18/04/18

Suami Mualaf Istri Jarang Shalat

Suami Mualaf Istri Jarang Shalat
RUMAH TANGGA: SUAMI MUALAF ISTRI JARANG SHALAT

Assallamuallaikum,saya laki laki berumur 32 tahun,saya menikah sudah 9 tahun dan di karuniai 2 orang anak umur 9 tahun dan 5 tahun berjenis kelamin perempuan,dalm usia saya menikah saya memiliki istri yang jarang sekali melaksanakan shalat,bila tidak diminta shalat ya dy tidak shalat sedangkan saya seorang mualaf,saya hanya mau istri saya mengajarjan saya mengaji karena saya mendambakan istri ya g sholeha.

suatu hari saya bertemu mantan saya yang memang saya pernah mencintainya karena dy rajin ibadah namun dy juga genit terhadap laki laki sampai saya pun di duakan dulu waktu pacaran,

setelah saya menikah dy mengharapkan saya kembali karena rumah tangga saya dinilai oleh nya lbh baik dari rumah tangganya, hari hari kuta kelahi ha ya membahas tentang mantan saya itu,

yang saya mau tanyakan apakah saya salah bila saya menceraikan istri saya dan memilih dy mantan saya karena saya tidak faham berdosa kah saya bila saya bersikap seperti itu. Mohon jawabannya agar dapat menenangkan hati saya

JAWABAN

Secara syariah Islam, tidak ada masalah bagi suami untuk menceraikan istrinya. Baca detail: Cerai dalam Islam

Apalagi kalau istri sering berbuat dosa seperti tidak rajin shalat yang merupakan pelanggaran berat dalam Islam. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Namun demikian, anda juga perlu hati-hati dengan calon istri yang baru. Agar tidak terjadi lagi ketidakharmonisan rumah tangga. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

SUAMI TAK BERI NAFKAH BATIN

Assalamualaikum

perkenalkan saya wanita
saya mau bertanya seputar permasalahan rumah tangga saya.

Saya telah menikah selama 5th dan telah dikaruniai seorang anak,akhir-akhir ini saya merasa tidak nyaman dgn rumahtangga saya pasalny sang suami tidak pernah memberikan nafkah bathin,dan apabila saya meminta pasti ada aja alasannya(ngantuklah,capeklah).
sebenarnya saya sudah berusaha untuk ikhlas tapi terkadang saya kecewa dengan sikapnya,entah apa yang ada dipikiran suami sehingga tidak punya niatan untuk memberikan nafkah bathin kepada saya.

saya beranggapan mungkin dia takut tidak bisa maksimal karena dia mengalami ejakulasi dini,tapi yang saya sayangkan dia tidak punya niatan untuk memperbaiki keadaan,dan dia suka sekali untuk menonton film BF(maaf).

lantas apa yang harus saya perbuat untuk menyelesaikan masalah ini??
saya telah mencoba berdiskusi dengan suami tapi dia tidak begithu menanggapi apa yang saya keluhkan.

Sebelumny terimakasih untuk jawabannya

Wassalamualaikum

JAWABAN

Pertama, sebaiknya anda bicarakan secara baik-baik dengannya bahwa anda sebagai istri sangat menginginkan nafkah batin. Ini agar diketahui suami dan agar suami mulai berfikir bahwa anda cukup tersiksa dengan keadaan ini.

Kedua, katakan pada suami bahwa yang anda inginkan adalah perlakuan sayang dari suami yang berupa pelukan, cumbuan, dan memanjakan. Dan bahwa hal itu tidak harus berakhir dalam hubungan intim (jangan singgung masalah ejakulasi dini).

Suami saat ini tampaknya sedang menderita masalah psikologis karena penyakit ejakulasi dini tersebut. Umumnya laki-laki yang mengalami penyakit serupa akan berusaha menyembunyikan perasaan menderitanya dengan berbagai kamuflase. salah satunya dengan menonton bf tersebut.

Untuk itu, kalau anda masih sayang padanya, maka anda harus bersabar. jangan menampakkan muka murung karena itu akan menambah beban pikirannya. Dan yakinkan dia bahwa anda masih sayang padanya apapun yang terjadi.Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Namun kalau anda sudah tidak lagi bisa bersabar, maka secara syariah anda bisa meminta cerai ke suami atau melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Baca detail: Cerai dalam Islam


SERING CEKCOK DENGAN SUAMI

Assalamualaikum
Saya mau bertanya, saya dan suami sering cekcok saat itu suami saya mengambil ijazah saya dengan paksa dengan cara membenturkan wajah saya ke wajahnya, setelah 2 bulan berlalu kami cekcok lagi hingga akhirnya saya ambil keputusan pergi meninggalkan suami saya karena hinaan dia atas anak saya sebelum pernikahan kami, saya tahu itu dosa buat saya, yang saya mau tanyakan apakah yang saya harus lakukan untuk memperbaiki pernikahan ini ?
Terimakasih wassalamualaikum

JAWABAN

Kalau anda masih ingin memperbaiki hubungan ini, maka sebaiknya anda selalu bersabar dan menghindari melawan ucapan suami. Selalu taat dan ijin pada suami setiap kali hendak melakukan sesuatu.
Baca detail:
- Cara Harmonis dalam Rumah Tangga
- Suami dan Orang tua: Mana yang Ditaati?

RUMAH TANGGA

Assalamualaikum ustad,
Saya ibu bekerja dari 3 orang anak. Suatu hari suami saya mengajak berhubungan intim namum karena kelelahan bekerja hingga pkl 22.00 malam saya tertidur. Suami marah besar dan mengirim pesan via whatsapp yang isinya: demi Allah saya tidak akan mengajak kamu berhubungan suami istri lagi.

Apakah dengan hal tersebut artinya sudah jatuh talak ustad? Terima kasih untuk jawabannya

JAWABAN

Sumpah yang diucapkan suami untuk tidak menggauli istrinya itu disebut ila'. Ila' semacam itu tidak jatuh talak. Apabila ternyata suami menggauli istrinya, maka ila' itu gugur dengan sendirinya dan suami wajib membayar kafarat (tebusan) sumpah. Kafarat sumpah sama dengan kafarat pelanggaran nadzar. Baca detail: Hukum Nadzar

Apabila suami tidak menggauli istrinya lebih dari 4 bulan, maka istri boleh meminta suami untuk menggaulinya atau menceraikannya. Baca detail: di sini

RUMAH TANGGA

Justru selama ini sy kerja pak ,apa yg sy dpt menutupi yg kurang dari suami .Pernah pakai kartu kredit dari bbrp kartu ,sy baru tutupi walau gk selesai semua spi saat ini .

1. Apakah ini termask secara ekonomi blm mampu biayai 2 rt ?
2. Dg kondisi ini apakah klo ada utang ,istri siri ikut nanggung juga atau tdk ? 3. Bila suami biayai 2 rt dg cara utang dg istri dlu artinya ditutupi biaya oleh istri2 nya ,apakah termasuk zolim atau tidak pak apakah ini dianggap mampu atau masih dianggap sesuai syar i ?
Syukron pak .

JAWABAN

1. Kalau suami tidak membiayai dua istri maka hendaknya dia tidak menikah lebih dari satu.

2. Tidak. Istri tidak bertanggungjawab hutang suami. Justru kalau dalam rumah tangga istri yang mengeluarkan uang, maka itu bisa dianggap hutang yang wajib dibayar oleh suami. Kecuali kali istri ikhlas. Baca detail: Suami Wajib Menafkahi Istri

3. Ya, suami telah berbuat zalim. Hukum menafkahi istri adalah wajib bagi suami dan menjadi hak istri. Kalau itu tidak dilakukan suami maka suami berbuat zalim. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

15/04/18

Bagian Waris Ibu, Anak Kandung, Saudara

Bagian Waris Ibu, Anak Kandung, Saudara
HUKUM WARIS JANDA CERAI TIDAK PUNYA ANAK

Assalamu'alaikum wr.wb., sebelumnya trimakasih atas perhatiannya. Saya ada masalah mengenai mawaris, berikut kronologi nya:
Ibu saya meninggal dunia dengan meninggalkan seorang ibu kandung, 2 orang anak laki2 kandung dan 1 org anak perempuan, 1 orang saudara laki2 seayah, adik kandung laki2 2 org, dan 3 orang saudara perempuan.

Yang ingin saya tanyakan bagaimana perhitungan pembagian harta warisan almarhumah ibu saya tersebut menurut syariat, kami mohon pertolongan atas jawaban pertanyaan saya ini, terimakasih.
Wassalam.

JAWABAN

Pembagian warisan dalam kasus di atas sbb:

(a) Ibu mendapat 1/6
(b) Sisanya yang 5/6 diberikan kepada seluruh anak kandung di mana anak lelaki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Jadi, kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/5, sedangkan satu anak perempuan mendapat 1/5
(c) Yang lain tidak mendapat warisan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN: SIAPA YANG LEBIH BERHAK ANTARA AYAH, IBU DAN ANAK?

Assalamualaikum

Ayah saya telah lama wafat (meninggalkan istri, 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki)dan beliau meninggalkan 1 unit rumah, ketika kami hendak menjual rumah tersebut paman kami mengatakan akan menuntut kami karna kami tidak berhak atas warisan rumah tersebut . Karna yang berhak mendapatkannya adalah kakek & nenek kami(ketika ayah kami meninggal kakek & nenek kami masih hidup dan saya masih berusia 6 thn) lalu siapakah sebenarnya yang lebih berhak ? Istri dan anak-anak atau kedua orang tua ayah saya ( kakek & nenek ). Adakah undang-undang yang mengatur tentang ini ? Dan bagaimana pula didalam hukum Islam ?

JAWABAN

Dalam hukum waris, ayah dan ibu pewaris (kakek nenek anda) termasuk salah satu ahli waris. Namun, bukan satu-satunya ahli waris. Jadi, ahli waris dari rumah itu bukan hanya kakek/nenek anda, tapi seluruh ahli waris. Berikut info lengkap ahli waris dalam kasus di atas dan persentase bagian masing-masing:

(a) Ayah 1/6 = 4/24
(b) Ibu 1/6 = 4/24
(c) Istri 1/8 = 3/24
(d) Sisanya yang 13/24 untuk ketiga anak kandung di mana anak lelaki mendapat 2/4; sedangkan kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1/4.

Kalau rumah itu hanya satu-satunya peninggalan almarhum, maka ia sebaiknya dijual dan uangnya dibagi keempat golongan di atas sesuai bagiannya masing-masing. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ISTRI, ANAK DAN SAUDARA KANDUNG

Yth bpk/ibu pengasuh konsultasi waris.

Assalamu'akaikum wr wb
Seorang suami telah wafat Oktober 2017. Adapun status ahli waris:
A. Ahli waris utama:
1. Ayah kandung ( sdh wafat)
2. Ibu kandung ( sdh wafat)
3. Istri (msh hidup)
4. Anak kandung perempuan 1 (hdp, sdh menikah)
5. Anak kandung perempuan 2 (hdp, sdh menikah)
6. Anak kandung perempuan 3 ( hdp, blm menikah)

B. Ahli waris sekunder:
1. Kakak kandung laki-laki (sdh wafat, punya anak 3 laki-laki hidup dan 2 perempuan hidup)
2. Adik kandung laki-laki (msh hidup, punya 2 anak perempuan hidup)
PERTANYAAN:
1. Semasa suami msh hidup telah dibuat srt hibah bermeterai di ttd saudara kandung suami dan saudara kandung istri, yg berisi bhw tanah dan bangunan tempat tinggal dihibahkan kpd 3 anak perempuan. Apakah sah dan berlakukah srt tsb?
2. Ada harta waris bergerak seperti sepeda motor, kursi, perhiasan dipakai istri dll. Bagaimana pembagian warisnya?

Smg dg masukan dari bpk/ibu pengasuh maka pembagian harta waris membawa kebaikan almrhum, dan rahmat barokah kpd istri d anak-anak nya, aamiin.
Terima kasih
Wassalam
Salam takzim.

