا يبقى معه للزواج معنى ، بل يكون كالعقد الصوري .
والثاني : للحنفية ، وهو أن الشرط فاسد ، والعقد صحيح ؛ إذ القاعدة عند الحنفية أن النكاح لا يبطل بالشرط الفاسد ، وإنما يبطل الشرط دونه

Artinya: Ulama fikih membedakan hukum syarat tidak jimak dalam dua kategori sbb: (a) Apabila syarat untuk tidak jimak itu terjadi pada saat akad nikah, maka tidak ada perbedaan di kalangan ulama atas batalnya syarat tersebut. Akan tetapi mereka berbeda pendapat apakah itu berdampak pada keabsahan akad atau tidak. Ada dua pendapat: satu, mayoritas ulama dari madzhab Syafi'i, Maliki, Hanbali menyatakan syarat dan akadnya batal karena syarat tidak jimak itu merusak tujuan nikah ... Dua, madzhab Hanafi menyatakan syarat seperti itu batal namun akad nikahnya sah. Menurut madzhab Hanafi, nikah itu tidak bisa batal oleh syarat yang fasid (rusak). Syarat bisa batal tanpa nikah.

Kesimpulan:

Syarat tidak jimak yang anda lakukan itu tidak berdampak hukum pada pernikahan karena dibuat di luar akad nikah. Sedangkan seandainya syarat itu dibuat saat akad nikah maka ada dua pendapat: a) tidak sah syarat dan nikahnya; b) nikahnya sah, syaratnya tidak sah (tidak dianggap).

2. Status pernikahan adalah sah. Baca detail: Pernikahan Islam

24/09/19

Istri Ingin Pisah Karena Sudah Tak Cinta Lagi

RUMAH TANGGA: ISTRI INGIN PISAH KARENA SUDAH TAK CINTA LAGI

selamat malam ustadz ...ini saya lki2 umur34 th menikah sdah 8th saya butuh saran ustadz saya lagi ada masalah rmah tangga istri saya minta saya untuk melupakan dia dg alasan sdah tidak punya rasa cinta lagi itu smua salah saya ustadz selain dari segi materi juga saya kurang perhatian sama dia...

saya prnah brbuat kasar sama dia tapi itu cuma skali saya pernah memukul itupun dulu...

tapi saya g pernah mengiyakan permintaan dia apa yg harus saya lakukan apa saya iyakan tapi saya masih ingin mempertahanknya ustadz saya masih sayang dan kami punya anak 1 umr 7th dan diapun bilang udah ada pria yg mau menerima apa adanya andaipun jadi pisah tapi saya g mau..saya g rela..mohon jawabanya ustadz mksh

JAWABAN

Secara syariah, anda sebagai suami punya pilihan untuk menceraikan atau mempertahankan rumah tangga. Di sisi lain, istri anda juga punya pilihan untuk juga meminta cerai pada anda. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tak Cinta

Kalau anda tidak mengabulkan, maka dia bisa melakukan gugat cerai ke pengadilann agama di mana keputusan hakim yg mengabulkan permintaan cerai itu juga akan dianggap sah walaupun suami tak setuju.

Saran kami, apabila masih bisa dipertahankan silahkan dipertahankan. Namun apabila tekad istri sudah sedemikian kuat, maka akan lebih baik apabila membiarkannya pergi. Kalau masih jodoh, kelak setelah dia menikah dengan pria lain, akan tiba masanya untuk dipertemukan kembali. Baca detail: Cerai dalam Islam

RUMAH TANGGA: SUAMI NGAJAK HUBUNGAN SETAHUN SEKALI

Maaf saya mau konsultasi. Sebelumnya perkenalkan nama saya dwi,usia 32th dan sudah menikah 7thn. Saya belum punya anak karena suami tidak mau punya anak. Sering bertengkar karena masalah ini,saya seorang wanita kadang ya merasa sakit ditanyain tetangga sdan saudara kapan hamil. Padahal saya tidak pernah disentuh suami. Sudah 2tahun ini sama sekali tidak pernah. Sebelum2nya memang gitu bahkan setaun sekali,kami tinggal serumah. Saya ajak periksa ke dokter juga mgkn malu.

Yg mau saya tanyakan apa saya salah kalau gugat cerai? Saya benar2 sudah tidak sanggup lagi. Mohon pencerahannya dan terimakasih

JAWABAN

Anda boleh melakukan gugat cerai apabila keadaannya demikian. Karena termasuk hak istri adalah mendapat nafkah batin dan itu tidak anda dapatkan dari suami. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

Apabila hak itu tidak terpenuhi maka boleh istri meminta cerai. Bahkan, hilangnya rasa cinta dan sayang pun sudah boleh meminta cerai. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tak Cinta

RUMAH TANGGA: SUAMI SERING UCAPKAN TALAK KINAYAH

Assalamualaikum ,saya mau tanya, prtanyaan pertama Suami saya wkt brantem sama saya bilang tau gini aku tidak menikah, apa jatuh talak?

Yg kedua di hari lain dalam keadaan marah bilang sama saya kamu mau cerai kah? Aku diam aja, trus dia bilang kalau kamu bilang tentang masalah kita ke kluarga kamu ,kamu tanda tangan? Tapi suami tidak niat menceraikan saya. Apa jatuh talak?

