11/11/19

Hukum Nikah Pria Wanita yang Dipaksa

PERNIKAHAN LELAKI ATAU WANITA YANG DIPAKSA, APAKAH SAH NIKAHNYA?

1. Bagaimana hukum lelaki yang dipaksa menikahi perempuan yang sedang hamil padahal bukan ayah biologis anak tersebut padahal laki laki tersebut sudah menikah secara resmi?
2. Bagaimana hukum laki laki menikahi perempuan karena terpaksa dan diancam apakah pernikahan tersebut sah?

JAWABAN

1. Pertama, menikahi wanita hamil zina adalah sah menurut madzhab Syafi'i dan Hanafi. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

2. Kalau terjadi pemaksaan bagi pengantin lelaki, maka ulama berbeda pendapat tentang keabsahan pernikahannya.

Dalam QS An-Nur 34:33 Allah berfirman:

وَلَا تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَنْ يُكْرِهْهُنَّ فَإِنَّ اللهَ مِنْ بَعْدِ إِكْرَاهِهِنَّ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

Al-Qurtubi dalam tafsir Al-Qurtubi, hlm. 5/121, menjelaskan bahwa ayat ini terkait juga dengan hukum nikah paksa:

التاسعة : وأما نكاح المكره ; فقال سحنون : أجمع أصحابنا على إبطال نكاح المكره والمكرهة ، وقالوا : لا يجوز المقام عليه ، لأنه لم ينعقد . قال محمد بن سحنون : وأجاز أهل العراق نكاح المكره ، وقالوا : لو أكره على أن ينكح امرأة بعشرة آلاف درهم ، وصداق مثلها ألف درهم ، أن النكاح جائز وتلزمه الألف ويبطل الفضل . قال محمد : فكما أبطلوا الزائد على الألف فكذلك يلزمهم إبطال النكاح بالإكراه . .

Artinya: Kesembilan, adapun nikahnya orang yang dipaksa, Sahnun barkata: Ulama madzhab Maliki menyatakan batalnya nikahnya pria dan wanita yang dipaksa. Mereka berkta: Tidak boleh menetapkannya. Karena nikahnya tidak sah. Muhammad bin Sahnun berkata: Ulama ahlul Iraq membolehkan nikahnya pria yang dipaksa. Mereka berkata: Apabila seorang pria dipaksa untuk menikahi seorang perempuan dengan 10.000 dirham mahar sedangkan mahar misilnya 1.000 dirham, bahwa nikahnya boleh (sah) dan wajib bagi si lelaki membayar 1000 dan batal sisanya. Muhammad berkata: sebagaimana batalnya mahar yang lebih dari 1000 begitu juga wajib bagi mereka membatalkan nikah karena paksaan.

Dari penjelasan di atas maka dalam hal ini ada dua pendapat: tidak sah dan sah. Anda bisa mengikuti salah satu dari kedua pendapat tersebut.

Apabila mengikuti pendapat yang menyatakan tidak sah, maka anda tidak perlu bayar mahar dan hendaknya menjauh dari pengantin perempuan dan tidak tinggal sekamar. Sebab, apabila anda tinggal sekamar dan sampai terjadi hubungan intim, maka nikahnya menjadi sah. Sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qurtubi dalam tafsir Al-Qurtubi, hlm. 5/121, berikut:

العاشرة : فإن وطئها المكره على النكاح غير مكره على الوطء والرضا بالنكاح لزمه النكاح عندنا على المسمى من الصداق ودرئ عنه الحد .

Artinya: Apabila pria yang nikah dipaksa tadi melakukan hubungan intim dengan si wanita tanpa dipaksa, maka nikahnya menjadi sah dan wajib bagi pria membayar mahar yang ditentukan dan dia terbebas dari had (hukuman).

Sementara itu, Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari, hlm. 12/312, menjelaskan tentang pria yang dipaksa nikah dan dipaksa hubungan intim (jimak/wati'):

وَلَوْ أُكْرِهَ عَلَى النِّكَاحِ وَالْوَطْءِ لَمْ يحد وَلم يلْزمه شَيْء وان وطىء مُخْتَارًا غَيْرَ رَاضٍ بِالْعَقْدِ حُدَّ

Artinya: Apabila seorang pria dipaksa menikah dan jimak, maka dia tidak dihad (dihukum) dan tidak ada kewajiban apapun baginya. Namun apabila dia jimak secara sukarela tapi tidak rela dengan akad nikahnya, maka dia dihad (dihukum).

Baca detail: Pernikahan Islam

08/11/19

Hukum Dropshipper, Reseller, Agen, Calo

Hukum Dropship, Reseller, Agen Penjualan
HUKUM BISNIS DROPSHIP, RESELLER, CALO, MAKELAR, AGEN PENJUALAN DALAM ISLAM

Saya pernah berjualan buku selama beberapa lama, cara saya berjualan: ada orang menanyakan saya bila dia bisa beli buku X di saya, lalu saya carikan buku X di suatu toko buku lain, setelah itu saya beritahu ke orang tersebut harga buku tersebut ditambah lebih beberapa ribu karena saya pikir saya boleh mengambil untung. Setelah orang itu bayar ke saya, barulah saya beli buku X dan saya kirim ke dia. Saat melakukan hal itu, sebenarnya pernah terpikir oleh saya bahwa hal itu belum tentu halal karena saya pernah baca tentang hal itu, namun saya belum yakin akan hukumnya dan lupa bagaimana tepatnya berjualan yg halal dan bagaimana yg haram. Setelah beberapa lama, saya coba cari tahu lagi, dan saya berpikir bahwa cara berjualan saya sebenarnya adalah salah dan tidak diperbolehkan dalam islam karena saya menjual barang yang bukan milik saya. Pertanyaan saya:

1. Apakah cara berjualan saya memang salah dan haram?

2. Saya lupa dan tidak ada catatan konkrit tentang penjualan-penjualan saya jadi saya tidak tahu dengan pasti berapa uang yang saya dapat dari berjualan itu. Apa yang harus saya lakukan? Saya tidak ingin menggunakan uang yang berasal dari usaha tidak halal... apa yang harus saya lakukan?
3. Uang-uang hasil jualan tersebut sudah pernah saya gunakan untuk hal-hal untuk diri sendiri. Bagaimana cara saya bertaubat dari hal itu?

4. Uang yang didapat dari jualan itu juga bercampur dengan uang pemberian orangtua saya. Saya bersedekah pakai uang yang tidak saya ketahui apakah itu termasuk uang pemberian orangtua atau uang hasil jualan dengan cara yang dilarang dalam Islam, apakah sedekah saya dibolehkan dalam Islam?

5. Apakah saya harus mengembalikan uang ke semua orang yang pernah membeli buku di saya? (yang penjualannya saya lakukan dengan cara seperti yang saya bilang di atas) tetapi saya tidak punya catatan dan kontak setiap orang tersebut. Apa yang harus saya lakukan?

6. Saya tidak tahu apakah uang yang sekarang ini saya miliki termasuk uang dari penjualan buku dengan cara yang salah/dari hasil usaha dengan cara yang salah/haram ataukah uang halal seperti pemberian orang tua/uang halal lainnya. Karena selama ini saya juga diberi uang oleh orangtua saya dan pernah jualan buku milik saya sendiri. Saya ingin bertaubat dan tidak mau menggunakan uang haram lagi sama sekali. Apa yang harus saya lakukan agar saya terbebas dari uang haram, agar tidak lagi memegang uang haram, dan tidak menggunakan uang haram lagi?

JAWABAN

Bisnis yang anda lakukan saat ini kurang lebih sama dengan praktik dropship, reseller, makelar atau calo, agen penjualan, distributor, dll. Model ini sudah ada sejak zaman Nabi. Dan itu dibolehkan.

DEFINISI DROPSHIPPER
Dropship dropshipper
Dropship adalah salah satu model bisnis baru di mana penjual tidak menyimpan stok barang, dan dimana jika penjual mendapatkan order, penjual tersebut langsung meneruskan order dan detail pengiriman barangnya ke distributor/supplier/produsen. Produsen/supplier kemudian mengirim barang langsung ke pembeli atas nama penjual. Pelaku bisnis model ini, yakni si penjual, disebut dropshipper.

DEFINISI RESELLER
Reseller
Reseller adalah orang yang membeli produk dari distributor atau supplier dengan harga yang lebih murah dari pasaran untuk di jual kembali dengan harapan mendapatkan sejumlah keuntungan dari penjulan barangnya tersebut

DEFINISI AGEN PENJUALAN DAN DISTRIBUTOR

Selain dropship dan reseller, yang serupa dan lebih umum adalah agen penjualan dan distributor.

Agen penjualan adalah penyalur yang atas nama suatu perusahaan tertentu menjual barang dan jasa hasil produksi perusahaan tersebut di daerah tertentu. Di agen tidak akan dijumpai barang dan jasa yang bukan produksi perusahaan bersangkutan. Agen menjual barang dan jasa dengan harga yang ditentukan oleh produsen. Agen memperoleh komisi dari perusahaan yang sesuai dengan jumlah penjualan. Ada tiga jenis agen yang mewakili pelaku ekonomi yang berbeda, yaitu agen produsen, agen penjualan, dan agen pembelian.

Sedangkan distributor adalah perantara yang menyalurkan produk dari pabrikan (manufacturer) ke pengecer (retailer). Setelah suatu produk dihasilkan oleh pabrik, produk tersebut dikirimkan (dan biasanya juga sekaligus dijual) ke suatu distributor.

Calo adalah orang yang menjadi perantara dan memberikan jasanya untuk menguruskan sesuatu berdasarkan upah; perantara. Calo disebut juga dengan makelar.

HUKUM CALO (MAKELAR), RESELLER, AGEN PENJUALAN, DAN DISTRIBUTOR

Hukum calo, agen, distributor dan reseller adalah boleh menurut syariat Islam.

Dalam kitab Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah (Ensiklopedi Fiqih), hlm. 10/151, samsarah didefinisikan sbb:

السمسرة : هي التوسط بين البائع والمشتري , والسمسار هو : الذي يدخل بين البائع والمشتري متوسطاً لإمضاء البيع , وهو المسمى الدلال , لأنه يدل المشتري على السلع , ويدل البائع على الأثمان

Artinya: Samsarah adalah mediasi antara penjual dan pembeli. Simsar adalah orang yang menjadi mediator antara penjual dan pembeli untuk bertransaksi. Simsar disebut juga dengan Dallal (pemandu) karena ia memandu pembeli pada barang (yang akan dibeli) dan memandu penjual atas harga.

Ibnu ‘Abdin, madzhab Hanafi, dalam Hasyiyah Ibnu Abidin, hlm. 5/39, mendefinisikan samsarah sbb:

الَّذِي يَدْخُلُ بَيْنَ البَائِعِ وَالمـُشْتَرِي مَتَوَسِّطاً لإِمْضَاءِ البَيْعِ

Artinya: Pihak yang masuk di tengah antara penjual dan pembeli agar terjadi jual-beli

Dalil Dasar

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah dari Sahabat Qais bin Abi Gorzah ia berkata:

كُنَّا نُسَمَّى فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – السَّمَاسِرَةَ ، فَمَرَّ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَسَمَّانَا بِاسْمٍ هُوَ أَحْسَنُ مِنْهُ ، فَقَالَ : ” يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ ! إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلِفُ فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ

Artinya: Kami pada masa Rasulullah disebut dengan “samasirah“ (calo/makelar), pada suatu ketika Rasulullah menghampiri kami, dan menyebut kami dengan nama yang lebih baik dari calo, beliau bersabda : “Wahai para pedagang, sesungguhnya jual beli ini kadang diselingi dengan kata-kata yang tidak bermanfaat dan sumpah (palsu), maka perbaikilah dengan (memberikan) sedekah“

Hukum Simsar dan model bisnis samsarah adalah boleh. Dalam kitab Al-Mudawwanah (madzhab Maliki) dinyatakan:

سئل الإمام مالك رحمه الله عن أجر السمسار فقال : لا بأس بذلك
Imam Malik (madzhab Maliki) ditanya tentang upah Simsar (calo). Imam Malik berkata: Tidak apa-apa.