JAWABAN

1. Ya, hibah yang dilakukan saat masih hidup oleh pemiliknya hukumnya sah.

2. Kalau belum dihibahkan oleh almarhum, maka harus diwariskan. Dalam kasus di atas, pembagian warisan sbb:
(a) Istri mendapat 1/8 = 3/24
(b) Ketiga anak perempuan mendapat 2/3 (dibagi tiga) = 16/24
(c) Sisanya yang 5/24 diberikan pada sauda kandung laki-laki Baca detail: Hukum Waris Islam

TAMBAHAN

Yang diwariskan adalah seluruh harta milik pewaris sejak sebelum menikah maupun selama menikah yang sampai saat ini masih menjadi hak milik pewaris dalam arti belum dihibahkan pada orang lain saat masih hidup. Sedangkan yang sudah dihibahkan, maka tidak masuk harta warisan. Baca detail: Hibah dalam Islam

WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG

Assalamu'alaikum
Seorang laki-laki meninggal dunia pada 10 Agustus 2016 adapun status ahli warisnya sbb :

a. Ayah dan Ibu sudah meninggal
b. Istri masih hidup
c.3 anak kandung laki-laki dan 1 anak laki-laki lain bapak dan 2 anak kandung perempuan masih hidup
d. 1 anak kandung laki-laki sudah meninggal pada 19 September 2014
e. 1 anak kandung perempuan meninggal pada 14 Juni 2015


mohon penjelasan mengenai besar warisan yang diterima oleh masing-masing ahli waris tersebut diatas.
terima kasih.
Wassalamu'alaikum

JAWABAN


1. Dalam kasus di atas pembagiannya sbb:
(a) Istri mendapatkan 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 diwariskan pada seluruh anak kandung yang masih hidup di mana anak lelaki mendapat bagian 2, sedang anak perempuan mendapat bagian 1.

Kami tidak mengerti maksud anda "anak laki-laki lain bapak". Ini maksudnya apa? Apa maksudnya anak tiri? Kalau anak tiri, dalam arti bukan anak pewaris maka bukan ahli waris dan tidak mendapat warisan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ANAK KANDUNG DAN ISTRI

Seorang laki-laki meninggal dunia pada 04 Agustus 2017. Adapun status ahli waris yang hidup pada saat ini adalah:

1. Istri ke 1 (cerai)
2. Istri ke 2
3. 2 orang anak laki-lakii dari pernikahan pertama
4. 1 orang anak perempuan dari pernikahan kedua
5. saudara kandung laki-laki dan perempuan

Harta (rumah) dari pernikahan pertama sekarang ditempati istri kedua, apakah harta dari pernikahan pertama istri ke2 berhak? sedangkan tanah dr rumah tersebut warisan dari Ayah seorang laki-laki. Siapa saja yang berhak mendapatkan warisannya dan berapa bagian warisannya?

JAWABAN

1. Pembagiannya sbb:

(a) Istri kedua mendapat 1/8 (istri pertama tidak dapat karena cerai).
(b) Sisanya yang 7/8 diberikan pada ketiga anak di mana kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/3, sedangkan satu anak perempuan mendapat 1/3.
(c) Saudara kandung tidak dapat warisan karena terhalang adanya anak kandung.

2. Harta yang diwariskan adalah harta pewaris yang belum dihibahkan kepada siapapun. Tentunya anda dan keluarga lain lebih tahu mana yang milik pewaris dan mana yang sudah diwariskan. Perlu juga diketahui bahwa dalam Islam tidak ada harta gono gini secara otomatis. Baca detail: Harta Gono gini

Ucapan Talak karena Tidak Tahu Hukumnya

Ucapan Talak karena Tidak Tahu Hukumnya

TALAK: KURANG MENGERTI ATURAN CERAI DALAM ISLAM

Assalamu'alaikum pak ustadz

Sudah beberapa bulan ini saya kepikiran terus masalah talak, maklum tadinya saya kurang/hanya sedikit tahu aturannya.

Beberapa hal yang terus menghantui pikiran saya:

1. Saya pernah ngomong "bujangan lagi", masalahnya kalau malam minggu istri dan anak saya kadang suka menginap di rumah mertua saya, jadi kadang saya suka bercanda atau asal ngomong sama teman kayak "malam minggu mah bujangan lagi", untuk niat waktu itu saya tidak tahu pasti. Apa ini jatuh talak?

2. Saya pernah ngucap “cereikeun” / ”cere’in” (satu kata itu aja) sendirian sewaktu lg di kamar mandi, hanya berbisik, keras, jelas atau tidak jelasnya saya lupa, waktu itu saya klo gak salah lg mikirin masalah hidup sampai muak, marah sehingga mungkin keluar kata itu. Entah keceplosan atau disengaja, saya lupa.

3. Saya pernah bilang ke anak saya yg berusia 4 tahun kurang lebih “kalau gak mau sekolah, jangan tidur di sini (di rumah saya), tidurnya sama nenek (mertua saya) aja sama mamah, biarin ayah tidur di sini sendiri”… apa itu termasuk kinayah atau talak muallaq? niat yg pasti pada waktu itu saya tidak tahu pasti, diingat2 malah jadi dilema.

4. Bagaimana jika kita ucap kata2 seperti “terserah kamu aja” apa itu termasuk kinayah?

5. Maaf saya agak kurang faham, haam dan niat itu beda ya? bagaimana kalau kita ada kata2 kinayah tanpa niat tapi ada hamm?

6. Bagaimana jika lupa atau ragu dengan niat talak kinayah? tapi kalau disumpah mah gak berani.

7. Kalau ngomong “mau cerai/mau pisah” apa jatuh talak?

8. Kalau ada ucapan "ceraikan" atau “serahkan” di depan orang lain, satu kata itu saja tanpa ada kata “aku”, “kamu”, “istri”, apa jatuh talak?

9. Kalau bercerita khayalan dengan kata2 cerai dengan objek orang lain/fiksi apa jatuh talak?

10. Jatah talak itu kan ada 3 dan hanya bisa 2 kali rujuk, bisakah jatah talak/rujuk itu kembali ke semula? Misal dengan akad nikah baru. Bukan karena mau menalak atau cerai beberapa kali, tapi yg namanya manusia kan banyak khilafnya.

11. Apakah ucapan talak orang awam atau orang yg tau sedikit tentang talak atau tau tapi salah, tetap jatuh talaknya?

12. Bolehkah mengambil pendapat mazhab lain untuk mencari kemudahan dalam urusan talak?

13. Maaf ada yg kelewat pak ustadz, bagaimana kalau kita lagi mikirin masalah talak yang dulu, terus tanpa sengaja kita ngucap kata "talak" tapi tanpa ada kata "aku", "dia", "istri" dan saat itu saya lagi sendirian.

Ya ustadz tolong dijawab ya, saya sudah stress mikirin masalah talaq ini saya takut.

Terima kasih banyak.

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Karena konteks ucapan anda tidak diarahkan ke istri.

2. Tidak jatuh talak. Ucapan "cerai" baru jatuh talak apabila tujuannya untuk menceraikan istri. Kalau ucapan "cerai" tidak dalam konteks itu, maka tidak terjadi talak. Misalnya, suami bersuami bercerita yang mengandung kata "cerai" atau "talak" maka tidak jatuh cerai. Baca detail: Bercerita Talak, apa jatuh cerai?

3. Ucapan tsb anda tujukan pada anak. Bukan pada istri. Jadi, tidak ada efek apapun atas ucapan tersebut terhadap keabsahan pernikahan anda.

4. Lihat konteksnya. Kalau konteksnya anda dan istri sedang bertengkar dan istri minta cerai lalu anda bilang "terserah kamu" maka itu bisa dianggap kinayah. Tapi kalau konteksnya istri sedang minta ijin mau membeli sesuatu lalu anda bilang "terserah kamu" maka itu bukan kinayah.

5. Hamm itu khayalan. Niat itu kesengajaan dalam hati.

6. Dianggap tidak ada.

7. Tidak. Karena istilah "mau" itu menunjukkan masa yang akan datang. Dan talak yang bermakna untuk masa yang akan datang maka tidak jatuh talak kecuali dalam talak muallaq. Baca detail: Talak masa yang akan datang

8. Lihat konteksnya. Kata "ceraikan" itu dalam rangka apa? Kalau tujuannya ke istri maka jatuh talak. Kalau tidak ada tujuan ke istri, maka tidak jatuh cerai.

9. Tidak jatuh talak.

10. Tidak bisa. Kecuali setelah istri menikah dengan orang lain. Lalu ia setelah ia dicerai oleh suaminya menikah lagi dengan anda. Maka pernikahan kedua ini jatah talaknya kembali baru.

11. Kalau orang awam itu tidak tahu bahwa ucapan talaknya berdampak talak beneran, maka ada ulama yang menyatakan tidak jatuh talak. Baca detail: Ucapan talak bagi yang tidak tahu hukumnya

12. Boleh. Baca detail: Talfiq atau Gonta ganti Madzhab

13. Tidak jatuh talak. Itu sama dengan cerita memakai kata talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

EKONOMI RUMAH TANGGA : SUAMI TERJERAT HUTANG, WAJIB KAH ISTRI MENANGGUNG BEBAN HUTANG SUAMI?

Assalamu'alaikum. Wr. Wb

Salam ukhuwah.

Profesi ibu Rumah tangga & wiraswasta. Maaf sebelumnya saat ini saya ada masalah keuangan keluarga. Mohon pencerahan dari pak Ustad/bu Ustadzah apa yang harus saya lakukan untuk menyelesaikan masalah saya ini

Sejak saya menikah dengan suami tahun 2012, Suami tidak pernah cerita tentang usaha nya mengelola dana orang lain di sektor saham dengan imbalan bunga 15% setahun yang mana bunga bagi hasil ini dibagikan tiap bulan (1.25% per bulan dari modal yang disetor nasabah)

Tahun 2015 suami baru cerita kalau beliau punya masalah usaha nya tersebut dimana saham suami rontok dan dana titipan nasabah yang diputer di saham ikutan rugi sampai tidak tersisa. Besaran total dana diputar sekitar 1.5 Milyar termasuk di dalamnya ada uang saya 300 juta dan Emas Logam mulia anak saya 125 gram yang saya beli dari hasil kerja saya, sama suami saya jual tanpa seijin saya untuk menutup bunga yang harus dibayar bulanan ke nasabahnya.

Tahun 2016 suami saya berhenti bekerja di kantor lama di perusahaan sekuritas pasar modal.

2017 sampai sekarang bekerja di perusahaan yang sedang saya rintis di bidang Developer property. Karena baru merintis perumahan yang saya bangun dikelola oleh saya dan team tanpa gaji. Gaji dirapel setelah project selesai beserta pembagian bagi hasil nya.

Sudah hampir setahun saya tidak dinafkahi suami saya. Bahkan untuk biaya Rumah tangga, cicilan KPR rumah, hutang hutang suami saya ke nasabah nasabah nya yang harus dibayar bunga bulanan serta kartu kredit yang suami saya pinjam tanpa sepengetahuan saya, semua saya yang bayar.

Untuk menutupi beban hutang suami saya, saya jadi pinjam uang proyek 100 juta. Saya bingung pak Ustad. Apa yang harus saya lakukan? Saya sudah tidak sanggup lagi membantu suami saya terkait hutang hutang suami yang tempo lalu akibat dari tidak terbuka nya suami saya ke saya.

Ketika suami saya bangkrut, semua uang hasil kerja saya saya titipkan juga ke suami untuk diputer d saham juga ikutan lenyap juga simpanan emas buat pendidikan anak yang saya kumpulkan dari hasil kerja saya sama suami jual tanpa seijin saya. Sering terbesit saya ingin cerai dengan suami. Khawatir saya dan usaha yang saya rintis ikutan terbawa juga. Saya harus bagaimana mengingat anak anak masih kecil?

Apakah perlu dibuat dihadapan notaris kalau semua hutang hutang suami tidak akan membawa nama baik istri, harta istri dan usaha istri ?