Ke dua suami saya dalam ke adaan marah bilang, aku tidak bisa terus sama kamu 2 kali bilang, lalu bilang kita berteman saja , aku lepas tangan, cari yang lain saja, trus bsoknya aku tanya dia masih dalam keadaan marah apakah kamu niat bilang begitu dia bilang tidak, trus ak mendesak tanya terus, beneran gak ada niat, trus dia tambah emosi kok tanya terus, trus dia tanya kepada saya, apa kamu mau cerai, kok tanya itu terus,aku jawab tidak,

trus dia bilang niat,krn dia sebal sma ak, karna aku mendesak tanya terus, trus ak tanya kamu brarti talak aku, dia jwb iya, trus aku bilang jgn main-main dengan talak bilang gitu aku, dia jawab kan masih talak satu ,masih bisa rujuk,

dia dalam keadaan masih marah, tp dia tdk menyebutkan kata kalimat talak untuk cerai, apa jatuh talak? Trus sesudah itu kami kluar di jalan aku tanya lagi, kamu beneran niat, dia bilang tidak niat sebenerny aku tadi dalam keadaan marahh sma saya dan pemikiranny tertutup katany, kemudian dia bercerita mencontohkan, ak tidak pernah menalak kamu, kalo menalak gtu bilangny gini seumpama ,kamu ak talak, kamu aku talak 1 , tapi kan aku gak pernah bilang begitu sama kamu, dia hanya mencontohkan bunyi talak yg benar, trus besokny ak tanya lgi, apa kmu beneran tidak menalak saya, suami bilang tidak, kalo saya menalak kmu bilang gini, lagi lagi suami menceritakan/ menyontohkan bunyi talak bilang gini kecuali , maaf, aku talak kamu 1 , trus saya tanya lgi kmrin km crita mengucapkan kalimat apa, lagi lagi dia jawab mengucapkan kalimat( apa talak 1 itu ) kan cuma cerita menjelaskan ke kamu tidak bermaksud aku mengucapkan talak , apa jatuh talak ? , mohon minta jawabannya ( dalam semua crita saya ini apa ada jatuh talak, apa tidak ada? ( kalau mau di publis tolong informasi tentang data diri saya di rahasiakan).

JAWABAN

1. Kasus pertama tidak jatuh talak kalau tidak ada niat. Karena ucapan seperti itu termasuk talak kinayah dan baru jatuh talak apabila disertai niat.

2. Kasus kedua juga tidak jatuh talak. Karena ucapan 'cerai' dalam kalimat tanya tidak berdampak talak. Baca detail: Cerai dalam Kalimat Tanya

3. Kasus ketiga juga tidak jatuh talak karena bercerita talak itu tidak berdampak talak. Baca detail: Cerita Talak

4. Mengiyakan permintaan cerai istri itu juga termasuk talak kinayah. Yang apabila tidak disertai niat maka tidak jatuh talak. Dan suami anda menyatakan tidak ada niat. Berarti tidak jatuh talak. Baca detail: Mengiyakan Permintaan Cerai Istri

Kesimpulan: dari kasus-kasus anda di atas tidak ada satupun sikap suami yang berdampak jatuh talak. Karena ucapan suami semuanya talak kinayah dan waktu mengucapkannya tidak disertai niat. Baca detail: Cerai dalam Islam

Kami sarankan pada anda, ke depannya apabila bertengkar untuk tidak memaksa suami mengucapkan kata cerai atau bertanya secara terus menerus yang membikin suami kesal. Juga, untuk anda berdua agar saling mengalah saat marah dan menjaga lisan untuk tidak menimpali kemarahan salah satu pihak. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Batasan Taat Pada Orang Tua soal Jodoh

JODOH: BATASAN TAAT PADA ORANG TUA

Assalamualaikum ustad,

Saya mau bertanya dalam batasan seperti apakah seorang anak disebut durhaka terhadap ibunya?

Sy seorang anak yg sangat disayangi ibu sy, dibesarkan dgn disiplin belajar untuk membuat sy jdi seorang yg sukses di masa depan dan menjadi wanita karir yg mandiri. Keluarga sy adalah keluarga yg kurang mampu. Sy anak pertama dr enam bersaudara dengan kehendak Allah sy bisa kuliah dan lulus dgn IPK terbaik. Permasalahannya adalah sy lulus dgn beban seluruh keluarga di pundak sy ustad. Sy tidak mngerti mengapa jalan rejeki sy sulit. Sy sudah bekerja di perusahaan swasta namun karir dan masa depan sy tidak ada disana, dalam bekerja tidak satu rupiah pun sy menikmati gaji sy, smua saya dedikasikan utk keluarga bahkan hnya utk bensin sy meminta kembali dr ibu sy,

Sy mengaku ustad sy memang mencari pekerjaan di lokasi yg sama dgn calon suami yg telah sy pilih, niatnya sy dan dia segera menikah dan kami tidak jarak jauh. Namun ibu sy menentang krn dgn sy menikah cepat ( umur sy sudah 26) karir sy akan terhambat dan sy dianggap belum bisa membahagiakan keluarga krn biarpun sy kerja keluarga sy tetap hidup dlm kesederhanaan tidak bisa lebih dalam apapun.

Yang mengganggu pikiran sy ustad ibu sy sering menganggap sy durhaka krn mnrt nya sy lebih mengutamakan calon suami sy, ibu sy jg sering mencaci maki sy krn dianggap wanita yg mengikuti laki2 dan tidak mandiri. Sy khawatir ustad nasib sy di pekerjaan sy skrg karena sumpah dr ibu sy. Pdhl jika pekerjaan sy sulit makan sy jg tidak bisa menafkahi keluarga saya termasuk ibu sy.

Saat ini sy tkut dan mau tidak mau menunda menikah mengikuti ibu sy, tp sy sadar umur sy sudah dibatas umur menikah seorang wanita.

Sy harus bagaimana ustad? Sy pernah membuat ibu sy sakit hati dgn marah dan melawan kata katanya itu krn sy sudah trlalu sakit hati ustad dengan caci maki ibu sy. Sy tau ibu sy sangat menyayangi sy dan pnya hrpan besar thd sy, tp sy juga ingin berkeluarga dan pnya kehidupan baru dgn suami sy. Setelah menikah pun sy tetap akan menafkahi keluarga sy krn sy tetap bekerja dan calon suami sy setuju krn sy msih memiliki adik yg hrus dibiayai.

Mohon bantuannya ustad dan Terima kasih

JAWABAN

Kalau anda ingin menikah dan punya calon yang baik, maka silahkan lanjutkan rencana pernikahan anda walaupun ibu tidak setuju. Memilih sendiri calon dan memutuskan untuk menikah itu adalah hak dari anak dan orang tua boleh dilanggar apabila tidak merestui. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Apalagi anda tetap berkomitmen untuk menafkahi keluarga. Maka tidak ada alasan bagi ibu untuk menahan anda segera menikah. Menikah dalam kondisi seperti anda (sudah ada hasrat seksual) adalah wajib untuk menghindari zina. Dalam kondisi demikian, maka ketaatan pada Allah (dg menikah agar tidak zina) harus didahulukan daripada taat pada ibu. Nikah dalam kondisi ini adalah wajib. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun demikian, tetaplah jaga silaturahmi dengan ibu. Selalu memohon maaf dan ridhonya selalu (tentu saja di luar urusan nikah dan jodoh ini). Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

APAKAH TERMASUK KINAYAH?