Imam Bukhari (madzhab Syafi'i) dalam Sahih Bukhari, hlm. 2/528, menyatakan:

بَاب أَجْرِ السَّمْسَرَةِ . وَلَمْ يَرَ ابْنُ سِيرِينَ وَعَطَاءٌ وَإِبْرَاهِيمُ وَالْحَسَنُ بِأَجْرِ السِّمْسَارِ بَأْسًا

Artinya: Upah samsarah itu tidak apa-apa menurut Ibnu Sirin, Atha', Al-Hasan.

Dr. Abdurrohman bin Saleh Al-Atram, ulama madzhab Hanbali, dalam Al-Wisatah Al-Tijariyah, hlm. 382, menyatakan:

فإذا لم يكن شرط ولا عرف ، فالظاهر أن يقال : إن الأجرة على من وسّطه منهما ، فلو وسطه البائع في البيع كانت الأجرة عليه ، ولو وسطه المشتري لزمته الأجرة ، فإن وسطاه كانت بينهما

Artinya: Apabila tidak ada syarat dan kebiasaan, maka secara zahir dapat dikatakan bahwa wajib ada upah bagi orang yang menjadi perantara kedua pihak. Apabila penjual memakai perantara dalam menjual barangnya maka penjual wajib memberi upah pada mediator. Apabila jasa ini dipakai oleh pembeli maka wajib bagi pembeli memberi upah. Apabila keduanya memakai perantara maka upah itu hendaknya dikeluarkan keduanya.

HUKUM RESELLER

Ulama sepakat atas bolehnya model bisnis reseller karena barang sudah menjadi milik dari penjual atau penyuplai / penyedia barang (supplier). Sistem jual beli reseller masuk kategori (بيع موصوف في الذمة), yaitu jual beli barang yang sudah menjadi milik dari pedagang. Akad yang berlaku adalah akad salam, yaitu sistem jual akad pesan. Cirinya adalah: - Barang sudah berada dalam kuasa pedagang - Diketahui modal pokoknya). Baca detail: Hukum Pesan Barang (Akad Salam)

DUA JENIS DROPSHIPPING

Dalam realitasnya, bisnis dropshipping ada dua jenis. Pertama, penjual menawarkan dan menjual barang yang belum dimilikinya. Ini mirip dengan samsarah atau makelar hanya saja dalam kasus dropship tipe pertama ini penjual belum menerima ijin atau belum mendapat perintah amanah dari pemilik barang untuk menjualkan barang tersebut. Jumhur ulama dari empat madzhab menganggap transaksi ini haram, kecuali madzhab Hanafi. Sistem akad dropship yang pertama ini bisa dimasukkan ke dalam akad samsarah.

Kedua, penjual sudah mendapat ijin dari pemilik barang untuk menjualkan barangnya. Ini mirip dengan reseller. Kecuali bahwa dropshipper belum atau tidak memegang barang yang hendak dijualnya. Dropship tipe kedua ini dibolehkan bahkan oleh madzhab Syafi'i walaupun barang belum terlihat atau belum dimilikinya.

Al-Hishni dalam kitab Kifayatul Akhyar, hlm. 1/240, menyatakan:

وقوله لم تشاهد يؤخذ منه أنه إذا شوهدت ولكنها كانت وقت العقد غائبة أنه يجوز

Artinya: “Maksud dari pernyataan Abi Syuja’ “belum pernah disaksikan”, difahami sebagai “apabila barang yang dijual pernah disaksikan, hanya saja saat akad dilaksanakan barang tersebut masih ghaib (tidak ada)”, maka hukumnya adalah boleh.”

Perhatikan, syarat kebolehannya adalah apabila barangnya sudah pernah dilihat pembeli dan bersifat tetap artinya barangnya bukan jenis barang yang mudah berubah. walaupun saat akad tidak ada.

An-Nawawi dalam kitab Roudotut Tolibin, hlm. 3/371, menjelaskan syarat-syarat kebolehannnya:


لو اشترى غائبا رآه قبل العقد ، نظر ، إن كان مما لا يتغير غالبا ، كالأرض ، والأواني ، والحديد ، والنحاس ، ونحوها ، أو كان لا يتغير في المدة المتخللة بين الرؤية والشراء ، صح العقد ؛ لحصول العلم المقصود

Artinya: “Jika seseorang membeli barang yang ghaib (tidak ada di tempat akad) sebelum akad, maka dirinci: apabila barang yang tidak terlihat saat akad itu adalah berupa barang yang umumnya tidak mudah berubah, misalnya seperti bumi/tanah, wadah, besi, tembaga dan sejenisnya, atau barang tersebut tidak mudah berubah oleh waktu ketika mulai dilihat (oleh yang dipesani) dan dilanjutkan dengan membeli (oleh yang `memesan), maka akad (jual beli barang ghaib) tersebut adalah sah disebabkan tercapainya pengetahuan barang yang dimaksud.”

Transaksi dropship tipe kedua ini masuk kategori akad salam. Baca detail: Hukum Pesan Barang (Akad Salam)


Kesimpulan: menjadi perantara, dropship, calo, reseller, agen, distributor atau apapun namanya adalah boleh. Karena, ini adalah masalah bisnis yang dalam Islam apapun modelnya dibolehkan selagi ada kerelaan dari para pihak yang bertransaksi, tidak ada unsur riba dan gharar (tipuan), serta tidak menjual barang haram.

Baca juga:
- Bisnis dalam Islam
- Akad Salam (Pesan Barang)

02/11/19

Hukum Poligami Dalam Islam

Hukum Poligami Dalam Islam
HUKUM POLIGAMI DALAM ISLAM

Assalaamu'alaikum ww.

Yth, Team KSIA Akhoirot

Saya pria berkeluarga dg 2 anak dn pernah melakukan poligami dg seijin istri pertama. Namun baru berjalan 2 tahun terjadi perselisihan besar diantara kedua istri, hingga istri pertama memaksa saya agar membuat pilihan diantara mereka. Kerena saya tidak bersedia, maka istri pertama nekat mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama hingga jatuhlah putusan cerai.

Saat itu saya tetap membagi waktu secara adil dalam hitungan hari demi anak-anak, bahkan cenderung lebih banyak waktu di rumah anak-anak dan istri kedua maklum.

Seiring berjalannya waktu perlahan saya ajak ibunya anak-anak untuk rujuk kembali, dan dia bersedia dg syarat saya harus menceraikan istri kedua. Sehingga pada suatu hari dalam kondisi yg sangat amat terpaksa (maaf tidak bisa saya ceritakan) saya ajukan gugatan cerai istri kedua ke pengadilan agama dan jatuh putusan cerai hingga dia pulang ke rumah orang tuanya di luar pulau.

Berselang beberapa bulan kemudian saya menikah ulang dg ibunya anak-anak, dan hingga saat ini kami di rumah kembali damai. Dan untuk membentengi diri, maka sejak itu saya tinggalkan pekerjaan dg niat memiskinkan diri agar terhindar dari niat yg dapat mengganggu kedamaikan keluarga.

Setahun waktu berlalu tanpa diduga eks. istri kedua menghubungi saya kembali. Komunikasi kami lakukan jarak jauh antar pulau awalnya dg alasan dia ingin menjaga silaturahim dan saya sambut dg penuh husnudzon setiap curhatannya, hingga terucap bahwa dia ingin kembali merajut hubungan keluarga lagi menjadi istri kedua.

Akhirnya saya ceritakan kepadanya bahwa kondisi saya sangat tidak mampu dan pantas lagi secara nafkah lahir untuk berpoligami, saya beri dia nasehat, semangat untuk lebih bersyukur dan membuka diri bahwa masih banyak pria yg jauh lebih baik dari saya. Namun semakin hari rupanya dia semakin menutup diri dari pria lain dan semakin berharap dapat Ekembali saya nikahi meski seberat apapun syaratnya. Bahkan dia bilang hanya ingin punya anak dari saya baik siri atau resmi, tapi saya belum jawab apa-apa. (Maaf saya usia 48 th dan dia usia 38 th.)

Ustadz Yth, dengan sepenuh harap dan kerendahan hati mohon kiranya berkenan memberikan saran dan nasehat terbaik.

Pertanyaan saya,
Apa yang harus saya lakukan buat eks.istri kedua, dan andai saya layak menikahi lagi eks.istri kedua, bagaimana cara membicarakan dengan istri pertama?

"Sungguh Demi Allah saya tidak ingin mereka dan anak-anak terlukai lagi"
Terima kasih

Wa'assalamu'alaikum ww.

JAWABAN

Kalau kecintaan anda kepada anak-anak melebihi yang lain, dan pernikahan anda dengan istri kedua akan berakibat menyakiti anak-anak, maka keputusannya tidaklah sulit: abaikan permintaan mantan istri kedua tersebut.

Apalagi, secara hukum Islam, poligami itu tidak dianjurkan. Poligami tidaklah sunnah. Pernyataan dalam QS An-Nisa 4:3, walaupun memakai kata perintah (fi'il amar), namun ulama sepakat itu bermakna boleh. Itupun kalau adil.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 16/144, menegaskan:

وندب إلى الاقتصار على واحدة خوفا من الجور وترك العدل

Artinya: Disunnahkan untuk menikah dengan satu istri saja karena dikuatirkan untuk zalim dan tidak adil.

Abul Hasan Al-Imrani dalam Al-Bayan fi Madzhab Al-Imam Al-Syafi'i, hlm. 11/189, juga menguatkan pendapat di atas:

قال الشافعي: وأحب له أن يقتصر على واحدة وإن أبيح له أكثر؛ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: ( فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا ). فاعترض ابن داود على الشافعي، وقال : لِمَ قال الاقتصار على واحدة أفضل ، وقد كان النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جمع بين زوجات كثيرة ، ولا يفعل إلا الأفضل ، ولأنه قال : ( تناكحوا تكثروا)؟ فالجواب : أن غير النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنما كان الأفضل في حقه الاقتصار على واحدة ؛ خوفًا منه أن لا يعدل ، فأما النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فإنه كان يؤمن ذلك في حقه. وأما قوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (تناكحوا تكثروا) فإنما ندب إلى النكاح لا إلى العدد

Artinya: Imam Syafi'i berkata: Sunnah pria menikah dengan satu wanita saja walaupun boleh menikah lebih dari satu. Berdasarkan pada QS An-Nisa 4:3. Ibnu Dawud menentang pandangan Imam Syafi'i ini dengan mengatakan: Mengapa menikah satu itu lebih utama sedangkan Nabi menikah dengan banyak istri dan yang dilakukan Nabi adalah yang paling utama dan bahwa Nabi pernah berkata: Menikahlah dan perbanyak anak?" Jawabnya adalah: bahwa selain Nabi itu yang paling utama itu menikah dengan satu wanita saja karena dikuatirkan tidak adil. Sedangkan Nabi itu terjamin adilnya. Adapun sabda Nabi "Menikahlah dan perbanyak" itu maksudnya sunnahnya nikah, bukan sunnahnya banyak istri.

Kesimpulan: Menikah dengan satu istri itu hal yang lebih utama baik dari pandangan syariah maupun secara sosial. Kedamaian yang sedang anda alami dan nikmati saat ini bersama istri pertama dan anak-anak hendaknya tidak lagi digoyahkan dengan bujukan mantan istri kedua untuk kembali rujuk. Kuatkan hati anda. Dan tolak dia dengan halus dan tidak menyakiti. Yang utama: putuskan komunikasi dengannya agar tidak menjadi beban pemikiran anda. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

WAS-WAS NAJIS

ust. tapi tetap jika memakainya hati rasanya berat, bekas kejadian seperti itu. juga bekas kejadian-kejadian yang kemarin-kemarin saya kirim juga seperti itu rasanya. takut ada najis nya.
Lalu bagaimana? meskipun sudah kita usahakan untuk menghindar. apa harus di cuci juga?

mohon nasihatnya. agar hati saya bisa menjadi lebih tenang.