Mohon pencerahanya Pak Ustad /bu Ustadzah. Syukron Jazakumullah Khoir

JAWABAN

Dalam Islam, suami berkewajiban menafkahi istri menurut kemampuannya. Dan tidak ada kewajiban istri untuk menafkahi suami atau anak. Baca detail: Suami Wajib Menafkahi Istri

Begitu juga, suami yang wajib menafkahi anak. Baca detail: Ayah Wajib Menafkahi Anak

Sedangkan hutang suami dan istri ditanggung masing-masing. Begitu juga pendapatan suami dan istri dimiliki oleh masing-masing pihak. Karena, dalam Islam tidak ada harta gono-gini secara otomatis seperti di hukum adat. Baca detail: Harta Gono gini

Terkait kelanjutan hubungan, apabila suami tidak menafkahi istri dalam waktu lama, maka itu bisa menjadi alasan secara legal formal (negara) untuk melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Baca detail: KHI (Kompilasi Hukum Islam)

Sedangkan secara Islam juga tidak masalah. Dalam Islam bahkan lebih ringan: istri boleh meminta cerai hanya karena tidak lagi dapat mencintai suami. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

Baca juga:
- Cerai dalam Islam
- Istri Minta Cerai, Tidak Mencium Bau Surga?

Terkait apakah harus pakai notaris, silahkan anda konsultasi pada ahli hukum untuk soal ini.

13/04/18

Antara Pria Karir dan Pacar Pengangguran

Antara Pria Karir dan Pacar Pengangguran
JODOH: PACAR BELUM KERJA VS PRIA YANG SUDAH KERJA

Assalammualaikum wr.wb..

Saya meminta mohon untuk saran nya. Saya sekarang sudah berumur 23 tahun. Saya sudah berpacaran dengan teman kuliah saya selama 3 tahun dan saya mengenalnya sebagai orang yang baik dan sabar menghadapi sifat saya. Tapi dia selalu ingin tahu apapun kegiatan yang saya lakukan. selain itu dia juga sudah diterima dengan keluarga saya dan sudah berencana untuk melamar setelah dia bekerja karena saat ini kami sama-sama baru selesai kuliah.

Sedangkan setelah selesai kuliah saya diberitahu oleh ibu saya bahwa ada anak dari salah satu teman ibu ingin melamar saya.
Tetapi anak teman ibu saya, ingin langsung melamar saya walaupun kami sama sekali tidak pernah berjumpa dan berkomunikasi tetapi dia sudah mempunyai pekerjaan yang sudah cukup mapan.

1. Bagaimana saya memilih diantara mereka yang ingin melamar saya untuk menjadi pendamping saya?

2. Dan apa yang harus saya lakukan untuk melegakan hati saya, karena saya susah percaya dengan orang yang ingin masuk kedalam kehidupan saya.

Saya mohon saran nya untuk diberi penjelasannya,

Wassalammualaikum Wr.Wb

JAWABAN

1. Prinsip terpenting dalam memilih jodoh adalah pria tersebut adalah (a) orang yang baik karakternya (sabar, jujur, pekerja keras); (b) agamanya baik (shalat 5 waktu teratur, tahu halal dan haram). Apabila anda menemukan dua karakter tersebut pada diri seseorang, maka dia layak menjadi pendamping anda. Apakah dia sudah bekerja atau belum bekerja; atau apakah dia sudah anda kenal lama atau baru dikenal itu tidak terlalu penting.

Untuk itu, maka pastikan anda juga mengetahui rekam jejak orang yang hendak melamar anda tersebut. Lakukan investigasi mendalam tentang dia dan juga tentang pacar anda (anda belum tentu tahu betul rekam jejak pacar anda).

Setelah diselidi secara mendalam tentang keduanya, maka ambillah keputusan berdasarkan kedua kriteria di atas.

2. Selidiki dengan benar tentang keduanya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh


JODOH: MENCINTAI PRIA BERTATO

Assalamualaikum
Saya mau bercerita dan bertanya pak
Saya mempunyai pacar Kami pacaran emang belum lama pak baru sekitar 6bulan Dan baru-baru ini saya memperkenalkan pacar saya ke mama saya Pacar saya memiliki tatto dan dulu dia memang anak nakal, tapi sekarang dia sudah berubah
Tapi walaupun dia sudah berubah, tatto di tubuh nya masih tetap ada dan tidak bisa di hilangkan pak
Mama saya melihat pacar saya ada tatto dan mama saya tidak setuju dengan hubungan kami
Saya mengerti maksud mama saya ngelarang saya pak, tapi kita sebenar nya tidak boleh menilai orang dari penampilan luar nya saja

JAWABAN

Sebaiknya anda berhati-hati dengan dia. Anda tampak sangat lugu terhadap laki-laki. Maka, kalau anda mendengar nasihat mama dan mengikutinya maka hal itu akan jauh lebih baik. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Taat pada orang tua adalah kewajiban seorang anak selagi tidak disuruh berbuat dosa. Dan dalam soal ini tampaknya mama anda benar. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Hati-hati juga dalam pacaran. Pacaran secara fisikal adalah haram, apalagi kalau sampai terjadi kholwat (berduaan di ruang tertutup). Baca detail: Hukum Kholwat

Karena, kholwat adalah pintu menuju zina yang merupakan dosa besar. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

PERNIKAHAN TANPA KASIH SAYANG, APAKAH SAH?

Tetapi bagaimana pernikahan bukan atas dasar kasih sayang? Saya di cap jelek oleh warga sekitar karena dituduh menghamili wanita itu padahal saya tidak tahu apa-apa. Bagaimana kalau saya ingin menikah resmi dengan wanita lain? Kalau pun saya sudah bilang cerai tetapi wanita yang berstatus istri siri saya tidak mau di ceraikan saya harus bagaimana? Mohon jawabannya terimakasih.

JAWABAN

Suami yang menjatuhkan cerai pada istrinya, maka talak sudah jatuh. Apabila setelah itu, si suami tidak lagi rujuk sampai masa iddah habis, maka tidak ada lagi hubungan suami-istri antara keduanya. Dia bebas untuk menikah dengan pria lain. Begitu juga, anda bebas dari hubungan pernikahan dengan dia dan tidak ada kewajiban apapun terhadapnya termasuk nafkah, dll. Baca detail: Cerai dalam Islam


RUMAH TANGGA: ANTARA ORANG TUA, ANAK DAN SUAMI BARU

Assalammualaikum,
Saya seorang janda dengan 1 orang anak perempuan (cerai hidup). Saya telah menikah dengan seorang duda dengan 2 anak laki2 tetapi anak2 dari suami ikut ibunya. Saya punya pekerjaan tetap sementara suami wiraswasta (penghasilan tidak tetap).

Awalnya orang tua saya tidak ada masalah dengan hubungan kami sehingga kami memutuskan untuk menikah. Tapi setelah kami menikah, ibu saya memisahkan saya dari anak saya, anak saya tidak boleh tinggal dengan saya (saat saya menjanda, saya tinggal dengan orang tua). Ibu saya juga membenci suami saya dengan alasan ibu pernah melihat suami saya cuek dan tidak peduli saat anak saya minta gendong ke suami saya waktu itu. Saya pernah konfirmasi ke suami, dan suami menjawab waktu itu ada acara selamatan menempati rumah kontrakan kami sehingga suami sudah capek dan tidak sengaja cuek sama anak saya.

Suami juga minta maaf sama ibu saya. Ternyata ibu saya tidak mudah memaafkan. Sudah 6 bulan rumah tangga baru saya berjalan dan ibu saya selalu mencari2 kesalahan suami saya dan pernah memberi tanda2 agar saya cerai dg suami saya yg menurut ibu hanya senden kayu jati karena sampai sekarang sayalah yg banyak berperan menopang ekonomi rumah tangga saya.

Saya memutuskan menikah lagi karena saat saya menjanda, godaan begitu berat. Ada salah seorang atasan di kantor saya yg jahil pada saya dengan cara memanggil saya ke ruangannya dan menutup pintu lalu mencium tangan saya. Belum lagi rekan kerja yg lain walaupun tidak secara fisik tapi secara bahasa mereka menggoda saya dengan mengatakan ayo jadi istri saya saja dll.

Saya merasa tersiksa setiap kali harus kerja. Itulah sebabnya saya memutuskan untuk menikah lagi dengan teman sekolah saya yg saya tahu dia bisa melindungi saya karena dia mantan preman yg sudah bertobat. Tapi ternyata kenyataan tidak seindah rencana saya. Saya tidak ingin cerai lagi karena saya tidak mau malu tapi saya juga tidak tahan berjauhan dengan anak saya seperti sekarang. Di satu sisi suami, di sisi lain ada anak dan orang tua saya yg sudah semakin menua usianya. Apa yang harus saya lakukan?

JAWABAN

Jalan terbaik adalah mencari suami yang bisa diterima oleh orang tua sehingga anda bisa berkumpul dengan orang tua, suami dan anak.

Kalau kenyataan sekarang ternyata kesulitan mengumpulkan ketiga sosok yang anda cintai menjadi satu, maka sebaiknya anda juga aktif berkomunikasi dengan ibu agar beliau mau menerima suami apa adanya. Suami mungkin penghasilannya kurang saat ini, dan ini mungkin penyebab ibu kurang menyukainya, tapi selagi suami mau bekerja keras, maka itu harus dihargai.

Kalau bisa, anda dan suami sebaiknya tinggal di lokasi yang berdekatan dengan orang tua. Agar supaya anda tetap bisa memantau kondisi anak dan kondisi orang tua. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

11/04/18

Bau Kotoran Setelah Cebok, Apakah Masih Najis?

Bau Kotoran Setelah Cebok, Apakah Masih Najis?
BAU KOTORAN SETELAH CEBOK, APAKAH MASIH NAJIS?

Assalamualaikum. Ustadz sebelumnya saya sempat ragu apakah bau kotoran setelah istinja saat buang air besar itu termasuk najis atau tidak. Tp saya berfikir kalau itu tidak najis karna kotorannya sudah tidak terlihat dan sayapun sudah berusaha mencucinya. Oleh sebab itu saya lanjutkan berwudhu dan kemudian sholat. Nah saya baru tau kalau ternyata bau tersebut masih termasuk najis. Lalu bagaimana hukum sholat saya ustadz? Apakah sy wajib mengulang sholat saya, sedangkan saya sudah lupa karna sudah membiarkan kebiasaan ini dr lama. Mohon pencerahannya ustadz. Hatur nuhun

JAWABAN

Kalau baunya sulit dihilangkan, maka hukumnya dimaafkan atau tidak apa-apa.

Al-Jaziri dalam Al-Fiqh ala Al-Madzahib Al-Arba'ah, hlm. 1/26, menjelaskan cara menghilangkan najis menurut madzhab Syafi'i sbb:

أما النجاسة المتوسطة وهي غير ما تقدم فإنها تنقسم إلى حكمية، وهي التي ليس لها جرم ولا طعم ولا لون ولا ريح، كبول غير الصبي إذا جف. وعينية، وهي التي لها جرم أو طعم أو لون أو ريح. أما الحكمية فكيفية تطهيرها أن يصب الماء على محلها ولو مرة واحدة ولو من غير قصد. وأما العينية فكذلك، ولكن بشرط زوال عين النجاسة، أما أوصافها فإن بقي منها الطعم وحده، فإن بقاءه يضر ما لم تتعذر إزالته. وضابط التعذر أن لا يزول إلا بالقطع، وحينئذ يكون المحل نجساً معفواً عنه، فإن قدر على الإزالة بعد ذلك وجبت؛ ولا تجب إعادة ما صلاه قبل، فإن تعسر زواله وجبت الاستعانة بصابون ونحوه إلا أن يتعذر، وإن بقي اللون والريح معاً فالحكم كذلك، وإن بقي اللون فقط أو الريح فقط على إزالته بعد ذلك فلا تجب طهارة المحل؛ ويشترط في إزالة النجاسة بأنواعها الثلاثة أن يكون الماء وارداً على المحل إذا كان الماء قليلاً،.

Artinya: Najis mutawassitoh terbagi menjadi dua, pertama, hukmiyah yaitu najis yang tidak ada benda najisnya, serta tidak ada rasa warna dan bau. Seperti kencing selain anak kecil (yakni orang dewasa) apabila kering. Kedua, najis ainiyah yaitu najis yang ada benda najisnya atau rasa atau warna atau bau. Adapun najis hukmiyah maka cara menyucikannya adalah dengan menyiramkan air pada tempat najis walaupun satu kali walaupun tanpa sengaja. Begitu juga cara menghilangkan najis ainiyah tapi dengan syarat hilangnya benda najisnya. Adapun sifat-sifat najis (bau, warna, rasa) apabila masih tetap rasanya saja maka itu bermasalah (harus dihilangkan) selagi tidak sulit menghilangkannya. Batasan sulit adalah tidak bisa hilang kecuali dengan dipotong. Dalan keadaan ini maka tempat tersebut najis yang dimaafkan. Apabila bisa dihilangkan setelah itu maka wajib dihilangkan tetapi tidak wajib mengulangi shalat sebelumnya. Apabila sulit menghilangkan sifat-sifat najis (rasa, bau, warna) maka wajib memakai sarana pembantu seperti sabun kecuali kalau sulit. Apabila masih tetap ada warna dan bau sekaligus, maka hukumnya juga begitu (dimaafkan). Apabila masih ada warnanya saja atau baunya saja setelah itu maka tidak wajib menyucikan tempat najis. Disyaratkan dalam menghilangkan najis dengan ketiga sifatnya adalah airnya harus disiramkan pada tempat najis apabila airnya sedikit.

Perhatikan, dalam keterangan di atas ada kalimat "Apabila masih ada warnanya saja atau baunya saja setelah itu maka tidak wajib menyucikan tempat najis." Itu artinya, apa yang anda alami tidak masalah. Anda sudah suci. Dan shalat yang anda lakukan sudah sah.
Baca detail:
- Najis dan Cara Menyucikan
- Cara menyucikan najis hukmiyah dan ainiyah


SUAMI SELALU SELINGKUH

Assalamualaikum wr. wb.
Sy seorang ibu rmh tangga sdh menikah sekitar 16 tahun. Suami sekarang menjabat sebagai kepala cabang sebuah perusahaan expedisi.

Awal menikah kami hidup pas pas an & banyak hutang. Lalu sy bekerja & suami jg mendptkan pekerjaan dg gaji lumayan. Perlahan kehidupan km mulai berubah. Tapi banyak jg cobaan dlm rumah tangga kami. Suami selingkuh sampai berzina dg lebih dr satu wanita. Bahkan salah satunya sampai hamil.

Waktu berjalan, masalah pun berlalu. Sy berusaha memaafkan krn sy pun sadar suami berbuat begitu krn sy pada saat itu terlalu sibuk dg pekerjaan. Demi putri sy...sy coba lupakan semuanya.

Kami berusaha memulai kembali dg hijrah ke kota lain. Sy berhenti bekerja sesuai keinginan suami. Tp ternyata suami msh terus bertelpon dg mantan selingkuhannya. Kami sering bertengkar krn suami tdk merasa bérsalah & berkata mrk hanya berteman sj.

Kami kembali ke kota asal. Memulai lg dr awal..sy kembali mencari pekerjaan utk hidup sy & anak sy krn suami jarang mengirim nafkah (suami di kota lain).Setelah anak ke 2 lahir km berusaha berbaikan. Km tinggal bersama, tetapi suami lagi2 dekat dengan wanita lain mantan pacarnya dulu. Sy cb memaafkan lagi. Th. 2015 suami pindah kerja di luar pulau. Sy diminta ikut dengannya. Tp jujur sy ragu ikut mengingat semua perlakuannya thp sy.

Suami sering memukul, kasar, tdk segan menyuruh sy pergi beli kebutuhannya walau tengah malam. Suami selalu mengembunyikan hp nya. Th. 2016 sy ikut pindah. Awalnya suami baik. Tapi setelah itu hampir semua yg saya lakukan salah di matanya. Masakan salah, cara mérawat anak salah. Dan selalu marah2..

Belakangan sy berhasil meliha isi hp nya. Ternyata selama ini sy dibohongi. Banyak chatting dg wanita2 lain di hp suami. Mulai yg bilang sayang sampai janjian ketemu di hotel, bilang kamu cantik sampai janjian mengantarkan belanja, dll.
Tapi suami merasa tdk bersalah dg alasan tdk melakukan apa2 & bilang msh tau batasannya.

Bahkan suami menganggap sy berlebihan menuduh dia yg bukan2.
Sebagai catatan, suami tdk pernah berkata sayang kepada sy apalagi memuji sy cantik, suami jarang mengantar sy jika bepergian bahkan sering sy sakit hrs berangkat sendiri ke dokter.

Apa yg hrs sy lakukan. Jujur sy sdh tdk sanggup jd istri diperlakukan begini. Tp sy msh pertimbangkan anak2 saya. Sy tdk mau mereka menjadi korban. Disatu sisi sy jg ingin diperlakukan dg baik oleh suami yg selama ini tdk pernah sy dapatkan.
Mohon sarannya. Terimakasih...wassalamualaikum wr. wb.

JAWABAN

Syariah Islam memberi dua pilihan yang sama-sama boleh dalam menghadapi kasus di atas: anda boleh meminta cerai / gugat cerai atau tetap mempertahankan rumah tangga. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

Kalau anda cenderung untuk mempertahankan rumah tangga, maka hal terbaik adalah dengan tidak berharap terlalu banyak pada perubahan suami. Kebiasaan suami anda itu termasuk hal yang sulit dirubah oleh orang lain kecuali oleh dirinya sendiri. Oleh karena itu, fokus anda sebaiknya: (a) mendidik dan menikmati hidup bersama anak-anak anda; (b) sibukkan diri dengan kegiatan pekerjaan; (c) memperbanyak amal ibadah untuk bekal di akhirat. Jangan lupa untuk selalu berdoa di setiap selesai shalat fardhu. Baca detail: Doa Agar Disayang

Warisan Untuk Anak Dari Istri Pertama Dan Kedua

Warisan Untuk Anak Dari Istri Pertama Dan Kedua
WARISAN UNTUK ANAK DARI ISTRI PERTAMA DAN KEDUA

Kepada yth, bpk/ibu

Assalamualaykum wr. Wb.

Dengan hormat, mohon pencerahan nya.

1. Seorang suami istri menikah tahun 1950an dan memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan.

2. Selama pernikahan mendapatkan harta yg dicari bersama berupa 3 bidang tanah,

3. -+ 7 tahun kemudian sang istri meninggal (1965*). Dengan meninggalkan suami dan 3 orng anak tersebut.

4. Lalu sang suami menikah lagi dengan menjual 1 bidang tanah, dari pernikahan kedua memiliki 7 orang anak, 3 laki-laki dan 4 perempuan. Namun 1 anak laki-laki meninggal (TAHUN 2016) dan belum menikah.

5. Menjelang dewasa ketiga anak dari istri pertama disuruh sang suami (ayah) agar membuat rumah dari sebidang tanah yg kedua. Maka tersisa 1 bidang tanah yg ditempati saat itu bersama istri kedua dan anak2nya.

6. Selama menikah dengan istri ke dua, sang istri membeli sebidang tanah.

7. Kemudian sang suami meninggal (2004) dan disusul sang istri kedua (2017).

8. Total anak alm. suami dengan 2 istri adalah 10, 3 dari istri pertama dan 7 dari istri kedua, namun meninggal 1 orng anak laki-laki dari istri kedua. Jadi total ahli waris yg hidup adalah 9 orang.

9. Tidak ada ahli waris lain, selain yg disebutkan diatas. (ibu dan ayah, sodara dri pewaris tidak ada dan sdh meninggal)

pertanyaan Yang ingin kami tanyakan,

1. Bagaimana perihal pembagian warisan yg ditinggalkan suami & istri pertama.
2. Bagaimana dengan status rumah yg dibangun oleh anak2 dari istri pertama?
3. Bagaimana dengan Warisan harta yg dibeli istri kedua?

tahun kematian
istri pertama : 1965*
suami : 2004*
anak : 2016
istri ke dua : 2017

Mohon informasinya, semoga Allah membalas kebaikan kita semua dan memudahkan urusan kita aamiin ya robbal alamin.

Jazakalloh khoiron katsiron...

JAWABAN

Sebelum dilakukan pembagian waris, ada dua hal yang perlu anda ketahui:
Pertama, pembagian harta warisan adalah bersifat individual berdasarkan pada kematian pemilik harta (pewaris) yang menurut syariah Islam harus segera dibagikan kepada ahli warisnya segera setelah pewaris meninggal.

Kedua, dalam Islam tidak ada harta gono-gini atau harta bersama suami istri secara otomatis. Kepemilikan harta harus berdasarkan kepemilikan yang berlaku umum. Misalnya, siapa pemilik sebuah mobil apakah suami atau istri, maka itu tergantung siapa yang membelinya. Baca detail: Harta Gono gini

Dalam kasus di atas karena telah terjadi empat kematian, maka pembagian warisan harus dilakukan sebanyak empat kali sbb:

PEMBAGIAN WARISAN ISTRI PERTAMA WAFAT TAHUN 1965

Harta yang menjadi milik istri entah itu didapat dari hibah suami atau hasil usaha sendiri atau hasil warisan orangtaunya harus dibagikan dengan cara sbb:

(a) Suami mendapat 1/4
(b) Sisanya yang 3/4 dibagikan kepada ketiga anak kandung di mana kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/5, sedangkan 1 anak perempuan mendapat 1/5.

PEMBAGIAN WARISAN SUAMI WAFAT TAHUN 2004

Pembagian harta suami adalah sbb:

(a) Istri kedua mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan pada seluruh anak kandung yang berjumlah 10 baik dari istri pertama maupun kedua. Di mana anak lelaki mendapat 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1. Anak lelaki yang meninggal juga dapat bagian karena ia wafat setelah wafatnya pewaris.

PEMBAGIAN WARISAN ANAK LELAKI WAFAT TAHUN 2016

Anak lelaki yang wafat pasti punya harta sendiri. Minimal ia punya harta dapat bagian dari warisan ayahnya. Harta warisan tersebut dibagikan kepada ahli waris sbb:

(a) Ibu mendapat 1/6
(b) Sisanya dibagikan kepada saudara kandungnya (yakni anak istri kedua) di mana saudara lelaki mendapat 2, sedangkan saudara perempuan mendapat 1 bagian.

PEMBAGIAN WARISAN ISTRI KEDUA WAFAT TAHUN 2017

(a) Semua harta peninggalannya diwariskan kepada anak kandungnya di mana anak lelaki mendapatkan dua kali lipat dari anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN PENINGGALAN ISTRI

Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh

1. Saya menikah dengan janda. Punya anak 3 ( 2 laki2 dan 1 perempuan) dan punya harta warisan. Bagaimana apakah saya dapat bagian

2. Kedua mantan suami dari istri tidak tanggung jawab terhadap belanja dan pendidikan anak nya. Bahkan sering berbuat tidak baik kepada terhadap mantan istrinya bahkan menfitnah yg diluar kemanusiaan. Bahkan ter kesan menteror seterusnya dengan berita2 fitnah. Apa yang harus saya lakukan terima kasih

Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Ya, kalau istri meninggal lebih dulu dari suami, maka suami yang terakhir akan dapat warisan 1/4 dari keseluruhan harta peninggalan istri. Sedangkan sisanya yang 3/4 untuk anak ketiga kandung. Ini dengan asumsi apabila ayah dan ibu istri anda sudah wafat lebih dulu. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Cara terbaik adalah dengan mengkomunikasikan hal itu pada yang bersangkutan (ayah si anak). Pilihan terakhir adalah dengan mengajukan tuntutan ke pengadilan. Baca detail: Ayah Wajib Menafkahi Anak

MENIKAH SAAT NIFAS

Kepada Yth,
Dewan Pengasuh dan Majelis Fatwa
Pondok Pesantren Al-Khoirot
Malang

Assalammualaikum Wr.Wb

Bersama ini kami sampaikan permasalahan dan kondisi yang kami alami sebagai berikut :

1. Saya sebagai orang tua yang memiliki putra laki-laki berusia 22 tahun
2. Akibat pergaulan dan kondisi diluar dimana anak muda sekarang yang sudah susah untuk diberikan nasehat akibatnya putra kami menghamili seorang putri
dan sampai melahirkan seorang anak
3. Hubungan kami dengan pihak putri belum kenal sama sekali dan sampai suatu hari putra kami minta tolong untuk dinikahkan
4. Saya sampaikan ke putra kami kenapa tergesa ingin menikah sedang tugas akhir kuliah belum selesai dan bagaimana menghidupi istri bila belum bekerja
5. Akhirnya putra kami mengaku semua perbuatannya dan pihak perempuan menuntut untuk segera dinikahkan
6. Dan kami datang ke pihak perempuan untuk meminta maaf atas segala perbuatan putra kami dan kami tanyakan apa yang diinginkan
7. Pihak perempuan intinya minta segera dinikahkan dan kami menyetujui apa yang diinginkan

PERTANYAANNYA :
1. Apakah diperbolehkan menikahkan seorang putri yang masih dalam masa NIFAS
2. Dari beberapa buku literatur agama yang telah kami baca tentang masalah anak ( mohon koreksi bila salah ) bahwa :
a. Anak yang telah dilahirkan tidak masuk Nasab Bapaknya karena dilahirkan diluar perkawinan yang sah secara agama islam
b. Bapaknya hanya punya ikatan bathin sebagai seorang yang telah melakukannya ( Kemanusiaan )
3, Bagaimana bila putri yang telah dilahirkannya nanti dewasa dan akan menikah : apakah bapak yang telah melakukannya bisa jadi WALI NIKAH

Demikian kami sampaikan, atas bantuannya kami ucapkan terima kasih

Wassalamualaikum Wr.Wb

JAWABAN

1. Boleh menikah saat nifas. Baca detail: Pernikahan Islam

2.a. Betul, anak yang lahir di luar ikatan pernikahan disebut anak zina (walad al-zina) yang dianggap tidak punya bapak. Baca detail: Status Anak Zina

2.b. Antara bapak biologis dan anak zina tersebut tidak ada ikat kekerabatan. Sehingga tidak saling mewarisi. Apakah ada ikatan batin atau tidak itu di luar bahasan hukum Islam. Hukum Islam hanya membahas segi legal formal secara syariah.

3. Tidak bisa jadi wali nikah. Yang menjadi wali nikah adalah wali hakim yakni pejabat KUA dan jajaran di bawahnya. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

CATATAN PENTING:

Anak zina tersebut sebenarnya bisa menjadi anak yang sah dari bapak biologisnya seandainya putra bapak menikahi si wanita tersebut saat si wanita sedang hamil. Bukan setelah melahirkan. Baca detail: Status Anak Dari Pernikahan Hamil Zina

Ragu Najis Kencing Atau Bukan

Ragu Najis Kencing Atau Bukan
RAGU NAJIS KENCING ATAU BUKAN

Assalammualaikum wr wb , ustad saya ingin bertanya prihal najis. Saat memiliki bayi permpuan brumr 2 bln. Saat saya memandikan ny dan telah selesai lalu saya angkat , tiba2 saya mendengan suara kucuran air yg jatuh ke dlam bak mandi. Namun saat it saya tdk smpat melihat apkh ada kucuran air dan kucuran air tsb dikarenakn bayi saya BAK atau bkn.

Kmudian saya brtanya ke suami saya yg kbetulan ada di situ, suami jg tidak melihat ustd ank saya bak atau tdk. Krn pd saat it tdk tahu /ragu jd saya putus kan suara kucuran air it bkn kencing lalu saya handuki ank saya tanpa saya cebok dahulu,
Namun keesokan hari ny saya jd ragu kmbali ustad, karena saat saya mandikan ank saya saat saya angkat tdk ada suara kucuran air sprti kemarin. Saya bingung dg handuk dan barang2 yg telah saya sentuh jika mmg ank saya BAK. Mohon dibntu ustad

JAWABAN

Keraguan dalam kasus kucuran air di atas timbul dari dua kemungkinan yaitu kucuran air yang berasal dari sisa air mandi si bayi dan kucuran air kencing bayi. Kemungkinan keduanya sama-sama tidak ada yang lebih kuat. Dalam keadaan demikian, maka anda keraguan terhadap kencing itu dianggap tidak ada. Dan statusnya kembali pada hukum yang asal yang lebih kuat yaitu suci. Keadaan suci dianggap status yang kuat dan mencapai level yakin dan faktual karena anda baru saja menyucikan bayi. Dalam konteks inilah maka berlakulah kaidah fikih:

اليقين لا يزول بالشك

Artinya: Keyakinan tidak hilang karena keraguan.

Yakin di sini adalah fakta bahwa bayi itu suci karena baru saja dimandikan. Keraguan adalah ada asumsi dia kencing. Baca detail: Kaidah Fikih

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ditanya tentang orang yang merasa kentut (tapi ragu) saat shalat sbb:

عن عبدالله بن زيد بن عاصم المازني رضي الله عنه: أنه شُكِي إلى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل يخيَّل إليه أنه يجد الشيء في الصلاة، قال: ((لا ينصرف حتى يسمع صوتًا أو يجد ريحًا))؛ متفق عليه

Artinya: Seorang Sahabat bernama Abdullah bin Zaid bin Ashim Al Mazini meriwayatkan bahwa Nabi pernah ditanya tentang seorang pria yang berkhayal bahwa dia merasakan sesuatu (seperti keluar angin) saat sedang shalat. Nabi menjawab: Jangan hentikan shalatnya kecuali apabila dia mendengar suara (kentut) atau mencium bau (kentut). (Hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menjadi dasar dari kaidah fiqih di awal jawaban ini bahwa keraguan anda itu tidak dianggap dan dikalahkan oleh fakta yang bersifat yakin atas kesucian putra anda yang baru dimandikan. Baca juga: Najis dan Cara Menyucikan

JANJI DAN NADZAR SHALAT

Assalamualaikum wr.wb, saya mau tanya temen saya pas kelas 2 sma pernah sholat dia abis sholat berdoa gini "kalo saya masuk ptn saya akan sholat" dia berdoa tuh lupa masuk ptn lewat jalur snmptn/sbmptn, terus juga dia ngerasa pas berdoa bicara tanpa ada suara. Misal dia ikut sbm dan masuk ptn apakah harus menepati itu? jika ia keberatan itu diganti dengan apa ya? itu termasuk nazar apa janji ya? minta pencerahannya terimakasih

JAWABAN

Itu disebut janji karena kalau nadzar harus ada salah satu dari dua kata yaitu: kata 'nadzar' atau kata 'wajib bagi saya'. Contoh: Kalau saya masuk PTN saya wajib shalat. Atau 'Kalau saya masuk PTN saya nadzar akan shalat." Baca detail: Hukum Nadzar

Karena tidak ada salah unsur di atas, maka ucapan anda itu disebut janji. Baca detail: Hukum Janji

PENGELOLAAN DANA BANK KONVENSIONAL

Assalamualaikum. Saya ingin bertanya mengenai dalil mengenai pengelolaan dana pada bank konvensional, apakah hanya tentang Riba saja? Lalu tercantum dalam quran surah dan hadist apa sajakah?

JAWABAN

Baca detail: Hukum Bank Konvensional

SAUDARA LELAKI CALON WANITA TIDAK MERESTUI HUBUNGAN

Assallau'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Nama saya laki-laki, pekerjaan guru, alamat jl singo patran no 2 Ponorogo Jatim. Saya sudah 6 tahun tidak kumpul dengan istri, karena istri sakit stroke dan komplikasi diabetes. Dan saya sendiri setelah merawat istri gantian sakit stroke. Tapi saya masih aktif mengajar, dan kegiatan yang lain, dalam kondisi stroke. Setelah konsultasi kepada seluruh keluarga, dan dinas saya bekerja, maka saya peroleh ijin nikah lagi agar kami bisa lebih ringan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Alhamdulillah saya suah peroleh calon istri. Dia anak yatim piatu, lulusan perawat (mantan anak asuh). Dia seratus persen sudah mencintai saya, dan siap menikah. Tapi dari pihak calon istri, yakni kakak laki-laki, dan bulik (bibinya) menolak rencana kami, dan sebarkan fitnah kalau saya pakai guna-guna untuk menggaet adiknya. Nah sekarang jadi terkatung katung. Calon istri juga tidak mau dengan orang lain kecuali saya.

Bagaimana sikap kami, apa boleh menggunakan wali hakim? atau bagaimana langkah kami agar tidak digunjing orang?

JAWABAN

Kalau dia tidak mau jadi wali, maka wali hakim bisa menikahkan anda. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

Sebaiknya anda datangi tokoh-tokoh setempat untuk berkomunikasi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga kesalahpahaman bisa dihindari.

ISTRI TIDUR DENGAN ANAK PEREMPUAN

Apakah boleh jika seorang ank prempuan udah mnikah nmun ia tidur bersama ibu & adikny ?
Alasan si anak perempuan trsb :
1.karena suami si anak prmpuan tersebut kerja jauh & jarang pulang
2.si anak perempuan trsebut kasihan kepada ibu & adiknya apabila tidur terpisah karrna ayah sudah tiada / meninggal .
3.si anak permpuan trebut takut tidur sendirian
Mohon jawbanny

JAWABAN

1. Asal dapat ijin dari suami maka tidak masalah.
Baca detail:
- Hak dan Kewajiban Suami Istri
- Suami dan Orang tua: Mana yang Ditaati?

SAAT MASUK ISLAM BOLEHKAH HADAS KECIL?

saat orang masuk islam apakah saat sudah selesai baca syahadat dan akan bertaubat tidak boleh mengeluarkan hadats kecil?

JAWABAN

Boleh. Baca detail: Cara Masuk Islam bagi Kafir dan Murtad

28/03/18

Shalat Tidak Pakai Niat, Apakah Sah?

Shalat Tidak Pakai Niat, Apakah Sah?
SHALAT TIDAK PAKAI NIAT, APAKAH SAH?

Assalaamu'alaikum,
Apa hukumnya seseorang yang tidak mendeklarasikan niatnya (baik dalam hati atau dilafadzkan) dengan alasan beranjaknya dia dari tempatnya untuk shalat (tentunya berwudlu dulu) sudah menyatakan niat untuk shalat atau alasan lainnya yaitu Allah swt maha mengetahui isi hati kita. Apabila tidak sah, apakah harus diqodlo shalat wajibnya ? Mohon bimbingannya.
Wasaalam.

JAWABAN

Ulama dari keempat madzhab sepakat atas wajibnya niat shalat dan ibadah lainnya. Niat dilakukan dalam hati dan sunnah diucapkan/dilafadzkan secara lisan. Apabila tidak niat, maka shalatnya tidak sah.
Baca detail:
- Shalat 5 Waktu
- Shalat menurut Madzhab Empat

Namun apabila itu dilakukan karena tidak tahu, maka dimaafkan. Apakah shalat yang dulu-dulu wajib diulang atau tidak, ulama berbeda pendapat. Sebagian menyatakan tidak wajib, sebagian yang lain menyatakan wajib mengulangi. anda boleh memilih pendapat salah satu pendapat tersebut. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

TATA CARA MANDI JUNUB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya Rizky dari Medan Maaf kalo saya menganggu.. saya mau menanya perihal tata cara mandi junud yang di contoh kan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam saya tidak tau tata caranya. Saya dapatkan di salah satu artikel di internet mengenai tata cara mandi junud tapi saya kurang mengerti..diartikel itu tertulis "Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri" Apa cuma kemaluan saja? membersihkan dubur tidak? Sekali lagi saya minta maaf kalo saya menganggu,Tolong di respon pesan saya,karena saya masih binggung..saya takut ibadah saya tidak diterima lantaran saya tidak tau tata caranya...terima kasih sebelumnya

JAWABAN

Silahkan lihat panduannya di sini Cara Wudhu dan Mandi Junub


CARA MENULIS NOVEL

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas tulisannya yang memberikan pencerahan mengenai cara menulis artikel di media massa koran. Perkenalkan nama saya Evin. Saya ingin belajar menjadi penulis freelance, tapi masih sangat basic. Saya bisa mohon sarannya, bagaimanakah cara menulis novel yang baik, dari segi gaya bahasa, kosa kata, cara mendeskripsikan, pola penulisan, dan kerangkanya?

Terima kasih

JAWABAN

Banyak panduan di internet yang bisa anda cara lewat Google. Misalnya di link ini

MENJADI CALO PENGURUSAN PASSPORT

pak ustad apa hukumnya saya diberi dibayar untuk membantu pengurusan pasport dengan meminta bantuan orang dalam imigrasi? dan apa uang yang saya terima halal terima kasih sebelumnya

JAWABAN

Hukum perantara atau calo pada dasarnya boleh. Baca detail: Hukum Reseller dan Calo

Namun kebolehan itu bisa berubah menjadi haram apabila ada praktik haram dalam transaksi yang dilakukan. Apabila dalam mengurus paspor itu ada praktik suap menyuap, misalnya, maka hukumnya haram. Sebagaimana haramnya korupsi itu sendiri. Baca detail: Korupsi dalam Islam

JANJI YANG DIINGKARI

Assalamualaikum Wr.Wb.
Segala puji hanya milik Allah SWT. serta sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW.

Saya mau bertanya,

1.) Dulu saya sering berjanji ( 3 atau 4 kali ) kepada Allah SWT ketika selesai sholat, seperti "ya Allah, ampunilah dosa hamba, hamba berjanji tidak akan mengulanginya lagi", tapi selang 2 hari kemudian saya melakukan dosa tersebut lagi.
Saya lakukan itu berulang-ulang karena pada saat itu saya yakin bahwa saya tidak akan mengulangi dosa tersebut.
Apa yang harus saya lakukan ? Termasuk dosa besar kah yang saya lakukan ? Apakah ada cara untuk menebusnya ?

2.) Saya pernah sekali mengucapkan sumpah demi Allah pada saudara saya saat bersenda gurau. Tetapi, sumpah saya pada saat itu saya yakin bahwa apa yang saya sumpahi itu mungkin akan terjadi, walaupun itu belum/tidak terjadi.
Apakah saya termasuk melakukan sumpah kosong ? Ataukah saya harus membayar kaffarat nya ?

Syukron.

JAWABAN

1. Janji wajib ditepati dan berdosa apabila dilanggar. Namun terkait janji untuk tidak melakukan dosa sebenarnya itu tidak perlu dilakukan. Karena janji atau tidak perintah Allah yang namanya dosa tetap harus dijauhi sebagaimana wajibnya mentaati perintah syariah yang wajib. Melakukan perkara haram adalah dosa. Dan apakah termasuk dosa besar itu tergantung jenis dosa yang dilakukan. Dosa kecil pun kalau dilakukan berulang-ulang maka masuk ke dalam kategori dosa besar. Dan untuk menghapusnya diperlukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Kalau sumpah dilanggar, maka harus membayar kafarat sama dengan kafarat melanggar nadzar. Baca detail: Hukum Nadzar


MOTOR DIPINJAM NON-MUSLIM, RAGU NAJIS ANJING

Assalamualaikm ustad
saya mau brtnya ustad motor saya di pnjem orang cina saya ragu klo orang cina itu tanganya hbis memegang anjing walaupun saya tdk melihat orang cina itu sebelum nya memegang anjing ap tidak , bagaimana ustad apakah setang motor saya terkena najis anjing itu yg dri tangan org cina itu saya was was mohon jwban'a ustad .

JAWABAN

Kalau anda tidak melihat dia punya anjing dan tidak melihat dia memegang anjing, maka asumsi anda dalam syariah Islam dianggap tidak ada dan tidak ada efek hukum. Apabila demikian, maka kembali ke hukum asal seorang manusia yakni suci. Jadi, hilangkan waswas anda. Baca detail: http://www.konsultasiagama.com/2018/01/menyentuh-non-muslim-ragu-najis-anjing.html


PUNYA HUTANG BELUM BAYAR

Jadi begini pak , sekarang saya posisi di kalimantan dan sekolah yang bersangkutan tersebut di jawa . Saya dikalimantan melanjutkan pendidikan jadi belum punya uang untuk melunasi hutang tersebut . Tapi saya pernah berkonsultasi kepada salah satu guru disekolah tersebut . Dan guru tersebut bilang mengikhlaskanya . Tetapi saya tidak tahu guru yang lain . Saya juga bertanya misal harus melunasi berapa totalnya pak ? Dan guru tersebut bilang data nya sudah tidak ada . Saya bingung ,bagaimana pak ???

JAWABAN

Yang harus dilunasi adalah sesuai dengan jumlah SPP yang nunggak. Diperkirakan saja berapa jumlah terdekatnya. Kalau saat ini anda belum punya, maka tidak harus memaksakan diri. Cukup anda ingat saja bahwa anda punya tanggungan yang harus dilunasi apabila anda kelak sudah punya uang tersebut. Baca detail: Hutang dalam Islam

Tante Ingin Menguasai Harta Warisan

Tante Ingin Menguasai Harta Warisan
HAK WARIS: TANTE INGIN MENGUASAI HARTA WARISAN

Baca: Cara konsultasi hukum Waris Islam

Assalamu'alaykum wr.wb.

Pak ustadz saya lelaki ingin bertanya tentang hak waris saya.

Nenek saya sewaktu masih hidup mempunyai 3 suami,

- dari pernikahan pertama mendapatkan 1 anak perempuan (yaitu ibu saya), kemudian nenek bercerai hidup & harta gono gininya diberikan kepada anaknya/ibu saya yang kemudian dibelikan sawah & diberi nama ibu saya, saat itu ibu saya masih gadis.

- dari pernikahan ke 2 mendapatkan 1 anak perempuan (tante saya), kemudian cerai hidup juga tetapi tidak mendaptakan harta gono gini karena tante saya dibawa sama bapaknya (hak asuh anak di ambil suaminya nenek), namun setelah mantan suaminya meninggal, anaknya di ambil kembali oleh nenek saya untuk di rawat & di asuh (tahun 1975)

- dari pernikahan ke 3 tidak mendapatkan anak sampai suaminya meninggal tahun 1990 (cerai mati)

setelah dewasa ibu saya menikah & mendapatkan 6 orang anak laki-laki semua (saya anak pertama & 5 adik saya laki- laki smua), ketika saya duduk di bangku SMA kelas 2 (adik yang bungsu masih bayi) ibu saya meninggal (tahun 1988) selang 9 bulan menyusul ayah saya meninggal juga... otomatis saya & adik-adik di urus oleh nenek & kakek tiri saya (suami ke 3 nya nenek saya), dari ibu saya meninggal harta/sawah milik ibu saya belum dibagikan oleh nenek saya karena alasan anak-anaknya masih kecil... dan karena kami ber 6 yatim piatu, maka saya & adik- adik di angkat anak/di adopsi oleh kakek tiri saya (karena dia tidak punya anak) & nenek saya lewat pengadilan yang syah & kami ber 6 pun memiliki akte kelahiran yang syah dari pengangkatan anak/adopsi tersebut.

dari ayah angkat (kakek tiri) kami ber 6 dihibahkan harta-hartanya & ayah angkat juga menetapkan pembagiannya lewat surat wasiat melalui akta notaris (tahun 1988).

seiring berjalannya waktu... tante saya selalu ribut dengan ibunya (nenek/ibu angkat saya) sampai tante saya kawin lari & memberi keterangan palsu kalau ibunya (nenek saya) sudah meninggal, nenek/ibu angkat saya sangat marah sekali saat itu (karena di bilang sudah meninggal) kemudian nenek saya membuat wasiat (tahun 1988) yg isinya "kalau beliau meninggal anaknya tersebut (tante saya) tidak mendapatkan warisan dari ibunya" & wasiat tersebut disetujui serta ditanda tangani oleh tante saya yang disaksikan oleh RT, RW, Lurah & Camat yang menjabat saat itu.

pada tahun 2014, nenek/ibu angkat saya meninggal... setelah 40 hari kematian nenek/ibu angkat saya kami ber 6 mengundang tante saya untuk membicarakan perihal warisan & wasiat dari nenek/ibu angkat saya, namun ternyata tante saya tidak mau bertemu kami... tiba-tiba saja kami ber 6 malah di undang tante saya untuk acara "sosialisasi fatwa MUI"... karena kami menghormati undangan tersebut maka kami hadir, di acara tersebut kami tidak di beri kesempatan bicara & ternyata tanda tangan kami di buku tamu di anggap setuju akan "fatwa MUI" tersebut, dimana isi fatwa tersebut menyebutkn bahwa;

- tante saya adalah pewaris tunggal dari seluruh harta nenek/ibu angkat saya

kami ber 6 tidak mendapatkan hak apapun dari harta nenek/ibu angkat saya termasuk hibah yang telah kami terima dari kakek tiri/ayah angkat saya di anggap gugur semua demi hukum.

Hak kami dari harta ibu kandung kami pun semua menjadi hak tante saya

yang ingin saya tanyakan kepada pak ustadz ;

1. apakah benar kami ber 6 tidak mendapatkan hak apapun dari warisan nenek/ibu angkat saya?

2. apakah kami juga tidak punya hak waris dari peninggalan ibu kandung saya? (karena tante saya kan 1 ibu lain bapak dengan ibu saya & harta ibu saya di dapat dari ayah kandungnya)

3. apakah benar hibah dapat dibatalkan demi hukum? sedangkan yang memberi hibah sudah meninggal sejak tahun 1990 & semua hibah sudah di beri nama kami ber 6

4. apakah fatwa MUI itu sudah benar ketentuannya menurut syariat islam?

Demikian yang dapat kami sampaikan, mohon jawaban dari pak ustadz, sebelum & sesudahnya kami haturkan terima kasih.
Wassalamu'alaykum Wr.Wb.

JAWABAN

1. Kalau dari warisan memang tidak dapat. Karena, anak angkat dan orang tua angkatnya tidak ada hubungan kekerabatan. Warisan hanya terjadi berdasarkan kekerabatan dan/atau pernikahan (antara suami-istri). Baca detail: Hukum Waris Islam

Namun anda dan saudara tetap berhak mendapat harta hibah yang diberikan orang tua angkat saat beliau masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Berhak. Yang berhak mendapat harta warisan hanyalah anak kandung apabila ayah dan ibu pewaris (kakek nenek anda) sudah wafat. Justru tante anda dalam hal ini tidak dapat warisan. Karena dia statusnya sebagai saudara ibu anda. Dan saudara itu tidak dapat warisan apabila ada anak kandung laki-laki. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Tidak bisa batal. Hibah bersifat tetap dan tidak bisa ditarik kembali kecuali apabila hibah dari orang tua pada anaknya maka si orang tua boleh menggagalkan hibahnya saat dia masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

Kami menduga, perilaku tante anda itu adalah gertakan untuk menakut-nakuti anda dan saudara. Selagi anda sudah memiliki sertifikat atas nama anda maka kekuatannya di mata hukum tidak bisa dikalahkan. Secara agama hibah nenek anda itu sah dan legal.

4. Tidak benar. Mungkin juga itu bukan fatwa MUI. MUI tidak bisa memberi keputusan pada urusan personal. Kami menduga, fatwa MUI yang diberikan pada anda itu palsu. Fatwa yang diakui dalam kasus sengketa warisan adalah fatwa dari Pengadilan Agama. Dan keputusan Pengadilan AGama itu berdasarkan pada buku Kompilasi Hukum Islam (KHI). Baca detail: KHI (Kompilasi Hukum Islam)

Hati-hati dengan tipu daya siapapun. Termasuk tante anda. Kalau anda kurang menguasai hukum, sebaiknya berkonsultasi dengan aparat desa setempat atau pengacara yang bisa dipercaya.

Ucapan Cerai Saat Marah

Ucapan Cerai Saat Marah
SUAMI UCAPKAN CERAI 3 KALI, JATUH TALAK BERAPA?

Saya mau tanya apa hukumnya jika suami mengucapkan kata "aku ceraikan km 3x" tapi dalam keadaan marah ketika kami sedang berantem Dan suami juga sering bilang "saya pulangkan ke orang tuamu saja" ketika sedang emosi

Permasalahan pertamanya cuma gara-gara masalah kecil karna suami sya suka emosi maka karena itu yang gak saya suka dari suami saya, di situlah kami terjadi pertengkaran dan sehingga suami mengatakan hal yang di atas tadi

Saya minta maaf ke suami saya dan saya ‎menanyakan sekarang maunya suami saya apa dan sebenarnya kamu masih ingin anak istrimu disini atau gak???

Dan suami saya bilang sementara di sini saja dulu kita lihat bagaimana bisa berubah atau gak

Saya sudah membaca artikel kalau bicara cerai dalam keadaan marah ada yang berpendapat kalau itu gak jatuh talak‎, tapi saya juga masih ragu karna ada yang berpendapat jatuh talak juga

JAWABAN

Kalau masih ingin mempertahankan rumah tangga anda, maka anda berdua bisa ikut pendapat yang menyatakan tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai saat Marah

Namun hendaknya pertengkaran seperti itu tidak jadi kebiasaan. Karena, buat apa tetap bersama kalau terus bertengkar. Ingat tujuan utama dari rumah tangga adalah untuk mencari kedamaian. Apabila demikian, maka hendaknya kedua pihak atau salah satunya selalu ada yang mengalah saat yang satunya sedang marah. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

WAS-WAS MURTAD DAN CERAI

Assalaamualaikum pak Ustadz,

Permisi ada yang ingin saya tanyakan. Sebelumnya saya sampaikan bahwa saya meyakini menderita penyakit was-was sejak lama. Akhir-akhir ini was-was yang sering muncul adalah was-was murtad dan was-was cerai.

Hal-hal yang ingin saya diskusikan adalah:

1). Sering kali muncul pikiran-pikiran dalam diri saya terkait murtad dan cerai. Jika memakai analogi, contoh dari pikiran-pikiran tersebut adalah seperti ini:

"Jika saya besok tidak berpuasa sunnah, maka saya murtad"

"Jika saya besok sholat tahajud, maka saya cerai"

Apakah pikiran-pikiran tersebut muncul murni dari dalam diri saya atau karena penyakit was-was saya?

2). Apa yang harus saya lakukan jika pikiran-pikiran yang telah disebutkan pada poin 1 muncul? Tentu saja saya tidak menginginkan diri saya murtad. Saya juga tidak menginginkan diri saya cerai.

3). Jika saya mengiyakan / meyakini pikiran-pikiran yang telah saya sebutkan di poin 1 kemudian hal yang disebutkan pada poin tersebut terjadi, apakah saya dikatakan murtad atau cerai?

Lebih jelasnya, jika saya mengiyakan / meyakini pikiran "Jika saya besok tidak berpuasa sunnah, maka saya murtad" kemudian besoknya saya tidak
berpuasa sunnah, apakah saya dikatakan telah murtad?

4). Apakah proses mengiyakan / meyakini tersebut (yang mana telah disebutkan pada poin 3) muncul murni dari dalam diri saya atau karena penyakit was-was saya?

Demikian dari saya. Terima kasih atas perhatian dan jawaban pak Ustadz.

Wassalaamualaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh,

JAWABAN

1. Pikiran itu muncul dari was-was anda. Dan was-was anda itu timbul dari penyakit mental tertentu. Karena, tanda adanya faktor penyakit kejiwaan, tidak akan seseorang berfikiran demikian. Baca detail: Penyakit OCD

2. Abaikan saja. Karena bisikan hati itu tidak berakibat hukum apapun. Nabi bersabda dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim:

إن الله تجاوز لأمتي ما حدثت به أنفسها ما لم تتكلم به أو تعمل.

Artinya: Allah memaafkan umatku atas kesalahan yang berupa bisikan hati selagi dia tidak berbicara atau berbuat (apa yang dia pikirkan itu).

3. Tidak murtad. Karena bisikan hati tidak ada konsekuensi hukum berdasarkan hadtis di atas.

4. Karena was-was. Baca detail: Was-was Murtad

PENGUCAPAN IJAB QABUL

Asalamualaikum..
Sya mau tanya bagaimana pengucapan ijab qobul ketika bapak sang wanita sudah meninggal ? Yang di ganti oleh saudara laki lakinya.. Mohon info lafad ijabnya, trimakasih..
Wasalamuailkum

JAWABAN

Ucapan yang ringkas dengan mahar 1 juta (misalnya) dan nama calon pria Hasan bin Husin, nama calon perempuan Fatimah binti Ali:

يَا حَسَن بِنْ حُسَيْن اَنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ أُخْتِي فَاطِمَة بِنْتَ عَلِي بِمَهْرِ وَاحِدْ مِلْيُوْن
رُوْبِّية حَالًا
Artinya: Wahai Hasan bin Husain aku nikahkan kamu dengan saudariku Fatimah binti Ali dengan mahar 1 juta rupiah tunai.

Ucapan lebih lengkap lihat:

JODOH

Assalamualaikum wr.wb.
Saya mau bercerita dn bertanya.
Sebelum saya memutuskan menikah saya harus dihadapkan 2 pilihan,pilihan pertama saya berpacaran dgn laki2 yg saya kenal lwt sosmed 6 bln kami pacar jarak jauh,selama kami berpacaran kami melakukan sholat istiqoroh dn hasilnya kami dipermudah untuk bertemu berkali kali tanpa hambatan dn kami sama2 yakin klo kami berjodoh,tp kenyataannya kami tidak berjodoh krn dia d jodohkan oleh orang tuanya am perempuan lain,tp pd saat malam tunanga pacar saya dia melarikan diri ke kota saya di situ saya makin yakin klo kami berjodoh,

esok harinya dia memutuskan untuk pulang ke kotanya dn dia meminta waktu 1 minggu untuk meyakinkan orang tua bawasannya dia mau menikah dgn saya,sebelum kami putus saya dikenalkan dengan laki2 yg sekarang menjadi suami saya,kembali lg k pacar saya tunggu satu minggu dia menyerah dn dia merelakan saya dengan laki2 lain,

perasaan saya hancur dn kecewa trus saya tidak putus asa untuk dia kembali kepada saya,dn disisi lain keluarga suami saya mendesak klo saya harus nikah denga adiknya,saya memutuskan untuk sholat istiqoroh dn di dalam doa saya ya Allah jika pacar saya bukan jodoh yang terbaik jauhkan dia sejauh jauhnya berilah jodoh yg terbaik buat saya,

trus suami saya semakin intens datang ke rumah saya dn mengajak nikah,saya binggung krn saya pada saat itu masih berjuang untuk kembali sm pacar saya,saya sholat istiqoroh selama 1bln,dlm solat saya ya Allah jika pacar saya yg terbaik dekatkan jimemang bukan doa yg terbaik jauhkanlah,dan jika laki2 yg skrg jadi suami ini yg terbaik dekatkanlah dn satukan kami dalam ikatan pernikahan,

dn semakin didekatkan keluarga suami saya mulai datang k rmh dn bertanya pada saya dn keluaga,trus di sini mulai menemukan kendala,dan ada tiga kendala,yg pertama masalah adat,lokasi dan keuangan,setia kendala yg saya hadapi saya tetap melanjutkan istiqoroh,dan do'a saya ya Allah klo memang dia jodoh saya yg terbaik dunia dan akhirat permudah segala urusan kami,dan di setiap kendala yg datang urusan kami di permudah sampai ke pernikahan.

Yg jadi pertanyaan saya

apa bener suami saya jodoh yg terbaik,klo jodoh yg terbaik datang dari Allah kenapa kami selalu bertengkar di usia pernikahan kami mulai 5 bln pernikahan sm 1 thn pernikahan sampai hampir pisah,dn skrg suami saya tidak menggap saya istri padahal mslh yg kami permasalahkan hanya keluarga dr pihak suami,yg jd pertayaan pa suami saya ini jodoh yg di berikan Allah kepada saya?
Mohon bantuannya

JAWABAN

Istikhoroh hendaknya tidak dijadikan parameter utama untuk menikah. Rasulullah tidak memerintahkan muslim untuk istikhoroh dalam memilih jodoh. Yang diperintahkan oleh Nabi adalah carilah jodoh yang agamis dan berkarakter baik. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Cara mengetahui calon suami yang agamis (taat pada agama) dan baik kepribadiannya adalah dengan melakukan penyelidikan baik investigasi sendiri dan/atau atas bantuan orang lain.

Kalau investigasi dilakukan dan sesuai dengan kriteria Nabi, barulah diputuskan untuk memilihnya sebagai calon suami. jadi, bukan dengan cara istikhoroh. Istikhoroh boleh dilakukan sebagai tambahan prosesi saja untuk lebih meyakinkan.

Kalau cara yang dianjurkan Rasulullah tidak anda lakukan dalam memilih jodoh, dan ternyata sekarang dia berkarakter buruk dan pemarah, maka yang salah adalah anda sendiri. Ini menjadi pelajaran bagi anda ke depannya: bahwa jodoh itu pilihan. Terserah anda mau milih jodoh yang baik atau yang buruk. Baca juga:

09/03/18

Hukum Istri Menolak Hubungan Intim karena Tak Diberi Nafkah

Hukum Istri Menolak Hubungan Intim karena Tak Diberi Nafkah
ISTRI MENOLAK HUBUNGAN INTIM KARENA TAK DIBERI NAFKAH OLEH SUAMI

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Pak ust ,saya wanita sudah menikah 7 bulan
Dalam 7 bulan saya hanya di nafkahi 1 kali ,saya sering di bohongi soal uang dengan suami saya ,ternyata dia banyak sekali hutangnya dan saya tidak tahu sebelumnya ,saya tahu nya setelah saya menikah dengannya ,saya marah dan kecewa ,saya sering kasih kesempatan untuknya ,tapi tetap dia seperti itu sampai akhirnya kesempatan terakhir itu saya kasih ketika orang tua saya menasihati dia ,tapi dia tetap berbohong dengan saya ,tidak bisa menjelaskan secara detail kenapa dia berbohong ,dia juga sering memaksa berhubungan dengan saya ,berkata tidak baik ke saya ,dan pernah berhubungan dengan saya saat saya masih dalam keadaan haid
Dan saya dengan dia sudah pisah ranjang 1 bulan

1. Apa yang harus saya lakukan ?
2. Apakah saya berdosa telah pisah ranjang dengannya ?
3. Apakah saya boleh mengugat cerai suami saya ke pengadilan ?

Mohon segera jawabannya

JAWABAN

1. Suami wajib memberi nafkah pada istrinya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki suami. Baca detail: Suami Wajib Menafkahi Istri

Apabila suami tidak melaksanakan kewajibannya, maka istri boleh memilih antara menuntut cerai atau tetap bersabar dengannya.

2. Apabila istri memilih tetap bersabar pada suami yang tidak menafkahinya dan tidak menuntut cerai, maka dibolehkan bagi istri untuk pisah ranjang atau tidak melayani suami dalam berhubungan intim. Al-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzab, hlm. 3/155, menyatakan (dalam kasus istri yang tak diberi nafkah):

وإن اختارت المقام بعد الإعسار ، لم يلزمها التمكين من الاستمتاع، ولها أن تخرج من منزله ، لأن التمكين في مقابلة النفقة ، فلا يجب مع عدمها .

Artinya: Apabila istri memilih tetap bersama suami setelah suami tidak mampu menafkahi, maka tidak wajib bagi istri untuk melayani suami dalam bercumbu (dan hubungan intim). Istri juga boleh keluar dari rumah suami. Karena keharusan melayani suami (dalam hubungan intim) itu apabila dinafkahi. Maka tidak wajib melayani suami apabila tidak ada nafkah.

Intinya: Istri tidak berdosa berpisah ranjang dan menolak hubungan intim apabila tidak diberi nafkah.

3. Boleh sebagaimana diterangkan di poin 1 di atas. Dalam kitab Al-Mughni, hlm. 8/204, Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa bolehnya minta cerai bagi istri yang tidak dinafkahi adalah pandangan mayoritas ulama.

فإنَّ الرجل إذا منع امرأته النفقة، لعُسرته وعدَمِ ما يُنفقه، فالمرأةُ مُخَيَّرةٌ بين الصبر عليه وبين فراقه، ورُوِيَ نحو ذلك عن عُمَرَ، وعليٍّ، وأبي هريرة، وبه قال سعيدُ بن المُسَيَّب، والحسنُ، وعمرُ بن عبدالعزيز، وربيعةُ، وحمَّادٌ، ومالكٌ، ويحيى القَطَّان، وعبدالرحمن بن مَهدي، والشافعيُّ، وإسحاقُ، وأبو عبيد، وأبو ثَوْر.