Assalamualaikum wr wb
pak ustadz.
saya mau bertanya.. ada kasus dimana seorang suami mengucapkan syair lagu dan ada kalimat.. "I don't know where to go.." (Saya tidak tahu kemana akan pergi). Lalu ia merasa was was apakah kalimat tersebut termasuk lafadz kinayah atau bukan. Dia coba memahami arti dan maksud kalimat lirik lagu itu untuk mengetahui apakah termasuk lafadz kinayah atau bukan sambil dia ucapkan kalimat tersebut. namun entah di bagian akhir atau setelah ia ucapkan kalimat tersebut muncul lintasan hati atau bisikan talak tiba2 tanpa dikehendaki (mungkin karena ia baca-baca tentang niat kinayah sebelumnya) namun seketika pula ia bantah dalam hati bahwa bukan niat seperti itu. Pertanyaannya:
1. Apakah itu termasuk lafadz kinayah?
2.Bagaimana dengan lintasan hati tersebut? yang ia yakini bukan niat ia sesungguhnya karena melintas begitu saja.

3. Saya suka was was pak ustadz. kadang ketika meludah atau menggerak gerak lidah secara spontan dan menelan ludah rasanya seperti berkata talak. tapi sebetulnya saya tidak bermaksud seperti itu. apakah itu hanya was was saya saja pak ustadz?

JAWABAN

1. Tidak termasuk kinayah. Lagipula, si suami sedang bernyanyi. Itu berarti di luar konteks cerai.

2. Lintasan hati tsb tidak ada efek ke perceraian sama sekali karena di luar konteks. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Itu termasuk was-was yang harus diabaikan. Jangan diterus-teruskan. Nanti anda bisa tambah parah. Baca detail: Was-was Talak


Pernikahan Harus Menunggu 4 Kakak Perempuan

PERNIKAHAN HARUS MENUNGGU 4 KAKAK PEREMPUAN

Assalamualaikum ustad perkenalkan saya wanita berusia 26th ) dr cibitung , saya mendapatkan alamat email ini dr teman saya , katanya disini tempat untuk bertanya ttg pernikahan , begini ustad dg umur saya semakin tua saya ingin secepatnya menikah , dan ada 1 laki2 datang kerumah melamar saya tapi ibu saya blm bisa menerimanya dikarenakan kk saya masih ada 4 yg belum menikah dan ibu saya menginginkan saya bersabar terlebih dahulu menunggu kk menikah , saya sudah 1.5th sabar menunggu dan tak lupa saya menjodohkan kk dg tmn2 saya tp kk saya ga prnh cocok alasannya tdk sesuai kriteria beliau , sampai saya sedikit putus asa , mau sampai kapan kaya gini trs ?? Saya mau nglangkahin kk saya ga enak jg karena dr kecil saya berhutangbudi dg beliau , dr kecil tinggal sama ibu & kk saya , ayah saya sudah meninggal jd kk saya mjd tulangpunggung keluarga , dr kecil kk saya yg sekolahin sampai s1 , ustad yg saya tanyakan :

1. Bagaimana saya harus bersikap?
2. Apakah dosa jikalau saya melangkahi kk saya untuk menikah terlebih dahulu ?
3. Apa saya ini termasuk adik yg gak tau diri ? Ga tau terimakasih ?
4.bagaimana cara saya meyakinkan kelg saya biar mau merestui hubungan kita ke jenjang pernikahan ?

Itu aja ustad mohon pencerahannya , terimakasih
Wasaalamualaikum wr.wb

JAWABAN

1. Kalau anda sudah ingin menikah dan sudah ada pria yang ingin melamar, maka silahkan dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Tidak ada dosa melangkahi kakak dalam pernikahan. Justru yang dosa apabila gara-gara menunda pernikahan lalu anda melakukan perbuatan zina, misalnya. Karena zina itu termasuk dosa besar. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

3. Tidak termasuk itu. Karena, kakak anda tidak menikah bukan kesalahan anda melainkan karena terlalu idealis dalam memilih calon pasangan. Baca detail: Cara Memilih Jodoh

4. Katakan bahwa usia anda sudah cukup dewasa. Dan anda ingin segera menikah. alternatif lain, anda meminta tolong tokoh yang disegani ibu anda untuk meyakinkan beliau bahwa anda sudah betul-betul ingin menikah.


BELUM ISTIQOMAH PAKAI JILBAB

assalamualaikum wabarakatuh..
selamat malam uztad, saya susana dari jakarta tertarik untuk menceritakan dan ingin sekali mendapat solusi dari uztad.

Uztad, saya susana seorang wanita berumur 20thn. satu tahun lalu saya sudah berkeinginan memakai jilbab dan keluarga saya mereka netral dan tidak memaksakan untuk saya berhijab/tidaknya, mereka hanya sering menganjurkan dan mengingatkan saya, dan setelah berjalannya waktu dan subahanaallah juga saya mendapat dukungan dari pacar saya (mohon maaf) selain dukungan dari keluarga,

saya pun memutuskan untuk memakai jilbab, maaf uztad, saya tidak bermaksut memakai jilbab karna suruhan pacar (mohon maaf) saya, hanya merasakan dalam hati apa benar saya harus berhijab? lalu dengan ikhlas dan bismillah saya coba memakai jilbab, tetapi saya melepaskannya lagi,

jadi saya sudah bertemu dengan memakai hijab diri saya sendiri hanya berkisar 4/5bulan. yg saya rasakan ternyata saya hanya berkeinginan sesaat jika untuk melakukannya, tetapi didalam hati lubuk saya, saya ingin sekali berhijab hingga hijab saya digantikan oleh kain kafan.

kenapa saya begini uztad? apa yg harus saya lakukan agar saya akhirnya bisa terlepas dari godaan2 jin, allhamdulillah saya selalu ingat sama tuhan dan menjalankan sholat dan beramal. dan saya ingin lebih dalam menjadi seorang wanita muslimah yg taat akan ajarannya, sehingga saya pernah berbicara di hati saya untuk melakukan hijab syar’i. terimakasih uztad.
assalamualaikum wabarakatuh..