JAWABAN

Anda menderita was-was. Dan obat was-was adalah dengan mengaikan apa yang diwas-wasi. Was-was najis yang tanpa bukti, maka abaikan itu. Anggaplah suci. Maka, lama kelamaan penyakit anda akan sembuh. Sadari bahwa was-was adalah penyakit yang harus disembuhkan. Caranya: abaikan. Kecuali kalau najis itu jelas terlihat mata.
Baca detail:
- Ragu Najis Anjing
- Was-was Najis Anjing

01/11/19

Dampak Suami Murtad pada Pernikahan

SUAMI MURTAD

Assalamualaikum wr wb

Saya seorang muslimah yang telah menikah hampir 16 tahun, dikaruniai putri (kelas 9) dan putra (kelas 4). Suami saya keturunan Jawa dan Manado. Dulu saya bersedia menikah setelah mendapatkan konfirmasi bahwa agamanya adalah Islam.

Seiring waktu, meskipun dia masih sayang saya dan anak-anak, saya merasa pernikahan ini tidak mempunyai arah yang baik dan makin tidak memberikan kebahagiaan secara islami, disebabkan karena suami tidak merubah kebiasaan buruknya minuman keras, suka berjudi, memutus silatuhami dengan keluarga besar saya, tidak suka acara keagamaan, tidak suka saya pakai syari, hampir tidak pernah memberikan nafkah lahir, 3x selingkuh, dll.

Beberapa tahun lalu, saya mendapatinya sering keluar alasan acara kajian. Saya pikir acara kajian sunnah dsbnya, tetapi ternyata acara kajian penganut kepercayaan. Saya sudah 2x mendapatkan pernyataan bahwa agamanya bukan Islam (terakhir bulan April 2017), tapi penganut kepercayaan. Islam hanya status di KTP saja.

Saya sudah seringkali menasehati tentang semuanya, tapi seperti angin lalu. Akhirnya pada April 2017 itu, saya minta dia dengan hormat untuk tidak mempengaruhi anak-anak, dia setuju. Malah, bila saya mendapatkan seseorang yang lebih baik darinya, dia setuju dan ikhlas untuk melepaskan saya.

Sekarang saya ingin makin memperbaiki diri saya dan anak-anak dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mohon bimbingannya, terima kasih banyak.
Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

Kalau suami murtad, maka otomatis pernikahan anda dipending: suami diberi waktu untuk kembali ke Islam. Selama masa iddah, suami dianjurkan untuk masuk Islam kembali. Tapi kalau menolak, maka anda berdua harus fasakh (cerai). Baca detail: Suami Murtad

MENITIPKAN ANAK PADA ORANG TUA

Assalaamu'alaikum ustadz. Saya mau berkonsultasi lagi dengan ustadz, mohon maaf sebelumnya bila ada ketikan kata saya yang masi kekurangan.

begini ustadz yg saya tahu,kita & harta kita adalah milik orang tua kita.saya bingung ustadz, Plihan pe 1, saya harus kerja untuk memberi rezeki ke 2 ortu saya tapi terpaksa menitipkan anak saya yang cacat suara & bandel slma jam kerja saya,hal ini membuat ortu saya terasa seperti terepotkan & slalu jadi menciptakn amarah tingi & keluhan ortunya saya.Sedangkan,tempat saya tinggal tidak ada tmpat penitipan anak seperti anak saya.

Plihan ke 2, bila saya tidak bekerja,perhatian saya sepenuhnya ke anak & calon suami saya,tpi kasihan sama ortu saya karna kuliah saya jdi sia sia & tidak bisa mmberi dari hasil saya sndri ke ortu saya.

Mohon bimbingannya ustadz... Sebelumnya trma ksih banyak atas perhatian ustadz,
Assalaamu'alaikum.


JAWABAN


Sebaiknya anda tetap bekerja dan menyerahkan urusan penitipan anak pada orang lain yang bisa dibayar untuk melakukan itu. Baca juga: Ayah Wajib Menafkahi Anak

CALON MERTUA KURANG AGAMIS

Assalmualaikum
Saya ingin bertanya, saya memiliki hambatan pernikahan, dimana keluarga saya menjunjung tinggi aqidah. Tetapi, keluarga sang pria hanya dari pihak bapak nya yang menjunjung aqidah, sedangkan pihak ibu tidak. (Orang tua sang pria sudah bercerai).
Yg saya takuti adalah ketika orang tua saya tau bawa ibu dari calon suami saya tidak mengenakan hijab, perpakaian anak muda, mengenakan pakaian ketat bahkan sexy. Saya takut jika org tua saya tidak merestuinya hanya karna ibu sang pria seperti itu. Ibu sang pria seperti itu krna pergaulannya. Padahal anak nya sudah menegur ibunya, tetapi ibunya malah balik marah. Sedangkan ibunya malah menyuruh anak nya agar tidak tinggal sholat wajib dan tahajud. Saya sedih jika orang tua saya memiliki besan seperti ibu sang pria, saya takut orang tua dan keluarga saya malu.

Bagaimana uztad? Mohon sarannya, terima kasih

JAWABAN

Istilah menjunjung tinggi aqidah sebenarnya kurang tepat kalau kaitannya dengan pakaian tidak berhijab. Lebih tepatnya menjunjung tinggi syariah. Aqidah dan syariah dua hal yang berbeda. Baca detail: Cara Memilih Jodoh


Terkait calon mertua, apabila anda kurang suka dengan mertua anda dan menganggap hal itu prinsip, maka anda masih punya pilihan untuk mencari calon lain yang cocok orangnya dan orang tuanya.

Tapi kalau anda menganggap itu tidak prinsip, maka teruskan saja hubungan ke jenjang pernikahan. Soal mertua biarkan dia melakukan yang dia suka toh yang menanggung dosa adalah dia sendiri. Yang penting anda dan suami sudah melaksanakan syariah dengan maksimal. aca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

NIKAH TERHALANG ADAT JAWA

Assalamualaikum wr. wb.

Saya seorang wanita yang memiliki soerang teman dekat laki-laki hubungan kami memang serius dan ada niat untuk melangkah ke pernikahan, berharap menikah segera mungkin. Tetapi hubungan kita terhalang adat Jawa. Keluarga saya memberitahu bahwa hubungan saya dengan dia tidak diperbolehkan, dikarenakan "Melumah Mengkurep" yang saya tidak tahu arti makna tersebut. Dan hal kedua yang menjadi penghalang hubungan kita karena hitungan tanggal lahir menurut adat Jawa Hari Tanggal Lahir saya dan Hari Tanggal Lahir pacar saya jika dihitung2 sesuai adat Jawa itu tidak bagus yang akan berakibat ada salah satu dari kami yang umurnya tidak panjang. Ada salah satu dari kami yg akan meninggal terlebih dahulu dengan waktu cepat. Pertanyaan saya:

1. Apakah islam membenarkan hal tersebut?
2. Apakah saya bersalah jika mempertahankan hubungan ini?
3. Apa solusi atau masukan untuk saya dan keluarga saya agar permasalahan ini terselesaikan dan kami dapat menikah?

Terima kasih...

JAWABAN

1. Tidak dibenarkan dalam Islam. Bahkan percaya ramalan itu berdosa. Baca juga: Hukum Percaya Ramalan

2. Mempertahankan hubungan pacaran itu salah dalam Islam apabila sampai terjadi kholwat (berduaan). Baca detail: Hukum Kholwat

Tapi kalau anda segera menikah secara sah, maka itu boleh. Kalau ayah anda setuju, maka itu tidak masalah. Yang menikahkan kan ayah anda sebagai wali pernikahan. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Komunikasi dengan pihak laki-laki bagaimana caranya agar dapat terlaksana. Bisa juga anda minta tolong pada orang ahli yang bisa memberikan second opinion (pendapat alternatif) yang membolehkan secara adat akan lebih baik. Baca juga: Cara Memilih Jodoh


Suami Menawarkan Cerai, Apakah Jatuh Talak?


SUAMI MENAWARKAN CERAI, APAKAH JATUH TALAK?

Asalamuallaikum ustadz

Saya wanita usia 26 tahun, saat ini saya dalam keragu-raguan karena suami pernah menalak saya beberapa kali.

1. pada tahun 2016 saya pernah berhubungan (hanya via telepon) dengan mantan pacar saya, karena saya bosan suami sering membentak dan tidak pernah perhatian, lalu hubungan saya diketahui oleh suami dan beliau marah besar, dia bilang "mau kamu apa? Apa kamu mau cerai?" Saya jawab "iya , saya mau pisah sama kamu, saya sudah lelah" , apakah itu sudah jatuh talak satu ustadz?

2. Selang setahun suami mendatangi saya dalam keadaan sadar tapi setelah bertengkar dengan ibunya, suami bilang "kita pisah aja ya?.." dan saya jawab "yaudah kalo itu emang mau kamu" apa itu sudah jatuh talak juga ustadz? , Kalau sudah berarti termasuk talak yang keberapa?
Perlu diketahui saat itu saya sedang tidak ada masalah dengan suami, namun saya sedang berselisih dengan ibu mertua sehingga ibu mertua mengeluarkan unek-unek tentang saya kepada suami hingga suami berfikir untuk pisah

3. Tanggal 9 november 2017 kemarin saya bertengkar dengan suami karena suami saya menyembunyikan hpnya dari saya hingga membuat saya marah besar dan melontarkan semua kata kasar dan tuduhan saya melalui WA(dulu dia pernah juga menyembunyikan hp dari saya dan ternyata dia berselingkuh), malamnya tanggal 10nov'17 suami mendatangi saya dalam keadaan tenang, dia bilang "saya minta pisah, daripada baikan lagi nanti keulang perdebatan yang sama mendingan pisah sekalian" saya kembali jawab "yaudah, saya selalu mengabulkan keinginan kamu buat cerai, tapi saya minta kejelasan kalu selingkuh apa tidak?" tapi suami juga ttp ga kasih hpnya untuk saya bahkan sampai saat ini hp suami tidak pernah dibawa pulang selalu disembunyikan diluar, apa ini sudah jatuh talak juga ustadz? Suami saya juga bilang sebelumnya dia sudah solat ashar karena bingung harus gimana

4. Beberapa hari kemudian saya tegur suami tapi kembali bertengkar, suami bilang "keputusan saya buat pisah sama kamu udah final bgt, udah capek saya" apakah ini talak juga ustadz?

5. Semalam suami mengajak berhubungan setelah melihat saya menangis, namun tidak mengucap rujuk atau apapun, lalu saya menolaknya karena masih kesal suami sembunyikan hp, apakah saya berdosa ustadz?

6.Jadi talak berapakah saya ustadz? Apakaha saya masih bisa rujuk.?

7. Bagaimana menyikapi suami yg mudah ucap talak ustadz?

Terimakasih atas jawabannya ustadz, dan mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, wasallamuallaikum warrah matullah wabarakatuh

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Kalimat tanya cerai tidak berakibat terjadinya talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Tidak jatuh cerai. Sebabnya karena kalimat tanya.

3. Ucapan suami "saya minta pisah, daripada baikan lagi nanti keulang perdebatan yang sama mendingan pisah sekalian" ini sah. Karena berupa kalimat pernyataan. Terutama kalimat "mendingan pisah sekalian"

4. Itu bukan talak, tapi penjelasan dari talak yang diucapkan sebelumnya seperti disebut dalam poin 3.

5. Menurut madzhab Syafi'i, suami harus mengatakan "Aku rujuk" sebagai tanda rujuk. Baru boleh berhubungan intim dengan istri. Ini kalau rujuknya masih dalam masa iddah. Kalau sudah keluar dari iddah, harus ada akad nikah ulang. Baca detail: Masa Iddah Istri yang Dicerai

6. Total masih talak 1 dan bisa rujuk

7. Beritahu ke suami agar tidak mudah ucapakan kata "talak, pisah, cerai" karena it berdampak hukum.

Perlu diketahui bahwa nikah siri dan nikah resmi itu bedanya hanya nikah siri tidak tercatat di KUA. Sedangkan hal2 yang lain sama yakni harus ada ijab kabul antara wali dan calon pria yang disaksikan dua saksi. Baca detail: Pernikahan Islam


WANITA BERSUAMI MENIKAH DENGAN SURAT CERAI PALSU

Saya ingin bertanya .. adik sy laki2 dia blm menceraikan istrinya tapi istrinya dan kluarga memalsukan tanda tangan adik saya buat surat perceraian palsu diatas materai. Tuk nikah lagi.dan pernikahan itu sudah trlaksana.kluarga sy ingin menuntut tapi kami org tak mampu.bagaimana ya tolong dbantu menyelesaikan masalah

JAWABAN

Perceraian itu bisa terjadi karena salah satu dari dua hal: (a) suami menceraikan istri baik dengan ucapan atau tulisan. Baca detail: Cerai dalam Islam

(b) cerai bisa juga dilakukan dengan cara istri melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Kalau hakim meluluskan permintaan istri, maka talak telah terjadi. Baca detail: Putusan Gugat Cerai, Jatuh Talak Berapa?

