09/01/20

Ragu Apakah Ada Kaki Yang Tak Terbasuh Saat Wudhu


RAGU APAKAH ADA KAKI YANG TAK TERBASUH SAAT WUDHU

Assalamu'alaikum ustadz,

Saya mau bertanya,

1. Saya bulan puasa lalu saya berwudhu dengan mengguyur kaki saya dengan gayung, tetapi hari ini saya ragu apakah ada bagian kaki yg tidak terbasuh pada waktu itu? Apakah sholat saya pada waktu itu sah?

2. Jika di jalan kita menginjak kotoran, tetapi kita tidak mengetahui itu kotoran apa? Apakah itu kotoran kucing, anjing, manusia atau yg lain, bagaimana hukumnya?

3. Saya pada bulan puasa lalu merasa ragu batal atau tidak sholatnya, dikarenakan saya membunyikan persendian kaki, saya ragu melebihi 3x membunyikannya pada waktu bersamaan atau kurang dari itu, apakah sholat saya sah?

Terima kasih atas jawabannya
Jazakallah khoir

JAWABAN

1. Kalau kaki sudah diguyur air, maka hukum wudhunya sah. Karena diduga kuat airnya sudah merata. Dugaan kuat itu sudah cukup, tanpa harus ada kepastian. Baca detail: Dugaan kuat meratanya air sudah sah

2. Hukumnya diambil dari yang paling umum. Kalau umumnya kucing, maka kotoran kucing.

3. Shalat anda sah. Karena gerakan 3x yang membatalkan shalat itu apabila melakukan gerakan yang dianggap besar; bukan gerakan kecil seperti membunyikan persendian jari-jari. Gerakan yang besar itu seperti langkah kaki berturut-turut 3x atau pukulan.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 4/25, menyatakan:

وأما ما عده الناس كثيرا كخطوات كثيرة متوالية وفعلات متتابعة فتبطل الصلاة، قال أصحابنا على هذا الفعلة الواحدة كالخطوة والضربة قليل بلا خلاف والثلاث كثير بلا خلاف. انتهى.

Artinya: Yang dianggap gerakan yang banyak itu seperti langkah kaki yang banyak dan berturut-turut dan perbuatan yang berturut-turut maka membatalkan shalat. Ulama Syafi'iyah menyatakan satu perbuatan (yang besar) itu seperti langkah dan pukulan satu kali itu dianggap sedikit tanpa perbedaan. Tiga kali dianggap banyak tanpa perbedaan.

Terkait apa saja perbuatan kecil di luar gerakan salat yang tidak membatalkan shalat, Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 4/24, menjelaskan:

فلا يضر ما يعده الناس قليلا كالإشارة برد السلام، وخلع النعل، ورفع العمامة ووضعها ولبس ثوب خفيف ونزعه، وحمل صغير ووضعه، ودفع مار، ودلك البصاق في ثوبه، وأشباه هذا.

Artinya: Maka tidak apa-apa (tidak membatalkan shalat) perbuatan yang oleh manusia dianggap kecil seperti memberi isyarat untuk membalas salam, melepas sandal, mengangkat surban dan meletakkannya, memakai baju yang ringan dan melepasnya, membawa anak kecil dan meletakkannya (di lantai), menolak orang lewat (di depannya), mengusap/mengorek ludah di baju, dll.
Baca detail: Shalat 5 Waktu


NIAT SEBELUM AWAL IBADAH

Assalamualaikum

Saya mau tanya pak ustadz. Ada mazhab yang membolehkan berniat sebelum sesaat rukun pertama ibadah ataupun bersuci dan ada yang mengharuskan berbarengan dengan rukun pertama ibadah maupun bersuci.

Pertanyaannya

1. Bagaimana jika saya berniat sebelum sesaat rukun pertama ibadah atau bersuci dan juga berniat berbarengan rukun pertama ibadah ataupun bersuci, mana niat yang akan diterima dan sah ? Yang sebelum atau berbarengan ?

2. Bagaimana Jika diantara kedua cara berniat seperti no.1 itu ada yang salah, misalnya niat yang berbarengan rukun pertama salah tapi yang sesaat sebelum rukun pertama yang benar apakah niat yang sesaat sebelum rukun itu yang sah ?

Dan atau niat sebelum sesaat rukun pertama yang salah, tetapi niat saat berbarengan rukun pertama benear, mana yang diterimana niatnya dan sah ?

3. Boleh kah berniat 2 kali seperti saya pak ustad demi kehati-hatian ?

JAWABAN

1. Dua hal itu sama-sama sah menurut madzhab Syafi'i. Jadi, cukup pilih salahsatunya. Baca detail: Niat Sebelum Perbuatan

2. Karna niat cukup satu kali, maka pertanyaan ini tidak relevan.

3. Bagi penderita was-was seperti Anda sebaiknya yang dilakukan cukup cara yang pertama, yakni niat sebelum perbuatan. Jangan mencari cara lain yang justru akan kembali menimbulkan was-was pada Anda. Baca detail: Niat Sebelum Perbuatan


AIR MUSTAKMAL SAAT WUDHU

Assalaamu’alaikum...
Pak Ustad, saya mau bertanya mengenai masalah bersuci

1) Saat berwudhu kan pasti ada air mustakmal yang menyiprat di kaki, nah ketika saya sampai pada bagian membasuh kaki, apakah air suci mutlak yang mengalir bercampur dengan air mustakmal yang dimaafkan berada pada kaki itu boleh langsung saya ratakan ke semua bagian kaki?

2) Apakah air mustakmal yang menyiprat dan menetes ke tubuh saya ketika saya mandi junub itu dimaafkan?

3) Ketika saya akan membasuh kaki saat mandi junub kan, pasti kaki saya ada air mustakmalnya. Apa yang harus saya lakukan Pak Ustad? Apakah saya harus menghilangkan air mustakmalnya dulu baru dibasuh, atau langsung saya basuh kaki saya yang masih ada air mustakmalnya?

Demikian pertanyaannya,
Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

1. Boleh. Baca detail: Hukum Air Suci Terkena Bekas Wudhu

2. Ya, dimaafkan.

3. Langsung saja dibasuh. Baca detail: Batasan air Jadi Musta'mal

21/12/19

Hukum Menggambar Karakter Tak Bernyawa Yang Diberi Kaki Dan Tangan

MENGGAMBAR KARAKTER TAK BERNYAWA YANG DIBERI KAKI DAN TANGAN

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Bissmillah

Sebelumnya saya sudah membaca artikel tentang haram tidaknya menggambar, saya sudah baca semua beserta komentar-komentar. Tapi dari situ ada poin yang saya masih belum paham.

Belakangan ini saya punya ide untuk membuat komik yang memotivasi tetapi tidak mempunyai karakter, kalau ada pun hanya benda benda mati yang diberi tangan kaki.

Saya ingin bertanya, apakah menggambar makhluk tak bernyawa (semisal vas bunga, potongan puzzle, dan semacamnya) yang diberi tangan kaki (hanya tangan kaki) itu termasuk haram atau boleh-boleh saja?

Terima kasih sebelumnya
Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

Boleh.
Baca detail:
- Hukum Gambar dan Patung
- Hukum Patung tidak sempurna

FIRASAT KEMATIAN

Assalamualaikum
Ustad saya mau tanya, saya pas lagi sholat tarawih awal tiba" berkata dalam hati bahwa saya tidak akan sampai tahun depan karena rasanya beda dari puasa lalu, apa itu merupakan firasat bahwa saya akan meninggal tahun depan?mohon penjelasannya terimakasih
Wassalamu'alaikum

JAWABAN

Itu hanya ilusi atau delusi pikiran anda. Hilangkan perasaan semacam itu. Hanya Allah yang Maha Tahu kapan seseorang akan meninggal. Sekarang, fokuskan untuk mengisi hari-hari anda untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Baca detail: Tanda Kematian


HUKUM MEMAKAI SHAMPO PENGHITAM RAMBUT

Assalammualaikum,,,, Bagaimana hukum menggunakan shampo penghitam rambut,,,Apa hukumnya sama dengan cat/pikok rambut hitam tidak Boleh?
Bagaimana Jika sudah Terlanjur menggunakan shampo penghitam Rambut,Apa Harus Di Gunduli?

JAWABAN


Tidak apa-apa menggunakan shampo penghitam rambut asalkan terbuat dari bahan yang suci / tidak najis menurut sebagian ulama. Baca detail: Hukum Cat / Semir Rambut


BOYONG DARI PONDOK SEBELUM SELESAI TUGAS, APAKAH DOSA?

Assalamualikum wr. Wb
Salam ta'dzim ustad
Saya mau bertanya ustad, tentang hukum seorang santri hafal qur'an. Di pondok saya jika udah hapal qur'an itu disuruh bersumpah untuk pengabdian selama 4 tahun. Menurut keluarga itu terlalu berat. Belum ada 4 tahun udah disuruh boyong.sedangkan saya belum lancar2 sekali qur'annya ustad. Saya pernah mendengar bahwa penghafal qur'an itu harus jelas sanadnya.karna itu termasuk tanggungan akhirat.
Pertanyaan saya
1.berdosakah saya jika guru saya tidak meridhoi atas Boyongnya saya
2.masihkah bisa selamat quran saya nanti di akhirat karna tak mendapat sanad
3.jikalau saya berangkat mondok berdosakah juga jika membuat ortu marah
Cukup sekian ustad yang saya tanyakan semoga ustad berkenan untuk menjawab
Terimakasih banyak
Wassalamualaikum wr. Wb

JAWABAN

1. Berdosa karena anda sebelumnya sudah menyanggupi kewajiban itu. Itu sama dg berbohong. Dan bohong itu dosa. Baca detail: Bohong dalam Islam

2. Masih. tidak ada kewajiban syariat untuk memiliki sanad dalam menghafal Al Quran. Baca detail: Hukum Ijazah Sanad Al Quran


BAYAR HUTANG YANG TIDAK DIKETAHUI ALAMATNYA

assalamualaikum ustadz saya mau tanya, bagaimana cara membayar hutang kepada orang (sudah tidak ada kontaknya lagi bahkan saya juga tidak tau sekarang dia tinggal dimana) ?