JAWABAN

Menutup seluruh tubuh selain wajah dan telapak tangan itu wajib karena itu adalah aurat dan menutup aurat itu hukumnya wajib. Baca detail: Aurat Wanita dan Laki-laki

Juga, wajib bagi pria atau wanita untuk menghindari pacaran secara fisik. apalagi sampai terjadi kholwat (berduaan dalam ruang tertutup). Baca detail: Hukum Kholwat

Apa yang terjadi pada anda adalah: anda masih galau. Kemauan hati untuk bertaubat terkadang timbul dan tenggelam. tetaplah berusaha untuk istiqomah. Jauhi dari dosa dan selalu lakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Cara taubat yg baik, hindari lingkungan yang buruk yang menimbulkan dosa. Termasuk dalam hal ini berpacaran secara fisikal (bertatap muka). Kalau anda sudah ada dorongan hasrat seksual, maka sebaiknya anda menikah. Baca detail: Pernikahan Islam

Jangan lupa, carilah jodoh yang baik sesuai kriteria syariah Islam. Baca detail: Cara Memilih Jodoh


Janda Didekati Lelaki Beristri

JODOH: JANDA DIDEKATI LELAKI BERISTRI

Aslkm...sy bisa bertanya sklgus curhat ttg kehidupan dn mslh hati yg sdg ku hadapi saat skrg...sy saat ini janda satu anak,trus ada seorang laki2 yg sdh pnya istri yg dtg mengisi kksgnku..dia bgtu syg dn prhtian sm sy dn ank sy bukan meminta sy untuk jd istri yg kedua dgn nikah siri tnpa istri pertama tau...tp dia blg suatu saat akn ketahuan itulah wktux kt sama2 slg mmlki...

yang sy tau istri prtmax orgx cuek dn prnh d dpt slgkuh tp suami msh bertahan dmi ank2...sy mnt untuk dtinggalkn tp tdk mau skli smpai jtuh sakit.

sy sndri bingung harus bgmna.dn sy tdk bs pungkiri sy jg syg skli sm dia tp dssi lain sy jg dilema krn ada istrix.tlg dksi ptunjuk.mksh

JAWABAN

Sebisa mungkin hindari menikah dg pria beristri dengan cara pernikahan siri tanpa ijin istri pertama walaupun hal ini boleh secara syariah. Baca detail: Hukum Poligami Tanpa Ijin Istri Pertama

Karena nikah siri semacam ini akan sangat merugikan perempuan dan menguntungkan lelaki dalam segi kekuatan tawar menawar. Posisi perempuan akan sangat lemah secara hukum maupun sosial, sementara pihak lelaki akan cenderung berbuat seenaknya alias tidak adil pada istri kedua yg siri. Mulai dari tidak memberi nafkah lahir batin, KDRT, menolak menceraikan, dll. Sementara istri siri tidak bisa membalas perilaku buruk suaminya karena ketiadaan ikatan hukum secara legal dan resmi.

Namun demikian, kalau anda hanya ingin sekedar menghalalkan hubungan, agar tidak berzina, dan tidak mengharapkan lebih dari itu, maka dipersilahkan dengan segala resiko yg harus siap anda tanggung di kemudian hari. Baca detail: Hukum Poligami dalam Islam

Walaupun demikian, idealnya anda mencari calon pria yang tidak beristri. Itu jauh lebih baik dan lebih menjamin masa depan kehidupan berumah tangga. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

TALAK

Assalamualaikum pak, apa yang saya garis bawah i itu tidak trjadi talak? Trus suami pernah bilang, bilang ke aku soalnya ak bahas kebimbangan tentang talak, terus suami saya marah, trus bilang gini kok tetap saja yang di bahas / di omong kamu itu talak , talak, talak, apa ini jatuh talak, tolong di jawab pak, biar saya lega dan gak bimbang

JAWABAN

Yang digarisbawahi itu tidak jatuh talak karena sebagaimana sudah dijelaskan itu terkait talak kinayah dan suami sudah menjawab tidak ada niat talak. Talak kinayah yang tidak disertai niat tidak jatuh talak. Baca detail: Talak Sharih dan Kinayah

Sedangkan ucapan suami "kok tetap saja yang di bahas / di omong kamu itu talak , talak, talak," itu tidak jatuh talak karena itu sama dengan cerita talak. Bukan bersengaja untuk menjatuhkan talak. Baca detail: Cerita Talak

UCAPAN 'GIH' APAKAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum wr wb.

Pak ustadz, apakah kata "Gih" saja termasuk lafadz kinayah atau bukan? (misalkan ucapan "gih" saja tanpa ada konteks apa2)
atau merupakan lafadz yang menggantung dimana ia membutuhkan konteks atau kata yang lain sehingga bisa menjadi lafadz kinayah?

Saya juga pernah mendengar dari seorang ustadz bahwa kata "pergi" bukan merupakan kata kinayah namun kata yang menggantung (sesuai dengan konteks). Misalkan ketika suami berkata "pergilah!" (maksudnya pergilah ke kamar untuk tidur). Apa betul demikian pak ustadz?

Berikutnya pak ustadz, ketika kita menceritakan masa lalu yang barangkali ada kata, misalkan "dulu ketika saya belum menikah" atau "pada waktu itu (dulu), saya pernah nyuruh dia pulang" apakah ini bisa termasuk lafadz kinayah pada saat ini atau hanya sekedar bercerita saja pak ustadz?

JAWABAN

Kalau kata 'Gih' diucapkan tanpa konteks menceraikan, maka dia bukan kinayah.

Begitu juga kata 'pergi' kalau konteksnya menyuruh istri pergi ke kamar tidur, maka jelas di luar konteks cerai. Jadi, betul kata ustadz tersebut.