Kalau tidak terpenuhi salah satu dari dua hal di atas, maka istri tidak sah menikah dengan orang lain karena dia statusnya masih bersuami. Namun demikian, menurut hemat kami anda tidak perlu menuntut. Lebih baik suami membantu istri dengan cara menceraikannya secara lisan atau tulisan agar dia dapat menikah dengan pria lain setelah masa iddahnya lewat. Baca detail: Masa Iddah Istri yang Dicerai

HUKUM PROSESI TEMU MANTEN

bagaimana pandangan islam tentang temu manten, namun tidak menggunakan sesajen tetapi menggunakan kembang mayang namun untuk hiasan saja..? dan bagaimana pandangan islam mengenai prosesi temu manten dimana mempelai wanita mencuci kaki mempelai laki-laki sebagai simbol hormat pada suami?

JAWABAN

Segala bentuk tradisi pada dasarnya hukumnya boleh. Karena itu masalah muamalah (non ibadah) dan segala bentuk mumalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarangnya. Berdasarkan pada kaidah fiqih: "Hukum asal segala sesuatu adalah boleh." Baca detail: Kaidah Fikih

Terkait mencuci kaki suami, maka hukumnya boleh karena tidak ada yang bertentangan dengan syariah. Asalkan prosesi itu dilakukan setelah akad nikah / ijab kabul. Sedangkan apabila dilaksanakan sebelum ijab kabul maka hukumnya tidak boleh karena keduanya masih berstatus belum suami istri yang dilarang bersentuhan. Baca detail: Hukum Salaman Lawan Jenis


SUAMI SERING BERBOHONG

Asslm. sy pny mslh rmhtngg slma 5thn ni suami bnyk berbhg soal penghsln,bhkan sbgian materi yg diperoleh bt beli tanah jg diatsnamakn orglain.bgmn hukumny pak ustad?

JAWABAN

Suami wajib memberi nafkah pada istrinya dan anaknya. Selagi itu sudah dilaksanakan maka itu sudah cukup. Di luar itu, Tidak ada kewajiban suami untuk melaporkan penghasilannya pada istri. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

Hukum Tidak Shalat Jamaah

HUKUM TIDAK SHALAT JAMAAH

Assalamu'alaikum wr wb
Saya mau bertanya seorang laki2 berkewajiban sholat jamaah di masjid. Nha yang jdi permaslahan, di masjid daerah saya jika duhur dan ashar itu tidak ada yang ke masjid.. Bagaimana saya menyikapinya?
Apakah dosa jika saya sholat dirumah dan tidak ke masjid?

JAWABAN

Shalat berjamaah itu hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Tapi tidak wajib menurut madzhab Syafi'i. Oleh karena itu, tidak berdosa kalau shalat di rumah. Namun demikian sangat dianjurkan agar anda berusaha sebisanya untuk shalat berjamaah. Walaupun shalat berjamaah itu di rumah (bersama keluarga). Baca detail: Shalat Berjamaah

SHALAT RIYA'

Assalamu'alaikum,

Saya mau nanya,
1. ketika saya shalat di keramaian ataupun ada orang lain saya takut hati saya menjadi munafik, karna fikiran dan hati saya kadang tidak sinkron, bagaimana caranya saya shalat tanpa hati saya berkata ingin diliat orang lain?

2. Bagaimana caranya saya bisa mencari jalan yang benar, bisa melawan rasa malas saya? Hal pertama apa yang harus saya lakukan?

Terimakasih,
Wassalam.

JAWABAN

1. Riya' atau ingin dipuji saat berbuat baik itu dimaafkan selagi tidak sampai terucap di depan orang. Baca detail: Hukum Lintasan Hati

Jadi, tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk ikhlas sepenuh hati karena Allah. Semua perlu tahapan termasuk dalam hal keikhlasan. Yang penting, anda lakukan kewajiban agama dengan baik sesuai syarat dan rukunnnya. Setelah itu pasrahkan kepada Allah dan selalu berdoa pada Allah agar diberikan anugerah peningkatan gerak hati menuju level ikhlas yang lebih tinggi. Baca doa berikut setiap selesai shalat: Doa Hati Tenang dan ikhlas

2. Untuk melawan rasa malas adalah dengan a) niat untuk rajin; b) berkumpul dengan orang yang rajin; c) selalu berusaha mengisi waktu dg akitivitas yg baik dan positif. d) berdoa. Baca doa berikut setiap selesai shalat: Doa Hati Tenang dan cerdas

INGIN BUNUH DIRI

Assalamualaikum wr.wb

Perkenalkan saya hamba allah dari palembang. Umur saya 25 tahun. Saat ini saya menghadapi hidup yang sangat pelik sampai saya rasanya mau mati saja.

Dulu saya bekerja sebagai admin outsourcing di perusahaan telekomunikasi. Saya bekerja dari hari senin-jumat, sabtu mnggu libur. Dengan gaji yang lumayan besar. Fasilitasnya ada semua. Sudah 4 tahun saya bekerja disana. Tapi saya merasa tidak nyaman. Disana saya tidak mempunyai teman satu pun. Saya bekerja sendirian dan terkadang saya diejek karena penampilan saya. Sampai akhirnya, saya ikut tes di sebuah rmh sakit terbesar di palembang. Ternyata saya lulus. Pikir hati saya ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dari sebelumnya namun ternyata saya salah. Dari awal mreka menjanjikan jadwal bekerja dari hari senin-jumat jam 4 sore pulang. Sabtu mnggu libur. Tentu saya senang. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk resign. Tapi allah lagi-lagi memberikan saya cobaan. Dari 7 orang yg lulus, hanya saya yg ditempatkan di IGD dengan jadwal shift2an. 2 shift pagi, 2 shift sore, 2 shift malam baru libur. Terkadang tanggal merah atau hari sabtu minggu masuk. Gajinya juga jauh berbeda dengan di tempat yang lama.

Sungguh saya kecewa sekali walaupun sudah 6 bulan bekerja disini. Kalau boleh saya bilang, saya menyesal kerja disini. Belum lagi problem keluarga saya. Ayah saya egois, ibu saya menuntut untuk jdi orang kaya tapi ayah saya tidak peduli. Adik saya juga malas belajar. Ibu saya malu punya anak seperti saya dan adik walaupun saya sudah berusaha keras. Jadi setiap malam ibu saya ngoceh terus tentang kehidupan kami yg susah. Saya sangat mengerti perasaan seorang ibu yang menginginkan anaknya sukses. Sayapun sangat ingin membahagiakannya. Sampai suatu malam, ibu saya berkata bahwa sampai kapanpun ibu saya tidak pernah bangga saya bekerja ditmpat yg skrg. Saya sebgai anak merasa kecil hati. Saya merasa seperti anak yang tidak ada gunanya. Kecewa saya dengan diri saya sendiri. Kecewa juga sama allah.

Kalau boleh jujur, didalam pikiran saya hanya ada 2 pilihan. Kabur dari rumah atau memilih untuk bunuh diri. Tujuannya agar saya tidak menyusahkan orang lain lagi. Saya sudah tidak kuat menghadapi beban yang tak berkesudahan. Solat, puasa sudah saya lakukan demi mendapatkan jawaban. Setiap solat saya selalu bertanya kepada allah. Kenapa allah hanya menguji saya saja. Kenapa allah tidak mengabulkan doa saya. Mungkin jika saya kerja disini tapi dibagian kantornya, saya akan senang. Saya bingung apa yg harus saya lakukan? Karena jika suasana hati saya sedang tidak bagus ditambah lagi suasana dirumah ataupun dilingkungan kerja yang tidak kondusif, maka saya selalu berpikiran seperti itu? Memilih kabur atau mati saja?

Wasalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Dua hal itu bukan pilihan. Anda sudah harus bersyukur hidup normal, berpendidikan dan dapat pekerjaan. Syukuri itu, maka insyaAllah anda akan mendapatkan hal yang lebih baik lagi. Sementara itu, lupakan hal-hal buruk yang anda alami seperti perlakuan ibu atau pekerjaan yang kurang ideal. Fokuskan diri untuk bersyukur atas kelebihan dan keberuntungan yang anda alami.

Hal kedua adalah bersabar dan terus berdoa setiap selesai shalat agar Allah memberi ruang yang lapang di hati anda sehingga anda dapat melihat sesuatu dengan baik dan positif. Baca doa berikut setiap selesai shalat: Doa Hati Tenang dan Cerdas


Cara Membayar Utang Kepada Orang Yang Tidak Tahu Keberadaannya


BAGAIMANA CARA MEMBAYAR UTANG KEPADA ORANG YANG TIDAK TAHU KEBERADAANNYA

Saya pernah punya utang kpd teman kerja. Dan sekarang dia sudah pulang k kampung halamannya yang alamat dan keberadaannya saya tidak tahu dan sudah mencari namun tidak berhasil. Bagaimana solusi mnurut islam akan kasus sprti saya berhubung saya ingin lepas dari beban utang.
Trimakasih

JAWABAN

Kalau kreditur tidak diketahui alamatnya, maka hutang tersebut dapat mengganggu kesucian harta anda karena ada harta orang lain dalam harta anda. Untuk itu, maka sebaiknya anda keluarkan uang senilai hutang anda dan berikan pada fakir miskin atau fasilitas umum seperti masjid, madrasah, dll

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, 9/333

قال الغزالي إذا كان معه مال حرام وأراد التوبة والبراءة منه فإن كان له مالك معين وجب صرفه إليه أو إلى وكيله فإن كان ميتا وجب دفعه إلى وارثه وإن كان لمالك لا يعرفه ويئس من معرفته فينبغي أن يصرفه في مصالح المسلمين العامة كالقناطر والربط والمساجد ومصالح طريق مكة ونحو ذلك مما يشترك المسلمون فيه وإلا فيتصدق به على فقير أو فقراء

Artinya: Al-Ghazali berkata apabila terdapat harta haram dan ingin taubat dan bebas darinya, maka apabila ada pemiliknya wajib dikembalikan padanya, atau pada wakilnya. Apabila pemiliknya sudah meninggal, maka diberikan pada ahli warisnya. Apabila pemilik tidak diketahui dan sudah putus asa mencarinya, maka hendaknya harta tersebut digunakan untuk kemaslahan umat Islam seperti jembatan, pesantren, masjid, perbaikan jalan Mekkah dll yang digunakan umat. Atau, bisa juga disedekahkan pada fakir miskin. Baca detail: Hutang dalam Islam


HUKUM GAJI DARI PENJUALAN HARTA HALAL DAN SEDIKIT HARAM

Assalamualaikum wr.wb

Yth. Ustad dan ustadzah ponpes alkhoirot, perkenalkan saya mashudi, saya ingin menanyakan hal sbb.
1. Saya bekerja di minimarket, berskala nasional, minimarket itu pernah menjual miras, ,kalau dilihat ada banyak barang halal ditoko yg dijual, dan sedikit miras tadi (barang haram), kemudian atas larangan pemerintah sudah tidak menjual lagi, otomatis uang perusahaan bercampur uang haram.

Pertanyaannya,
A. Bagaimana hukum gaji yang saya terima ?
B. hukum menggunakan gaji tersebut ?
C. Cara mensucikan harta kita, yg bercampur harta haram ?

Terimakasih, atas bantuan dan solusinya.

Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

A. Gaji anda syubhat.
B. Boleh.
C. Memberikan pada fasilitas umum seperti masjid, pesantren, madrasah, dll uang senilai uang haram tadi. Baca detail: Hukum Harta Syubhat dan Cara Membersihkan Harta Haram


MENASIHATI ORANG LAIN

bismillahirohmanirohim,Assalamualaikum
Saya ingin meminta pendapat dan penjelasan yang rinci(Berdasarkan Quran,Hadits,atau pendapat ulama,dll) mengenai masalah saya.