JAWABAN

Keluarkan senilai hutang tersebut untuk fakir miskin. Baca detail: Hutang dalam Islam


19/12/19

Jodoh: Calon Tak Direstui Kakak Sulung

PILIHAN ANAK KETIGA DITOLAK ANAK KE-1

Assalamukalaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz.
Mohon penjelasan Ustadz.
Nama saya Widhi di Semarang.
Saya ayah 3 anak laki2. Anak 1 sudah menikah.Kami Muslim.
Anak bungsu (ke-3) berteman akrab wanita yang dipilih untuk calon istri.Pertemanan sejak kuliah di Semarang +/- 6 th.
Kakak no.1 sudah berkenalan. Sekaligus mewakili saya.
Saya belum dikenalkan,mengingat meteka posisi bekerja di Jakarta. Sedangkan saya di Semarang.
Hasil perkenalan 2 (dua) kali,menilai bahwa calon pilihan ini tidak baik dalam hal akhlak berbicara kepada orang lebih tua.Diberitahu dan ditegur pada perkenalan pertama,agar lebih santun. Namun perkenalan kedua sopan santun tidak sesuai harapan.
Status wanita ini,agama Islam,bekerja di Jakarta. Putri pertama dari 2 (dua) saudara.Orangtua nya Islam domisili Jawa Timur.
Perihal ini membuat saya bimbang.
Kalau saya setuju pendapat anak no.1 mk anak ke 3 "melawan" saya dan akan nekad maksa.Kalau saya setuju pilihan anak ke 3 mk anak no.1 memutus silaturahim baik kepada saya maupun anak ke 3.

Pertanyaan: Bagaimana sikap pilihan saya. Dari syariah nya atau dari akhlak sopan santun nya untuk menerima atau menolak pilihan anak ke 3 ?
Mengingat saya belum jumpa kenal.
Mohon Ustadz memberikan jawaban beserta dalil Ustadz. Untuk pedoman saya.
Jazakumullah.
Wassalamukalaikum warohmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

Pertama, perlu diketahui bahwa seorang anak lelaki memiliki hak untuk memilih calon pasangannya sendiri. Bahkan ia boleh menikahi calonnya walaupun seandainya tanpa persetujuan orang tuanya. Ia juga berhak untuk menolak pilihan orangtuanya dalam masalah jodoh. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Oleh karena itu, maka keputusan terbaik bagi anda sebagai ayah adalah merestui calon pilihan anak ke-3 terutama karena calonnya sudah memenuhi syarat dasar dari seorang calon istri yaitu dia muslimah dan berasal dari keluarga muslim. Namun demikian, tidak ada salahnya apabila anda bertemu wanita tersebut secara langsung agar anda lebih mantap dalam memberikan keputusan.

Perihal sikap anak ke-1 yang tidak setuju atas pilihan adiknya, maka itu haknya untuk bersikap demikian. Namun, dia tidak berhak untuk mengatur terlalu jauh sampai pada level memaksakan kehendak. Apalagi sampai mengancam untuk memutuskan hubungan silaturahmi. Kalau itu yang dilakukannya, maka yang salah dan berdosa besar adalah dia (anak ke-1), bukan anda maupun anak ke-3. Baca detail: Wajibnya Silaturahmi dan Haram Memutuskannya

Ingatkan pada anak ke-1 untuk menjaga perilakunya dan wajib baginya untuk taat pada keputusan ayahnya. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

MIMPI MELIHAT JAMAAH BACA SURAH YASIN

assalamualaikum wr.wb

Saya siti rokhimah usia 28 tahun. sudah menikah dan belum mempunyai anak.

setelah saya sholat tahajud jam 02:35 saya kembali tidur lalu bermimpi
"sedang menghandel reuni sma dan smp sekaligus organisasi extra kampus dalam waktu yang bersamaan dan di tempat yang sama, yakni di rumah orang tua saya di kampung. saat saya sedang menunggu teman2 reuni datang satu persatu di rumah tetangga (depan) terjadi konflik yang mengakibatkan 2 kelompok. ada yang berkumpul di tetangga ada yang sedang menunggu di rumah saya. sedang saya harus lari kesana kesini demi melerai perseteruan mereka karna tiba-tiba ingin membatalkan pertemuan yang sudah saya siapkan di rumah. saya membujuk mereka untuk duduk bersama tetapi tidak mau dan mengharuskan saya untuk berlari ke rumah dan ke tetangga tempat mereka berkumpul. saat melerai belum selesai tibalah para anggota extra kurikuler islam kampus saya dengan memakai pakaian putih-putih seperti para jamaah dan mengagetkan ayah saya, saking banyaknya mereka (karna saya lupa kalau ada janji untuk menerima mereka buat acara sebelum berangkat ke acara sesungguhnya). karna saya lupa jadi saya tidak menyediakan mc, makanan, dsb. sehingga tiba-tiba mereka membaca surah yasin walau sepenggal. kemudian berhenti. karna reuni smp dan sma saya sudah benar-benar mengabaikan saya dan membatalkan acara yang sudah saya siapkan secara sepihak. (sebelum bubar dan saya mengutarakan sepatah dua patah kalimat permohonan maaf, ada salah satu teman saya yang berjualan buah yang terbilang unik, yakni buah strawberry saat di belah isinya nanas dan saya pun melihat banyak buah-buahan seperti anggur hitam dsb) maka kemudian saya bergabung dengan mereka (extra) untuk membahas rangkaian susunan acara. ada yg membahas tentang aswaja ke-NU-an, dsb. kemudian saya terbangun dan sholat shubuh".

seperti itulah mimpi saya di hari senin ini.
terima kasih

wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Bagi perempuan yang sudah menikah dan belum memiliki anak, maka mimpi ini bisa menjadi isyarat bahwa anda akan segera memiliki anak dalam waktu yang tidak akan lama. Makna ini apabila mimpi tersebut berasal dari bisikan malaikat. Demikian menurut kitab tafsir karya Ibnu Sirin. Baca detail: Kitab Tafsir Mimpi

Sedangkan apabila mimpi itu berasal dari jin atau diri sendiri maka tidak ada makna apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

17/12/19

Hukum Memberi Parcel Pada PNS

MEMBERI PARCEL PADA PNS

Assalamualaikum.

Saya bingung harus bagaimana membicarakan hal ini dengan orang tua. Parcel adalah hal umum yang diberikan saat lebaran. Tapi menurut menteri & KPK ilegal jika parcel diberikan ke pejabat atau PNS (swasta atau pengusaha boleh). Karna ditakutkan ada unsur suap.

Orang tua saya keduanya PNS. Tiap tahun selalu ada parcel. Bukan dari kantor tapi dari bank konvensional. Saya tidak tahu apakah niat memberinya sebagai salah satu nasabah terbaik atau karena jabatan orang tua sebagai kepala seksi. Karena mungkin saja ada kerja sama antara kantor orang tua dengan bank tersebut. Kebetulan orang tua kepala seksi di instansi yang sama tapi beda kantor.

Yang membingungkan saya :

1. Apakah parcel tersebut haram menurut hukum Islam meski niatnya hanya memberi tapi secara hukum negara ilegal?

2. Sampai sekarang saya tidak mau memakan parcelnya. Orang tua & adik saya sudah memakan sebagian parcelnya. Orang tua saya tipe ibadahnya cenderung sesuai kebiasaan masyarakat umum tanpa mau mencoba mencari tahu hukum agama seperti apa. Contohnya seperti parcel yang dianggap umum diberikan. Apakah saya akan ikut menanggung dosa jika secara Islam parcel haram karna dianggap gratifikasi?

3. Untuk harta syubhat dari semua referensi hukum Islam yang saya tahu jika harta haramnya lebih sedikit maka yang menerima seperti saya sebagai anak mendapat harta syubhat dari orang tua, hukumnya halal bagi penerima. Karna saya & adik saya bukan PNS yang diberi langsung parcel oleh bank konvensional, apakah halal jika memakannya?

JAWABAN

1. Haram. Karena PNS adalah abdi negara yang harus taat pada aturan negara.

2. Tidak ikut menanggung dosa orang lain. Cukup bagi anda tidak ikut melakukannya. Namun akan lebih ideal apabila anda memberitahu mereka (keluarga). Baca detail: Ideologi Amar Makruf Nahi Munkar

3. Khusus untuk parcel tetap haram bagi anda memakannya. Karena sudah jelas itu diharamkan. Yg dimaksud boleh makan harta syubhat adalah apabila harta itu sudah bercampur baur dg harta yang halal dan tidak bisa lagi dibedakan. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

CARA MEMBERSIHKAN DOSA PONSEL

Ustadz izin bertanya.. saya sudah paham bahwa menonton film porno itu dilarang karena menyebabkan beberapa hal. Yang menjadi pertanyaan saya adalah

1. Bagaimana cara membersihkan atau mensucikan ponsel yang sudah pernah dipakai untuk melihat film porno tersebut?

2. Apakah sudah cukup cuman di format memorinya atau ada proses mensucikannya lagi ?

JAWABAN

1. Hapus konten pornonya. Kalau sudah dihapus, maka si ponsel sudah bersih.

2. Tidak perlu. Yang dosa itu kan yang punya ponsel, yakni anda. Ponselnya tidak ada dosa karena dia bukan orang mukalaf. Hanya benda mati.
Baca detail: Cara Taubat Nasuha


UTANG SPP SEKOLAH

Saya mau bertanya waktu saya mau lulus SMA. Saya dapat pemberi tahuan dari TU kalau uang spp saya belum lunas. Padahal saya merasa kalau saya sudah melunasi uang spp tersebut. Lalu saya bertanya ke bendahara kelas yg bertugas menyerahkan uang spp ke TU. Dengan bingung dia menjawab tidak tahu. Pada saat mau kelulusan saya ditanyai wali kelas saya tentang hal tersebut dan saya menjawab saya sudah membayarnya. karena pd saat itu saya merasa sudah membayarnya. Singkat cerita tiba tiba TU tidak menanyai lagi masalah tersebut. Tapi saya curiga kalau wali kelas saya yang melunasinya. Terus apakah saya harus mengganti kepada wali kelas saya karena dia juga tidak mengatakan kalau dia membayarnya. Dan juga kejadiannya sudah sangat lama. Saya pun tidak tahu alamat rumah wali kelas saya

JAWABAN

Kalau anda yakin sudah membayarnya, maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi. Apalagi pihak sekolah sudah tidak menanyakan hal itu lagi.

Hutang memang wajib dilunasi. Baca detail: Hutang dalam Islam

Namun kalau anda yakin tidak punya hutang SPP maka kewajiban itu tidak lagi ada. Namun demikian, kalau anda menduga masalah itu diselesaikan wali kelas anda, maka tidak ada salahnya anda menanyakan hal itu pada beliau kalau suatu hari berjumpa kelak.


NILAI UJIAN SEKOLAH

Assalamualaikum,
Ustadz, pada saat saya mengikuti Ujian sekolah, saya tidak mengikuti salah satu mata pelajaran yang diujikan, Tapi oleh pihak sekolah ditulis nilai mata pelajaran tersebut dan meluluskan saya begitu saja.
Dan ini sepenuhnya kewenangan pihak sekolah.

Apakah boleh Ijazah saya ini dipakai untuk melamar kerja atau mendaftar di universitas?. Syukron atas jawabannya.

JAWABAN

Boleh. Tidak ada halangan bagi anda. Ijazah anda telah dikeluarkan secara resmi oleh pihak sekolah tempat anda belajar, maka berarti ia sah dijadikan alat bukti kelulusan anda. Di luar itu, bukan lagi urusan anda. Baca detail: Bisnis dalam Islam

Memberi Nama yang Baik Bagi Anak

Memberi Nama yang Baik Bagi Anak
NAMA YANG SUNNAH, MUBAH, HARAM DAN MAKRUH DIGUNAKAN UNTUK NAMA ANAK

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Saya mau tanya mengenai nama anak saya. Saya sudah terlanjur memberi nama anak saya dan sudah terdaftar di catatan sipil. Adapun nama anak saya yaitu "Muhammad Harun Althafarrasyid". Saya mendapat inspirasi dari nama nabi, kholifah, dan harapan menjadi anak yang berhati lembut dan berakal cerdas.

Yang saya tanyakan, apakah nama anak saya tersebut keliru, karena ada nama asmaul husna disitu, meskipun bukan bertujuan menamai atau menyerupai Allah SWT, tetapi harapan memiliki sifat lembut dan cerdas dalam ukuran sifat manusia? Terima kasih Ustadz, Wassalamu 'alaikum Wr.Wb.

JAWABAN

Terjadi perbedaan ulama terkait nama Al-Rasyid apakah termasuk Asmaul Husna atau bukan. Mayoritas ulama menganggap bukan karena tidak ada dalam Al-Quran maupun hadits.

Ulama yang memasukkan kata Al-Rasyid sebagai asmaul husna adalah Al-Walid bin Muslim, Ibnu Mundah, Ibnul Arabi dan Al-Baihaqi. Mereka mendasarkan argumennya pada ayat dalam QS Al-Kahfi 18:17 "وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا" di mana di situ ada kata "mursyid" yang maknanya sama dengan rasyid (pemberi petunjuk).

Adapun mayoritas ulama tidak memasukkan nama tersebut ke dalam Asmaul Husna karena tidak disebut secara eksplisit di Quran maupun hadits.

Selain itu, bahkan bagi ulama yang berpendapat bahwa al-rasyid adalah salah satu asmaul husna, tetap tidak ada larangan untuk memakai nama al-rasyid karena nama ini tidak khusus untuk nama Allah.

Sebagaimana diketahui, nama yang terkait dengan asmaul husna itu ada dua tipe: (a) khusus untuk Allah dan (b) bersifat umum (musytarakah) untuk nama makhluk. Nama yang khusus untuk Allah tidak boleh dipakai untuk nama manusia kecuali diberi tambahan kata 'abdu' (hamba) seperti Abdullah, abdulrohman, dll. Sedangkan nama yang bersifat umum antara asmaul husna dan nama atau sifat makhluk maka boleh memakai kata 'abd' dan boleh tidak memakai kata 'abdu'. Contohnya seperti: karim (كريم), kabir (كبير), rahim (رحيم), rauf (رءوف), rasyid (رشيد), ali (عليّ), mukmin (مؤمن)

Kata-kata tersebut selain menjadi bagian dari asmaul husna juga biasa dipakai untuk menyifati karakter seseorang seperti الرجل الكريم (pria yang mulia atau dermawan), رجل رحيم (pria yang pengasih), dll.

Dengan demikian, maka tidak ada yang salah dengan nama Al-Rasyid untuk putra anda. Apalagi niat anda sejak awal adalah harapan agar dia memiliki sifat lembut dan cerdas seorang manusia.

URAIAN

NAMA ALLAH ADA DUA JENIS

Asmaul Husna ada dua macam: (a) nama umum yang dipakai sebagai nama Allah dan sekaligus digunakan (musytarokah) menyifati makhluk-Nya; (b) nama yang khusus hanya untuk Allah saja.

ASMAUL HUSNA YANG TIDAK KHUSUS ALLAH BOLEH DIJADIKAN NAMA ORANG

Pertama, nama asmaul husna yang musytarokah (berbagi) dengan sifat makhluknya boleh dijadikan nama manusia dan maknanya dimaksudkan untuk arti yang sesuai dengan sifat manusia.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Nasai Nabi bersabda:

عن شريح بن هانئ عن أبيه هانئ: أَنّهُ لَمّا وَفَدَ إِلَى رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم مَعَ قَوْمِهِ سَمِعَهُمْ يَكْنُونَهُ بِأَبِي الْحَكَمِ فَدَعَاهُ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم فقالَ: إِنّ الله هُوَ الْحَكَمْ وَإِلَيْهِ الْحُكْمُ، فَلِمَ تُكْنَى أَبَا الْحَكَمِ؟ فقالَ: إِنّ قَوْمِي إِذَا اخْتَلَفُوا في شَيْءِ أَتُوْنِي فَحَكَمْتُ بَيْنَهُمْ فَرَضِيَ كِلاَ الْفَرِيقَيْنِ، فَقَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: مَا أَحْسَنَ هَذَا فَمَا لَكَ مِنَ الْوَلَدِ؟ قالَ: لِي شُرَيْحٌ وَمُسْلِمٌ وَعَبْدُ الله. قالَ: فَمنْ أَكْبَرّهُمْ؟ قالَ قُلْتُ: شُرَيْحٌ قالَ: فأَنْتَ أَبُو شُرَيْحِ. رواه أبو داود والنسائي

Artinya: Dari Syuraih bin Hani' dari ayahnya, yakni Hani', saat ia datang bersama kaumnya menghadap Rasulullah, Nabi mendengar bahwa Hani diberi gelar Abul Hakam. Nabi memanggilnya dan bertanya, "Allah adalah Al-Hakam, dan pada Allah adanya hukum. Mengapa engkau digelari dengan Abul Hakam?" Hani' menjawab, "Kaumku apabila berselisih selalu datang padaku lalu aku yang memutuskan. Kedua pihak rela dengan keputusanku." Nabi bersabda, "Alangkah baiknya ini! apakah engkau punya anak?" Hani menjawab, "Ada, namanya Syuraih, Muslim dan Abdullah." Nabi bertanya, "Siapa yang tertua?" Hani' berkata, "Aku menjawab, Syuraih" Nabi bersabda, "Engkau (panggilanmu sekarang) Abu Syuraih."

Hadits ini menjelaskan bahwa memakai salah satu nama Allah -- seperti al-hakam -- dengan mengidentikkan diri sama dengan arti makna tersebut -- pembuat hukum / keputusan -- adalah dilarang.

Adapun memakai nama salah satu nama Allah tapi tidak dimaksudkan untuk menyamai sifat Allah, maka itu tidak dilarang sebagaimana disebut di atas. Sebagian ulama mensyaratkan asalkan penulisan nama secara nakirah, bukan isim makrifat. Tidak memakai al (أل). Seperti 'karim' bukan al-karim, dst.

Namun Ibnu Abidin berpendapat boleh dalam bentuk isim makrifat:

وظاهره الجواز ولو معرفاً بأل وظاهره الجواز ولو معرفاً بأل)، قال الحصكفيّ ( يُراد في حقنا غير ما يُراد ‏في حق الله تعالى

Artinya: Boleh (memakai nama asmaul husna yang bersifat umum) walaupun dalam bentuk makrifat dengan al. Al-Haskafi berkata: Yang dimaksud dalam hak kita -- manusia -- adalah selain yang dimaksud dengan hak Allah.

ASMAUL HUSNA YANG KHUSUS ALLAH HARAM DIPAKAI UNTUK NAMA ORANG KECUALI DITAMBAH KATA ABDU

Kedua, asmaul husna yang khusus untuk Allah. Maka, tidak boleh digunakan untuk nama manusia kecuali dengan menambah kata 'abdu' (hamba). Asmaul Husna yang bersifat khusus ini menurut Ibnul Qayyim dalam kitab Tuhfatul Maudud, hlm. 98, adalah: Allah (الله), al-khaliq (الخالق), al-rahman (الرحمن), al-quddus (القدوس), al-awwal (الأول), al-akhir (الآخر), al-bathin (الباطن), Al-Hakam (الحكم), Al-Ahad (الأحد), Al-Somad (الصمد), Al-Rozzaq (الرزاق), Al-Jabbar (الجبار), Al-Mutakabbir (المتكبر), Allamul Ghuyub (علام الغيوب). Inilah konteksnya hadits di atas mengapa Rasulullah merubah nama Abul Hakam menjadi Abu Syuraih.

Memakai nama Asmaul Husna yang khusus dengan tambahan Abdu adalah boleh, bahkan sunnah berdasarkan sabda Nabi:

فقد روى مسلم من ‏حديث ابن عمر رضي الله عنهما أنه قال: قال صلى الله عليه وسلم: " إن أحب أسمائكم ‏إلى الله: عبد الله وعبد الرحمن "، وروى مثله أبو داود من حديث أبي وهب الجشمي.

Artinya: Dari Ibnu Umar Nabi bersabda "Nama kalian yang paling disukai Allah adalah Abdullah dan Abdurrohman." (HR. Muslim)

Mayoritas ulama menyatakan hadits ini menjadi dalil sunnahnya memakai nama Asmaul Husna dengan tambahan abdu di depannya. Terutama Asmaul Husna yang khusus untuk Allah.

Adapun dalil haramnya memakai nama Asmaul Husna yang khusus untuk Allah adalah hadits berikut:

أَخْنَى الأَسْمَاءِ يَوْمَ القِيَامَةِ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ

Artinya: Sehina-hinanya nama di sisi Allah pada hari Kiamat kelak adalah seseorang yang bernama Malikil Amlak (raja diraja)". (HR. Bukhari)

أغيظ رجل على الله يوم القيامة ، أخبثه واغيظه عليه : رجل كان يسمى ملك الأملاك ، لا ملك إلا الله

Artinya: Hamba terburuk di sisi Allah pada hari kiamat adalah pria yang bernama Malikul Amlak. Tidak ada Raja kecuali Allah.

Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Bari, hlm. 10/590, menyatakan:

اسْتُدِلَّ بِهَذَا الْحَدِيثِ عَلَى تَحْرِيمِ التَّسَمِّي بِهَذَا الِاسْمِ ؛ لِوُرُودِ الْوَعِيدِ الشَّدِيدِ ، وَيَلْتَحِقُ بِهِ مَا فِي مَعْنَاهُ مِثْلُ : خَالِقِ الْخَلْقِ ، وَأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ، وَسُلْطَانِ السَّلَاطِينِ ، وَأَمِيرِ الْأُمَرَاءِ ، وَقِيلَ : يَلْتَحِقُ بِهِ أَيْضًا مَنْ تَسَمَّى بِشَيْءٍ مِنْ أَسْمَاءِ اللَّهِ الْخَاصَّةِ بِهِ : كَالرَّحْمَنِ ، وَالْقُدُّوسِ ، وَالْجَبَّارِ " انتهى من

Artinya: Hadits ini menjadi dalil atas haramnya membuat nama orang dengan memakai nama ini karena adanya ancaman yang keras. Disamakan dengannya nama yang serupa, seperti Khaliqul Khalq, Ahkamul Hakimin, Sulton Al-Salatin, Amirul Umara. ....

NAMA LAIN YANG HARAM DIGUNAKAN

Selain haram memakai nama Asmaul Husna yang khusus Allah tanpa tambahan abdu, haram juga dua jenis nama berikut:

(a) Nama yang hanya layak disandang oleh Nabi Muhammad seperti "Sayyidu waladi adam' (tuan semua anak adam) dan "Sayyidun Nas" (tuan seluruh umat manusia). Ini pendapat ulama madzhab Hanafi.

(b) Memberikan nama "Abdun" (hamba) yang disandarkan pada selain nama Allah, seperti "Abdul Uzza" (hamba uzza, berhala orang-orang kafir quraisy) atau "Abdul Ka'bah" (hamba ka'bah).

NAMA YANG MAKRUH DIPAKAI NAMA ORANG

Nama yang makruh (sangat tidak dianjurkan atau kurang baik) ada dua:

1. Nama-nama yang yang biasa dibuat untuk tathoyyur ( Meramal adanya suatu hal ) seperti "Robah" (keuntungan), "Aflah" (keberuntungan), Najah (Kesuksesan), "Yasar" (kemudahan), atau Nafi' (orang yang bermanfaat) berdasarkan hadits nabi ;

لا تُسَمِّ غُلَامَكَ رَبَاحًا وَلَا يَسَارًا وَلَا أَفْلَحَ وَلَا نَافِعًا

Artinya: Janganlah kamu memberi nama anakmu dengan 'Rabah' (beruntung), 'Yasar' (Mudah), Aflah (paling beruntung), dan Nafi' (bermanfaat)". (HR Muslim)

2. Nama-nama yang pada umunnya tidak disukai. Seperti "Harb" (peperangan), "Murroh" (pahit), "Syihab" (Obor), "himar" (keledai), "Kalb" (anjing), "Zholim" (orang yang semena-mena) atau nama orang-orang zholim seperti "Fir'aun".

Berdasarkan hadits riwayat Malik dalam Al-Muwatto'

عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلَقْحَةٍ تُحْلَبُ مَنْ يَحْلُبُ هَذِهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ مُرَّةُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْلِسْ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَحْلُبُ هَذِهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ فَقَالَ حَرْبٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْلِسْ ثُمَّ قَالَ مَنْ يَحْلُبُ هَذِهِ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اسْمُكَ فَقَالَ يَعِيشُ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْلُبْ

"Dari Yahya bin Sa'id bahwa Rasulullah berkata tentang unta yang hampir melahirkan lalu diperah susunya: "Siapa yang akan memerah susu ini?" Lalu berdirilah seorang laki-laki, Rasulullah bertanya: "Siapa namamu?" laki-laki itu menjawab; "Aku Murrah." Rasulullah berkata: "Duduklah! " beliau bertanya lagi: "Siapakah yang akan memerah susu ini?" berdirilah seorang laki-laki. Rasulullah bertanya: "Siapa namamu?" laki-laki itu menjawab, "Aku Harb." Rasulullah berkata: "Duduklah! " beliau bertanya lagi: "Siapakah yang akan memerah susu ini?" lalu berdirilah seorang laki-laki. Rasulullah bertanya: "Siapakah namamu?" laki-laki itu menjawab; "Ya'isy." Rasulullah pun kemudian berkata kepadanya: "Perahlah! ". ( Al-Muwatto', no.1540 ).

NAMA YANG SUNNAH

Nama yang disunnahkan ada beberapa jenis sbb:

1. Nama Allah dalma Asmaul Husna dengan menambah kata 'abdu' (hamba) sebagaimana disebut di atas.

2. Nama apapun yang memiliki arti yang baik dan tidak dilarang.

3. Nama para Nabi. Berdasarkan hadits

تَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ الْأَنْبِيَاءِ، وَأَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ، وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَأَصْدَقُهَا حَارِثٌ، وَهَمَّامٌ، وَأَقْبَحُهَا حَرْبٌ وَمُرَّةُ

Artinya: Buatlah nama sebagaimana nama para Nabi, nama yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan 'Abdurrahman. Dan Yang paling benar adalah Hammam dan Harits dan yang paling jelek adalah Harb dan Murroh". (Sunan Abu Dawud, #4950)

HUKUM MERUBAH NAMA SAAT DEWASA

Wajib mengubah nama yang buruk dan sunnah merubah nama yang makruh saat dewasa.

M Amin Al-Kurdi, Tanwirul Qulub, hlm. 234 menyatakan:

وَيَجِبُ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمُحَرَّمَةِ وَيُسْتَحَبُّ تَغْيِيْرُ اْلأَسْمَاءِ الْمَكْرُوْهَةِ.

Artinya, “Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah,”

Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, hlm. 2/305, menegaskan:

التَّسْمِيَّةُ بِعَبْدِ الْكَعْبَةِ أَوْ عَبْدِ الْحَسَنِ أَوْ عَبْدِ عَلِيٍّ وَيَجِبُ تَغْيِيْرُ اْلاسْمِ الْحَرَامِ عَلَى اْلأَقْرَبِ لِأَنَّهُ مِنْ إِزَالَةِ الْمُنْكَرِ وَإِنْ تَرَدَّدَ الرَّحْمَانِيُّ فِيْ وُجُوْبِهِ وَنَدْبِهِ .

Artinya, “Disunahkan memperbagus nama sesuai hadits, ‘Kamu sekalian akan dipanggil pada hari Kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian. Oleh karena itu, pilihlah sebutan yang baik untuk nama kalian.’ Dimakruhkan nama-nama yang berarti jelek, seperti himar (keledai) dan setiap nama yang diprasangka buruk (tathayyur) penafian atau penetapannya... Haram hukumnya menamai seseorang dengan ‘Abdul Ka’bah,’ ‘Abdul Hasan,’ atau ‘Abdu Ali’ (Hamba Ka’bah, Hamba Hasan atau Hamba Ali). Menurut pendapat yang lebih shahih, (seseorang) wajib mengubah nama yang haram karena berarti menghilangkan kemungkaran, walau Syekh Ar-Rahmani ragu perihal kewajiban atau kesunnahan mengubah nama demikian,”


11/12/19

Warisan Peninggalan Untuk Suami Dan Anak Kandung

WARISAN PENINGGALAN UNTUK SUAMI DAN ANAK KANDUNG

assalamualaikum pak kyai..
ibu saya meninggal th 2016 , ibu meninggalkan 3 anak,,yaitu :satu perempuan dan 2 laki - laki,, ibu angkat dan suami,, dulu ibu menikah 2 kali,, yg pertama sudah cerai punya anak perempuan itu adalah kakak saya ,, trs menikah lagi sama bapak saya sampai ibu meninggal punya anak 2 laki laki, yaitu saya dan adik saya,, jd mohon petunjuk pak kyai cara pembagianya.. memang saya merenovasi rumah sebelum ibu meninggal, banyak yg bilang klo saya merenovasi setelah ibu meninggal aku bisa minta ganti, tp ini saya merenovasi sebelum meninggl ,, jdi katany saya gk berhak minta, karena bakti saya ke orang tua.. makasih pak kyai..
mohon petunjuknya... wa alaikum salam

JAWABAN

Pertama, Pembagiannya sbb:
a) Suami terakhir mendapat 1/4
b) Sisanya yang 3/4 dibagikan pada ketiga anak kandung, baik dari suami pertama maupun suami kedua dg rincian sbb: dua anak lelaki masing-masing mendapat 2/5, satu anak perempuan mendapat 1/5 (dari 3/4 harta waris)

Baca detail: Hukum Waris Islam

Baca juga: Cara membagi warisan

Kedua, tentang biaya renovasi rumah itu tergantung dari niat saat si anak pada saat merenovasi. Apabila niat berbakti atau hibah maka tidak perlu diganti. Baca detail: Hibah dalam Islam

Apabila saat itu niatnya menghutangi, maka bisa mengambil dari harta warisan ongkos renovasinya sebelum harta warisan dibagikan. Baca detail: Hutang dalam Islam

HUKUM WARIS UNTUK IBU DAN ANAK KANDUNG

Assalamu'alaykum wR. wB.

Kepada Dewan Pengasuh (Pimpinan) dan Majelis Fatwa
Pondok Pesantren Al-Khoirot Malang

Bismillah,

Dengan hormat,

Kami bermaksud menanyakan mengenai Hukum Waris atas peninggalan Bapak kami.

Kami 6 bersaudara, 5 laki-laki dan 1 perempuan. Bapak kami 8 bersaudara, 3 laki-laki dan 5 perempuan. Saat Bapak kami meninggal nenek kami (ibu beliau) masih hidup.

Saat ini terjadi pengakuan waris dari adik-adik Bapak kami yang menuntut hak atas bagian waris dari nenek kami.

Mohon dijelaskan mengenai pembagian waris dari peninggalan Bapak kami agar dapat menjadi dasar dan pengetahuan kami selanjutnya.

Terima kasih.

Wassalamu'alaykum wR. wB.

JAWABAN

Pembagiannya sbb:

a) Ibu mendapat 1/6
b) Sisanya yang 5/6 untuk seluruh anak kandung dg rincian: kelima anak lelaki masing-masing mendapat 2/11; 1 anak perempuan mendapat 1/11.
c) Saudara kandung tidak mendapat warisan karena terhalang adanya anak laki-laki.
Baca detail: Hukum Waris Islam
Baca juga: Cara membagi warisan




Waris Dan Hibah

WARIS DAN HIBAH

Assalamualaikum Wr Wb,

Bersama ini kami ingin berkonsultasi mengenai hukum waris sesuai hukum Syariah Islam , dengan keterangan sebagai berikut :

Kami sekeluarga terdiri atas 8 orang kakak beradik yang terdiri 4 orang lelaki dan 4 orang perempuan dari pasangan seorang ayah dan seorang ibu.

Ayah kami merupakan anak tunggal dari kakek dan nenek kami, yang meninggal dunia pada usia 40 tahun, dimana saat ayah kami meninggal dunia, kakek dan nenek saya masih hidup.

Setelah ayah kami meninggal dunia, kakek kami membuat surat wasiat secara notaril untuk menghibahkan hartanya berupa tanah dan bangunan kepada semua cucu-cucunya yang berjumlah 8 orang anak, dimana setelah itu kakek dan nenek kami menyusul kemudian meninggal dunia, dengan demikian tinggalah kami dengan seorang ibu dan 8 orang bersaudara. Seiring waktu berjalan kami tumbuh dewasa dan masing2 berkeluarga dengan kondisi keberadaan kami saat ini terdiri dari :

1. Ibu (alhamdulillah saat ini berumur 80 tahun- masih hidup)
2. Kakak perempuan pertama dengan seorang suami dan mempunyai anak tunggal lelaki . Kakak perempuan kami hanya memiliki seorang anak lelaki (tunggal) yang telah menikah dengan mempunyai seorang istri dan 2 orang putri. Kemudian anak lelakinya meninggal dunia, dengan meninggalkan seorang istri (mantu perempuan) dan 2 orang putri (cucu). Beberapa tahun kemudian, kakak perempuan saya meniggal dunia, dengan meninggalkan seorang suami, mantu perempuan dan 2 orang cucu.
3. Kakak perempuan kedua , memiliki seorang suami dan
2 orang anak lelaki yang telah menikah, Semua masih lengkap.
4. Kakak perempuan ketiga telah meninggal dunia, tidak mempunyai suami dan anak.
5. Kakak lelaki keempat, dengan seorang istri dan 3 orang anak , masih lengkap.
6. Kakak lelaki kelima, dengan seorang istri dan 5 orang anak,masih lengkap.
7. Saya anak lelaki keenam, dengan seorang istri dan 4 orang anak,masih lengkap.
8. Adik lelaki ketujuh, dengan seoran istri dan 3 orang anak,masih lengkap.
9. Adik perempuan kedelapan, dengan seorang suami dan
5 orang anak,masih lengkap.

Sebagai catatan tambahan , Semasa kakak perempuan pertama masih hidup, beliau berinvestasi sebidang tanah.

Pertanyaannya sebagai berikut :

1. Bagaimana hukumnya mengenai hibah aset tanah dan bangunan yang di berikan kakek kami kepada cucu-cucu nya?


2. Bagaimana hukumnya mengenai hibah tersebut terhadap ibu kami, karena tidak tercantum dalam surat hibah dari kakek kami.

3. Bagaimana hak hibah terhadap kakak perempuan pertama yang telah meninggal dunia, Kepada siapa saja hak hibah nya dapat di wariskan bila tanah danbangunan tersebut di jual? Bagaimana cara perhitungan Kepada ahli warisnya?

4. Bagaimana dengan investasi yang dimiliki oleh kakak perempuan pertama kami yang berupa Sebidang tanah?kepada siapa saja kah hak waris peninggalanya dapat di berikan, dan bagaimana perhitunganya?

5. Bagaimana hak hibah dari kakak perempuan ketiga yang telah meninggal dunia, (Tidak punya suami & anak) , siapa saja penerima warisan nya dan bagaimana cara menghitung nya?

6. Mohon di berikan rumusan terhadap kasus nya masing2 dengan memberika ilustrasi cara perhitungannya.

Demikian pertanyaan dari saya, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan
terima kasih.


Wassalamualaikum Wr Wb,

JAWABAN

1. Hukum hibah adalah sah karena sudah terpenuhi syaratnya yakni bahwa pemberi hibah adalah pemilik harta dan dihibahkan saat pemilik masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Kalau tidak ada hibah untuk ibu, maka berarti beliau tidak menerima. Namun demikian, karena ada dua putrinya yang wafat, ibu akan mendapat warisan dari kedua putrinya tsb. Rinciannya lihat di poin 3.1 dan 3.2.

3. Apabila penerima hibah sudah wafat sebelum menerima harta hibah tsb, maka harta hak hibahnya menjadi harta warisan dan dibagikan kepada ahli warisnya. Dalam kasus ini, ada dua saudara anda yang wafat yakni kakak pertama dan kakak ketiga. Rincian pembagiannya sbb:

1. Dalam kasus wafatnya kakak pertama (perempuan) maka ahli waris dan pembagiannya sbb:
a) Ibu mendapat (1/6 = 2/12) -> 2/13
b) Suami mendapat (1/4 = 3/12) -> 3/13
c) Dua cucu perempuan mendapat (2/3 = 8/12) -> 8/13
d) Mantu perempuan tidak mendapat warisan.


2. Dalam kasus wafatnya kakak ketiga (perempuan), maka ahli warisnya dan bagiannya sbb:
a) ibu mendapat 1/6
b) Sisanya yang 5/6 diwariskan pada seluruh saudara kandungnya yg masih hidup dengan sistem 2:1, yakni saudara lelaki mendapat 2, saudara perempuan mendapat 1. Rinciannya: Keempat saudara lelaki masing-masing mendapat 2/10; kedua saudara perempuan masing-masing mendapat 1/10 (dari sisa harta yang 5/6).

4. Harta investasi kakak pertama diberikan pada ahli warisnya sebagaimana disebutkan di jawaban poin 3.1

5. Dalam kasus wafatnya kakak ketiga (perempuan), maka ahli warisnya dan bagiannya sbb:
a) ibu mendapat 1/6
b) Sisanya yang 5/6 diwariskan pada seluruh saudara kandungnya yg masih hidup dengan sistem 2:1, yakni saudara lelaki mendapat 2, saudara perempuan mendapat 1. Rinciannya: Keempat saudara lelaki masing-masing mendapat 2/10; kedua saudara perempuan masing-masing mendapat 1/10 (dari sisa harta yang 5/6).
Baca detail: Ahli Waris dan Bagiannya

6. Pada jawaban poin 3.1 dan 3.2 sudah disebutkan porsi warisan dan ahli waris yang mendapatkannya. Rumusnya adalah
[harta peninggalan] x [persentase bagian ahli waris] = [bagian ahli waris].

SIMULASI CARA MENGHITUNG DALAM KASUS INI:

1. PENINGGALAN KAKAK PERTAMA

a) Ibu mendapat (1/6 = 2/12) -> 2/13
b) Suami mendapat (1/4 = 3/12) -> 3/13
c) Dua cucu perempuan mendapat (2/3 = 8/12) -> 8/13

Cara menghitung (misalnya, warisan senilai 24 juta):

a) Ibu: 24 juta x 2/13 = 2.692.307
b) Suami: 24 juta x 3/13 = 5.538.462
c) Dua cucu pr.: 24 juta x 8/13 = 14.769.230

2. PENINGGALAN KAKAK KETIGA (misalnya, harta warisan 30 juta)

a) Ibu: 30 juta x 1/6 = 5 juta
b) Sisanya yg 25 juta untuk seluruh saudara kandung yg masih hidup dg rincian:
b.1. Saudara laki-laki masing-masing mendapat: 25 juta x 2/10 = 5 juta
b.2. Saudara perempuan masing-masing mendapat: 25 juta x 1/10 = 2.500.000
Baca detail: Cara membagi warisan

Terlanjur Berzina, Tak Dapat Restu Ortu

TERLANJUR BERZINA, TAK DAPAT RESTU ORTU

Assalamualaikum,
Selamat malam,

Perkenalkan saya perempuan asli Jawa Timur berusia 24 tahun, saya hendak meminta solusi atas permasalahan saya, mohon maaf sebelumnya jika saya menuliskannya sangat panjang.

saya telah menjalin hubungan dengan seorang pria, usianya sama dengan saya, sudah 2 tahun ini, kami memang berencana untuk menikah di tahun ini. pada awal kami menjalin hubungan, orangtua saya berkali-kali mempertanyakan kapan kami menikah, karena melihat hubungan kami yang memang serius ke pernikahan, dan kebetulan saat itu pacar saya masih kuliah, akhirnya kami pun memutuskan untuk fokus dan mempercepat pendidikan, dan fokus ke pernikahan.

tahun lalu posisi saya saat itu bekerja di jawa timur, sehingga membuat kami harus menjalin hubungan LDR, tapi setiap kali pacar saya berkunjung ke kota saya, saya sering kali keluar kantor dan berbohong ke ibu saya, dengan mengatakan sedang dinas, padahal saya menemuinya, lama kelamaan kami tertangkap basah bahwa kami berbohong kepada ibu saya, akhirnya kami berusaha untuk memperbaiki keadaan, dan kami mendapat kepercayaan kembali.

setelah itu saya pindah pekerjaan, saya mencari pekerjaan di kota tempat pacar saya tinggal, karena menurut saya di kota tersebut, saya bisa berkembang dan mendapatkan relasi lebih banyak, akhirnya sayapun pindah ke kota tersebut, sudah kurang lebih berjalan 6 bulan

kami menjalani hari-hari dengan senang, sehari-hari kami menjalani hari, banyak sekali cekcok antara kami, namun kami selalu bisa menyelesaikannya, akan tetapi karakter kami yang sama-sama keras tanpa terasa membuat kami ringan tangan, beberapa kali kejadian seperti memukul, mendorong, atau membentak dengan nada tinggi kami lakukan. dan kami sama-sama menyimpan cerita ini berdua saja, tidak ada teman-teman kami yang mengetahui, atau bahkan keluarga.
hubungan kami sangat berwarna, dipenuhi dengan kasih sayang dan saling mendukung satu sama lain, namun terkadang saya harus menyimpan batin karena beberapa hal yang tidak cocok dengan pasangan terkait dengan perilakunya.
karena jarak yang berdekatan, dan kebetulan saya tinggal di kamar kost, kamipun terhasut oleh bisikan setan, hingga kami memutuskan untuk tinggal bersama, kami seringkali berbuat dosa besar selayaknya hubungan suami-istri.

sampai akhirnya 2 bulan yg lalu saya di jemput paksa oleh orangtua saya, ibu saya datang ke kantor saya dan memaksa saya untuk pulang ke rumah. karena saya kira ada permasalahn keluarga yg sangat penting, saya pun mengiyakan ajakan ibu saya, tanpa sadar ternyata hari itu adalah hari terakhir saya bekerja di kantor.

sesampainya saya di rumah, HP saya di sita, lalu ibu & ayah saya menjelaskan bahwa mereka tidak menyetujui saya dan pacar saya, dengan alasan saya banyak sekali berbohong, termasuk tempat kost saya yang tidak saya tinggali.
mereka juga mempermasalahkan perilaku-perilaku kasar diantara saya dan pacar saya seperti yg disebutkan di atas, entah darimana ibu saya mengetahui hal ini, namun yang jelas itulah alasan mereka menjemput saya paksa, dan membuat saya harus resign dari kantor. ibu & ayah saya pada akhirnya mengetahui bahwa saya sudah melakukan zina dengan pasangan saya.

berita kepulangan saya menjadi pertanyaan besar di keluarga pacar saya, mengingat hubungan kami sangat harmonis, dan antara saya dengan keluarganya sangat dekat, sangat wajar jika mereka menyayangi saya selayaknya anak sendiri.

lalu setelah HP saya di sita, saya mengalami kesulitan komunikasi, saya hanya mengandalkan email dari laptop saudari saya, dari situ saya menjelaskan semua yang dipermasalahkan di rumah kepada pacar saya, saya juga meminta putus ketika itu.
seketika itu pacar saya benar-benar menyesal, dia mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya dengan saya, dia bercerita kepada keluarganya mengenai permasalahan ini, dan keluarganya tetap mendukung apapun yang terjadi di antara kami, menurut keluarganya, kami harus segera dinikahkan untuk menghindari omongan dari lingkungan yang kurang baik mengenai kami.

pacar saya benar-benar mencintai saya dan dia melakukan taubat, tapi berkali-kali saya berusaha mengusir dia, agar dia tidak datang ke kota saya, karena ia bisa kena marah orangtua saya jika ia datang. setiap hari saya meminta putus darinya, akan tetapi tidak ada 1 kata mengiyakan dari dia, dia berkata sangat mencintai saya dan dia bertaubat, dia ingin menikahi saya dan menghalalkan saya secepatnya.

sebenarnya saya tidak dari hati untuk meminta putus darinya, hanya saja saya harus menghargai perasaan ibu saya melihat saya memiliki beban batin, dan perilaku saya juga berubah drastis semenjak saya berpacaran dengan dia, terlebih lagi saya menjadi pembohong besar.

tetapi semakin hari saya semakin tersiksa batin karena saya tidak dari hati untuk memutuskannya, saya juga teringat zina yang saya lakukan, sehingga saya mencari2 ceramah ustadz dan yang saya dapatkan adalah saya tetap harus menikah dengan pacar saya.
akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta ijin ibu saya, berkali-kali saya ditolak dan diungkit kembali kesalahan yang saya perbuat.

sejujurnya saya benar-benar bertaubat dan saya ingin terhindar dari dosa zina, makannya saya meminta ijin ibu saya baik-baik.
ayah saya juga ikut tidak menyetujui hubungan saya, ayah saya sebetulnya tidak tegas dalam mengambil keputusan, sehingga apa kata ibu saya, akan tetap dituruti oleh ayah saya.

tanpa sepengetahuan saya, pacar saya datang ke rumah saya untuk meminta maaf, seharusnya yg menemui dia adalah ayah saya, tetapi ayah saya memanggil tante dan om saya sehingga terkesan pacar saya dihakimi oleh orang banyak, jadi pembicaraan antara pacar saya disaksikan oleh keluarga ibu saya. disitu ibu dan ayah saya mengatakan sudah memaafkan perbuatan nya yg kurang baik terhadap saya.

setelah itu saya beberapa kali kembali meminta ijin ibu saya agar merestui hubungan saya dengan pacar saya, tetapi kembali diungkit kesalahan kami di masa lalu, yang lebih parahnya, ibu saya mengatakan beberapa hal fitnah, seperti mengatakan bahwa pacar saya memakai narkoba, atau pacar saya menggunakan ilmu dukun agar saya cinta & tidak bisa lepas darinya.

kami sekeluarga juga pernah berkunjung ke paranormal, dan menggunakan garam grosok serta ada kunir & bunga digunakan pada saat itu, padahal jelas selama saya hidup, saya dan keluarga tidak pernah bersentuhan dengan paranormal atau sejenisnya.
saya juga dibawa ke ustadz untuk di ruqyah, karena saya kesal diperlakukan seperti orang sakit jiwa, saya pun tidak serius dalam menjalani ruqyah, disitu pernyataan ibu saya semakin menjadi karena melihat saya yang tidak fokus di ruqyah, kata ibu saya, seperti terkena santet dari pacar saya.

kedua kalinya pacar saya datang ke rumah saya lagi, dan dia kembali meminta maaf, dia mendapatkan perlakuan yg tidak pantas oleh ayah saya, dia dberikan kursi TK di depan pagar rumah saya, dan posisi pagar rumah saya di tutup, sehingga dari situ saya menyimpulkan perbuatan ayah saya jelas menghina harga diri pacar saya. setelah pacar saya meminta maaf, ia juga meminta restu kepada ibu saya, tetapi tetap di tolak oleh ibu saya. dan kembali lagi di ungkit kesalahan kami.

akhirnya saya mencoba mendekati guru ngaji keluarga saya, saya menceritakan permasalahan saya, dan akhirnya ibu saya dinasihati oleh ustadz tersebut, bahwa siapa tau ini jodoh saya yg diberikan oleh Allah, dan meminta ibu saya untuk istiqoroh untuk saya. ustadz tersebut berkata "dari awal yang buruk, bisa saja menjadi baik" tetapi tetap menurut ibu saya, pacar saya tidak baik untuk saya.

semakin hari saya menjalani hari, batin saya semakin tersiksa, saya tidak mendaftar pekerjaan manapun karena saya tidak dari hati melakukannya, dan saya juga tidak bisa konsentrasi dengan adanya permasalahan ini.
ibu saya meminta saya untuk kuliah, tapi tetap saja saya tidak bisa, daripada saya menjalankan dengan setengah hati, maka menurut saya tidak usah saya jalani.

melihat permasalahan ini, keluarga pacar saya merasa kasihan terhadap saya, karena posisi saya perempuan, dan sudah tidak suci, serta orangtua saya yang menyuruh saya melupakan masa lalu saya dan membuka kehidupan baru dengan tidak berhubungan sama pacar saya. saya tidak bisa melakukannya, karena hati saya sakit setiap kali saya mencoba, dan telah saya jelaskan kepada ibu saya berkali-kali, tapi tetap jawabannya sama, bahkan ibu saya terus melontarkan fitnah-fitnah yg tidak benar tentang pacar saya.

akhirnya keluarga pacar saya kasihan dengan kami berdua yang sama-sama cinta dan ingin bertaubat dengan menikah, tetapi dihalangi oleh ibu saya, orangtua pacar saya memberikan saya saran agar saya pergi ke kota pacar saya tinggal, saya juga disarankan agar mendatangi keluarga pacar saya, dan menunjukkan keseriusan saya nanti sesampainya di sana tentu keluarga saya ikut menjemput saya, dan disitulah kesepatan saya meminta restu kepada ibu saya yang juga disaksikan oleh keluarga pacar saya, sehingga tidak lagi ada fitnah yang disampaikan ketika saya sendiri yg meminta restu.

saya bersyukur keluarga pacar saya sungguh mengerti perasaan saya dan tetap menerima keadaan saya meskipun banyak fitnah yg dikatakan ibu saya untuk pacar saya.

saya juga telah melakukan pendekatan ke saudara-saudara ibu saya, akan tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang mendukung saya, mereka justru mengajak saya untuk melupakan pacar saya dan membuka hati. jujur saya tidak bisa, saya seperti merasa menjadi wanita tidak terhormat jika saya memberikan hati saya untuk laki-laki lain, padahal pacar saya sangat mencintai saya dan mengusahakan sekuat tenaga agar kami bisa menikah.

dari masalah ini saya bersyukur, karena saya dan pacar saya lebih bisa bersikap dewasa, kami bijak dalam menanggapi setiap permasalahan (seperti fitnah ibu saya).
dalam telfon saya dengan pacar saya, kami sama-sama berbagi ilmu mengenai agama, yang sebelumnya tidak pernah kami lakukan, dan ini yang semakin menguatkan hati saya, bahwa dengan dia, saya bisa menjadi lebih baik.
kami sama-sama saling mengingatkan dan meluruskan niat kami untuk menyempurnakan ibadah.
terkadang kamipun saling berkaca satu sama lain, dan semakin kuat dorongan untuk menikah dari hati kami.

berikut beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
1. apakah saya termasuk anak yang durhaka kepada ibu saya? karena saya masih terus berusaha mendapatkan restu darinya untuk menikah dengan pacar saya?

2. apa hukumnya bagi ibu saya yang melontarkan fitnah di depan saya dan ditujukan oleh pacar saya? saya berkali-kali menginggatkan, namun ibu saya bersikukuh tidak salah, saya seperti merasa hati ibu saya sudah dipenuhi dengan dendam
3. apakah saya harus menerima tawaran keluarga pacar saya? karena dengan begitu, ibu saya mungkin akan merestui pernikahan saya (walaupun dengan terpaksa, karena disaksikan keluarga pacar saya juga saat saya meminta restu). tetapi dampak negatifnya, ibu saya pasti merasa sangat kecewa dengan saya karena saya melangkahi ibu saya
4. apa hukumnya bagi saya yang mendengar fitnah dari mulut ibu saya? padahal saya sudah menegur, tetapi perkataan saya tidak dianggap oleh ibu saya
5. menurut pandangan syariat islam, apakah yang harus saya lakukan? akankah saya memutuskan pacar saya? padahal saya beberapa kali berzina dengannya, dan ia sangat tulus mencintai saya, ia juga mejunjukkan itikad baiknya untuk bertanggungjawab, serta merubah perilakunya demi saya nyaman berada di dekatnya. atau saya harus memperjuangkan hubungan ini agar segera menikah?
6. apa yang harus saya sampaikan untuk ibu saya, agar nasihat saya didengarkan oleh beliau? atau adakah cara lain agar saya tetap mendapat restu ibu saya dengan cara yang baik?

terima kasih banyak atas responnya

wassalamualaikum

JAWABAN

1. Tidak dianggap durhaka. Anda durhaka pada Allah karena telah melakukan zina. Dan langkah anda sudah benar untuk bertaubat dengan cara menikah dengannya. Dengan demikian, maka dalam hal ini yang salah adalah orang tua anda yang tidak menyetujui putrinya untuk menikah. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

2. Fitnah termasuk dosa besar. Siapapun yang melakukannya. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

3. Jangan mengikuti nasihat mereka kecuali kalau anda berdua sudah menikah. Jadi, menikah dulu dengannya setelah itu silahkan tinggal bersama mereka. Kalau ayah anda tidak mau menjadi wali nikah, maka wali hakim bisa melakukannya. Wali hakim adalah jajaran pejabat KUA atau ustadz yang dipercaya. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

4. Tidak perlu ditanggapi. Beritahu ibu bahwa itu tidak benar. Selanjutnya anda sebaiknya diam saja. Jangan mendebatnya.

5. Sebaiknya segera menikah sebagai bentuk taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Namun pada waktu yang sama, selalu bersikap baik pada orang tua dan memohon maaf pada mereka walaupun mereka tidak merestui hubungan anda. Ini bentuk berbakti. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

6. Sulit bagi anda untuk membujuk secara langsung. Dua hal yang bisa anda lakukan:
a) Meminta bantuan tokoh yg disegani dan dihormati orang tua agar membujuk mereka.
b) Mendoakan kedua orang tua agar mereka sayang pada anda dan merestui anda. Baca detail: Doa Agar Disayang

Menikah Siri Tanpa Wali Bapak, Bisakah

MENIKAH SIRI TANPA WALI BAPAK, BISAKAH?

Bismillahirrahmanirrahim

Yth Pengurus Konsultasi Syariah Islam
PP Al-Khoirot Malang

Tema: Pernikahan

Assalam alaikum, ustaz. Saya hendak menanyakan beberapa pertanyaan perihal pernikahan.

Sebelum masuk pernikahan, saya hendak menuturkan latar belakang masalah saya. Saya berpacaran dengan seorang perempuan, dan dengan pacar saya ini, kami melakukan hubungan badan di luar nikah. Kami sadar akan dosa kami dan berniat untuk bertaubat nasuha. Untuk melengkapinya, kami sudah setuju untuk melaksanakan pernikahan. Orang tua pacar saya telah setuju, namun orang tua saya setuju untuk melaksanakannya setelah saya menyelesaikan studi saya.

Kemudian timbul paksaan dari pacar saya untuk segera menikahi dirinya karena alasan tertentu. Saya berniat untuk menikahi dirinya secara (maaf) Sirri dulu. Dia bersedia dengan syarat, orang tua dari kedua belah pihak tidak ada yang tahu, karena mereka tidak akan setuju. Belakangan diketahui bahwa pasangan saya dikandung sebelum akad nikah orang tuanya, yang mana berarti tidak mempunyai wali.

Di sisi lain, orang tua saya termasuk keluarga terpandang. Bila kami memaksa menikah dengan jalan resmi, maka akan menimbulkan syak wasangka dan isu-isu pada masyarakat, entah di pihak saya maupun pacar saya. Itu juga alasan tambahan saya berniat untuk menikah secara sirri. Kami takut bila hal itu akan menimbulkan keresahan, aib dan perseteruan di kedua pihak. Kami berniat melakukan ini semua untuk menutupi aib, mencegah maksiat, mencegah konflik dan sebagai pelengkap taubat kami


Yang ingin saya tanyakan:

1 Bolehkah saya menikahinya secara Sirri? Apakah sah secara agama?

2 Bolehkah saya menggunakan muhakkim yang ditunjuk pacar saya (diwakilkan kepada saya untuk memilihkan; ustaz atau orang yang saya tahu taat beragama), karena pacar saya tidak bisa meminta wali hakim (Petugas KUA) dikarenakan untuk menghindari pertidaksetujuan dan konflik orang tua kedua belah pihak?

3 Dengan status sebagai anak di luar pernikahan, apakah orang tua pacar saya berwenang untuk menghalangi pernikahan kami dengan alasan tidak merestui pernikahan sirri?

4 Bolehkah dalam akad nanti saya tidak membawa pacar saya?

5 Bolehkah/haruskah nanti memperbarui akad untuk akad yang tidak sirri?


Terima kasih, ustaz, atas perhatiannya. Bukti transfer infaq sebesar Rp50.000,00 terlampir beserta email ini. Demikian. Wassalam alaikum wr wb.


JAWABAN

1. Boleh dan sah secara agama apabila memenuhi syarat dan rukunnya. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Boleh. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

3. Soal ini perlu diperjelas dulu status pacar anda. (a) Kalau ibunya menikah saat si pacar dalam kandungan, maka dia bukan anak zina melainkan anak yang sah dari pria yang menikahi ibunya. Apabila demikian, maka bapaknya adalah bapak yang sah secara syariah. Baca detail: Status Anak Pernikahan Wanita Hamil Zina

Karena, menikah saat hamil zina itu boleh dan sah menurut madzhab Syafi'i dan Hanafi. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

(b) Kalau orang tua pacar anda menikah setelah si pacar lahir, maka status anak disebut anak zina dan hanya dinasabkan pada ibunya saja. Apabila demikian, maka betul tidak ada hubungan bapak - anak antara keduanya. Baca detail: Status Anak Zina


4. Boleh. Memang dalam ijab kabul itu tidak mensyaratkan adanya mempelai wanita. Yang wajib itu adanya mempelai laki-laki. Itupun bisa diwakilkan seandainya berhalangan. Baca detail: Pernikahan Islam

5. Secara syariat tidak perlu. Karena nikah siri itu sudah sah. Namun kalau untuk kepentingan sosial (agar tidak ada fitnah), maka tidak masalah ada akad nikah ulang di depan banyak orang. Baca detail: Akad Nikah Dua Kali

Wanita Bersuami Mencintai Pria Lain Yg Non-Muslim

WANITA BERSUAMI MENCINTAI PRIA LAIN YG NON-MUSLIM

Assalamualaikum Pak Ustad, saya wanita 25tahun dan sudah menikah namun belum dikarunia anak. Maaf tad, saya tergoda dengan lelaki non muslim di tempat saya bekerja dulu beliau umurnya 39tahun, bagi saya Dy baik dan semisal saya sedih kadang saya teringat dengan Dy untuk sekedar mengeluarkan unek-unek .

Saat ini saya sudah keluar bekerja dan kamipun sudah beda kota namun chat masih berjalan namun sudah tidak seintens dulu karena saya menahan diri untuk berhenti. Saya chat Dy lagi semisal suami saya membuat saya sering menangis dan kesal .

Saya tau ini sangat salah , saya mohon pa ustad saya ingin berhenti mengingat Dy , saya ingin fokus dengan suami saya meskipun saya kadang sangat jengkel terhadap suami saya .

Pertanyaannya
Apa ibadah saya sia-sia pa ustad karena semakin saya menarik diri untuk tidak berhubungan chating terkadang ada saja masalah di rumah tangga ataupun hati saya yang tidak tenang sehingga saya tergoda lagi untuk menangis dan akhirnya chat Dy . Mohon pencerahannya pak ustad

Terimakasih pa ustad Assalamualaikum .

JAWABAN

Pertama, ibadah wajib seperti shalat 5 waktu harus tetap dilakukan karena itu kewajiban. Apa dan bagaimana pun kondisinya. Baca detail: Shalat 5 Waktu


Kedua, ibadah anda yang dilakukan dg tulus ikhlas karena mengharap ridha Allah insyaAllah akan diterima. Jangan lupa untuk terus bertaubat memohon ampun pada Allah atas dosa-dosa yang dilakukan.

Ketiga, sebaiknya cari teman curhat lain yang sesama perempuan. Sehingga kalau ada masalah dengan suami anda bisa curhat padanya.

Keempat, perbaiki sikap anda pada suami. Bersikaplah manis seperti saat pengantin baru. Selain itu, jangan lupa baca doa berikut agar suami semakin sayang. Doa Agar Disayang

RUMAH TANGGA: SERING BERTENGKAR, APA BOLEH CERAI?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Ustadz...saya seorang wanita berumur 28 tahun, dan sudah menikah 3 tahun, tapi belum dikaruniai anak....

Pada saat awal menikah, suami saya itu sosok yang baik, dia rajin ke masjid dan berhenti merokok.. Dan tidak pernah menghabiskan waktu dengan hal hal yang tidak bermmafaat (main game, kumpul2 dengan teman) benar benar dewasa sekali sikap nya, sehingga membuat saya yakin menerima dia menjadi suami saya....

Tapi ustadz... Setelah jalan beberapa bulan pernikahan.. Dia mulai berubah... Dia kadang memperlihatkan sikap benci dan seperti tidak menyukai saya, sering mempermalukan saya didepan keluarga nya, memarahi saya didepan keluarganya, dan dia seperti tidak nyaman dan selalu emosi berada didekat saya. Dan setiap kami pulang ke rumah orang tua nya, dia selalu meninggalkan saya dan pergi bermain dengan teman temannya (dan itu terjadi sampai sekarang).

Setelah itu sikap saya yang awalnya nurut dan tidak melawan, perlahan perlahan berubah... Dan membuat saya jadi sosok yang mudah marah juga.

Setelah jalan hampir 3 tahun ini, dia perlahan mulai berubah, dia tidak pernah emosian lagi dengan saya tanpa sebab, tapi ada yang lebih parah lagi yang terjadi....

Dia mulai kecanduan game, setiap pulang kerja sore dia selalu pegang HP sampai dia seperti malas sekali ngobrol dengan saya, dan itu yang membuat kami semakin jauh. Dia juga sering melalalikan sholat (sholat tidak tepat waktu), mengulur2 waktu sholat, walau masih sholat 5 waktu, tidak pernah lagi mengaji dan selalu memegang HP dan tidak mau dekat dengan saya. Dia benar benar tidak betah dirumah, dan lebih suka mengobrol dan tertawa2 dan bercanda dengan tetangga, saya perlahan lahan mulai intropeksi diri, mungkin ada yang salah dengan saya sehingga membuat dia tidak betah, saya mulai menyediakan makanan kesukaan dia, berlaku baik dan manis, dan saya selalu berdandan di rumah, tapi sepertinya dia tidak menghiaraukan hal itu.

Setiap malam dia bermain game hingga jam 1 atau jam 2 malam di luar tempat tetangga (kebetulah rumah kami bedengan yang berdempetan) malah kadang sampai subuh, dan terkadang dia tertidur di ruang tamu dan tidak tidur dengan saya. Dan yang parah lagi dia sekarang kembali merokok, walau diam2 dibelakang saya. Dia benar benar jadi tambah parah, nafsu seks nya berkurang, sehingga dia jarang sekali menyentuh saya.

Kami setiap hari bertengkar, saya selalu protes dia keluar malam terus bermain game dan saya selalu protes dia merokok karena yang saya tau merokok itu haram. saya selalu mengingatkan dia. Dia benar benar tidak memperdulikan saya, malah dia selalu berkata itu urusan dia..

Saya hampir setiap hari menangis karena suami saya seperti ini, saya minta dengan Allah minta agar suami saya diberi hidayah, tapi sedikitpun dia benar benar tidak berubah.

Saya jarang sekali diajak bicara, saya kadang merasa seperti tidak memiliki suami dan selalu merasa kesepian

Saya terus berusaha mendekatkan diri dengan Allah, kadang saya minta kalau memang dia tidak bisa berubah, buat lah agar hati saya kuat menghadapi rumah tangga saya, tapi kadang saya lemah ustadz... Kembali saya bersedih terus memikirkan sikap suami saya.

Bagaimana menurut ustadz permasalahan saya ini? Terkadang saya ingin bercerai, karena saya merasa tidak bahagia dengan rumah tangga saya ini, setiap hari yang ada hanya pertrngkaran.dan.kesediahan yang saya alami...

Dan yang saya lihat sepertinya suami saya juga tidak takut kehilangan saya, dan dia sepertinya sudah tidak punya perasaan dengan saya.

Apakah terlihat sepele permasalahan saya ini ustadz jika saya ingin bercerai? tapi saya benar sudah tidak kuat menahan kesedihan saya, hampir setiap hari saya menangis melihat sikap suami saya.

Saya juga sudah malu mengadu dengan orang tua, karena orang tua sudah bosan melihat pertengkaran kami, dan dia menyerahkan sepenuhnya dengan saya jika ingin bercerai.

Apa yang harus saya lakukan ustadz?.saya begitu lelah karena mungkin saya terlalu mencintai suami saya, demi Allah saya hanya ingin rumah tangga kami diridhoi Allah, saya hanya ingin jadi istri yang bisa melayani suami dengan baik..

Saya mohon beri masukan ustadz.. Sebelumnya terimakasih.... dan saya sangat menunggu jawaban ustadz...sebelumnya saya ucapkan terimkasih..

Wasalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

JAWABAN

Apabila tidak ada solusi lain kecuali dengan cara bercerai, maka perceraian itu dibolehkan dalam syariat Islam. Islam tidak memaksakan pasangan suami istri untuk bertahan selamanya. bahkan tidak cinta pun sudah bisa menjadi alasan untuk berpisah. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tak Cinta


Bagian Waris Keponakan Laki-Laki Dan Adik Perempuan

BAGIAN WARIS KEPONAKAN LAKI-LAKI DAN ADIK PEREMPUAN

Assalamualaikum,

Bagaimana pembagian waris seorang wanita yang tidak bersuami. Ahli waris yang tersisa adalah satu orang keponakan laki-laki (anak dari almarhum adik laki-laki) dan satu orang adik perempuan.

Mohon pencerahannya. Jazakumullah.

Wassalam.

JAWABAN

Dalam kasus di atas, pembagiannya sbb:

a) Adik perempuan mendapat 1/2
b) Keponakan laki-laki mendapat bagian sisanya, yakni 1/2
Baca detail: Hukum Waris Islam

BAGIAN WARIS SUAMI DAN ANAK KANDUNG

Assalammualaikum Ustadz, kami ingin bertanya soal pembagian warisan.
Ibu kami meninggal dunia thn 2016 meninggalkan suami dan mempunyai anak 2 orang laki laki dan 2 anak perempuan tetapi 1 anak laki lakinya telah meninggal thn 2014 ( 2 thn sblm ibu kami meninggal ) serta meninggalkan seorang istri, 1 anak laki laki dan 1 anak perempuan. ibu kami mempunyai 1 orang kakak laki laki dan 3 adik perempuan yg masih hidup.
1 Siapakah saja yg berhak menerima warisan dari ibu kami
2. Dan bagaimana cara penghitungan pembagiannya
3. Apakah hak anak laki lakinya yg sdh meninggal sblm ibu kami meninggal ada dan kesiapa jatuh hak warisnya dan bagaimana pembagiannya.
Kami mohon pencerahanya dan terima kasih Ustadz.

JAWABAN

1. Ahli waris yang berhak mendapat warisan dalam kasus di atas adalah: suami, 1 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.

2. Pembagiannya sbb:
a) Suami mendapat 1/4
b) Sisanya yg 3/4 untuk ketiga anak kandung dg rincian: 1 anak laki-laki mendapat 2/4; dua anak perempuan masing-masing mendapat 1/4.

3. Tidak ada. Ahli waris yang meninggal lebih dulu dari pewaris tidak berhak mendapat warisan.
Baca detail: Hukum Waris Islam

CATATAN:

Yang diwariskan adalah harta ibu anda yang diperoleh sendiri oleh beliau. Dalam Islam tidak ada harta gono-gini (harta bersama suami istri) secara otomatis. Setiap harta menjadi milik masing-masing suami istri berdasarkan sistem kepemilikan yg berlaku umum. Baca detail: Harta Gono gini

WARISAN UNTUK 2 ANAK LAKI-LAKI DAN 3 ANAK PEREMPUAN

Assalamu Alaikum..., saya Ishak mempunyai 1 saudara Laki laki dan 3 saudara perempuan (5 bersaudara)
Kedua orang tua kami telah meninggal. Ada lokasi (tanah) seluas 2 Ha peninggalan orang tua, kami sepakat bersaudara utk membuat Perumahan dan Ruko, kami jg telah mengambil lahan seluas 18x20 per orang utk rumah dan 5x25 per orang utk ruko, mohon penjelasan utk pengaturan bagian rumah dan ruko utk kami, wassalam

JAWABAN

Pembagian warisan dalam kasus di atas sbb:
a) Kedua anak laki-laki kandung masing-masing mendapat 2/7
b) Ketiga anak perempuan masing-masing mendapat 1/7

Jadi, sesuaikan pembagian warisan dengan persentase di atas.
Baca detail: Hukum Waris Islam

Baca juga: Cara membagi warisan

WARIS: BAGIAN WARIS CUCU LAKI-LAKI DAN ANAK ANGKAT

Bismillah. Assalamualaikum ustadz.. Saya ingin menanyakan masalah pembagian warisan. Ada sepasang suami istri yang memiliki 1 anak laki2. Dan satu anak perempuan angkat.

Sekarang suami istri tersebut sudah meninggal. Dan anak laki2 nya sudah meninggal lebih dulu. Meninggalkan 1cucu laki2.

Suami istri tersebut masih memiliki saudara kandung yg satu ayah dan ibu.

Harta yg diwariskan Rumah dan tanah.

Yg ingin tanyakan.
1.Bagaimana hukum waris untuk cucu. Dan berapa persentasenya.
2. Bagaimana hukum waris anak angkat.
3. Bagaimana hukum waris dari saudara2 dari suami istri tersebut. Dan berapa persentasenya

Jazakallahu khoiron ustadz atas bantuannya...
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh...

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas, cucu laki-laki mendapat seluruh harta warisan.

2. Anak angkat tidak mendapat warisan.

3. Saudara kandung pewaris tidak mendapat warisan karena terhalang oleh adanya cucu laki-laki.
Baca detail: Ahli Waris Cucu Laki-laki dari Anak laki-laki

Baca juga: Hukum Waris Islam

CATATAN:

Walaupun anak angkat tidak mendapat bagian, namun alangkah baiknya ahli waris tunggal (cucu laki-laki) berbuat baik dengan menghibahkan sebagian harta warisan yang diterimanya pada anak angkat tsb. Terutama kalau si anak angkat telah berbuat baik pada orang tua angkatnya dan dalam kondisi miskin. Baca detail: Hibah dalam Islam

07/12/19

Cara Menyucikan Harta Halal Bercampur Haram

CARA MENYUCIKAN HARTA HALAL BERCAMPUR HARAM

Assalamualaikum wr.wb
Saya ingin bertanya tentang haramnya suatu barang, ketika saya membeli hp dari hasil uang tabungan saya dan saya ragu apakah uang tersebut tercampur barang haram atau tidak karena saya dulu pernah mencuri tapi tidak ingat apakah uang tersebut di masukan ke tabungan saya atau tidak.
Karena saya ingin menjadi seorang mandiri dengan menghasilkan uang dari hp tersebut.

1. Bagaimana Cara meyakinkan uang tersebut halal?
2. Jika ada keharaman maka cara membersihkannya bagaimana?
3. Saya pernah memasukan uang temuan ke tabungan tersebut, apakah haram?
4. Apakah penghasilan tersebut bisa membersihkan hp jika ada keharaman sesuai harga hp tersebut dengan niat menghilangkan keharamannya?

JAWABAN

1. Caranya, anda harus mengeluarkan uang sebesar yang pernah anda curi sebagai cara untuk menyucikan harta yang anda miliki. Kalau itu dilakukan, maka harta anda sudah bersih. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

2. Lihat poin 1 di atas. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram

3. Uang temuan statusnya masih syubhat kecuali setelah diumumkan beberapa waktu dan tidak ada yg mengakui. Baca detail: Barang Temuan

4. Tidak. Membersihkan harta kita yang bercampur haram hanya bisa dilakukan dengan cara seperti disebut di poin 1. Adapun penghasilan anda yang didapat dari pekerjaan halal hukumnya halal. Walaupun seandainya dari modal haram. Baca detail: Bisnis Halal dari Modal Harta Haram


HALAL HARAM:

Assalamualaikum, saya ingin bertanya tentang halal haramnya suatu barang, dulu saya pernah meminta uang ke paman saya untuk membeli sesuatu contohnya hp tapi saya melebih lebihkan meminta uangnya agar dapat uang saku tambahan

1. Apakah itu haram
2. Misalkan saya menggunakan hp tersebut dan dapat penghasilan , apakah penghasilan tersebut jika di sedekah kan hp tersebut jadi halal?

Wassalamu'alaikum

JAWABAN


1. Berbohongnya, yakni dengan melebih-lebihkan (mark up) harga HP itu haram. Baca detail: Bohong dalam Islam

2. HPnya tidak haram. Karena paman anda telah memberikan uang itu untuk membeli HP dan anda menggunakan sesuai dengan peruntukannya. Maka, penghasilan dari HP itu juga halal. Baca detail: Hibah dalam Islam

Terkait dosa anda karena berbohong, maka anda bisa meminta maaf pada paman anda soal ini sebagai bentuk taubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

TAWASUL SEBELUM TAHLIL

Maaf saya mau tny. Saya sering denger kalau mau tahlilan. Pemimpin tahlil slalu baca solat yarobibilmustopa dan seterusnya. Itu namanya solawat apa ya apakah itu di namakan tawasul sebelum tahlil?

JAWABAN

Itu doa. Sedangkan tawasul itu diucapkan ketika mengirim Al Fatihah ke yang wafat. Baca detail: Bacaan Tahlilan


IJAB QOBUL

Assalamu'alaykum wr wb

perkenalkan nama saya tria t putra...ingin menanyakan seputar ijab qobul..kejadian sebagai berikut :

Ketika saya ijab qobul dengan Bapak dari mempelai wanita dengan bahasa arab..setelah lihat video rekaman..terdapat makhroj yg samar dan salah ketika qobul (kesalahan terdapat pada "madzkur" tapi terdengar "maskur") .bagaiman hukumnya akad nikah tersebut?
Sedangkan pihak perwakilan dari KUA, dua saksi dan para hadirin lainnya menjawab 'Sah'.

Wassalamu'alaykum wr wb

JAWABAN


Kesalahan kata 'madzkur' menjadi 'maskur' tidak masalah. Tidak merusak keabsahan pernikahan anda. Yg prinsip saat qabul itu adalah kata 'qobiltu nikahaha' (saya terima nikahnya). Baca detail: Pernikahan Islam