Jadi, konteks ini penting dalam masalah talak. Sebagaimana sering kami jelaskan, ucapan talak sharih pun kalau diucapkan di luar konteks talak, maka tidak terjadi talak. Misalnya talak sharih diucapkan dalam konteks bercerita. Baca detail: Cerita Talak

Jodoh Terhalang Dadung Kapuntir

JODOH TERHALANG DADUNG KAPUNTIR

assalamualaikum
admin,saya mau tanya apakah saya dan calon suami saya merupakan dadung kepuntir?
dan ini silsilahnya

saya punya kakek dan kakek saya punya adik dan anaknya adik kakek saya menikah dengan saudara calon suami saya ,dan calon suami saya memanggil saudara dengan sebutan kaka,sedangkan saya adalah cucu dari kakek saya yang notabene dipanggil kakak juga oleh anak dari adik kakek saya walaupun umur saya masih muda sekali itu bagaimana ya admin? saya bingung kenapa niatan bagus saya ingin menunaikan ibadah dengan ikatan pernikahan malah terhalan oleh adat kejawen,padahal dari keluarga saya tidak mempercayai itu ,dan dari keluarga calon suami saya juga tadinya tidak tau menau soal dadung kepuntir itu? dan mereka tau dari orang lain yg merupakan mertua dari anak adik kakek saya

saya harus bersikap bagaimana saya bingung,hubungan dengan calon suami saya mulai renggang karena calon suami saya terus kepikiran tentang itu seandainya dilanggar takut akan sesuatu yg tidak enak terjadi katanya begitu

padahal dari ibu dan bapak calon suami saya sangat merestui hubungan kami dan bila kami lanjut juga akan mendukung saja yoh kita juga yg akan menjalani semua berdua kelak

tapi di sisi lain calon suami saya terus kepikiran tentang itu ,padahal dari saya sudah menjelaskan bahwa jangan percaya begituan karena kita adalah orang islam dan anak baginda nabi juga ada yg menikah dgan sepupunya sendiri?

tolong kasih sarannya ya min,terima kasih

wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Kalau calon suami anda ikut-ikutan terpengaruh dengan mitos tersebut, maka anda bisa mencoba meminta tolong pada tokoh agama yang dipercaya calon anda untuk menjelaskan bahwa mitos itu tidak benar.

Pada dasarnya, pernikahan dalam Islam itu sederhana asal bukan mahram, maka pernikahan dibolehkan. Baca detail: Mahram dalam Islam

Dan asalkan memenuhi syarat dan rukun nikah, maka akad nikah dianggap sah. Apabila nikah itu sah menurut agama, maka berarti dirihoi Allah. Baca detail: Pernikahan Islam

Selain itu, percaya mitos berarti percaya ramalan yg dilarang dalam Islam. Baca detail: Hukum Percaya Ramalan

JODOH TAK DIRESTUI ORANG TUA

Assalamualikum
Ustadz , saya mau konsultasi , saya wanita usia 29thn dan saya ingin menikah dengan pasangan saya , namun orang tua pasangan saya tidak setuju , saya tidak tahu alasanya apa karna tidak bilang , sebelum nya ibu pasangan saya setuju namun saat saya membawa orang tua saya ke rumah nya , jawaban ibu nya berbeda dan menolak menikahkan anak nya sama saya .

Sebelumnya saya memang memang mempunyai salah sama beliau karna menyembunyikan identitas saya , namun saya sudah meminta maaf kepada beliau , dan meminta izin untuk kedatangan orang tua saya , beliau memmaaf kan saya dan juga mengizin kn keluarga saya ke rumahnya , saya juga meminta izin restu kepada beliau , beliau memberi izin , namun saat keluarga saya ke rumah nya beliau tidak memberi restu atas hubungan kami , dan tidak mau menikahkan kami , padahal kami sudah sama2 ingin menikah . Dan karna penolakan dri keluarga si pria , orang tua saya menjadi benci saya berhubungan dengan pasangan saya .

Mohon bimbingan nya , atas pertanyaan saya :
1. Apa yang harus saya lakukan untuk mendapat restu ibunya , karna orng tua pasangan saya tinggal 1 orang , ayah nya sudah meninggal

2. Apakah kalau kami nekad menikah tanpa restu hidup kami akan berantakan ?? Karna pasangan saya juga tidak bisa tegas karna ibunya tidak merestui

3. Adakah amalan yang bisa meluluhkan hati ibu nya pasangan saya

Terima kasih ustadz , mohon untuk bimbingan nya

JAWABAN

1. Coba meminta bantuan tokoh / orang yang dekat ibunya. Minta dia menjadi mediator untuk membujuk ibunya. Calon anda tentunya tahu siapa orang yang dekat dengan ibunya.

2. Tidak masalah bagi wanita dan pria dewasa untuk menikah tanpa restu orang tua. Yang penting calon anda mau dan bersedia. Namun demikian, tetap harus menghormati dan berbakti pada mereka di hal yang lain. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

3. Baca doa berikut setiap selesai shalat 5 waktu: Doa Agar Disayang

Baru Nikah, Istri Minta Cerai

BARU NIKAH, ISTRI MINTA CERAI

Assalamualaikum ..
Ustadz, perkenalkan nama saya . Saya baru menikah dengan istri saya tgl 9 Maret 2019. Kita sudah sepakat setelah menikah hidup dalam keadaan LDR , karena saya bekerja di Bekasi dan istri saya sedang melanjutkan study S2 di UGM Yogyakarta. Permasalahan bermula ketika saya berlibur ke jogya menemui istri saya . Harapan saya sebagai seorang suami ketika disana saya mendapat perhatian dan kasih sayang yang lebih apa lagi kita pengantin baru. Tapi yang saya dapat bentuk Omelan untuk hal-hal sepele . Dan puncaknya istri saya menolak terus untuk berhubungan suami-istri dengan alasan capek kuliah. Saya hanya di layani 1 kali itupun karena sedikit saya rayu dan paksa.

1 hari terkahir menjelang pulang saya meminta lagi berhubungan, namun istri saya lagi-lagi menolak dengna alasan capek. Istri saya malah meminta 1 malam lagi boking hotel , saya turuti meskipun tanpa saya disana karena harus pulang sorenya . Sebelum berangkat saya meminta lagi ke istri saya, tetap ditolak nya. Akhirnya emosi saya memuncak karena syahwat sudah di ujung kepala. Saya diamkan dia dan meminta dia pesankan ojek online dan saya pergi tanpa pamit kedia.