Artinya: Suami apabila tidak menafkahi istrinya karena miskin dan tidak memiliki apapun untuk dinafkahkan maka bagi istri boleh memilih antara sabar dan menceraikan suami. Hukum seperti ini berdasarkan pandangan dari Umar (bin Khattab), Ali (bin Abi Talib), Abu Hurairah. Sependapat dengan hukum ini adalah Said Al-Musayyib, Al-Hasan, Umar bin Abdul Aziz, Rabi'ah, Hammad, Malik, Yahya Al-Qattan, Abdurrahman bin Mahdi, Al-Syafi'i (Imam Syafi'i), Ishaq, Abu Ubaid, Abu Tsaur.

Apalagi, suami sering berbuat maksiat seperti berbohong dan memaksa istri melakukan hubungan intim saat haid yang semestinya haram dan harus ditolak. Kasus ini saja sudah memungkinkan istri meminta cerai.

Baca detail:
- Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta
- Cerai dalam Islam
- Menyikapi Pasangan Selingkuh

MASA IDDAH TALAK

ustad saya mau tanya begini kalo seorang istri di talak.. kemudian sudah 3 kali masa haid tpi belum sampai waktu 30 hari.. terus di rujuk tmpa nikah ulang.. hukumx ustad.. mohon solusix...

JAWABAN

Masa iddah menurut madzhab Syafi'i adalah tiga kali masa suci. Bukan tiga kali masa haid. Baca detail: Masa Iddah Istri yang Dicerai

Kalau sudah menjalani tiga kali masa suci, maka masa iddah sudah habis. Kalau setelah itu suami hendak rujuk, maka harus dilakukan dengan cara akad nikah ulang. Tidak sah rujuknya tanpa nikah ulang. Baca detail: Cerai dalam Islam
TALAK

Assalamualaikum Ustad.... saya seorang istri berumur 40 Tahun mempunyai suami berumur 37 tahun. Belakangan ini pernikaha kami tidak harmonis, hingga saya bertanya ke suami saya, mau dibawa kemana pernikahan kita ini? apakah mau dilanjutkan dengan masing masing kita memperbaiki diri atau mau diakhiri?

Suami saya menjawab : KITA COBA JALAN MASING-MASING DULU, mudah2an ada jalan keluarnya katanya. Jadi kita sepakat untuk jalan masing2 walaupun saya sudah tawarkan kita mulai dari nol dengan memperbaiki diri. Beliau Tetap mau jalan masing2. Saya sarankan cobalah temui orang tuamu dulu siapa tau mereka bisa kasih solusi. Akhirnya setelah pulang ke rumah orang tuanya terungkaplah kalau beliau sudah punya Wanita Lain. Tapi dinasehati orang tuanya utk fikir-fikir dulu sebelum meninggalkan anak dan istri.

Setelah pulang dari rumah orang tuanya dan setelah saya tanyakan beliau berniat untuk memperbaiki hubungan kita. itu jangka waktunya cuma 2 minggu dari keputusan beliau sebelumnya yang bilang KITA JALAN MASING-MASING.
yang ingin saya tanyakan apakah itu sudah jatuh TALAK atau belum? Jika kami berniat memperbaiki hubungan kami apakah kami harus menikah lagi?

Demikian pertanyaan saya, atas jawaban ustad saya ucapkan terima kasih

JAWABAN

Ucapan "kita jalan masing-masing" termasuk kategori talak kinayah. talak kinayah baru jatuh talak apabila disertai dengan niat cerai. Kalau tidak disertai niat cerai maka tidak terjadi talak. Apabila suami ada niat talak saat mengucapkan kalimat tersebut, maka jatuh talak satu. Untuk rujuk kembali, apabila masih dalam masa iddah, maka suami cukup menyatakan "Aku rujuk". Apabila saat mau rujuk masa iddah sudah habis, maka harus dilakukan akad nikah ulang. Baca detail: Masa Iddah Istri yang Dicerai

MENIKAHI PUTRI WANITA YANG PERNAH DIZINAHI

assalamualaikum warohmatulloh

para ustad ponpes alkhairot yang saya hormati maaf saya mau nanya saya seorang laki2 umur 28 rencana saya mau nikah dengan seseorang yang ibu nya pernah (maaf) saya gauli di luar nikah apakah haram hukum nya menikahi wanita tersebut ?

terima kasih

JAWABAN

Kalau anda belum menikah dengan wanita yang anda zinahi, maka boleh menikahi putrinya. Baca detail: Mahram / Muhrim dalam Islam

08/03/18

Hukum Berobat Ke Dukun

Hukum Berobat Ke Dukun
HUKUM BEROBAT KE DUKUN

Assalamualaikum ustadz, sebelumnya saya mohon maaf, saya ingin meralat pertanyaan saya yang sebelumnya pada kalimat "adat jawa" sebenarnya bukan adat jawa tapi lebih ke pengobatan yang tidak bisa saya simpulkan antara dukun sama pengobatan tradisional. Saya harap ustadz tidak mempublikasikan pertanyaan saya yang sebelumnya karena takut menyinggung pihak tertentu. Jadi pertanyaan yang benar seperti ini ustadz.

Jadi begini ustadz waktu dulu saya pernah sakit gatal dikaki kalau gak salah dalam bahasa jawa dinamakan oenyakit kurma, sudah berobat ke dokter tapi gak sembuh-sembuh kemudian ada tetangga saya yang menyanrankan untuk berobat ke dukun, dan akhirnya saya pergi juga, saya gak tau apakah itu dukun atau pengobatan tradisional, cara pengobatannya itu pakek telur goreng yang dijampi-jampi terus ditempelkan ke bagian tubuh, dan ritual lainnya dan dukunnya bilang kalau sudah sembuh disuruh kembali lagi bawa masakan ayam, tapi saya tidak kembali lagi karena saya antara percaya atau tidak dengan pengobatan seperti itu dan penyakit saya juga belum sembuh, dan ketika saya baru sadar kalau itu dosa besar dan saya takut ustadz karena hal yang saya lakukan dan saya langsung bertaubat. Kemudian saya bilang ke keluarga saya yang mengantarkan saya kerumah dukun itu "ternyata melakukan hal semacam itu dosa, dan tidak sesuai ajaran islam" dan saya menyuruhnya bertaubat kemudian dia menjawab "itu tidak apa-apa itu pengobatan cara jawa" tapi selama ini kami masih melaksanakan sholat dan amalan-amalan dalam islam, intinya pengobatan itu kalau didaerah saya jika dilakukan itu dianggap lumrah ustadz tapi menurut saya seperti ke dukun karena pakai jampi-jampi. Ketika saya menghadapi masalah ini saya bertanya kepada bapaknya teman saya yang kebetulan seorang guru agama dan jawabannya hanya kalau kedukun sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Tapi saya takut ustadz jika yang kami lakukan berakibat murtad atau kafir. Dan saya sangat menyesal telah melakukan pengobatan semacam ini ustadz.

1. Bagaimana hukumnya ustadz melakukan hal semacam itu? Apa yang harus saya lakukan.
2. Apakah keluarga saya yang menjawab seperti diatas itu murtad atau kafir karena mengatakan hal semacam itu?
3. Bagaimana agar Allah mengampuni dosa-dosa kita ustadz ?
4. Apakah hal semacam ini bisa menyebabkan seseorang murtad?
5. Apakah saya murtad atau kafir karena melakukan pengobatan semacam itu?

JAWABAN

1. Hukum asal dari berobat ke dukun untuk menyembuhkan penyakit fisik tidak dilarang sebagaimana bolehnya berobat ke dokter, tabib atau sinshe. Namun, hukum mubah (boleh) itu bisa berubah menjadi haram apabila ada cara atau proses yang tidak benar yang melanggar syariah.

Dukun secara umum ada dua tipe, dukun pijat dan dukun penyembuh penyakit. Dukun pijat atau dukun bayi hukumnya boleh secara mutlak. Sedangkan dukun penyembuh penyakit dibagi dua macam: pertama, ada dukun yang dalam menyembuhkan memakai bacaan yang tidak melanggar syariah seperti memakai ayat Quran, hadits, dan semacamnya. Dukun tipe ini tidak dilarang.
Baca detail:
- Hukum Jimat Ayat Al Quran
- Hukum Pesugihan dalam Islam

Kedua, dukun yang dalam mengobati pasien memakai cara dan bacaan yang melanggar syariah. Contohnya seperti dengan menginjak Quran, atau menyuruh pasien tidak shalat, dll. Maka, tipe kedua ini dilarang. Namun haramnya tidak berakibat kafir atau syirik.

Anda mungkin membaca artikel kalangan sempalan Ahlussunnah yang bernama Wahabi Salafi (Sawah) yang menyatakan bahwa datang ke dukun untuk pengobatan pun tidak boleh dan bisa berakibat syirik atau murtad. Padahal tokoh utama ulama Salafi Wahabi, seperti Ibnu Taimiyah dan Al-Usaimin, membolehkan meminta bantuan jin untuk tujuan yang dibolehkan seperti pengobatan. Baca detail: Hukum Meminta Bantuan / Pertolongan pada Jin

2. Tidak. Karena banyak ulama yang membolehkan. Ketika ulama berbeda pendapat, maka orang awam boleh memilih antara dua pendapat tersebut.

3. Untuk yang ini tidak perlu taubat. Namun kalau anda punya dosa besar yang lain seperti berzina atau mencuri, dll, maka lakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

4. Tidak. Kami sarankan anda untuk membaca artikel agama yang ditulis ulama Ahlussunnah dan hindari membaca artikel ulama dan ustadz Wahabi yang keras, sempit dan cenderung menyesatkan. Baca detail: Gerakan Wahabi dan Nama Ulamanya

5. Tidak. Kecuali kalau saat proses pengobatan anda disuruh menyembah dukun itu atau menyembah patung. Baca detail ketidakbenaran teori dan doktrin Wahabi

PENGOBATAN DUKUN

Assalamualaikum,
Saya mau bertanya tentang Reiki menurut Islam
Saya belum lihat secara langsung, tetapi dari teman saya katanya itu reiki semacam pengobatan alternatif yang menghubungkan dengan alam semesta. Tapi dari artikel yang saya baca, reiki itu aliran olah energi yang ditemukan oleh orang jepang bernama Mikao Usui yang bermeditasi di gunung Kurama selama 21 hari, dengan tangannya dapat menyembuhkan penyakit setelah melihat banyak cahaya yang mengitari lalu masuk kedalam tubuhnya.

JAWABAN

Hukum asal dari segala jenis dan metode pengobatan adalah boleh. Yang terpenting tidak ada proses dan tahapan pengobatan tersebut yang melanggar syariah. Pengobatan dengan memakai tenaga dalam dibolehkan dalam Islam karena tidak ada unsur syariah yang dilanggar. Sebagaimana bolehnya pengobatan oleh dokter, tabib, sinshe dan dukun. Baca detail: Hukum Berobat ke Dokter

TAK SENGAJA MENGHINA ALLAH SECARA LISAN DAN HATI

Assalamualaikum wr. Wb

Saya mau tanya. Temen saya pernah baca post di sosial media yang menghina allah pake bahasa kasar bahkan sampe bahasa binatang.

Nah gara2 itu dia malah ikutan ngucapin itu dan setiap kali shalat dalam hatinya ngucapin itu juga padahal dia gak mau ngucap itu cuman gatau kenapa selalu keucap walaupun dalam hati.dan itu berkali2.

Dia selalu berusaha tetap menghilangkan itu tapi kadang masih keucap baik secara lisan maupun dalam hati
Pertanyaan saya
1. Apakah yang dia lakuin walopun bertolak belakang sama hatinya itu termasuk murtad?
2. Kalopun murtad, bagaimana dia bisa menjadi muslim lagi?

Saya mohon jawabannya. Terimakasih

Wassalamualaikum wr. Wb

JAWABAN

1. Tidak termasuk murtad kalau itu di luar kehendak hatinya. Secara psikologis itu disebut penyakit OCD. Baca detail: Penyakit OCD

2. Baca detail: Cara Masuk Islam bagi Kafir dan Murtad