Saya dulu mempunyai bnyak teman perempuan dibandingkan laki-laki.
Alhamdulillah Saya sudah berhijrah memperbaiki semuanya.saya juga ingin merubah kebiasaan buruk teman² Saya mulai dari mereka yang sering mendengarkan musik yang lirik nya sendiri dia tidak tau artinya bukankah pada dasarnya Musik itu haram(pernah membaca Artikel & Informasi dari Youtube) dan Saya juga ingin mereka memperbaiki lisan mereka,

Sekarang saya meminta mereka menghapus foto saya bersama mereka (takut tanggung jawab diakhirat),Saya juga keluar dari grup dimana didalam nya ada canda tawa antara laki² dan perempuan karna itu batil dan dosa.

1. yang saya Tanyakan Salahkah saya menasehati mereka,memberikan sedikit ilmu yang saya ketahui tetapi mereka tetap saja melanggar Nasehat saya,Lalu langkah apa yang harus saya ambil?

2. sekarang Saya sedikit menjaga jarak dengan mereka karna kadang mereka berpacaran dihadapan saya (Dulu), tidak menutup Aurat. apakah ini juga salah?
mungkin itu saja maaf jika sedikit membingungkan.

Saya ucapkan TerimaKasih.
DAN SAYA TITIP PESAN KEPADA YANG MELIHAT TULISAN INI
"Doakan seluruh umat Rasulullah walapun mereka tidak punya amal hanya mengucap (Laa illaha ILLALLAH) dan doakan saudara kita diAleppo, Gaza, Suriah, Iraq, Afghanistan dan Rohingya agar dilindungi Allah swt" Aamiin
Salah hilaf Mohon maaf,Sekali lagi saya Ucapkan terima kasih.

JAWABAN

1. Kalau anda dalam proses hijrah, maka kami anjurkan agar hijrah dengan belajar ilmu agama yang benar serta belajar pada ulama yang tepat. Jangan belajar hanya lewat youtube atau google.

2. Hindari belajar dari artikel dan video ulama radikal Wahabi Salafi atau Hizbut Tahrir (HTI).
Baca detail:
- Beda Aswaja, Salafi Wahabi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh
- Beda Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh dan Syiah

3. Belajarlah pada ulama Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Baca: Ciri khas Islam Ahlussunnah http://www.fatihsyuhud.net/islam/#1

4. Terkait musik, ulama berbeda pendapat antara halal dan haram. Baca detail: Hukum Musik

5. Menjaga jarak dengan lingkungan buruk itu baik. Namun hal itu harus diimbangi dengan membina hubungan baik dengan lingkungan yang baik. Baca detail: Menjauhi Lingkungan Buruk

Idealnya, cari pesantren yang baik. Yang mengajarkan Islam yang benar dan tidak radikal. Baca: http://www.alkhoirot.com/pesantren-santri-dewasa/


HUKUM ASURANSI

Assalamu’allaikum wr wb
Saya mau menanyakan apakah hukumnya jika kita bekerja sbg sales asuransi dalam hukum islam dan ajaran islam sebab saya ditawarkan dan didesak oleh kaka ipar untuk ikut menjalankan bisnis asuransi dan tanpa sepengetahuan saya, saya sudah didaftarkan oleh beliau untuk menjadi agennya.

Dan ketika saya dijelaskan sistemnya kok ada yang janggal hanya dgn menabung 400rb kita akan mendapat 700rb/ bulannya. Setelah 5 th akan mendapat 21jt/bulannya.
Saya merasa ada yang janggal dgn sistemnya tersebut dan riba,

1. apa yang harus saya perbuat untuk memperingati beliau (kakak ipar) saya agar berhenti dalam bisnis ini.

2. Dan apakah yang harus saya lakukan dgn rekening tabungan saya yang sudah didaftarkan oleh kaka ipar saya, apa harus buka rekening lagi sebab saya merasa uang yang saya dapatkan nanti tidak hallal karena hasil dari asuransi tersebut.
Terimakasih mohon balesannya min..

JAWABAN

1. Beritahu kakak anda bahwa asuransi umumnya mengandung unsur yang dilarang yaitu gharar (spekulasi dan ketidakpastian). Dalam kasus di atas juga ada unsur riba.

2. Anda boleh mengambil uang pokoknya. Dan jangan diambil ribanya. Baca detail: Hukum Bank Konvensional

Agar Hubungan Direstui Orang Tua



AGAR HUBUNGAN DIRESTUI ORANG TUA

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Saya seoranh wanita umur 24 tahun. Rumah saya di depok, jawa barat. Dari tahun 2015 - 2017 saya bekerja di kalimantan. Dan saya bertemu dengan laki-laki yang saya rasa sudah cocok dengan saya. Laki-laki ini berasal dari suku Bugis, tapi menetap di pulau kalimantan. Dia sudah bekerja sebagai PNS, umurnya saat ini 28 tahun. Alhamdulillah dia orang yg baik, shaleh, tanggung jawab dan cerdas. Alhamdulillah juga saat pertama kami kenal, dia mengatakan bahwa dia tertarik dengan saya, dan saya mengatakan bahwa bila tertarik dengan saya, saya harap yang serius karena saya tidak mau main-main. Atau bisa dibilang saya mau ke jenjang pernikahan. Alhamdulillahnya lagi dia setuju dengan apa yang saya katakan dan terlihat sekali bahwa dia benar-benar serius dengan saya.

Setelah itu saya langsung mengabari ibu saya bahwa saya sedang dekat dengan laki-laki yang serius dengan saya. Saat itu ibu saya bilang iya tidak apa-apa, temanan saja dulu.

Seiring berjalannya waktu, saya sudah 2x silaturahmi ke rumah teman dekat saya. Dan lebaran tahun 2017 ini, teman dekat saya silaturahmi juga ke depok sekaligus menyafakan keseriusannya kepada kedua orangtua saya. Setelah dia sudah bicara kepada orangtua saya, orangtua saya meresponnya dengan katanya harus musyawarah keluarga terlebih dahulu. Sampai pada akhirnya kami menunggu hasil musyawarah yang tidak kunjung tiba. Akhirnya saya menelfon orangtua saya untuk menanyakan hasil musyawarahnya. Sedih rasanya, ternyata hasilnya belum direstui tanpa alasan yang syar'i dari orangtua saya. Ortu saya bilang, saya pasti ikut suami dan tinggal di kalimantan pasti akan sulit silaturahmi.

Saya dan teman dekat saya pun tidak berhenti untuk usaha meyakinkan ortu saya. Teman dekat saya pun mengirim proposal nikah untuk bapak saya. Dan saya juga sudah berbicara 4 mata dengan bapak saya. Bahkan beberapa hari yang lalu, saya duduk bertiga dengan bapak ibu saya membahas malasah ini. Masalahnya masih sama, yaitu jarak yang jauh antara depok dengan kalimantan.

Yang saya ingin tanyakan ustadz:
1. Bagaimana sikap saya untuk meyakinkan orangtua saya lagi agar bisa merestui hubungan saya?
2. Saya sudah melakukan shalat istikharah istadz dan saya juga sudah mendapatkan mimpi walaupun saya tidak tahu mimpi itu datangnya dri Allah atau bukan. Mimpi pertama ada undangan atas nama saya dan calon suami saya, mimpi kedua adalah orangtua saya menanyakan kapan orangtua calon suami saya akan datang ke depok stadz. Kira2 apa arti mimpi saya?
3. Apakah jarak yang jauh bisa memutus silaturahmi?

Syukron ustadz untuk waktu yang di berikan membaca email ini dan nasehat2 yang diberikan nantinya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....

JAWABAN

1. Kalau sebabnya adalah jauhnya lokasi, maka yakinkan pada orang tua bahwa anda akan rajin komunikasi dan berkunjung. Kalau tetap tidak setuju, coba minta tolong tokoh yang dihormati atau dekat dengan orang tua agar dibantu meyakinkan orang tua.

Dan jangan lupa untuk berdoa. Baca detail: Doa Agar Direstui Orang Tua

2. Mimpi anda sifatnya bunga tidur, tidak ada makna. Baca detail: Mimpi dalam Islam

3. Tergantung masing-masing individu. Yang jelas, lokasi yang jauh mempersulit untuk saling berkunjung secara fisik karena ada beban biaya dan tenaga ekstra.


CARA RUJUK

Assalamualaikum...

Saya mau tanya.
Saya telah di talak suami 9 bulan yang lalu . Kami tinggal di rumah orang tua masing-masing. 2 bulan setelah di talak,mantan suami datang merujuk saya "saya rujuk (nama saya)" tapi saya menolak. Sekarang ini saya sedang proses pengadilan.

Setelah dipikir2 saya kasihan juga sama anak yang masih balita. Selama 9 bulan pula mantan suami selalu membujuk saya untuk kembali. Jadi saya memutuskan untuk mencabut gugatan cerai karena ingin memberi kesempatan lagi.

Setelah mengutarakan niat saya pada orang tua. Ibu bapa saya marah,menolak memberi ijin kerena sakit hati pada mantan suami.sampai mengancam saya kalau memilih untuk kembali lagi ke mantan suami lebih baik jangan pernah menginjakan kaki di rumah orang tua saya.

Pertanyaan saya.
1. Apakah rujuk mantan suami saya sah walau sudah lewat 9bln. Dan selama 9bln tidak serumah,dan tidak menafkahi.
2. Apabila ingin rujuk kembali,apa harus akad nikah lagi.
3. Apa harus ada ijin orangtua terlebih dahulu untuk rujuk
4. Dosa kah saya jika mentang orangtua karena ingin rujuk.
5. Bagaimana saya menghadapi orangtua saya.
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

JAWABAN

1. Rujuk suami itu sah selagi rujuknya dalam masa iddah. Kalau rujuknya setelah masa iddah habis, maka rujuk dengan cara seperti itu tidak sah. Baca detail: Masa Iddah Istri yang Dicerai

Rujuknya suami dalam masa iddah tidak memerlukan persetujuan istri. Berdasarkan pada firman Allah dalam QS Al Baqarah 2:228 "Wanita-wanita yang ditalak handaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami) menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami, mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (2:228)"

Kalau rujuk suami dalam masa iddah, maka anda berdua statusnya masih sah sebagai suami istri kembali. Masa iddah menurut madzhab Syafi'i adalah 3 kali masa suci. Jadi, harap diperhatikan apakah saat suami rujuk itu anda masih dalam iddah atau masa iddahnya sudah habis. Karena, 3 kali masa suci itu belum tentu tiga bulan. Bisa saja tidak sampai 2 bulan.

2. Kalau ternyata saat rujuk pertama masa iddah sudah habis, maka harus akad nikah ulang. Dengan menghadirkan wali nikah / atau wakilnya, ada ijab kabul dan dua saksi. Baca detail: Pernikahan Islam

3. Tidak perlu ijin orang tua untuk rujuk yang biasa. Tapi untuk rujuk setelah masa iddah maka perlu ijin orang tua karena harus melibatkan wali untuk nikah ulang.

4. Ini sama dengan ingin nikah tak direstui orang tua. Maka di situ rinci: kalau larangan orang tua karena alasan syar'i, misalnya suami buruk perilakunya dll, maka anda harus ikut orang tua. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Tapi kalau alasan larangan tua tidak berbasis alasan yang syar'i -- seperti karena kurang kaya dll -- maka tidak masalah pilihan calon suami tidak sama dengan orang tua. Baca detail: Menikah Tanpa Restu Ibu Apa Durhaka?

Namun tetap harus menjaga hubungan baik dengan mereka. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

5. Lakukan pendekatan yang baik dan tetap hormat pada mereka. Kalau perlu minta bantuan orang lain. Termasuk mantan suami harus rajin meyakinkan orang tua kalau dia sudah berubah.

Hukum Bekerja Di Bank Konvensional


BEKERJA DI BANK KONVENSIONAL

Assalamu'alaykum.
Dari Hamba Alloh.
Saat ini saya pegawai sebuah bank konvensional. Pertanyaan saya,
Apa hukumnya bekerja di bank konvensional?
Terima kasih.

JAWABAN

Bagi yang mengharamkan bank konvensional, maka bekerja di bank konvensional tetap boleh asal tidak bekerja di bagian yang ada kaitannya dengan riba. Contoh yang boleh seperti di bagian transfer, dll.

Bagi ulama yg menghalalkan bank, maka bekerja di bank boleh secara mutlak.
Baca detail:
- Hukum Bank Konvensional
- Bank Syariah
- Ulama yang Menghalalkan Bank Konvensional


KENA AIR LIUR ANJING WAKTU KECIL

Assalamu'alaikum alkhoirot
saya mau bertanya
Ketika saya masih kecil saya ragu terkena air liur anjing atau tidak pada saat itu saya tidak langsung membersihkan nya karena saya belum terlalu mengerti dan saya juga ragu,, saya baru ingat kejadian tersebut saat saya remaja, saya langsung membersihkan tangan saya yang saya ragukan terkena air liur anjing dengan cara yang diajarkan dalam islam. Tapi sampai saat ini saya masih ragu apa najis tersebut masih ada atau tidak, saya khawatir amal ibadah saya tidak diterima
Bagaimana hukumnya?
Tapi saya juga pernah bermain tanah tanpa sadar, apa air liur anjing di masa lalu itu bisa hilang bila terkena tanah tanpa sengaja?

Mohon untuk tidak dipublikasikan jawabannya, saya harap dijawab disini saja
Terimakasih ustadz/ustadzah

JAWABAN

Kalau anda sudah menyucikannya menurut cara yang benar, maka tubuh anda sudah suci. Tidak perlu ada keraguan lagi. Hindari was-was, karena was-was itu dilarang.

Baca detail:
- Ragu Najis Anjing
- Was-was Najis Anjing


NADZAR

Assalamualaikum warakhmatullah hiwabarakatuh

Mohon di beri penjelasan pak ustad, saya sudah baca artikel sebelum nya tentang mencicil nazar,,
Dalam hal ini saya mau bertanya, saya pernah benazar akan puasa 3x namun saya lupa apa saya tersebut berturut2 atau tidak. Nah jika saya tidak puasa 3x berturut2 namun saya cicil sehari besok nya lagi saat saya mampu saya puasa begtu smpai 3x apakah dibolehkan ustad?
terimakasih
wassalamualaikum

JAWABAN

Boleh. Kalau ragu apakah nazar berturut-turut atau tidak, maka dianggap tidak berturut-turut. Baca detail: Hukum Nadzar


MENGGAMBAR MAKHLUK HIDUP

Assalammua'alaikum. Mohon maaf mengganggu sebelumnya. Saya Qirom dan hobi saya adalah menggambar apalagi menggambar karakter karakter mahluk hidup seperti manusia dan hewan. Nah tapi saya pernah membaca suatu buku kalau menggambar mahluk hidup dalam Islam itu tidak boleh. Sejak itu saya jadi jarang menggambar, tapi ingin sekali yang namanya menggambar full body lagi seperti dulu, karena lewat menggambar juga saya bisa berekspresi. Terus bagaimana mereka yang pekerjaan adalah sebagai pembuat komik? Jadi intinya saya ingin menanyakan apakah ada kriteria mengenai hal - hal yang membolehkan saya untuk menggambar lagi? Terimakasih atas jawabannya Ustadz

JAWABAN

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang menggambar makhluk hidup. Baca detail: Hukum Menggambar


AYAH MENENDANG PINTU WC


Assalamualaikum, saya mau bertanya jika ada seorang anak yang sedang mandi didalam wc lalu ada bapaknya yang ingin buang air kecil lalu sang anak bilang tunggu sebentar lalu sang ayah tidak sabar dan menendang pintu wc itu sampai terbuka apakah tindakan seorang ayah ini benar?

JAWABAN

Tindakan ayah seperti itu tidak dibenarkan. Ayah adalah seorang imam yang bertindak bijaksana dan memberi keteladanan yang baik bagi seisi rumah. Baca detail: http://www.fatihsyuhud.net/akhlak/

Namun demikian, itu hendaknya tidak menjadi alasan bagi anda untuk tidak menghormatinya. Tetaplah hormat padanya. Dan taati perintahnya selagi tidak disuruh berbuat dosa. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

ANAK TAK MAU SHOLAT

Asalamualaikum wr.wb
Pak ustad saya mau bertanya saya se orang perempuan saya sudah menikah, dan saya mempunyai adik laki2 umur 14 tahun, dia tidak mau solat selalu main handphone main game, saya suruh solat dari lemag lembut hingga saya marah, karna saya ingin dia solat agar bisa menambah pahala ibu bapak saya,
Tapi dia melawan tidak mau solat dan balik marah kepada saya apa yang di depan mata di lempar nya, tapi kedua orang tua saya diam saja apakah saya berdosa pak ustad
Terimakasih atas jawabannya
Wasalamualaikum wr,wb

JAWABAN

Anda tidak berdosa. Kalau anda sudah mengingatkan, maka itu termasuk dari dakwah dengan lisan. Semestinya, orang tua terutama ayah yang memerintahkan dia untuk shalat. Karena, ayah lebih punya otoritas dan wibawa untuk memaksa anaknya shalat. Oleh karena itu, sebaiknya anda meminta ayah anda untuk memaksa adik anda shalat secara teratur. Ayah lah yang berdosa kalau dia mendiamkan anaknya berbuat dosa. Baca juga: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua


NADZAR

assalamu'aikum
saya mau bertanya,

1. Apakah Nadzar yang janjinya untuk menjaga sholat isya atau terhindar dari maksiat walaupun maksiatnya itu belum sepenuhnya ditinggalkan harus dibayar?

2. Lalu bagaimana jika kita ragu akan apa yang kita nadzar kan???apakah kita harus membayarnya,ragu disini karena khawatir yang kita ingat ternyata hanya sebatas niat tetapi seperti di ucap dan tidak mengeluarkan suara hanya sebatas suara hati tetapi mulut seperti berbicara ..
Mohon dijawab
sekian wassalamualaikum

JAWABAN

1. Nadzar atas perkara wajib atau haram tidak sah. Baca detail: Hukum Nadzar Perkara Wajib atau Haram

2. Nadzar harus diucapkan secara lisan. Nadzar dalam hati tidak sah. Baca detail: Hukum Nadzar


MIMPI NAIK KUDA

Assalamualaikum, Ustadz.

Saya ingin bertanya, semalam saya bermimpi begini.

Saya berada di medan padang pasir, memegang pedang, memakai surban hijau dan gamis warna kuning pudar. Di ujung langit depan, saya melihat 2 sumber cahaya seperti matahari. Di ujung langit belakang, ada terlihat sekilas 2 sumber cahaya yang sama. Di sebelah kanan saya, ada kuda putih yang dilengkapi pelana yang telah disematkan tempat air minum, busur panah, beserta sekitar 15 anak panahnya. Di sebelah kiri saya, ada mangkuk kecil terletak di atas meja. Ada anggur dan kurma di atasnya, beberapa ada yang disusun rapi di atas meja.

Apa maksud dari mimpi tersebut ? Apakah ada kaitannya dengan aktivitas saya selama beberapa minggu belakangan ini yang sangat senang mendengarkan ceramah dari seorang ustadz yang menyampaikan topik sahabat-sahabat ra. dari Rasulullah saw. yang syahid dan wafat di medan perang.

Terima kasih atas jawabannya, Ustadz.

JAWABAN

Ya, mimpi yang anda alami karena video yang anda tonton. Dan tidak ada arti apapun. Baca detail: Mimpi dalam Islam

Kalau anda ingin belajar Islam, mulailah dari belajar fiqih agar tahu tata cara kewajiban syariah dengan benar.
Baca terjemah kitab di link-link berikut:
- http://www.alkhoirot.org/2012/05/terjemah-kitab-matan-taqrib.html
- http://www.alkhoirot.org/2017/07/terjemah-kitab-fathul-qorib.html
- http://www.alkhoirot.org/2017/05/terjemah-sullamut-taufiq.html

Warisan Untuk Saudara Kandung Laki-Laki Dan Perempuan


WARISAN UNTUK SAUDARA KANDUNG LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Bagaimana pembagian waris untuk janda cerai dan tidak punya anak.
Seorang janda yang telah bercerai tidak punya anak, punya 5 saudara dan sudah meninggal 3 orang (yang masih hidup 2 orang 1 laki-laki dan 1 perempuan). Misalnya punya harta 100 Juta. Bagaimana pembagiannya, Apakah keturunan dari yang sudah meninggal mendapatkan bagian? Berapa bagiankah?

Janda cerai mantan suami juga sudah meninggal tidak punya anak
1. Ayah dan ibu (wafat)
2. Satu saudara laki-laki (hidup)
3. Satu saudara perempuan (hidup)
4. Tiga saudara perempuan (sudah lama wafat)

JAWABAN

Pembagiannya sbb:

Seluruh harta dibagikan kepada kedua saudara di mana yang lelaki mendapat 2/3, sedangkan saudara perempuan mendapat 1/3. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG LELAKI DAN WANITA


Berikut keadaannya

Seorang laki-laki meninggal dunia pada 4 november 2017. Adapum status ahli waris sebagai berikut:
1) ayah dan ibu sudah meninggal
2) istri masih hidup
3) 5 anak laki-laki masih hidup
4) 3 anak perempuan masih hidup & 1 anak perempuan sudah meninggal 1 tahun lebih dulu.


Terima kasih

JAWABAN

Pembagiannya sbb:
(a) Istri mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 untuk seluruh anak kandung yang masih hidup di mana anak lelaki mendapat 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1. Jadi, kelima anak lelaki masing-masing mendapat 2/12; sedangkan kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1/12. Baca detail: Hukum Waris Islam

WAS-WAS

saya sudah tau jika seorang anak yang memiliki wudhu bersentuhan dengan kulit ibunya maka wudhunya tidak batal.saat saya selesai wudhu dan ibu saya lewat,tiba tiba saya ada pikiran "batal wudhu saya jika kulit saya bersentuhan dengan ibu saya" lalu saya menghindari ibu saya
1.dalam kasus saya,apakah saya sama saja mengharamkan yang halal?
2.dalam kasus saya,apakah saya mendapatkan dosa murtad?

JAWABAN

1. Tidak. Hukum Murtad
2. Tidak. Baca detail: Penyebab Murtad

WARISAN: APAKAH OM DAN TANTE DAPAT BAGIAN?

Assalamualaikum ustad nama saya Sri Sudarminingsih dari Pekanbaru Riau, sy mau tanya, kedua orang tua sy udah meninggal, meninggalkan 5 org anak. 3org lelaki, 2 org wanita. Apakah om dan tanti berhak dpt bagian jg. Mhn penjelasanya cara pembagian warisanya.

JAWABAN

Tidak. Tante dan om tidak dapat warisan. Dalam kasus di atas, hanya anak kandung yang dapat warisan di mana anak lelaki mendapat 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK SUAMI, ANAK PEREMPUAN, DAN AYAH IBU

Assalamu'alaikum.
Istri sy wafat Juni 2017 dan dari kantor mendapat uang jasa dan gaji sekitar 95 juta dan BPJS 34 juta.
Istri saat wafat ada ambil kredit rumah patungan dengan adiknya dan sertifikat atas nama istri.
Kondisinya saat ini :
1. Saya sbg suami
2. Anak perempuan kami 3 tahun
3. Ayah dan ibu almarhumah masih ada

Pertanyaan :
1. Dengan kondisi diatas bagaimana perhitungan warisnya
2. Apakah uang jasa dan BPJS masuk dlm harta waris?
3. Bagaimana dgn status rumah yg kredit patungan tsb?
4. Pihak keluarga istri berkeras semua uang jasa dan BPJS dipakai untuk pembayaran kredit rumah. Jadi saya sama sekali tdk ada dpt waris.
5. Pihak keluarga istri melarang saya merawat anak sy sendiri dgn alasan wasiat almarhumah. Bagaimana menyikapi nya? Krn setahu sy pengasuhan anak adalah hak bapaknya yg masih hidup.

Saya ucapkan terimakasih banyak atas jawabannya

Wassalamu'alaikum.

JAWABAN

1. Pembagiannya sbb:
(a) Suami mendapat 1/4 = 6/24 -> 6/26
(b) 1 Anak perempuan mendapat 1/2 = 12/24 = 12/26
(c) Ayah mendapat 1/6 = 4/24 = 4/26
(d) Ibu mendapat 1/6 = 4/24 = 4/26
Total: 26/24 masalah aul menjadi 26/26

2. Ya.

3. Rumah patungan, yang menjadi hak milik istri yang diwariskan.

4. Tidak seperti itu. Semua harta peninggalan pewaris adalah harta warisan yang harus dibagikan pada ahli waris sesuai porsinya.

5. Kalau menurut Islam, pengasuhan anak setelah ibu adalah nenek dari ibu alias ibunya almarhum. Baca detail: Pengasuhan Anak


MIMPI DIBERI BENDERA HIJAU OLEH ORANG BERJUBAH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kepada Al-Mukarrom Masyayikh dan Asatidz Ponpes Al-Khoirot.

Saya Nur Rokhim dari Semarang. Saya ingin bertanya masalah tafsir mimpi yang terjadi sudah lama.
Saat itu saya bermimpi melihat seorang tua yang memakai jubah dan sorban. Beliau memiliki kumis dan agak brewok. Pertamanya, orang itu terlihat memakai penyamaran untuk meminta beberapa barang dari saya yang kiranya bisa di shodaqohkan.
Lantas, saya memberikan beberapa biji buncis. Kemudian, orang itu berubah menjadi orang tua yang bersorban berjubah dan memberikan sebuah bendera berwarna hijau yang bentuknya tinggi mirip umbul-umbul. Di bendera itu tertulis tulisan arab tanpa harokat. Kemudian beliau pergi.

1. Yang saya tanyakan, apakah maksud dari mimpi tersebut?
2. Dan bagaimana yang kiranya harus saya lakukan?

Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada masyayikh dan asatidz Al-Khoirot. Syukron.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

JAWABAN

1. Mimpi itu mengisyarahan agar anda lebih memperbaiki diri dari segi sikap keberagamaan. Baik dari segi ilmu maupun dari segi perilaku.

2. Kalau anda belum tahu ilmu agama dasar, maka pelajari ilmu agama dasar seperti fiqih, tauhid, akhlaq, dll. Karena, perilaku beragama tanpa ilmu berpotensi salah dan menyesatkan. Pelajari ilmu-ilmu agama dasar di sini -> Baca detail: Ilmu Dasar Islam

Dan hindari ajaran radikal yang mengajarkan kebencian pada sesama muslim dan pada nonmuslim.
Baca detail:
- Fatwa Habib Rizieq tentang Wahabi dan Syiah
- Beda Aswaja, Salafi Wahabi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh
- Beda Wahabi Salafi, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh dan Syiah

NAZAR

Assalamualaikum wr.wb
Saya mau bertanya ustadz, Contoh ada seseorang yang berniat bernazar sesuatu hal ,tapi dia hanya mengatakan dengan lafadz dengan nama allah, itu termasuk sah apa tidak?
Sekian pertanyaan saya,,
Wassalamualaikum wr.wb

JAWABAN

Nadzar baru sah kalau diucapkan dengan salah satu dari dua kalimat berikut:
(a) Kata nadzar. Contoh: Aku bernadzar akan puasa sunnah 3 hari.
(b) Kata "wajib". Contoh: Wajib bagiku puasa sunnah 3 hari.
Baca detail: Hukum Nadzar

Sulit Dapat Pekerjaan, Apa Karena Sumpah Ibu?

SULIT DAPAT PEKERJAAN, APA KARENA KUTUKAN / SUMPAH IBU?

Assalamulaikum

Perkenalkan saya anak kedua dari 4 saudara. Kakak saya perempuan saat ini telah menikah dan bekerja sebagai PNS. Adik no 3 saya perempuan tahun 2010 lalu pernah pergi dari rumah dan putus sekolah karena ribut dengan kakak dan ibu saya perihal motor. Tahun 2012 adik perempuan saya pulang dan melanjutkan sekolah dan kuliah namun 2tahun kuliah dia hamil dan saat ini telah memiliki anak tanpa menikah karena ibu saya tidak setuju dengan laki-laki tsb menurut ibu saya laki-laki tersebut tua, tidak berpendidikan, tidak mempunyai pekerjaan tetap dan tidak memiliki masa depan. Adik terakhir saya laki2 baru lulus kuliah.

Saya sendiri setelah lulus sekolah dasar masuk ke sekolah asrama di jawa hingga tamat Madrasah Aliyah dan melanjutkan kuliah di salah satu universitas negeri di yogyakarta. Dari saya masuk sekolah asrama hingga tamat madrasah aliyah hanya sekali ibu saya menjenguk saya. Selama 6 tahun sekolah di asrama ibu saya jarang menelp sekali pun menelp saya selalu marah. Selalu mengatakan bahwa saya anak kesayangan bapak saya. Tiap bulan saya selalu terima uang. Saya tidak pernah hidup susah. Jika saya bilang saya sakit ibu saya hanya menjawab itu sudah pilihan saya jalani kan enak tiap bulan dikirimi uang. Dan selama 6 tahun ibu saya tidak pernah membelikan saya pakaian karena ibu saya beranggapan saya sudah dikirimkan uang oleh bapak. Bahkan pernah sewaktu kelas 2 Madrasah Aliyah, saya menjuarai lomba ditingkat provinsi ibu saya malah memarahi saya dengan mengatakan semua itu tidak berguna. Tidak bisa menggantikan uang yang tiap bulan bapak kirimkan tiap bulannya ke saya.

Bahkan saat saya lulus dan diterima di universitas negeri di yogyakarta ibu saya mengatakan ibu tidak meridhai. Bapakmu itu sombong. Angkuh. Sok merasa mampu nguliahi anak. Tidak hanya itu ibu saya selalu mengungkit awal keadaan saat menikah dengan bapak saya yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, rumah sewa, hidup miskin, hingga saat ini memiliki rumah dan bapak memiliki pekerjaan tetap semua itu karena telah menikah dengan ibu saya. Karena perjuangan ibu saya. Tidak hanya itu ibu saya kerap mengucapkan kata-kata "murtadlah kamu (saya) percuma kamu sekolah asrama 6 tahun blablablabla".

Bahkan pernah sewaktu merapi meletus saya pulang ibu saya memarahi saya didepan pintu dan mengusir saya sambil berkata "kenapa kamu g mati saja disana".

Tahun 2012 saya lulus kuliah dan tahun 2013 saya diterima kerja disalah satu instansi pemerintah di jakarta sebagai pegawai honor. Namun perangai ibu saya tidak pernah berubah selalu mengucapkan kata-kata "berhentilah kamu kerja di jakarta" "uangmu di jakarta itu g berkah" "enakkan kerja kakakmu" namun jika saya memberikan uang, pakaian, perhiasan ibu saya baru memuji dan mendokan yang baik.

Hingga 2015 lalu saya menikah dengan seorang laki-laki bali dan ikut dengan keyakinannya (mungkin ini salah satu doa ibu saya tentang murtad). Setelah saya menikah dan melahirkan ibu saya meminta saya bercerai dari suami saya dan meminta anak saya tinggal bersama kakak saya dan masuk ke kk kakak saya agar bisa masuk ke slip gaji kakak saya. Saya sudah menuruti semua kemauan ibu saya bercerai dengan suami kecuali mengijinkan anak saya tinggal bersama kakak saya. Semenjak itu ibu dan kakak saya mengusir saya dari rumah. Tidak hanya itu ibu saya selalu mengatakan saya anak duharka. Murtad. Setan. Iblis. Dan semua penghuni kebun binatang selalu diucapkan saat ibu saya mengungkit. Tidak hanya itu ibu saya juga mengatakan ke suami saya untuk menceraikan saya karena suami saya tidak pantas untuk saya. Suami saya hanya mau numpang hidup dengan saya dan berbagai penghinaan lainnya.

Tidak hanya sebatas itu dari jaman saya sekolah dasar hingga saat ini ibu saya selalu berucap ingin cerai dari bapak saya. Hingga akhirnya kemarin tahun 2017 bapak saya yang telah pensiun menceraikan ibu saya dengan alasan yang saya tidak tau dan pahami namun ibu saya selalu menyalahkan saya dan mengatakan ke semua saudara bahwa saya yang menyebabkan kehancuran rumah tangganya.

Padahal dari tahun 2016 hingga sekarang saya tidak pernah berhubungan dengan ibu saya dan keluarga saya kecuali budhe saya. Tidak hanya sebatas itu ibu saya juga sering menghubungi teman-teman saya di jakarta dan di yogya untuk memberitahu bahwa ibu bercerai dengan bapak saya karena saya. Saya anak duharka. Murtad. Pernah 2 januari 2017 saya dan anak diantar oleh budhe untuk minta maaf pada orang tua namun ibu saya hanya diam permintaan maaf saya justru mengungkit dan mengulangi semua kejadian dan cerita yang telah lalu mulai awal pernikahan ibu dan bapak. Bapak pengangguran. Bapak jadi pegawai. Hingga saya sekarang semua diungkit dan ditambahi dengan sumpah serapah "murtadlah kamu", "duharka" dll. Tidak hanya itu ibu saya selalu mengatakan baik didepan bapak saya dan saudara bahwa anak yang diasuh ibu saya jadi orang semua (kakak saya dan adik saya yg laki-laki) sementara anak yang diasuh bapak saya(saya dan adik perempuan saya) GATOT (gagal total). Anak ibu saya hanya kakak saya yang PNS dan adik laki-laki saya. Sementara saya dan adik perempuan saya anak bapak.

Saat ini keadaan saya telah berhenti bekerja di jakarta. Dan numpang tinggal dirumah budhe. Sementara suami tidak mau menceraikan namun tidak mau menjemput bahkan kerap kali di media sosial mengumbar kata-kata mesra bersama seorang teman wanitanya seorang janda di bali. Sementara ibu saya selalu mengatakan ke semua orang termasuk saudara tidak kenal saya. Tidak mempunyai anak bernama saya. Perceraiannya bersama bapak disebabkan saya. Saya anak duharka. Murtad. Dll.

Setahun ini saya mencari pekerjaan karena bagaimana pun saya tetap harus menghidupi anak. Namun semua lowongan yang saya masukin selalu menolak saya. Serasa sulit sekali saya mencari pekerjaan. Sementara uang tabungan saya sudah habis.

1. Saya ingin bertanya apakah ini semua karena sumpah serapah ibu saya?
2. Apa yang harus saya lakukan supaya pintu rejeki saya dibukakan dan dipermudah mendapatkan pekerjaan?
3. Apa yang harus saya lakukan supaya permasalahan hidup saya segera teratasi?

Terimakasih

Wassalamualaikum

JAWABAN

Pertama, Karena anda berkonsultasi pada kami, maka kami berasumsi anda telah masuk Islam kembali. Apabila betul demikian, maka harap dipastikan bahwa anda telah masuk Islam dengan cara yang tepat dan benar. Baca detail: Cara Masuk Islam bagi Kafir dan Murtad

Kedua, terkait pernikahan. Karena anda menikah dengan non-muslim, maka setelah anda sekarang kembali masuk Islam, pernikahan itu otomatis dianggap tidak valid alias batal karena pernikahan dilakukan dengan cara yang tidak diakui oleh Islam. Seandainya pun anda menikah dengan dia dalam keadaan Islam, lalu dia murtad, maka pernikahan itu pun menjadi batal (fasakh) dengan sendirinya. Kecuali kalau dia mau masuk Islam selama masa iddah istri. Baca detail: Status Pernikahan Suami Murtad

Tentang pertanyaan anda berikut jawabannya:

1. Kalau sumpah serapah ibu itu timbul dari perbuatan anak yang tidak benar secara syariah dan menyakiti hatinya, maka doa buruk itu akan dikabulkan Allah. Akan tetapi kalau kutukan itu tanpa sebab, maka tidak akan ada dampaknya. Baca detail: Dampak Sumpah Serapah

2. (a) Bertaubat nasuha pada Allah atas dosa besar anda keluar dari Islam. Ini mungkin teguran keras Allah karena sebagai seorang santri anda rela murtad hanya demi seorang laki-laki. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

(b) Coba terus mencari pekerjaan, pada waktu yang sama coba juga membuat usaha sendiri secara kecil-kecilan. Cara mendapat rejeki paling mudah adalah buka usaha sendiri. Dan itu bisa dimulai dari hal yang paling kecil: misalnya buka warung/toko, atau buka layanan laundry (cukup mesin cuci dan seterika biasa), dll. Kalau ada kesempatan tingkatkan keterampilan anda baik yang gratis atau berbayar.

(c) Berdoa pada Yang Maha Pemberi Rejeki (Al-Razzaq). Baca detail: Doa Lancar Rejeki dan Lunas Hutang

3. Berbuat baik dan tetap jalin silaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Jalin komunikasi yang baik dengan tetangga dan orang dekat. Evaluasi diri dan refleksi. Rubah yang buruk, tingkatkan yang baik. Pada puncak usaha, pasrahkan diri pada Allah. Baca detail: Cerai dalam Islam

31/10/19

Tanya Talak pada Istri, Apakah Jatuh Cerai?

WAS WAS PERNYATAAN TALAK

Assalamu'alaikum
Saya ceritakan dlu sebabnya..
Saya selalu minta dan mengajak suami misah (misah rumah sama mertua) karna kami masih serumah tapi setiap di ajak misah rumah suami selalu tidak mau dan akhirnya kami bertengkar dan beberapa kali selalu mengatakan seperti ini:(saya lupa Kata-katanya yang pasti diucapkan )misal:

1. a. Suami: Kamu penginnya apa?ngomong yang jelas?pengin pisah atau apa?pusing saya punya istri kaya kamu
Saya: saya penginnya misah (pisah rumah sama mertua) ko kamu nanyanya pisah terus..kamu pengin banget apa pisah sama saya?
Suami: lah kamu sendiri kaya gitu terus
Saya: kalo pisah saya juga pengin
Suami: ya udah kalo kamu pengin pisah..ayo..
Saya: saya pengin pisah tapi saya ga mau kalo beneran pisah saya kasian sama anak(hanya sebatas keinginan yang tak mau di realisasikan)
Suami: sama saya juga kasian sama anak...kalo ngga kasian dan ga mikirin anak saya jg udah males sama kamu

1. b. Suami: kamu penginnya apa? Pengin pisah atau apa? Ngomong yang jelas?kalo pengin pisah ya ayo..pusing saya punya istri kaya kamu
Saya:pisah?pengin sebenarnya
Suami: ya udah ayo kalo pengin pisah
Saya: tapi saya ga mau...saya mau tetep bertahan demi anak
Suami:ya sama saya juga kasian sama anak kalo ga kasian saya juga udah males sama kamu.

1. c. Suami: kamu penginnya apa? Pengin pisah atau apa? Ngomong yang jelas?kalo pengin pisah ya ayo..pusing saya punya istri kaya kamu
Saya: saya pengin misah (pisah rumah dengan mertua)bukan pengin pisah. Kamu ko nanyanya pisah terus. Pisah..pisah..pengin aku juga sebenernya
Suami: ya udah ayo kalo pengin pisah
Saya: tapi saya ga mau...saya mau tetep bertahan demi anak
Suami:ya sama saya juga kasian sama anak kalo ga kasian saya juga udah males sama kamu.

2. Suami saya pernah mengatakan lagi ketika kami bertengkar
"Kalo kamu pengennya misah terus (misah rumah dengan mertua) ya sudah mendingan kita pisah saja"

3. Kemarin pas kami ribut lagi di sms..suami sms lagi
"Pisah aja lah
Pusing saya mikiri orang yang susah kaya km"
Terus saya bales
"Terserah..saya bosen denger kamu ngomong pisah."
Suami saya bales lagi
"Lah mau nya apa? Pengin bubar apa gmn?"
Saya bales lagi
"Lah kamu saya ngomongin apa ko ngebahas nya apa"

Yang ingin saya tanyakan:

1. Apakah kasus di no.1.a itu sudah jatuh talak?apakah kalo saya bertanya "kamu pengin banget apa pisah sama aku?" Dan suami menjawab "iya kalo kamu kaya gitu terus". Apa itu termasuk talak?apa talak muallaq lagi?yang dia pengin pisah kalo saya masih kaya gitu terus (buat dia marah misalnya )

2. Apakah yg kasus no. 1.B jg sudah merupakan talak?apakah Kata-kata " kalau kamu pingin pisah ya ayo" apakah termasuk talak muallaq?kalo iya trs yang saya jawab "saya pengin tapi saya ga mau karna kasian sama anak(saya hanya ingin tapi tidak mau pisah beneran)" apakah itu termasuk syarat yang sudah terpenuhi? Atau apakah kata kata suami saya hanya sebatas tawaran ajakan saja yang tak mengandung talak? Apakah tawaran dan ajakan talak seperti di atas termasuk talak juga?

Kalo kasus yg no.2 itu kata-kata nya
"Kalo kamu pengennya misah terus (misah rumah dengan mertua) ya sudah kita pisah saja"
Apa itu termasuk talak?soalnya tidak ada kata "mendingan" apa maknanya sama saja? Dengan
"Kalo kamu pengennya misah terus (misah rumah dengan mertua) ya sudah mendingan kita pisah saja"
Saya ga tau kata "pisah" yang disitu di maksudkan apa karna suami saya ketika ditanya juga sudah lupa.
Apa kasus tersebut bisa jadi talak muallaq jika perkataannya

3. Apakah yang kasus no.1 c. termasuk talak juga?karna setelah suami saya bertanya saya penginnya apa?sudah saya jawab pengin misah(dengan mertua) tapi karna dia nanyanya pisah terus jadi saya jawab pengennya saya juga pisah tapi saya ga mau karna kasihan sama anak.

4. Apakah pertanyaan suami "kamu penginnya apa?pisah atau apa? Apa itu termasuk talak?

5. Apakah kasus no.2 termasuk talak juga?apa itu termasuk talak muallaq? Yang syaratnya saya tidak boleh pengin misah(misah rumah dg mertua)?sesudah suami berkata seperti kasus no.2 itu saya putuskan tidak meminta misah rumah dengan mertua. Tapi setaun kemudian kami sekarang berencana mau misah rumah dengan mertua tapi itu bukan keinginan saya tapi keinginan mertua dan kakak ipar saya yang katanya mertua saya sudah tidak mau bareng serumah dengan kami lagi dan menyuruh kami buat rumah lagi(karna kami sering ngerepotin kata kaka ipar saya)..apakah kalau kami sudah misah rumah dengan mertua(sudah buat rumah sendiri) syarat yang talak muallaq itu sudah terjadi? Sedangkan itu bukan keinginan saya tapi keinginan mertua dan kaka ipar yang menyuruh kami pergi jadi Suami pun menurut (dan sekarang saya sama suami sudah di rumah orang tua saya)
Apakah talak muallaq bisa diganti dengan kafarat sumpah?soalnya saya mencari tau katanya bisa di ganti dengan kafarat sumpah karna dihukumi sumpah jika memang tidak niat mentalak?

6. Oh iya jika ucapan suami saya yang "Kalo kamu pengennya misah terus (misah rumah dengan mertua) ya sudah mendingan kita pisah saja" jika itu termasuk talak muallaq dan di dalamnya terdapat kata "pisah" yang bisa termasuk kata talak kinayah lalu apa hukumnya jika orangnya tak berniat talak tapi syaratnya terpenuhi?apakah tetap jatuh talak?

7. Apakah yang kasus no.3 juga sudah termasuk talak? "Pisah aja lah" Dan apakah pertanyaan suami "pengin bubar apa gimana?" Itu sudah termasuk talak juga?

8. Apakah Kata-kata suami saya yang tidak pernah ngomong "talak/cerai" hanya "pisah" saja itu termasuk talak kinayah?kalo termasuk talak kinayah yang membutuhkan niat setelah saya tanya ke suami tentang niat saat kejadian-kejadian di atas dia ngomognya lupa niatnya..karna kejadiannya sudah terlewat lama..dan yang di sms pun dia lupa niatnya. .hanya dia menegaskan ngomong seperti itu hanya kebawa emosi dan tak ada niat talak sepertinya karna dia sendiri lupa niatnya saat mengucapkan semua itu ke saya.

9. Dari kasus2 diatas kira-kira berapa talak suami yang sudah jatuh? Karna saya sendri lupa persisnya bagaimana Kata-katanya. .(untuk kasus no.1 itu satu kejadian tapi saya lupa kata-katanya jadi kemungkinannya saya rinci jadi nomer 1a,b, c)

10. Apakah masih sah pernikahan kami?jika kami tidak tau kalo yang kami alami itu sudah termasuk talak sedangkan kami belum rujuk karna ketidak tahuan kami akan talak sebelumnya.

11. Saya pernah baca fatwa di alkhoirot jika talak yang termakna yang akan datang dan jika talak dalam kalimat tanya dan perintah itu disebut tidak terjadi talak/talak tidak syah? Apakah maksudnya tidak ada talak yang terjadi atau termasuk kategori talak kinayah?

12. Saya masih bingung mana yang termasuk tawaran talak saja dan mana yang termasuk talak muallaq?

Saya dan suami baru tau kalo kata "pisah" itu termasuk talak dan juga bisa termasuk talak kinayah karna kami tidak tau macam talak krn yang kami tau hanya ucapan "cerai" saja yg termasuk talak dan kami tidak tau ada talak kinayah dan talak muallaq

Saya harap bisa di jawab sejelas-jelasnya karna sampe sekarang sudah berminggu2 saya was was tentang talak ini..sampe tidak pernah fokus mengerjakan apapun.
Terimakasih

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Karena itu ucapan pisah yang sifatnya bermakna masa depan. Ucapan "Pingin pisah" itu berkonotasi masa depan. Yang jatuh talak apabila diucapan dalam kalimat pernyataan seperti "Aku cerai kamu". Baca detail: Talak akan datang / masa depan

2. Tidak termasuk muallaq. Sama dengan kasus no. 1, talak dalam kalimat tanya. Jadi tidak jatuh talak. Baca detail: Talak akan datang / masa depan

3. Tidak jatuh talak. Kasusnya sama dg no. 1 dan 2. Baca detail: Talak akan datang / masa depan

4. Tidak. Kalimat tanya dari suami yang menggunakan kata 'talak' dan sejenisnya tidak berakibat talak.

5. Tidak jatuh talak. Seperti dijelaskan, itu bukan talak muallaq.
Baca detail: Mencabut Talak Muallaq (Taklik)

Baca juga: Hukum Membatalkan Talak Muallaq

6. Ucapan "pisah" kalau tujuannya bukan talak, tapi pisah rumah otomatis tidak berakibat talak.

7. Dalam hemat kami kalimat 'pisah aja lah' kalaupun dimaknai pisah bermakna talak bukan pernyataan, tapi usulan. Usulan itu sama dengan pertanyaan yang tidak berakibat talak.

8. Ulama berbeda pendapat tentang kata 'pisah' (Arab: firaq) apakah kinayah atau sharih. Yang jelas walaupun sharih kalau diungkapkan secara tertulis berubah menjadi kinayah. Baca detail: Cerai lewat SMS

Kalau lupa ada niat atau tidak, maka kembali pada hukum asal yang lebih kuat yaitu tidak ada niat. Baca detail: Kaidah Fikih

9. Tidak terjadi talak sama sekali.

10. Sah pernikahannya. Apalagi kalau ucapan 'pisah' dan sejenisnya diucapkan karena tidak tahu. Maka, semakin pasti bahwa tidak terjadi talak sama sekali. Karena ketidaktahuan itu membuat talak tidak terjadi walaupun seandainya diucapkan secara sharih dan langsung secara lisan. Baca detail: Talak orang Awam Hukum

11. Tidak sah berarti tidak terjadi talak sama sekali.

12. Tidak ada talaq muallaq dalam kasus di atas. Karena walaupun ada yang terkesan seperti talak muallaq namun kondisinya tidak jelas yakni "kalau gitu". Baca detail: Cerai dalam Islam