Setelah kejadian itu istri saya tidak meminta izin ke saya untuk kegiatan apapun , tidak menghubungi saya baik secara chat atau telpon. Saya sudah nasehatin dia dan beri pengertian mengenai marah saya dan sudah meminta maaf ke istri saya. Tapi istri saya kekeh merasa bahwa saya telah melecehkan dia sebagai istri dan menyamakan kan seperti PSK"habis pake lalu di tinggal".

Padahal tujuan saya diam itu untuk memberi peringatan , dan sudah saya kasih hadist mengenai dosa menolak ajakan suami. Dia malah tambah marah, dan akhirnya meminta cerai . WhatsApp saya di blokir , telpon saya tidak diangkat , sms tidak di balas. Saya sudah meminta dia untuk mediasi dan menyelesaikan masalah dengan baik -baik tapi tetap meminta cerai. Untuk hak dia saya tetap kirimkan uang bulanan , dan saya tetap kasih perhatian melalui SMS. Sebenarnya sakit hati saya , tp saya masih ingin mempertahankan pernikahan ini.

Apa yang harus saya lakukan ustadz?
Apa solusi yang terbaik untuk masalah ini?
Sebegitu disalah saya terhadap istri saya?

JAWABAN

Kalau anda masih sayang dia, maka usahakan untuk bertahan.

Namun demikian, anda perlu waspada dengan tingkah lakunya yang aneh terutama bagi pengantin baru: a) dia agak ogah-ogahan untuk tidur bersama setelah lama tidak berjumpa; b) dia ingin sewa hotel satu malam lagi padahal anda akan pulang. Ada indikasi dia ada main dengan pria lain. Untuk itu, coba diselidiki pergerakannya di Jogja. Anda bisa menyewa seseorang untuk melihat tindak tanduknya. Kalau ternyata betul dia selingkuh dengan seseorang, maka tentu anda lebih tahu langkah selanjutnya apa yang mesti diambil. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

Kami berasumsi kemarahan dia yang begitu tinggi gara-gara peristiwa di jogja itu bukan sebab yang sebenarnya. Untuk memastikan ini, anda perlu melakukan investigasi. Kalau ternyata tidak ada indikasi selingkuh, maka berarti keengganan dia untuk melayani anda itu memang karena betul-betul sedang capek habis kuliah. Apabila ini terjadi, maka anda harus sabar menghadapinya. Dan lain kali, janganlah memaksa untuk hubungan apabila dia sedang letih. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

RUMAH TANGGA: SIKAP ISTRI YANG TAK DIBERI NAFKAH

Assalamualaikum ustadz.. Ijinkan saya bertanya. Bagaimana cara kita sebagai seorang istri menghadapi suami yang cuek seakan tidak memperdulikan istri terutama dalam kondisi yang berjauhan. Sering saya merasa diperlakukan tidak adil terhadap suami contohnya dia tidak mau mengangkat telfon saya meskipun sudah berulang kali ditelfon dan mengabaikan dalam memberi nafkah. Padahal saya tidak pernah berbuat seperti itu terhadap dia. Saya merasa sangat tidak dihargai sebagai seorang istri. Apa yang harus saya lakukan ustadz, apakah saya harus ikhlas dengan keadaan yang seperti ini padahal batin saya tersiksa atau mengambil jalan pintas dengan berpisah. Mohon diberi nasehat dan pandangan ustadz. Sehingga saya mendapatkan jalan keluar dari masalah saya tanpa salah langka dan menyakiti orang lain. Terima kasih.Wassalamualaikum wr.wb....

JAWABAN

Dalam pandangan syariah, istri yang tidak diberi nafkah oleh suami boleh untuk meminta pisah pada suaminya atau kalau tetap ingin bertahan boleh untuk tidak taat pada suami. Baca detail: Istri Boleh Tak Taat Suami yg Tak Beri Nafkah

Namun kalau anda ingin bertahan dengan kondisi ini dan masih mencintai suami, maka silahkan tanyakan dengan baik-baik pada suami dan bagaimana kelanjutan kondisi hubungan rumah tangga mau dibuat seperti apa?

Kalau sekiranya suami sudah tidak lagi mencintai istri, maka anda bisa meminta pisah secara baik-baik agar kedua pihak bisa mencoba melanjutkan hidup dengan pasangan masing-masing kelak. Baca detail: Cerai dalam Islam

RUMAH TANGGA: MENYIKAPI SUAMI KASAR

Assalamualaikum
Mohon pencerahan nya pak ustadz
Saya baru saja menikah 3bln yg lalu
Saya tau suami saya kasar berkata2,tp sy fikir manusia bisa berubah dan sy menerima dia dengan segala kekurangan dan kelebihan nya.

Tapi dengan seiring berjalan penikahan suami makin tidak karuan, curigaan, mengungkit dan melepar barang kalau marah,setelah itu saya mendapat pesan dari wanita lain yang bukan dari keluarga nya di whatsapp suami dan bukti pengiriman uang, saya bertanya dan dia marah2 dan langsung mentalak 3 saya di depan keluarga nya,

pertanyaan sy apakah talak jatuh karna saya sedang keadaan datang bulan ustdz..mohon solusi nya karna saya ingin cepat selesai
T.kasih
Assalamualaikum

JAWABAN

Talaknya jatuh. Walaupun sedang datang bulan. Baca detail: Cerai saat Haid dan Hamil

Namun jatuh talak berapa? Ulama berbeda pendapat. Ada yang menyatakan talak 3, ada juga yang menyatakan jatuh talak 1 saja. Baca detail: Talak Tiga diucapkan Sekaligus

Kalau anda masih ingin rujuk lagi, maka bisa mengikuti pendapat yang menyatakan jatuh talak 1. Namun kalau sudah tak lagi ingin rujuk lagi, bisa mengikuti pendapat yang menyatakan jatuh talak 3. apabila pendapat kedua yang diambil, maka anda berdua tak bisa lagi rujuk kecuali setelah anda menikah dengan pria lain. Baca detail: Cerai dalam Islam


Penderita Beser Bolehkan Menjamak Shalat?

PENDERITA BESER BOLEHKAN MENJAMAK SHALAT?

1. Ustadz apakah orang yang beser tidak boleh menjamak shalat, kalau misalnya dia memang sedang dalam kondisi sakit ataupun kondisi yg memungkinkan untuk menjamak?

2. Yang dapat memutus wudhu bagi penderita beser itu apa ustadz? Apakah apabila setelah berwudhu kemudian buang sampah, menjawab pertanyaan orang tua, mengembalikan barang yang jatuh kembali pada tempatnya, dll. Itu dapat memutus wudhu? Saya menjadi was was ustadz. Terkadang kalau saya menyenggol benda lalu benda tersebut jatuh saya tidak langsung membenarkannya tetapi dibenarkan setelah selesai shalat.

3. Apakah setelah istinja harus disumbat? Kalau misalnya hanya menggunakan tisu 4 lembar ( yang dilipat) apakah itu sudah mencukupi, karena dengan tisu tersebut saya cara pakainya seperti pembalut saja?
apabila menggunakan (maaf) pembalut itu perlu menggunakan biaya yang banyak. Sedangkan kalau dengan tisu cukup hemat. Karena saya pribadi kalau sedang masa suci biasa nya bisa mengganti sampai 7 kali.

4. Apakah mengganti penghalang ini harus setiap saat ketika hendak shalat? Bagaimana apabila sedang berpergian atau dalam keadaan yang sulit?

JAWABAN

1. Di madzhab Syafi'i tidak boleh. Di madzhab Hambali hal itu dibolehkan. Ibnu Qudamah dalam Al Mughni, hlm. 2/1261, menyatakan:


وَكَذَلِكَ يَجُوزُ الْجَمْعُ لِلْمُسْتَحَاضَةِ، وَلِمَنْ بِهِ سَلَسُ الْبَوْلِ، وَمَنْ فِي مَعْنَاهُمَا؛ لِمَا رَوَيْنَا مِنْ الْحَدِيثِ. انتهى.

Artinya: Boleh menjamak shalat bagi wanita istihadah dan penderita beser dan sejenisnya berdasarkan hadis yang telah kami riwayatkan.
Baca detail: Shalat Jamak dan Qashar

2. Yg membatalkan wudhu bagi penderita beser sama saja dg pembatal wudhu biasa kecuali soal besernya itu. Baca detail: 5 Pembatal Wudhu

3. Disumbat itu hanya ketika sebelum wudhu hendak shalat.

4. Hanya ketika akan shalat saja yang perlu menyumbat kemaluan. Baca detail: Shalat orang yang Beser (Selalu Kencing)

CATATAN PENTING:

Beser yang mendapat keringanan khusus adalah apabila besernya terjadi terus menerus tanpa terkontrol dan keluarnya itu menghabiskan seluruh waktu di mana si penderita tidak bisa melaksanakan shalat secara sempurna tanpa terjadinya beser di tengah-tengah shalat. Kalau anda masih bisa shalat secara sempurna tanpa keluar kencing, maka hal ini tidak memenuhi syarat beser yang mendapat keringanan.


BERSUCI: MANDI JUNUB

Saya was was kalo saya mencuci kaki pas akhir mandi wajib "oh iya saya tadi cuci kaki nya berpa kali ya?"saya pas disini was was terus sama mengguyur badan terkadang 4 dan terkandang 3/2. Tolong penjelasannya

JAWABAN

Mandi wajib itu tidak ada urutan cara membasuhnya. tidak sama seperti wudhu. Darimanapun kita mulai, asalkan seluruh badan sudah terbasuh, maka mandi sudah sah. Bahkan kalau kita mandi di sungai, umpamanya, setelah niat bisa langsung nyebur sekaligus maka mandinya sudah sah. Jadi, kalau kaki nada sudah terbasuh, maka tidak perlu lagi membasuh kaki lagi. Baca detail: Cara Wudhu dan Mandi Wajib

MUSTAMAL

Assalaamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh. Ustadz saya izin bertanya.
Kalau misalnya ketika kita berwudhu sedang membasuh tangan, kemudian ketika sedang meratakan air tangan yg digunakan untuk meratakan tersebut terangkat kemudian kembali menyentuh tangan yang sedang dibasuh tersebut. Apakah menjadi mustamal?
Begitu juga ketika membasuh bagian wudhu yang lain dan juga mandi wajib? Apakah terangkatnya tangan tersebut dari anggota tubuh yang sedang dibasuh membuat menjadi mustamal. Sehingga air yang masih menempel pada tubuh tersebut sudah tidak bisa diratakan / digunakan untuk menyucikan?

JAWABAN

Ya, itu disebut mustakmal, tapi masih bisa digunakan. Karena air mustamal yang sedikit itu dimaafkan. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Bekas Wudhu


Wali Nikah Pelaku Maksiat, Apa Sah?



WALI NIKAH PELAKU MAKSIAT, APA SAH?

Assalamu'alaikum. Ustad mohon bantuan nya. Saya dan suami telah menikah selama hampir 6th. Kami telah berhijrah selama kurang lebih 3th. Kami bertaubat atas sgala dosa dan kebodohan kami akan agama. Kami sudah di karuniai 1 org anak.

Pertanyaan saya ustad.
1) saat saya menikah dulu wali saya kakak saya karena ayah telah meninggal dan kakak saya itu bukan seorang yang soleh sering meninggalkan sholat, apakah sah pernikahan saya itu ustad?
2) saat kami menikah, kami belum mendapat hidayah utk bertaubat karena kami dulu sempat berpacaran dan byk melakukan dosa (astaghfirullah), apakah sah pernikahan kami ustad?
3) bagaimana bila dalam pernikahan kami, saat kami berhubungan suami istri, istri belum mandi wajib setelah menstruasi, tp mens nya sudah berhenti dan terjadi kehamilan bagaimana status anaknya, apakah bernasap pada suami?
4) bila ditahun2 awal kami menikah kami bukanlah orang yang taat agama sering meninggalkan sholat, bagaimana status pernikahan kami dan anak kami, apakah msh sah pernikahan yg seperti itu?
5) dulu kami pernah bertengkar hebat dan suami dgn sangat marah seperti hilang kesadaran teriak2, lempar hp, buka baju sambil teriak"kita cerai, cerai, cerai" lalu setelahnya langsung menyesal dan kami berbaikan lagi krn mmg saya yakin dia tdk mgkin seperti itu dia pasti khilaf dan dia mengakui dan saya percaya. Bagaimana itu ustad apakah sudah terjadi talak?
6) dulu jg klo marah besar dia jg sering nyuruh saya pulang, bukan bermaksud bercerai dia bilang biar saya senang dekat dgn ortu, krn dia pikir saya tidak bahagia berjauhan dgn ortu (kami tinggal jauh sejak menikah) tp dalam kondisi marah besar jg, ini jg apa sudah terjadi talak ustad?
7) saya jg pernah bilang pd suami "kita urus ke pengadilan saja, dan suami mengiyakan tp tidak jd hari itu jg, kami menyesal. Apakah sudah talak itu ustad?
saya sangat takut ustad bagaimana status pernikahan saya ini ustad dr awal menikah sampai pertengkaran yg pernah terjadi yg saya sebutkan diatas, apakah kami msh sah?? Kami sangat saling mencintai, kami menyesali semua masa lalu kami ustad dan skrg kami sudah berhijrah utk semakin taat agama. Mohon bantuannya ustad. Terima kasih. Wassalamu'alaikum

JAWABAN

1. Nikah Sah walaupun wali bukan orang yang taat. Baca detail: Wali Nikah Pendosa (Fasiq)

2. Pernikahan wanita dan lelaki pezina hukumnya sah. Baca juga: Menikahi Wanita Pernah Berzina (Tidak Perawan)

Bahkan sah nikah wanita yang hamil zina. Ini pendapat madzhab Syafi'i dan Hanafi. Kalau anda pernah membaca pendapat yang tidak mengesahkan, maka itu pendapat madzhab Maliki dan Hanbali. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

3. Hubungan intim dengan wanita haid sebelum mandi junub hukumnya haram. Tapi kalau jadi hamil, anaknya tetap bernasab pada suami. Soal nasab itu kaitannya dengan pernikahan yang sah. Baca detail: Pernikahan Islam

4. Pernikahan tetap sah. Sahnya pernikahan, sekali lagi, terkait dengan terpenuhi tidaknya persyaratan saat akad nikah. Perbuatan dosa seseorang setelah menikah tidak membatalkan perkawinan.

5. Kalau kemarahannya mencapai tingkat tertinggi sampai pada level dia tidak bisa mengontrol kemarahannya dan tidak/kurang sadar apa yang dia katakan, maka mayoritas ulama berpendapat ucapan cerainya tidak sah. Jadi tidak terjadi talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

6. Menyuruh pulang istri dalam konteks bertengkar termasuk talak kinayah. Kalau tidak disertai niat cerai maka tidak terjadi talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

7. Mengiyakan ke pengadilan berbeda dengan mengiyakan permintaan talak istri. Jadi, tidak terjadi talak. Baca detail: Mengiyakan Permintaan Cerai Istri

RUMAH TANGGA: CERAI TALAK

Assalamualaikum ustad.

Saya seorang istri yang baru menikah 2 tahun dengan seorang suami yg sangat saya sayangi. Kemarin malam saya dan suami bertengkar mulut, karena saya mengomel terus akhirnya suami putuskan keluar rumah untuk membeli makanan.

Meskipun begitu saya masih mengomelinya melalui pesan WA, mungkin karena suami sudah tidak tahan mendengar omelan saya akhirnya suami membalas pesan WA saya dengan mengatakan "kalau memang kamu merasa aku bukan suami yang baik cerai aja kita".

Saya pun syok dan sedih saat membacanya, lketika dia sampai di rumah saya bertanya "kenapa kamu mau ceraikan saya?" lalu suami saya bilang "kalau kamu merasa saya bukan org yg baik, kamu boleh tinggalkan saya". Karena suami melihat saya menangis terseduh, dia mengatakan kalau tidak berniat untuk menceraikan saya.

Yg mau saya tanyakan, apakah pesan WA dari suami saya sudah jatuh talak?. Mohon jawabannya Ustad, terimakasih

JAWABAN

Ucapan cerai secara tertulis masuk dalam kategori talak kinayah yang baru jatuh talak apabila disertai dengan niat. Karena suami menyatakan tidak ada niat, maka tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

Ke depannya, akan lebih ideal kalau anda berdua lebih berhati-hati dalam berkomunikasi. Aturan utama dalam berumah tangga: ucapkan yang baik pada pasangan atau diam. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

ANAK ISTRI HASIL SELINGKUH DENGAN PRIA LAIN

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Sy lelaki, mau bertanya. Jika anak hasil selingkuh istri dengan kawan laki-lakinya dan menghasilkan anak laki2. Doa anak tersebut akan ke arah mana, apakah ke bapak genetiknya atau ke suami dari wanita yg selingkuh itu?

Waalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh

JAWABAN

Ke suami dari wanita tersebut. Karena, dalam hukum Islam, anak tersebut menjadi anak sah suaminya. Bukan anak dari bapak biologisnya. Bapak biologisnya tidak diakui sebagai bapaknya. Baca detail: Menghamili istri orang dan status anak

WANITA MENIKAH TERPAKSA, APAKAH WAJIB TAAT SUAMI?

Asslmualaikum..
Saya mau bertanya.
Jika seandainya seorang perempuan menikah krna terpaksa menuruti keinginan orng tua.
Apakah wanita tsb memiliki kewajiban penuh trhdp suaminya meskipun ia tidak ridho? Kalau tidak dilakukan kewajibannya apakah berdosa?
Terima kasih..

JAWABAN

Kalau istri memang merasa terpaksa menerima pernikahan karena mengikuti perintah orang tua, maka istri bisa meminta cerai.

Namun kalau kenyataannya istri tetap bertahan dan bahkan sudah terjadi hubungan suami istri, maka istri harus taat pada suami. Dan kalau tidak taat hukumnya berdosa. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri