29/11/18

Bau Kotoran Setelah Cebok, Apakah Masih Najis?

Bau Kotoran Setelah Cebok, Apakah Masih Najis?
BAU KOTORAN SETELAH CEBOK, APAKAH MASIH NAJIS?

Assalamualaikum. Ustadz sebelumnya saya sempat ragu apakah bau kotoran setelah istinja saat buang air besar itu termasuk najis atau tidak. Tp saya berfikir kalau itu tidak najis karna kotorannya sudah tidak terlihat dan sayapun sudah berusaha mencucinya. Oleh sebab itu saya lanjutkan berwudhu dan kemudian sholat. Nah saya baru tau kalau ternyata bau tersebut masih termasuk najis. Lalu bagaimana hukum sholat saya ustadz? Apakah sy wajib mengulang sholat saya, sedangkan saya sudah lupa karna sudah membiarkan kebiasaan ini dr lama. Mohon pencerahannya ustadz. Hatur nuhun

JAWABAN

Kalau baunya sulit dihilangkan, maka hukumnya dimaafkan atau tidak apa-apa.

Al-Jaziri dalam Al-Fiqh ala Al-Madzahib Al-Arba'ah, hlm. 1/26, menjelaskan cara menghilangkan najis menurut madzhab Syafi'i sbb:

أما النجاسة المتوسطة وهي غير ما تقدم فإنها تنقسم إلى حكمية، وهي التي ليس لها جرم ولا طعم ولا لون ولا ريح، كبول غير الصبي إذا جف. وعينية، وهي التي لها جرم أو طعم أو لون أو ريح. أما الحكمية فكيفية تطهيرها أن يصب الماء على محلها ولو مرة واحدة ولو من غير قصد. وأما العينية فكذلك، ولكن بشرط زوال عين النجاسة، أما أوصافها فإن بقي منها الطعم وحده، فإن بقاءه يضر ما لم تتعذر إزالته. وضابط التعذر أن لا يزول إلا بالقطع، وحينئذ يكون المحل نجساً معفواً عنه، فإن قدر على الإزالة بعد ذلك وجبت؛ ولا تجب إعادة ما صلاه قبل، فإن تعسر زواله وجبت الاستعانة بصابون ونحوه إلا أن يتعذر، وإن بقي اللون والريح معاً فالحكم كذلك، وإن بقي اللون فقط أو الريح فقط على إزالته بعد ذلك فلا تجب طهارة المحل؛ ويشترط في إزالة النجاسة بأنواعها الثلاثة أن يكون الماء وارداً على المحل إذا كان الماء قليلاً،.

Artinya: Najis mutawassitoh terbagi menjadi dua, pertama, hukmiyah yaitu najis yang tidak ada benda najisnya, serta tidak ada rasa warna dan bau. Seperti kencing selain anak kecil (yakni orang dewasa) apabila kering. Kedua, najis ainiyah yaitu najis yang ada benda najisnya atau rasa atau warna atau bau. Adapun najis hukmiyah maka cara menyucikannya adalah dengan menyiramkan air pada tempat najis walaupun satu kali walaupun tanpa sengaja. Begitu juga cara menghilangkan najis ainiyah tapi dengan syarat hilangnya benda najisnya. Adapun sifat-sifat najis (bau, warna, rasa) apabila masih tetap rasanya saja maka itu bermasalah (harus dihilangkan) selagi tidak sulit menghilangkannya. Batasan sulit adalah tidak bisa hilang kecuali dengan dipotong. Dalan keadaan ini maka tempat tersebut najis yang dimaafkan. Apabila bisa dihilangkan setelah itu maka wajib dihilangkan tetapi tidak wajib mengulangi shalat sebelumnya. Apabila sulit menghilangkan sifat-sifat najis (rasa, bau, warna) maka wajib memakai sarana pembantu seperti sabun kecuali kalau sulit. Apabila masih tetap ada warna dan bau sekaligus, maka hukumnya juga begitu (dimaafkan). Apabila masih ada warnanya saja atau baunya saja setelah itu maka tidak wajib menyucikan tempat najis. Disyaratkan dalam menghilangkan najis dengan ketiga sifatnya adalah airnya harus disiramkan pada tempat najis apabila airnya sedikit.

Perhatikan, dalam keterangan di atas ada kalimat "Apabila masih ada warnanya saja atau baunya saja setelah itu maka tidak wajib menyucikan tempat najis." Itu artinya, apa yang anda alami tidak masalah. Anda sudah suci. Dan shalat yang anda lakukan sudah sah.
Baca detail:
- Najis dan Cara Menyucikan
- Cara menyucikan najis hukmiyah dan ainiyah


SUAMI SELALU SELINGKUH

Assalamualaikum wr. wb.
Sy seorang ibu rmh tangga sdh menikah sekitar 16 tahun. Suami sekarang menjabat sebagai kepala cabang sebuah perusahaan expedisi.

Awal menikah kami hidup pas pas an & banyak hutang. Lalu sy bekerja & suami jg mendptkan pekerjaan dg gaji lumayan. Perlahan kehidupan km mulai berubah. Tapi banyak jg cobaan dlm rumah tangga kami. Suami selingkuh sampai berzina dg lebih dr satu wanita. Bahkan salah satunya sampai hamil.

Waktu berjalan, masalah pun berlalu. Sy berusaha memaafkan krn sy pun sadar suami berbuat begitu krn sy pada saat itu terlalu sibuk dg pekerjaan. Demi putri sy...sy coba lupakan semuanya.

Kami berusaha memulai kembali dg hijrah ke kota lain. Sy berhenti bekerja sesuai keinginan suami. Tp ternyata suami msh terus bertelpon dg mantan selingkuhannya. Kami sering bertengkar krn suami tdk merasa bérsalah & berkata mrk hanya berteman sj.

Kami kembali ke kota asal. Memulai lg dr awal..sy kembali mencari pekerjaan utk hidup sy & anak sy krn suami jarang mengirim nafkah (suami di kota lain).Setelah anak ke 2 lahir km berusaha berbaikan. Km tinggal bersama, tetapi suami lagi2 dekat dengan wanita lain mantan pacarnya dulu. Sy cb memaafkan lagi. Th. 2015 suami pindah kerja di luar pulau. Sy diminta ikut dengannya. Tp jujur sy ragu ikut mengingat semua perlakuannya thp sy.

Suami sering memukul, kasar, tdk segan menyuruh sy pergi beli kebutuhannya walau tengah malam. Suami selalu mengembunyikan hp nya. Th. 2016 sy ikut pindah. Awalnya suami baik. Tapi setelah itu hampir semua yg saya lakukan salah di matanya. Masakan salah, cara mérawat anak salah. Dan selalu marah2..

Belakangan sy berhasil meliha isi hp nya. Ternyata selama ini sy dibohongi. Banyak chatting dg wanita2 lain di hp suami. Mulai yg bilang sayang sampai janjian ketemu di hotel, bilang kamu cantik sampai janjian mengantarkan belanja, dll.
Tapi suami merasa tdk bersalah dg alasan tdk melakukan apa2 & bilang msh tau batasannya.

Bahkan suami menganggap sy berlebihan menuduh dia yg bukan2.
Sebagai catatan, suami tdk pernah berkata sayang kepada sy apalagi memuji sy cantik, suami jarang mengantar sy jika bepergian bahkan sering sy sakit hrs berangkat sendiri ke dokter.

Apa yg hrs sy lakukan. Jujur sy sdh tdk sanggup jd istri diperlakukan begini. Tp sy msh pertimbangkan anak2 saya. Sy tdk mau mereka menjadi korban. Disatu sisi sy jg ingin diperlakukan dg baik oleh suami yg selama ini tdk pernah sy dapatkan.
Mohon sarannya. Terimakasih...wassalamualaikum wr. wb.

JAWABAN

Syariah Islam memberi dua pilihan yang sama-sama boleh dalam menghadapi kasus di atas: anda boleh meminta cerai / gugat cerai atau tetap mempertahankan rumah tangga. Baca detail: Menyikapi Pasangan Selingkuh

Kalau anda cenderung untuk mempertahankan rumah tangga, maka hal terbaik adalah dengan tidak berharap terlalu banyak pada perubahan suami. Kebiasaan suami anda itu termasuk hal yang sulit dirubah oleh orang lain kecuali oleh dirinya sendiri. Oleh karena itu, fokus anda sebaiknya: (a) mendidik dan menikmati hidup bersama anak-anak anda; (b) sibukkan diri dengan kegiatan pekerjaan; (c) memperbanyak amal ibadah untuk bekal di akhirat. Jangan lupa untuk selalu berdoa di setiap selesai shalat fardhu. Baca detail: Doa Agar Disayang

28/11/18

Ucapan Talak karena Tidak Tahu Hukumnya

Ucapan Talak karena Tidak Tahu Hukumnya

TALAK: KURANG MENGERTI ATURAN CERAI DALAM ISLAM

Assalamu'alaikum pak ustadz

Sudah beberapa bulan ini saya kepikiran terus masalah talak, maklum tadinya saya kurang/hanya sedikit tahu aturannya.

Beberapa hal yang terus menghantui pikiran saya:

1. Saya pernah ngomong "bujangan lagi", masalahnya kalau malam minggu istri dan anak saya kadang suka menginap di rumah mertua saya, jadi kadang saya suka bercanda atau asal ngomong sama teman kayak "malam minggu mah bujangan lagi", untuk niat waktu itu saya tidak tahu pasti. Apa ini jatuh talak?

2. Saya pernah ngucap “cereikeun” / ”cere’in” (satu kata itu aja) sendirian sewaktu lg di kamar mandi, hanya berbisik, keras, jelas atau tidak jelasnya saya lupa, waktu itu saya klo gak salah lg mikirin masalah hidup sampai muak, marah sehingga mungkin keluar kata itu. Entah keceplosan atau disengaja, saya lupa.

3. Saya pernah bilang ke anak saya yg berusia 4 tahun kurang lebih “kalau gak mau sekolah, jangan tidur di sini (di rumah saya), tidurnya sama nenek (mertua saya) aja sama mamah, biarin ayah tidur di sini sendiri”… apa itu termasuk kinayah atau talak muallaq? niat yg pasti pada waktu itu saya tidak tahu pasti, diingat2 malah jadi dilema.

4. Bagaimana jika kita ucap kata2 seperti “terserah kamu aja” apa itu termasuk kinayah?

5. Maaf saya agak kurang faham, haam dan niat itu beda ya? bagaimana kalau kita ada kata2 kinayah tanpa niat tapi ada hamm?

6. Bagaimana jika lupa atau ragu dengan niat talak kinayah? tapi kalau disumpah mah gak berani.

7. Kalau ngomong “mau cerai/mau pisah” apa jatuh talak?

8. Kalau ada ucapan "ceraikan" atau “serahkan” di depan orang lain, satu kata itu saja tanpa ada kata “aku”, “kamu”, “istri”, apa jatuh talak?

9. Kalau bercerita khayalan dengan kata2 cerai dengan objek orang lain/fiksi apa jatuh talak?

10. Jatah talak itu kan ada 3 dan hanya bisa 2 kali rujuk, bisakah jatah talak/rujuk itu kembali ke semula? Misal dengan akad nikah baru. Bukan karena mau menalak atau cerai beberapa kali, tapi yg namanya manusia kan banyak khilafnya.

11. Apakah ucapan talak orang awam atau orang yg tau sedikit tentang talak atau tau tapi salah, tetap jatuh talaknya?

12. Bolehkah mengambil pendapat mazhab lain untuk mencari kemudahan dalam urusan talak?

13. Maaf ada yg kelewat pak ustadz, bagaimana kalau kita lagi mikirin masalah talak yang dulu, terus tanpa sengaja kita ngucap kata "talak" tapi tanpa ada kata "aku", "dia", "istri" dan saat itu saya lagi sendirian.

Ya ustadz tolong dijawab ya, saya sudah stress mikirin masalah talaq ini saya takut.

Terima kasih banyak.

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Karena konteks ucapan anda tidak diarahkan ke istri.

2. Tidak jatuh talak. Ucapan "cerai" baru jatuh talak apabila tujuannya untuk menceraikan istri. Kalau ucapan "cerai" tidak dalam konteks itu, maka tidak terjadi talak. Misalnya, suami bersuami bercerita yang mengandung kata "cerai" atau "talak" maka tidak jatuh cerai. Baca detail: Bercerita Talak, apa jatuh cerai?

3. Ucapan tsb anda tujukan pada anak. Bukan pada istri. Jadi, tidak ada efek apapun atas ucapan tersebut terhadap keabsahan pernikahan anda.

4. Lihat konteksnya. Kalau konteksnya anda dan istri sedang bertengkar dan istri minta cerai lalu anda bilang "terserah kamu" maka itu bisa dianggap kinayah. Tapi kalau konteksnya istri sedang minta ijin mau membeli sesuatu lalu anda bilang "terserah kamu" maka itu bukan kinayah.

5. Hamm itu khayalan. Niat itu kesengajaan dalam hati.

6. Dianggap tidak ada.

7. Tidak. Karena istilah "mau" itu menunjukkan masa yang akan datang. Dan talak yang bermakna untuk masa yang akan datang maka tidak jatuh talak kecuali dalam talak muallaq. Baca detail: Talak masa yang akan datang

8. Lihat konteksnya. Kata "ceraikan" itu dalam rangka apa? Kalau tujuannya ke istri maka jatuh talak. Kalau tidak ada tujuan ke istri, maka tidak jatuh cerai.

9. Tidak jatuh talak.

10. Tidak bisa. Kecuali setelah istri menikah dengan orang lain. Lalu ia setelah ia dicerai oleh suaminya menikah lagi dengan anda. Maka pernikahan kedua ini jatah talaknya kembali baru.

11. Kalau orang awam itu tidak tahu bahwa ucapan talaknya berdampak talak beneran, maka ada ulama yang menyatakan tidak jatuh talak. Baca detail: Ucapan talak bagi yang tidak tahu hukumnya

12. Boleh. Baca detail: Talfiq atau Gonta ganti Madzhab

13. Tidak jatuh talak. Itu sama dengan cerita memakai kata talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

EKONOMI RUMAH TANGGA : SUAMI TERJERAT HUTANG, WAJIB KAH ISTRI MENANGGUNG BEBAN HUTANG SUAMI?

Assalamu'alaikum. Wr. Wb

Salam ukhuwah.

Profesi ibu Rumah tangga & wiraswasta. Maaf sebelumnya saat ini saya ada masalah keuangan keluarga. Mohon pencerahan dari pak Ustad/bu Ustadzah apa yang harus saya lakukan untuk menyelesaikan masalah saya ini

Sejak saya menikah dengan suami tahun 2012, Suami tidak pernah cerita tentang usaha nya mengelola dana orang lain di sektor saham dengan imbalan bunga 15% setahun yang mana bunga bagi hasil ini dibagikan tiap bulan (1.25% per bulan dari modal yang disetor nasabah)

Tahun 2015 suami baru cerita kalau beliau punya masalah usaha nya tersebut dimana saham suami rontok dan dana titipan nasabah yang diputer di saham ikutan rugi sampai tidak tersisa. Besaran total dana diputar sekitar 1.5 Milyar termasuk di dalamnya ada uang saya 300 juta dan Emas Logam mulia anak saya 125 gram yang saya beli dari hasil kerja saya, sama suami saya jual tanpa seijin saya untuk menutup bunga yang harus dibayar bulanan ke nasabahnya.

Tahun 2016 suami saya berhenti bekerja di kantor lama di perusahaan sekuritas pasar modal.

2017 sampai sekarang bekerja di perusahaan yang sedang saya rintis di bidang Developer property. Karena baru merintis perumahan yang saya bangun dikelola oleh saya dan team tanpa gaji. Gaji dirapel setelah project selesai beserta pembagian bagi hasil nya.

Sudah hampir setahun saya tidak dinafkahi suami saya. Bahkan untuk biaya Rumah tangga, cicilan KPR rumah, hutang hutang suami saya ke nasabah nasabah nya yang harus dibayar bunga bulanan serta kartu kredit yang suami saya pinjam tanpa sepengetahuan saya, semua saya yang bayar.

Untuk menutupi beban hutang suami saya, saya jadi pinjam uang proyek 100 juta. Saya bingung pak Ustad. Apa yang harus saya lakukan? Saya sudah tidak sanggup lagi membantu suami saya terkait hutang hutang suami yang tempo lalu akibat dari tidak terbuka nya suami saya ke saya.

Ketika suami saya bangkrut, semua uang hasil kerja saya saya titipkan juga ke suami untuk diputer d saham juga ikutan lenyap juga simpanan emas buat pendidikan anak yang saya kumpulkan dari hasil kerja saya sama suami jual tanpa seijin saya. Sering terbesit saya ingin cerai dengan suami. Khawatir saya dan usaha yang saya rintis ikutan terbawa juga. Saya harus bagaimana mengingat anak anak masih kecil?

Apakah perlu dibuat dihadapan notaris kalau semua hutang hutang suami tidak akan membawa nama baik istri, harta istri dan usaha istri ?

Mohon pencerahanya Pak Ustad /bu Ustadzah. Syukron Jazakumullah Khoir

JAWABAN

Dalam Islam, suami berkewajiban menafkahi istri menurut kemampuannya. Dan tidak ada kewajiban istri untuk menafkahi suami atau anak. Baca detail: Suami Wajib Menafkahi Istri

Begitu juga, suami yang wajib menafkahi anak. Baca detail: Ayah Wajib Menafkahi Anak

Sedangkan hutang suami dan istri ditanggung masing-masing. Begitu juga pendapatan suami dan istri dimiliki oleh masing-masing pihak. Karena, dalam Islam tidak ada harta gono-gini secara otomatis seperti di hukum adat. Baca detail: Harta Gono gini

Terkait kelanjutan hubungan, apabila suami tidak menafkahi istri dalam waktu lama, maka itu bisa menjadi alasan secara legal formal (negara) untuk melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Baca detail: KHI (Kompilasi Hukum Islam)

Sedangkan secara Islam juga tidak masalah. Dalam Islam bahkan lebih ringan: istri boleh meminta cerai hanya karena tidak lagi dapat mencintai suami. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

Baca juga:
- Cerai dalam Islam
- Istri Minta Cerai, Tidak Mencium Bau Surga?

Terkait apakah harus pakai notaris, silahkan anda konsultasi pada ahli hukum untuk soal ini.

11/06/18

Hukum Shalat Kafarat Jumat Akhir Ramadhan

Hukum Shalat Kafarat Jumat Akhir Ramadhan
SHALAT KAFARAT DI AKHIR JUMAT BULAN RAMADAN APAKAH SUNNAH?

Maaf ustad saya ingin bertanya, saya mendapatkan Pesan tentang Shalat Kafaroh,
1. Apakah shalat tersebut di sunnahkan?
2. Apakah Dalil yang di pesan tersebut benar, ? Mohon jawabannya agar saya tidak tersesat.!

Ini Pesan saya dapatkan di Group WA..
SHALAT KAFARAH DI HARI JUM'AT TERAKHIR BULAN RAMADHAN

Shalat kafarah Bersabda Rasulullah SAW : " Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud (tasyahud akhir saja, tanpa tasyahud awal), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X

Niatnya: ” Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa”

Sayidina Abu Bakar ra. berkata :
"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 400 tahun dan menurut Sayidina Ali ra. sholat tersebut sebagai kafaroh 1000 tahun. Maka bertanyalah sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?". Rasulullah SAW menjawab, "Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya."
.
Setelah selesai Sholat membaca Istigfar 10 x :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Kemudian baca sholawat 100 x :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Kemudian menbaca basmalah, hamdalah dan syahadat
Kemudian membaca Doa kafaroh 3x :

اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْخَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْسِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين.

Diambil dari kitab “Majmu’atul Mubarakah”, susunan Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi.
.
(oleh: Habib Munzir al-Musawa dan dari berbagai sumber lain.)
Waktu : Yaitu, shalat sunnah kafarat yang hanya kesempatannya di hari Jumat akhir Ramadhan batasnya antara waktu dhuha dan Ashar.

Semoga bisa mengamalkan dan ada manfaatnya.

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

JAWABAN

Ringkasan:

1. Tidak benar. Shalat kaffaroh tidak sunnah.
2. Dalil yang dipakai untuk shalat sunnah kafarat adalah hadits palsu.

URAIAN

Hadits yang anda tulis terjemahannya tersebut redaksi asalnya dalam bahasa Arab adalah sbb:

من فاتته صلاة في عُمُره ولم يحصها فليقم في آخر جمعة من رمضان وليصل أربع ركعات بتشهد واحد ، يقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب ، وسورة القدر خمس عشرة مرة ، وسورة الكوثر كذلك ، ويقول في النية : نويت أصلي أربع ركعات كفارة لما فاتتني من الصلاة" ) ! فما مدى صحة هذا الحديث

Adapun status hadits ini adalah palsu (maudhuk).

Dr. Atiyah Saqar, ulama Al-Azhar Mesir, menyatakan:

لم أعثر على هذا الحديث في الكتب الصحيحة، وعلامة الوضع فيه ظاهرة، فالصلاة التي تفوت الإنسان لا يكفرها إلا قضاؤها ، ومن المعلوم أنه من ترك الصلاة ناسياً لا يكفرها إلا قضاؤها كما صح في الحديث ، وإذا كان هذا في الصلاة التي نام عنها أو سها عنها الإنسان فكيف بالصلاة المتروكة عمداً ؟! إن قضاءها أولى بالوجوب .

Artinya: Aku tidak menemukan hadits ini di kitab-kitab hadits yang sahih. Tanda kepalsuan hadits ini sangat jelas. Shalat yang tertinggal tidak ada tebusannya kecuali diqadha. Sudah maklum bahwa orang yang meninggalkan shalat karena lupa tidak bisa menebusnya kecuali dengan mengqadhanya sebagaimana terdapat dalam hadits sahih. Apabila kewajiban qadha itu pada shalat yang ditinggal karena lupa atau tertidur, maka bagaimana dengan salat yang tertinggal secara sengaja? Kewajiban mengqadanya jelas lebih besar.

Ada juga hadits serupa yang mendasari pendapat tersebut di atas. Haditsnya sbb:

من صلى في آخر جمعة من رمضان الخمس الصلوات المفروضة في اليوم والليلة قضت عنه ما أخل به من صلاة سنَته

Artinya: Barangsiapa shalat di akhir Jumat bulan Ramadan lima shalat fardhu pada hari dan malam, maka shalat tersebut telah mengqadha (mengganti) shalat yang tertinggal selama setahun

As-Syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmuah fi Al-Ahadits Al-Mauduah, hlm. 54, menyatakan terkait hadits di atas sbb:

"حديث ( من صلى في آخر جمعة من رمضان الخمس الصلوات المفروضة في اليوم والليلة قضت عنه ما أخل به من صلاة سنَته ) : هذا موضوع لا إشكال فيه ، ولم أجده في شيء من الكتب التي جمع مصنفوها فيها الأحاديث الموضوعة ، ولكنه اشتهر عند جماعة من المتفقهة بمدينة " صنعاء " في عصرنا هذا ، وصار كثير منهم يفعلون ذلك ! ولا أدري مَن وضعه لهم ، فقبَّح الله الكذابين" انتهى

Artinya: Hadits ini palsu (maudhuk), tidak diragukan lagi. Aku tidak menemukannya sedikitpun dari kitab-kitab yang disusun terkait hadits mauduk. Akan tetapi hadits ini masyhur di kalangan ahli fikih kota San'a di masa sekarang ini. Banyak dari mereka mengamalkannya. Aku tidak tahu siapa yang memalsukannya. Semoga Allah membuka aib para pembohong.

Hukum Shalat Jumat bersamaan dengan Hari Raya

Hukum Shalat Jumat  bersamaan dengan Hari Raya
Apabila hari raya idul fitri atau idul adha bertepatan dengan hari Jumat, apakah shalat Jumat tetap wajib dilaksanakan atau cukup diganti dengan shalat dzuhur saja?

HUKUM SHALAT JUM'AT BERTEPATAN DENGAN HARI RAYA IDUL FITRI DAN IDUL ADHA

Apabila shalat Jum'at bertepatan dengan hari raya lebaran Idul Fitri atau Idul Adha apakah shalat Jum'at tetap wajib dilaksanakan? Jawabnya: Shalat Jum'at tidak wajib dilaksanakan tapi boleh dilakukan. Namun, sunnah bagi imam untuk tetap melaksanakan shalat Jum'at apabila cukup jamaah untuk melaksanakan shalat Jum'at. Bagi yang sudah melaksanakan shalat idul fitri/adha dan tidak melaksanakan shalat Jum'at, maka wajib baginya melaksanakan shalat Dzuhur. Detailnya sebagai berikut:

DASAR HUKUM DALIL HADITS

Dalam hadits riwayat Bukhari, Usman bin Affan bersabda dalam sebuah khutbah hari raya:

أيها الناس إنه قد اجتمع عيدان في يومكم فمن أراد من أهل العالية أن يصلي معنا الجمعة فليصل، ومن أراد أن ينصرف فلينصرف

Artinya: Wahabi manusia, telah berkumpul dua hari raya pada hari ini. Apabila penduduk desa Aliya ingin shalat Jumat bersama kita, maka dia boleh shalat. Siapa yang ingin pulang (tidak ikut shalat Jumat), dia boleh pulang.


- Hadits sahih riwayat imam lima

فعن زيد بن أرقم قال: صلى النبي صلاة العيد ثم رخص في الجمعة فقال: من شاء أن يصلي فليصل"

Artinya: Dari Zaid bin Arqam ia berkata: Nabi shalat Hari Raya kemudian memberi keringanan (rukhsoh) dalam shalat Jum'at dan bersabda: Barangsiapa yang ingin shalat Jum'at, maka shalatlah.

- Hadits riwayat Abu Dawud

"قد اجتمع في يومكم هذا عيدان؛ فمن شاء أجزأه من الجمعة وإنا مُجَمّعُون

Artinya: Telah berkumpul pada hari ini 2 (dua) shalat ied (maksudnya Hari Raya dan Jum'at). Siapa yang suka, muka cukuplah dari shalat Jum'at karena kita sudah dikumpulkan.

- Hadits riwayat Abu Dawud

عيدان اجتمعا في يوم واحد؛ فجمعهما فصلاهما ركعتين بكرة، ولم يزد عليهما حتى صلى العصر

Artinya: Dua hari raya berkumpul dalam satu hari; Nabi mengumpulkannya dan shalat dalam 2 (dua) rakaat di pagi hari dan tidak menambahnya sampai tiba shalat Ashar.

PENDAPAT ULAMA FIQIH

- Al Syairazi dalam Al-Muhadzab, hlm. 4/358, menyatakan:

وإن اتفق يوم عيد ويوم جمعة فحضر أهل السواد فصلوا العيد جاز أن ينصرفوا ويتركوا الجمعة ; لما روي عن عثمان رضي الله عنه أنه قال في خطبته : " أيها الناس قد اجتمع عيدان في يومكم فمن أراد من أهل العالية أن يصلي معنا الجمعة فليصل ومن أراد أن ينصرف فلينصرف " ولم ينكر عليه أحد ، ولأنهم إذا قعدوا في البلد لم يتهيئوا بالعيد ، فإن خرجوا ثم رجعوا للجمعة كان عليهم في ذلك مشقة والجمعة تسقط بالمشقة .

ومن أصحابنا من قال : تجب عليهم الجمعة ; لأن من لزمته الجمعة في غير يوم العيد وجبت عليه في يوم العيد كأهل البلد ، والمنصوص في الأم هو الأول

Artinya: Apabila Hari Raya bertepatan dengan hari Jumat, lalu datang penduduk sawad kemudian mereka shalat Ied, maka boleh bagi mereka untuk pulang setelah shalat hari raya, dan meninggalkan shalat Jumat. Berdasarkan hadits dari Usman di mana Utsman berkhutbah: "Wahabi manusia, telah berkumpul dua hari raya pada hari ini. Apabila penduduk desa Aliya ingin shalat Jumat bersama kita, maka dia boleh shalat. Siapa yang ingin pulang (tidak ikut shalat Jumat), dia boleh pulang." Hadits ini tidak diingkari oleh seorangpun. Juga, karena apabila mereka duduk di suatu kota, maka mereka tidak siap untuk melaksanakan shalat Hari Raya. Apabila mereka pulang lalu kembali untuk Jumat, maka akan menimbulkan kesulitan (masyaqat) sedangkan kewajiban Jumat itu gugur karena adanya kesulitan. Sebagian ulama madzhab Syafi'i menyatakan: shalat Jumat tetap wajib. Karena, orang yang wajib Jumat di luar hari Raya, maka dia wajib juga shalat Jumat pada hari raya seperti penduduk setempat. Nash Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm adalah yang pertama.

- Ulama madzhab Syafi'i berkata

إن صلاة العيد تغني عن صلاة الجمعة لأهل القرى التي لا يوجد فيها عدد تنعقد بهم الجمعة ويسمعون الأذان من البلد الذي تقام فيه الجمعة، فيذهبون لصلاتها، ودليلهم قول عثمان في خطبته: أيها الناس إنه قد اجتمع عيدان في يومكم، فمن أراد من أهل العالية ـ قال النووي: وهي قريبة من المدينة من جهة الشرق ـ أن يصلي معنا الجمعة فليصل، ومن أراد أن ينصرف فليفعل

Artinya: (bagi yang melaksanakan) Shalat hari raya (tidak perlu melakukan) shalat Jum'at bagi ahli desa yang jamaahnya tidak cukup untuk melakukan shalat Jum'at dan mendengar suara adzan dari kota/daerah yang mendirikan shalat Jum'at. Dalilnya adalah pertakaan Utsman bin Affan: Wahai manusia dua hari raya telah berkumpul pada hari ini. Barangsiapa dari penduduk Alia --daerah sebelah timur Madinah-- yang hendak shalat Jum'at shalatlah. Barangsiapa yang tidak ingin shalat Jum'at, tidak apa-apa.

- Ulama madzhab Hanbali mengatakan:

من صلى العيد سقطت عنه الجمعة، إلا الإمام فلا تسقط عنه إذا وجد العدد الكافي لانعقاد الجمعة، أما إذا لم يوجد فلا تجب صلاة الجمعة،

Artinya: Barangsiapa yang shalat hari raya maka gugurlah shalat Jum'at kecuali imam maka tidak gugur baginya kewajiban Jum'at apabila menemukan jumlah jamaah yang cukup untuk sahnya Jum'at. Apabila tidak mencukupi, maka tidak wajib.

Imam Ahmad bin Hanbal (pendiri madzhab Hanbali) berkata:

أن الجمعة لو صليت أول النهار قبل الزوال أغنت عن العيد، بناء على أن وقتها يدخل بدخول وقت صلاة العيد

Artinya: Bahwa shalat Jumat apabila dilakukan pada awal siang sebelum tergelincir matahari maka tidak perlu melakukan shalat id (lebaran) berdasarkan pada dalil bahwa waktunya masuk dengan masuknya waktu shalat id.

01/05/18

Warisan Untuk Istri, Anak, Saudara, Cucu

Warisan Untuk Istri, Anak Perempuan Dan Cucu
WARISAN UNTUK ISTRI, ANAK PEREMPUAN DAN CUCU

Assalamualikum wr wb

Mohon pencerahan untuk kasus dimana ada sesorang laki-laki yang memilki harta tapi belum meninggal dan kuatir terjadi kisruh sehingga dia ingin bersiap diri perihal warisan.

Adapun dia memiliki keluarga sbb :

1. Istri
2. Tiga (3) anak perempuan
3. 3 cucu laki-laki
4. 1 cucu perempuan
5. 1 saudara kandung laki
6. 1 saudara kandung perempuan
7. 9 keponakan laki-lai
8. 11 keponakan perempuan

Mohon bantuan Bapak/Ibu sbb :

1. Perhitungan warisan secara islam

2. Apabila laki-laki tersebut ingin membagi warisannya hanya kepada istri dan anaknya sedang kepada yang lain lainnya hanya berupa pemberian/hibah apakah diperbolehkan?

3. Apabila laki-laki tersebut membuat wasiat yang besaran warisan tidak sama dengan hukum islam mana yang lebih kuat hukumnya untuk di aplikasikan?

Atas bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih

JAWABAN

1. Pembagian warisan secara Islam dalam kasus di atas sbb:
(a) Istri mendapat 1/8 = 3/24
(b) 3 Anak perempuan mendapat 2/3 = 16/24
(c) Sisanya yang 5/24 dibagikan kepada kedua saudara kandung yang laki mendapat 2/3, sedangkan yang perempuan mendapat 1/3 (dari 5/24).

Penting: Pembagian di atas dengan asumsi ayah dan ibu lelaki itu sudah wafat. Kalau masih hidup, lain lagi cara pembagiannya.

Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Tidak bisa. Pewaris tidak bisa menentukan siapa yang dapat apa dan berapa. Karena pembagian warisan dilakukan setelah pewaris wafat, maka yang berlaku adalah hukum waris. Apabila lelaki itu ingin ikut campur dalam pembagian harta, maka ia bisa melakukan hal itu saat ia masih hidup dengan menghibahkan seluruh hartanya pada siapa saja yang dia inginkan. Ini dibolehkan menurut Islam. Baca detail: Hibah dalam Islam

3. Pewaris bebas membuat wasiat dengan syarat: (a) tidak boleh lebih dari 1/3 dari total harta; (b) tidak boleh kepada salah satu ahli waris yang mendapat bagian kecuali disetujui oleh ahli waris yang lain. Baca detail: Wasiat dalam Islam

HUKUM WASIAT

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Seorang ayah memiliki 3 anak perempuan, dan memiliki 3 rumah dengan harga masing2 rumah 500jt, 800jt dan 1,5Milyar Sebelum meninggal sang ayah telah mewasiatkan masing2 rumah kepada anak2nya.
Setelah sang ayah meninggal bagaimana hukum warisnya untuk ketiga anak tersebut?
1. Apakah dilaksanakan sesuai dengan wasiatnya? Karena jika sesuai wasiat, pembagian hak waris tidak sesuai dengan hukum waris disebabkan nominal yg diterima masing2 anak berbeda.
2. Apakah seluruh rumah harus dijual terlebih dulu lalu dibagi sesuai pembagian hak ahli waris?

Mohon bantuannya bpk/ibu, terima kasih sebelumnya.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

JAWABAN

1. Wasiat kepada ahli waris hukumnya tidak sah. Kecuali apabila disepakati seluruh ahli waris. Kalau pun disetujui, maka wasiat tidak boleh lebih dari 1/3 total harta. Baca detail: Wasiat dalam Islam

2. Soal cara membagi harta warisan itu soal teknis yang bisa dimusyawarahkan dengan seluruh ahli waris. Yang prinsip dalam pembagian warisan adalah jumlah persentase bagian untuk masing-masing ahli waris. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG

Assalamualaikum wr.wb.

Seorang ayah telah wafat 12 Desember 2016 dan meninggalkan warisan sebidang tanah. Adapun ahli waris & statusnya sebagai berikut:
1. Ibu meninggal
2. Ayah meninggal
3. Istri pertama masih hidup(cerai)
4. Istri kedua masih hidup
5. Dari istri pertama 4 anak kandung laki-laki, 1 anak kandung perempuan
6. Dari istri kedua 2 anak kandung laki-laki, 3 anak kandung perempuan.

Dimana sebelum ayah meninggal ayah pernah bicara pada anak perempuannya dari istri pertama perihal rencana jual tanah tersebut dan hasilnya untuk dibagi rata pada semua anak-anaknya sebelum ayah meninggal (menghindari rebutan warisan), yang mana semua surat-surat tanah yang pegang istri pertama.

Mohon penjelasan untuk pembagian warisannya.

Wassalamualaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Dalam kasus di atas pembagiannya sbb:
(a) Istri kedua mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan kepada seluruh anak kandung dari istri pertama dan kedua. Di mana anak lelaki mendapat 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1 bagian. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Rencana ayah yang hendak menjual tanah itu karena tidak terlaksana maka dianggap tidak ada. Karena hibah harus dilakukan saat masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

WARISAN UNTUK SUAMI DAN ANAK KANDUNG LELAKI DAN PEREMPUAN

Assalammualaikum wr, wb.

Kepada team alkhoirot konsultan hukum waris, Terkait dengan hukum waris mohon pencerahannya untuk kasus yang kami hadapi saat ini :

1. Seorang Ibu rumah tangga meninggal dunia dan meninggalkan keluarga Sbb :


1 Orang Suami

3 Orang Anak Laki - laki

2 Orang Anak Perempuan

2 Orang Saudari Sekandung (Uwa / Bibi)


2. 10 Tahun Kemudian Sang Kepala rumah tangga (Ayah) meninggal dunia dan meninggalkan keluarga Sbb :

Keluarga yang di tinggalkan

3 Orang Anak Laki - laki

2 Orang Anak Perempuan

2 Orang Saudari Sebapak

Mohon pencerahannya atas kondisi tersebut.

Wasalammualaikum wr, wb.


Terimakasih

JAWABAN

1. Dalam kasus pertama, pembagiannya sbb:
(a) Suami mendapat bagian 1/4
(b) Sisanya yang 3/4 dibagikan kepada kelima anak kandung di mana anak lelaki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Jadi, ketiga anak lelaki masing-masing mendapat 2/8, sedangkan kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1/8.
(c) 2 Saudari perempuan tidak mendapat warisan karena terhalang adanya anak.

Pembagian di atas dengan asumsi bapak dan ibu pewaris sudah wafat semua.

Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Dalam kasus kedua, semua harta diberikan kepada seluruh anak kandung dengan cara yang sama dengan jawaban no. 1. Bedanya kali ini yang dibagi adalah seluruh harta.

Adapun saudara kandung tidak mendapat warisan karena terhalang.

Pembagian di atas dengan asumsi bapak dan ibu pewaris sudah wafat semua.

Baca detail: Hukum Waris Islam

18/04/18

Suami Mualaf Istri Jarang Shalat

Suami Mualaf Istri Jarang Shalat
RUMAH TANGGA: SUAMI MUALAF ISTRI JARANG SHALAT

Assallamuallaikum,saya laki laki berumur 32 tahun,saya menikah sudah 9 tahun dan di karuniai 2 orang anak umur 9 tahun dan 5 tahun berjenis kelamin perempuan,dalm usia saya menikah saya memiliki istri yang jarang sekali melaksanakan shalat,bila tidak diminta shalat ya dy tidak shalat sedangkan saya seorang mualaf,saya hanya mau istri saya mengajarjan saya mengaji karena saya mendambakan istri ya g sholeha.

suatu hari saya bertemu mantan saya yang memang saya pernah mencintainya karena dy rajin ibadah namun dy juga genit terhadap laki laki sampai saya pun di duakan dulu waktu pacaran,

setelah saya menikah dy mengharapkan saya kembali karena rumah tangga saya dinilai oleh nya lbh baik dari rumah tangganya, hari hari kuta kelahi ha ya membahas tentang mantan saya itu,

yang saya mau tanyakan apakah saya salah bila saya menceraikan istri saya dan memilih dy mantan saya karena saya tidak faham berdosa kah saya bila saya bersikap seperti itu. Mohon jawabannya agar dapat menenangkan hati saya

JAWABAN

Secara syariah Islam, tidak ada masalah bagi suami untuk menceraikan istrinya. Baca detail: Cerai dalam Islam

Apalagi kalau istri sering berbuat dosa seperti tidak rajin shalat yang merupakan pelanggaran berat dalam Islam. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Namun demikian, anda juga perlu hati-hati dengan calon istri yang baru. Agar tidak terjadi lagi ketidakharmonisan rumah tangga. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

SUAMI TAK BERI NAFKAH BATIN

Assalamualaikum

perkenalkan saya wanita
saya mau bertanya seputar permasalahan rumah tangga saya.

Saya telah menikah selama 5th dan telah dikaruniai seorang anak,akhir-akhir ini saya merasa tidak nyaman dgn rumahtangga saya pasalny sang suami tidak pernah memberikan nafkah bathin,dan apabila saya meminta pasti ada aja alasannya(ngantuklah,capeklah).
sebenarnya saya sudah berusaha untuk ikhlas tapi terkadang saya kecewa dengan sikapnya,entah apa yang ada dipikiran suami sehingga tidak punya niatan untuk memberikan nafkah bathin kepada saya.

saya beranggapan mungkin dia takut tidak bisa maksimal karena dia mengalami ejakulasi dini,tapi yang saya sayangkan dia tidak punya niatan untuk memperbaiki keadaan,dan dia suka sekali untuk menonton film BF(maaf).

lantas apa yang harus saya perbuat untuk menyelesaikan masalah ini??
saya telah mencoba berdiskusi dengan suami tapi dia tidak begithu menanggapi apa yang saya keluhkan.

Sebelumny terimakasih untuk jawabannya

Wassalamualaikum

JAWABAN

Pertama, sebaiknya anda bicarakan secara baik-baik dengannya bahwa anda sebagai istri sangat menginginkan nafkah batin. Ini agar diketahui suami dan agar suami mulai berfikir bahwa anda cukup tersiksa dengan keadaan ini.

Kedua, katakan pada suami bahwa yang anda inginkan adalah perlakuan sayang dari suami yang berupa pelukan, cumbuan, dan memanjakan. Dan bahwa hal itu tidak harus berakhir dalam hubungan intim (jangan singgung masalah ejakulasi dini).

Suami saat ini tampaknya sedang menderita masalah psikologis karena penyakit ejakulasi dini tersebut. Umumnya laki-laki yang mengalami penyakit serupa akan berusaha menyembunyikan perasaan menderitanya dengan berbagai kamuflase. salah satunya dengan menonton bf tersebut.

Untuk itu, kalau anda masih sayang padanya, maka anda harus bersabar. jangan menampakkan muka murung karena itu akan menambah beban pikirannya. Dan yakinkan dia bahwa anda masih sayang padanya apapun yang terjadi.Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Namun kalau anda sudah tidak lagi bisa bersabar, maka secara syariah anda bisa meminta cerai ke suami atau melakukan gugat cerai ke pengadilan agama. Baca detail: Cerai dalam Islam


SERING CEKCOK DENGAN SUAMI

Assalamualaikum
Saya mau bertanya, saya dan suami sering cekcok saat itu suami saya mengambil ijazah saya dengan paksa dengan cara membenturkan wajah saya ke wajahnya, setelah 2 bulan berlalu kami cekcok lagi hingga akhirnya saya ambil keputusan pergi meninggalkan suami saya karena hinaan dia atas anak saya sebelum pernikahan kami, saya tahu itu dosa buat saya, yang saya mau tanyakan apakah yang saya harus lakukan untuk memperbaiki pernikahan ini ?
Terimakasih wassalamualaikum

JAWABAN

Kalau anda masih ingin memperbaiki hubungan ini, maka sebaiknya anda selalu bersabar dan menghindari melawan ucapan suami. Selalu taat dan ijin pada suami setiap kali hendak melakukan sesuatu.
Baca detail:
- Cara Harmonis dalam Rumah Tangga
- Suami dan Orang tua: Mana yang Ditaati?

RUMAH TANGGA

Assalamualaikum ustad,
Saya ibu bekerja dari 3 orang anak. Suatu hari suami saya mengajak berhubungan intim namum karena kelelahan bekerja hingga pkl 22.00 malam saya tertidur. Suami marah besar dan mengirim pesan via whatsapp yang isinya: demi Allah saya tidak akan mengajak kamu berhubungan suami istri lagi.

Apakah dengan hal tersebut artinya sudah jatuh talak ustad? Terima kasih untuk jawabannya

JAWABAN

Sumpah yang diucapkan suami untuk tidak menggauli istrinya itu disebut ila'. Ila' semacam itu tidak jatuh talak. Apabila ternyata suami menggauli istrinya, maka ila' itu gugur dengan sendirinya dan suami wajib membayar kafarat (tebusan) sumpah. Kafarat sumpah sama dengan kafarat pelanggaran nadzar. Baca detail: Hukum Nadzar

Apabila suami tidak menggauli istrinya lebih dari 4 bulan, maka istri boleh meminta suami untuk menggaulinya atau menceraikannya. Baca detail: di sini

RUMAH TANGGA

Justru selama ini sy kerja pak ,apa yg sy dpt menutupi yg kurang dari suami .Pernah pakai kartu kredit dari bbrp kartu ,sy baru tutupi walau gk selesai semua spi saat ini .

1. Apakah ini termask secara ekonomi blm mampu biayai 2 rt ?
2. Dg kondisi ini apakah klo ada utang ,istri siri ikut nanggung juga atau tdk ? 3. Bila suami biayai 2 rt dg cara utang dg istri dlu artinya ditutupi biaya oleh istri2 nya ,apakah termasuk zolim atau tidak pak apakah ini dianggap mampu atau masih dianggap sesuai syar i ?
Syukron pak .

JAWABAN

1. Kalau suami tidak membiayai dua istri maka hendaknya dia tidak menikah lebih dari satu.

2. Tidak. Istri tidak bertanggungjawab hutang suami. Justru kalau dalam rumah tangga istri yang mengeluarkan uang, maka itu bisa dianggap hutang yang wajib dibayar oleh suami. Kecuali kali istri ikhlas. Baca detail: Suami Wajib Menafkahi Istri

3. Ya, suami telah berbuat zalim. Hukum menafkahi istri adalah wajib bagi suami dan menjadi hak istri. Kalau itu tidak dilakukan suami maka suami berbuat zalim. Baca detail: Hak dan Kewajiban Suami Istri

15/04/18

Bagian Waris Ibu, Anak Kandung, Saudara

Bagian Waris Ibu, Anak Kandung, Saudara
HUKUM WARIS JANDA CERAI TIDAK PUNYA ANAK

Assalamu'alaikum wr.wb., sebelumnya trimakasih atas perhatiannya. Saya ada masalah mengenai mawaris, berikut kronologi nya:
Ibu saya meninggal dunia dengan meninggalkan seorang ibu kandung, 2 orang anak laki2 kandung dan 1 org anak perempuan, 1 orang saudara laki2 seayah, adik kandung laki2 2 org, dan 3 orang saudara perempuan.

Yang ingin saya tanyakan bagaimana perhitungan pembagian harta warisan almarhumah ibu saya tersebut menurut syariat, kami mohon pertolongan atas jawaban pertanyaan saya ini, terimakasih.
Wassalam.

JAWABAN

Pembagian warisan dalam kasus di atas sbb:

(a) Ibu mendapat 1/6
(b) Sisanya yang 5/6 diberikan kepada seluruh anak kandung di mana anak lelaki mendapat dua kali lipat dari anak perempuan. Jadi, kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/5, sedangkan satu anak perempuan mendapat 1/5
(c) Yang lain tidak mendapat warisan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN: SIAPA YANG LEBIH BERHAK ANTARA AYAH, IBU DAN ANAK?

Assalamualaikum

Ayah saya telah lama wafat (meninggalkan istri, 2 anak perempuan dan 1 anak laki-laki)dan beliau meninggalkan 1 unit rumah, ketika kami hendak menjual rumah tersebut paman kami mengatakan akan menuntut kami karna kami tidak berhak atas warisan rumah tersebut . Karna yang berhak mendapatkannya adalah kakek & nenek kami(ketika ayah kami meninggal kakek & nenek kami masih hidup dan saya masih berusia 6 thn) lalu siapakah sebenarnya yang lebih berhak ? Istri dan anak-anak atau kedua orang tua ayah saya ( kakek & nenek ). Adakah undang-undang yang mengatur tentang ini ? Dan bagaimana pula didalam hukum Islam ?

JAWABAN

Dalam hukum waris, ayah dan ibu pewaris (kakek nenek anda) termasuk salah satu ahli waris. Namun, bukan satu-satunya ahli waris. Jadi, ahli waris dari rumah itu bukan hanya kakek/nenek anda, tapi seluruh ahli waris. Berikut info lengkap ahli waris dalam kasus di atas dan persentase bagian masing-masing:

(a) Ayah 1/6 = 4/24
(b) Ibu 1/6 = 4/24
(c) Istri 1/8 = 3/24
(d) Sisanya yang 13/24 untuk ketiga anak kandung di mana anak lelaki mendapat 2/4; sedangkan kedua anak perempuan masing-masing mendapat 1/4.

Kalau rumah itu hanya satu-satunya peninggalan almarhum, maka ia sebaiknya dijual dan uangnya dibagi keempat golongan di atas sesuai bagiannya masing-masing. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ISTRI, ANAK DAN SAUDARA KANDUNG

Yth bpk/ibu pengasuh konsultasi waris.

Assalamu'akaikum wr wb
Seorang suami telah wafat Oktober 2017. Adapun status ahli waris:
A. Ahli waris utama:
1. Ayah kandung ( sdh wafat)
2. Ibu kandung ( sdh wafat)
3. Istri (msh hidup)
4. Anak kandung perempuan 1 (hdp, sdh menikah)
5. Anak kandung perempuan 2 (hdp, sdh menikah)
6. Anak kandung perempuan 3 ( hdp, blm menikah)

B. Ahli waris sekunder:
1. Kakak kandung laki-laki (sdh wafat, punya anak 3 laki-laki hidup dan 2 perempuan hidup)
2. Adik kandung laki-laki (msh hidup, punya 2 anak perempuan hidup)
PERTANYAAN:
1. Semasa suami msh hidup telah dibuat srt hibah bermeterai di ttd saudara kandung suami dan saudara kandung istri, yg berisi bhw tanah dan bangunan tempat tinggal dihibahkan kpd 3 anak perempuan. Apakah sah dan berlakukah srt tsb?
2. Ada harta waris bergerak seperti sepeda motor, kursi, perhiasan dipakai istri dll. Bagaimana pembagian warisnya?

Smg dg masukan dari bpk/ibu pengasuh maka pembagian harta waris membawa kebaikan almrhum, dan rahmat barokah kpd istri d anak-anak nya, aamiin.
Terima kasih
Wassalam
Salam takzim.

JAWABAN

1. Ya, hibah yang dilakukan saat masih hidup oleh pemiliknya hukumnya sah.

2. Kalau belum dihibahkan oleh almarhum, maka harus diwariskan. Dalam kasus di atas, pembagian warisan sbb:
(a) Istri mendapat 1/8 = 3/24
(b) Ketiga anak perempuan mendapat 2/3 (dibagi tiga) = 16/24
(c) Sisanya yang 5/24 diberikan pada sauda kandung laki-laki Baca detail: Hukum Waris Islam

TAMBAHAN

Yang diwariskan adalah seluruh harta milik pewaris sejak sebelum menikah maupun selama menikah yang sampai saat ini masih menjadi hak milik pewaris dalam arti belum dihibahkan pada orang lain saat masih hidup. Sedangkan yang sudah dihibahkan, maka tidak masuk harta warisan. Baca detail: Hibah dalam Islam

WARISAN UNTUK ISTRI DAN ANAK KANDUNG

Assalamu'alaikum
Seorang laki-laki meninggal dunia pada 10 Agustus 2016 adapun status ahli warisnya sbb :

a. Ayah dan Ibu sudah meninggal
b. Istri masih hidup
c.3 anak kandung laki-laki dan 1 anak laki-laki lain bapak dan 2 anak kandung perempuan masih hidup
d. 1 anak kandung laki-laki sudah meninggal pada 19 September 2014
e. 1 anak kandung perempuan meninggal pada 14 Juni 2015


mohon penjelasan mengenai besar warisan yang diterima oleh masing-masing ahli waris tersebut diatas.
terima kasih.
Wassalamu'alaikum

JAWABAN


1. Dalam kasus di atas pembagiannya sbb:
(a) Istri mendapatkan 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 diwariskan pada seluruh anak kandung yang masih hidup di mana anak lelaki mendapat bagian 2, sedang anak perempuan mendapat bagian 1.

Kami tidak mengerti maksud anda "anak laki-laki lain bapak". Ini maksudnya apa? Apa maksudnya anak tiri? Kalau anak tiri, dalam arti bukan anak pewaris maka bukan ahli waris dan tidak mendapat warisan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN UNTUK ANAK KANDUNG DAN ISTRI

Seorang laki-laki meninggal dunia pada 04 Agustus 2017. Adapun status ahli waris yang hidup pada saat ini adalah:

1. Istri ke 1 (cerai)
2. Istri ke 2
3. 2 orang anak laki-lakii dari pernikahan pertama
4. 1 orang anak perempuan dari pernikahan kedua
5. saudara kandung laki-laki dan perempuan

Harta (rumah) dari pernikahan pertama sekarang ditempati istri kedua, apakah harta dari pernikahan pertama istri ke2 berhak? sedangkan tanah dr rumah tersebut warisan dari Ayah seorang laki-laki. Siapa saja yang berhak mendapatkan warisannya dan berapa bagian warisannya?

JAWABAN

1. Pembagiannya sbb:

(a) Istri kedua mendapat 1/8 (istri pertama tidak dapat karena cerai).
(b) Sisanya yang 7/8 diberikan pada ketiga anak di mana kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/3, sedangkan satu anak perempuan mendapat 1/3.
(c) Saudara kandung tidak dapat warisan karena terhalang adanya anak kandung.

2. Harta yang diwariskan adalah harta pewaris yang belum dihibahkan kepada siapapun. Tentunya anda dan keluarga lain lebih tahu mana yang milik pewaris dan mana yang sudah diwariskan. Perlu juga diketahui bahwa dalam Islam tidak ada harta gono gini secara otomatis. Baca detail: Harta Gono gini

13/04/18

Antara Pria Karir dan Pacar Pengangguran

Antara Pria Karir dan Pacar Pengangguran
JODOH: PACAR BELUM KERJA VS PRIA YANG SUDAH KERJA

Assalammualaikum wr.wb..

Saya meminta mohon untuk saran nya. Saya sekarang sudah berumur 23 tahun. Saya sudah berpacaran dengan teman kuliah saya selama 3 tahun dan saya mengenalnya sebagai orang yang baik dan sabar menghadapi sifat saya. Tapi dia selalu ingin tahu apapun kegiatan yang saya lakukan. selain itu dia juga sudah diterima dengan keluarga saya dan sudah berencana untuk melamar setelah dia bekerja karena saat ini kami sama-sama baru selesai kuliah.

Sedangkan setelah selesai kuliah saya diberitahu oleh ibu saya bahwa ada anak dari salah satu teman ibu ingin melamar saya.
Tetapi anak teman ibu saya, ingin langsung melamar saya walaupun kami sama sekali tidak pernah berjumpa dan berkomunikasi tetapi dia sudah mempunyai pekerjaan yang sudah cukup mapan.

1. Bagaimana saya memilih diantara mereka yang ingin melamar saya untuk menjadi pendamping saya?

2. Dan apa yang harus saya lakukan untuk melegakan hati saya, karena saya susah percaya dengan orang yang ingin masuk kedalam kehidupan saya.

Saya mohon saran nya untuk diberi penjelasannya,

Wassalammualaikum Wr.Wb

JAWABAN

1. Prinsip terpenting dalam memilih jodoh adalah pria tersebut adalah (a) orang yang baik karakternya (sabar, jujur, pekerja keras); (b) agamanya baik (shalat 5 waktu teratur, tahu halal dan haram). Apabila anda menemukan dua karakter tersebut pada diri seseorang, maka dia layak menjadi pendamping anda. Apakah dia sudah bekerja atau belum bekerja; atau apakah dia sudah anda kenal lama atau baru dikenal itu tidak terlalu penting.

Untuk itu, maka pastikan anda juga mengetahui rekam jejak orang yang hendak melamar anda tersebut. Lakukan investigasi mendalam tentang dia dan juga tentang pacar anda (anda belum tentu tahu betul rekam jejak pacar anda).

Setelah diselidi secara mendalam tentang keduanya, maka ambillah keputusan berdasarkan kedua kriteria di atas.

2. Selidiki dengan benar tentang keduanya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh


JODOH: MENCINTAI PRIA BERTATO

Assalamualaikum
Saya mau bercerita dan bertanya pak
Saya mempunyai pacar Kami pacaran emang belum lama pak baru sekitar 6bulan Dan baru-baru ini saya memperkenalkan pacar saya ke mama saya Pacar saya memiliki tatto dan dulu dia memang anak nakal, tapi sekarang dia sudah berubah
Tapi walaupun dia sudah berubah, tatto di tubuh nya masih tetap ada dan tidak bisa di hilangkan pak
Mama saya melihat pacar saya ada tatto dan mama saya tidak setuju dengan hubungan kami
Saya mengerti maksud mama saya ngelarang saya pak, tapi kita sebenar nya tidak boleh menilai orang dari penampilan luar nya saja

JAWABAN

Sebaiknya anda berhati-hati dengan dia. Anda tampak sangat lugu terhadap laki-laki. Maka, kalau anda mendengar nasihat mama dan mengikutinya maka hal itu akan jauh lebih baik. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

Taat pada orang tua adalah kewajiban seorang anak selagi tidak disuruh berbuat dosa. Dan dalam soal ini tampaknya mama anda benar. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Hati-hati juga dalam pacaran. Pacaran secara fisikal adalah haram, apalagi kalau sampai terjadi kholwat (berduaan di ruang tertutup). Baca detail: Hukum Kholwat

Karena, kholwat adalah pintu menuju zina yang merupakan dosa besar. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

PERNIKAHAN TANPA KASIH SAYANG, APAKAH SAH?

Tetapi bagaimana pernikahan bukan atas dasar kasih sayang? Saya di cap jelek oleh warga sekitar karena dituduh menghamili wanita itu padahal saya tidak tahu apa-apa. Bagaimana kalau saya ingin menikah resmi dengan wanita lain? Kalau pun saya sudah bilang cerai tetapi wanita yang berstatus istri siri saya tidak mau di ceraikan saya harus bagaimana? Mohon jawabannya terimakasih.

JAWABAN

Suami yang menjatuhkan cerai pada istrinya, maka talak sudah jatuh. Apabila setelah itu, si suami tidak lagi rujuk sampai masa iddah habis, maka tidak ada lagi hubungan suami-istri antara keduanya. Dia bebas untuk menikah dengan pria lain. Begitu juga, anda bebas dari hubungan pernikahan dengan dia dan tidak ada kewajiban apapun terhadapnya termasuk nafkah, dll. Baca detail: Cerai dalam Islam


RUMAH TANGGA: ANTARA ORANG TUA, ANAK DAN SUAMI BARU

Assalammualaikum,
Saya seorang janda dengan 1 orang anak perempuan (cerai hidup). Saya telah menikah dengan seorang duda dengan 2 anak laki2 tetapi anak2 dari suami ikut ibunya. Saya punya pekerjaan tetap sementara suami wiraswasta (penghasilan tidak tetap).

Awalnya orang tua saya tidak ada masalah dengan hubungan kami sehingga kami memutuskan untuk menikah. Tapi setelah kami menikah, ibu saya memisahkan saya dari anak saya, anak saya tidak boleh tinggal dengan saya (saat saya menjanda, saya tinggal dengan orang tua). Ibu saya juga membenci suami saya dengan alasan ibu pernah melihat suami saya cuek dan tidak peduli saat anak saya minta gendong ke suami saya waktu itu. Saya pernah konfirmasi ke suami, dan suami menjawab waktu itu ada acara selamatan menempati rumah kontrakan kami sehingga suami sudah capek dan tidak sengaja cuek sama anak saya.

Suami juga minta maaf sama ibu saya. Ternyata ibu saya tidak mudah memaafkan. Sudah 6 bulan rumah tangga baru saya berjalan dan ibu saya selalu mencari2 kesalahan suami saya dan pernah memberi tanda2 agar saya cerai dg suami saya yg menurut ibu hanya senden kayu jati karena sampai sekarang sayalah yg banyak berperan menopang ekonomi rumah tangga saya.

Saya memutuskan menikah lagi karena saat saya menjanda, godaan begitu berat. Ada salah seorang atasan di kantor saya yg jahil pada saya dengan cara memanggil saya ke ruangannya dan menutup pintu lalu mencium tangan saya. Belum lagi rekan kerja yg lain walaupun tidak secara fisik tapi secara bahasa mereka menggoda saya dengan mengatakan ayo jadi istri saya saja dll.

Saya merasa tersiksa setiap kali harus kerja. Itulah sebabnya saya memutuskan untuk menikah lagi dengan teman sekolah saya yg saya tahu dia bisa melindungi saya karena dia mantan preman yg sudah bertobat. Tapi ternyata kenyataan tidak seindah rencana saya. Saya tidak ingin cerai lagi karena saya tidak mau malu tapi saya juga tidak tahan berjauhan dengan anak saya seperti sekarang. Di satu sisi suami, di sisi lain ada anak dan orang tua saya yg sudah semakin menua usianya. Apa yang harus saya lakukan?

JAWABAN

Jalan terbaik adalah mencari suami yang bisa diterima oleh orang tua sehingga anda bisa berkumpul dengan orang tua, suami dan anak.

Kalau kenyataan sekarang ternyata kesulitan mengumpulkan ketiga sosok yang anda cintai menjadi satu, maka sebaiknya anda juga aktif berkomunikasi dengan ibu agar beliau mau menerima suami apa adanya. Suami mungkin penghasilannya kurang saat ini, dan ini mungkin penyebab ibu kurang menyukainya, tapi selagi suami mau bekerja keras, maka itu harus dihargai.

Kalau bisa, anda dan suami sebaiknya tinggal di lokasi yang berdekatan dengan orang tua. Agar supaya anda tetap bisa memantau kondisi anak dan kondisi orang tua. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

11/04/18

Warisan Untuk Anak Dari Istri Pertama Dan Kedua

Warisan Untuk Anak Dari Istri Pertama Dan Kedua
WARISAN UNTUK ANAK DARI ISTRI PERTAMA DAN KEDUA

Kepada yth, bpk/ibu

Assalamualaykum wr. Wb.

Dengan hormat, mohon pencerahan nya.

1. Seorang suami istri menikah tahun 1950an dan memiliki 3 orang anak, 2 laki-laki dan 1 perempuan.

2. Selama pernikahan mendapatkan harta yg dicari bersama berupa 3 bidang tanah,

3. -+ 7 tahun kemudian sang istri meninggal (1965*). Dengan meninggalkan suami dan 3 orng anak tersebut.

4. Lalu sang suami menikah lagi dengan menjual 1 bidang tanah, dari pernikahan kedua memiliki 7 orang anak, 3 laki-laki dan 4 perempuan. Namun 1 anak laki-laki meninggal (TAHUN 2016) dan belum menikah.

5. Menjelang dewasa ketiga anak dari istri pertama disuruh sang suami (ayah) agar membuat rumah dari sebidang tanah yg kedua. Maka tersisa 1 bidang tanah yg ditempati saat itu bersama istri kedua dan anak2nya.

6. Selama menikah dengan istri ke dua, sang istri membeli sebidang tanah.

7. Kemudian sang suami meninggal (2004) dan disusul sang istri kedua (2017).

8. Total anak alm. suami dengan 2 istri adalah 10, 3 dari istri pertama dan 7 dari istri kedua, namun meninggal 1 orng anak laki-laki dari istri kedua. Jadi total ahli waris yg hidup adalah 9 orang.

9. Tidak ada ahli waris lain, selain yg disebutkan diatas. (ibu dan ayah, sodara dri pewaris tidak ada dan sdh meninggal)

pertanyaan Yang ingin kami tanyakan,

1. Bagaimana perihal pembagian warisan yg ditinggalkan suami & istri pertama.
2. Bagaimana dengan status rumah yg dibangun oleh anak2 dari istri pertama?
3. Bagaimana dengan Warisan harta yg dibeli istri kedua?

tahun kematian
istri pertama : 1965*
suami : 2004*
anak : 2016
istri ke dua : 2017

Mohon informasinya, semoga Allah membalas kebaikan kita semua dan memudahkan urusan kita aamiin ya robbal alamin.

Jazakalloh khoiron katsiron...

JAWABAN

Sebelum dilakukan pembagian waris, ada dua hal yang perlu anda ketahui:
Pertama, pembagian harta warisan adalah bersifat individual berdasarkan pada kematian pemilik harta (pewaris) yang menurut syariah Islam harus segera dibagikan kepada ahli warisnya segera setelah pewaris meninggal.

Kedua, dalam Islam tidak ada harta gono-gini atau harta bersama suami istri secara otomatis. Kepemilikan harta harus berdasarkan kepemilikan yang berlaku umum. Misalnya, siapa pemilik sebuah mobil apakah suami atau istri, maka itu tergantung siapa yang membelinya. Baca detail: Harta Gono gini

Dalam kasus di atas karena telah terjadi empat kematian, maka pembagian warisan harus dilakukan sebanyak empat kali sbb:

PEMBAGIAN WARISAN ISTRI PERTAMA WAFAT TAHUN 1965

Harta yang menjadi milik istri entah itu didapat dari hibah suami atau hasil usaha sendiri atau hasil warisan orangtaunya harus dibagikan dengan cara sbb:

(a) Suami mendapat 1/4
(b) Sisanya yang 3/4 dibagikan kepada ketiga anak kandung di mana kedua anak lelaki masing-masing mendapat 2/5, sedangkan 1 anak perempuan mendapat 1/5.

PEMBAGIAN WARISAN SUAMI WAFAT TAHUN 2004

Pembagian harta suami adalah sbb:

(a) Istri kedua mendapat 1/8
(b) Sisanya yang 7/8 dibagikan pada seluruh anak kandung yang berjumlah 10 baik dari istri pertama maupun kedua. Di mana anak lelaki mendapat 2, sedangkan anak perempuan mendapat 1. Anak lelaki yang meninggal juga dapat bagian karena ia wafat setelah wafatnya pewaris.

PEMBAGIAN WARISAN ANAK LELAKI WAFAT TAHUN 2016

Anak lelaki yang wafat pasti punya harta sendiri. Minimal ia punya harta dapat bagian dari warisan ayahnya. Harta warisan tersebut dibagikan kepada ahli waris sbb:

(a) Ibu mendapat 1/6
(b) Sisanya dibagikan kepada saudara kandungnya (yakni anak istri kedua) di mana saudara lelaki mendapat 2, sedangkan saudara perempuan mendapat 1 bagian.

PEMBAGIAN WARISAN ISTRI KEDUA WAFAT TAHUN 2017

(a) Semua harta peninggalannya diwariskan kepada anak kandungnya di mana anak lelaki mendapatkan dua kali lipat dari anak perempuan. Baca detail: Hukum Waris Islam

WARISAN PENINGGALAN ISTRI

Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh

1. Saya menikah dengan janda. Punya anak 3 ( 2 laki2 dan 1 perempuan) dan punya harta warisan. Bagaimana apakah saya dapat bagian

2. Kedua mantan suami dari istri tidak tanggung jawab terhadap belanja dan pendidikan anak nya. Bahkan sering berbuat tidak baik kepada terhadap mantan istrinya bahkan menfitnah yg diluar kemanusiaan. Bahkan ter kesan menteror seterusnya dengan berita2 fitnah. Apa yang harus saya lakukan terima kasih

Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Ya, kalau istri meninggal lebih dulu dari suami, maka suami yang terakhir akan dapat warisan 1/4 dari keseluruhan harta peninggalan istri. Sedangkan sisanya yang 3/4 untuk anak ketiga kandung. Ini dengan asumsi apabila ayah dan ibu istri anda sudah wafat lebih dulu. Baca detail: Hukum Waris Islam

2. Cara terbaik adalah dengan mengkomunikasikan hal itu pada yang bersangkutan (ayah si anak). Pilihan terakhir adalah dengan mengajukan tuntutan ke pengadilan. Baca detail: Ayah Wajib Menafkahi Anak

MENIKAH SAAT NIFAS

Kepada Yth,
Dewan Pengasuh dan Majelis Fatwa
Pondok Pesantren Al-Khoirot
Malang

Assalammualaikum Wr.Wb

Bersama ini kami sampaikan permasalahan dan kondisi yang kami alami sebagai berikut :

1. Saya sebagai orang tua yang memiliki putra laki-laki berusia 22 tahun
2. Akibat pergaulan dan kondisi diluar dimana anak muda sekarang yang sudah susah untuk diberikan nasehat akibatnya putra kami menghamili seorang putri
dan sampai melahirkan seorang anak
3. Hubungan kami dengan pihak putri belum kenal sama sekali dan sampai suatu hari putra kami minta tolong untuk dinikahkan
4. Saya sampaikan ke putra kami kenapa tergesa ingin menikah sedang tugas akhir kuliah belum selesai dan bagaimana menghidupi istri bila belum bekerja
5. Akhirnya putra kami mengaku semua perbuatannya dan pihak perempuan menuntut untuk segera dinikahkan
6. Dan kami datang ke pihak perempuan untuk meminta maaf atas segala perbuatan putra kami dan kami tanyakan apa yang diinginkan
7. Pihak perempuan intinya minta segera dinikahkan dan kami menyetujui apa yang diinginkan

PERTANYAANNYA :
1. Apakah diperbolehkan menikahkan seorang putri yang masih dalam masa NIFAS
2. Dari beberapa buku literatur agama yang telah kami baca tentang masalah anak ( mohon koreksi bila salah ) bahwa :
a. Anak yang telah dilahirkan tidak masuk Nasab Bapaknya karena dilahirkan diluar perkawinan yang sah secara agama islam
b. Bapaknya hanya punya ikatan bathin sebagai seorang yang telah melakukannya ( Kemanusiaan )
3, Bagaimana bila putri yang telah dilahirkannya nanti dewasa dan akan menikah : apakah bapak yang telah melakukannya bisa jadi WALI NIKAH

Demikian kami sampaikan, atas bantuannya kami ucapkan terima kasih

Wassalamualaikum Wr.Wb

JAWABAN

1. Boleh menikah saat nifas. Baca detail: Pernikahan Islam

2.a. Betul, anak yang lahir di luar ikatan pernikahan disebut anak zina (walad al-zina) yang dianggap tidak punya bapak. Baca detail: Status Anak Zina

2.b. Antara bapak biologis dan anak zina tersebut tidak ada ikat kekerabatan. Sehingga tidak saling mewarisi. Apakah ada ikatan batin atau tidak itu di luar bahasan hukum Islam. Hukum Islam hanya membahas segi legal formal secara syariah.

3. Tidak bisa jadi wali nikah. Yang menjadi wali nikah adalah wali hakim yakni pejabat KUA dan jajaran di bawahnya. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

CATATAN PENTING:

Anak zina tersebut sebenarnya bisa menjadi anak yang sah dari bapak biologisnya seandainya putra bapak menikahi si wanita tersebut saat si wanita sedang hamil. Bukan setelah melahirkan. Baca detail: Status Anak Dari Pernikahan Hamil Zina

Ragu Najis Kencing Atau Bukan

Ragu Najis Kencing Atau Bukan
RAGU NAJIS KENCING ATAU BUKAN

Assalammualaikum wr wb , ustad saya ingin bertanya prihal najis. Saat memiliki bayi permpuan brumr 2 bln. Saat saya memandikan ny dan telah selesai lalu saya angkat , tiba2 saya mendengan suara kucuran air yg jatuh ke dlam bak mandi. Namun saat it saya tdk smpat melihat apkh ada kucuran air dan kucuran air tsb dikarenakn bayi saya BAK atau bkn.

Kmudian saya brtanya ke suami saya yg kbetulan ada di situ, suami jg tidak melihat ustd ank saya bak atau tdk. Krn pd saat it tdk tahu /ragu jd saya putus kan suara kucuran air it bkn kencing lalu saya handuki ank saya tanpa saya cebok dahulu,
Namun keesokan hari ny saya jd ragu kmbali ustad, karena saat saya mandikan ank saya saat saya angkat tdk ada suara kucuran air sprti kemarin. Saya bingung dg handuk dan barang2 yg telah saya sentuh jika mmg ank saya BAK. Mohon dibntu ustad

JAWABAN

Keraguan dalam kasus kucuran air di atas timbul dari dua kemungkinan yaitu kucuran air yang berasal dari sisa air mandi si bayi dan kucuran air kencing bayi. Kemungkinan keduanya sama-sama tidak ada yang lebih kuat. Dalam keadaan demikian, maka anda keraguan terhadap kencing itu dianggap tidak ada. Dan statusnya kembali pada hukum yang asal yang lebih kuat yaitu suci. Keadaan suci dianggap status yang kuat dan mencapai level yakin dan faktual karena anda baru saja menyucikan bayi. Dalam konteks inilah maka berlakulah kaidah fikih:

اليقين لا يزول بالشك

Artinya: Keyakinan tidak hilang karena keraguan.

Yakin di sini adalah fakta bahwa bayi itu suci karena baru saja dimandikan. Keraguan adalah ada asumsi dia kencing. Baca detail: Kaidah Fikih

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ditanya tentang orang yang merasa kentut (tapi ragu) saat shalat sbb:

عن عبدالله بن زيد بن عاصم المازني رضي الله عنه: أنه شُكِي إلى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل يخيَّل إليه أنه يجد الشيء في الصلاة، قال: ((لا ينصرف حتى يسمع صوتًا أو يجد ريحًا))؛ متفق عليه

Artinya: Seorang Sahabat bernama Abdullah bin Zaid bin Ashim Al Mazini meriwayatkan bahwa Nabi pernah ditanya tentang seorang pria yang berkhayal bahwa dia merasakan sesuatu (seperti keluar angin) saat sedang shalat. Nabi menjawab: Jangan hentikan shalatnya kecuali apabila dia mendengar suara (kentut) atau mencium bau (kentut). (Hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menjadi dasar dari kaidah fiqih di awal jawaban ini bahwa keraguan anda itu tidak dianggap dan dikalahkan oleh fakta yang bersifat yakin atas kesucian putra anda yang baru dimandikan. Baca juga: Najis dan Cara Menyucikan

JANJI DAN NADZAR SHALAT

Assalamualaikum wr.wb, saya mau tanya temen saya pas kelas 2 sma pernah sholat dia abis sholat berdoa gini "kalo saya masuk ptn saya akan sholat" dia berdoa tuh lupa masuk ptn lewat jalur snmptn/sbmptn, terus juga dia ngerasa pas berdoa bicara tanpa ada suara. Misal dia ikut sbm dan masuk ptn apakah harus menepati itu? jika ia keberatan itu diganti dengan apa ya? itu termasuk nazar apa janji ya? minta pencerahannya terimakasih

JAWABAN

Itu disebut janji karena kalau nadzar harus ada salah satu dari dua kata yaitu: kata 'nadzar' atau kata 'wajib bagi saya'. Contoh: Kalau saya masuk PTN saya wajib shalat. Atau 'Kalau saya masuk PTN saya nadzar akan shalat." Baca detail: Hukum Nadzar

Karena tidak ada salah unsur di atas, maka ucapan anda itu disebut janji. Baca detail: Hukum Janji

PENGELOLAAN DANA BANK KONVENSIONAL

Assalamualaikum. Saya ingin bertanya mengenai dalil mengenai pengelolaan dana pada bank konvensional, apakah hanya tentang Riba saja? Lalu tercantum dalam quran surah dan hadist apa sajakah?

JAWABAN

Baca detail: Hukum Bank Konvensional

SAUDARA LELAKI CALON WANITA TIDAK MERESTUI HUBUNGAN

Assallau'alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Nama saya laki-laki, pekerjaan guru, alamat jl singo patran no 2 Ponorogo Jatim. Saya sudah 6 tahun tidak kumpul dengan istri, karena istri sakit stroke dan komplikasi diabetes. Dan saya sendiri setelah merawat istri gantian sakit stroke. Tapi saya masih aktif mengajar, dan kegiatan yang lain, dalam kondisi stroke. Setelah konsultasi kepada seluruh keluarga, dan dinas saya bekerja, maka saya peroleh ijin nikah lagi agar kami bisa lebih ringan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Alhamdulillah saya suah peroleh calon istri. Dia anak yatim piatu, lulusan perawat (mantan anak asuh). Dia seratus persen sudah mencintai saya, dan siap menikah. Tapi dari pihak calon istri, yakni kakak laki-laki, dan bulik (bibinya) menolak rencana kami, dan sebarkan fitnah kalau saya pakai guna-guna untuk menggaet adiknya. Nah sekarang jadi terkatung katung. Calon istri juga tidak mau dengan orang lain kecuali saya.

Bagaimana sikap kami, apa boleh menggunakan wali hakim? atau bagaimana langkah kami agar tidak digunjing orang?

JAWABAN

Kalau dia tidak mau jadi wali, maka wali hakim bisa menikahkan anda. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan

Sebaiknya anda datangi tokoh-tokoh setempat untuk berkomunikasi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga kesalahpahaman bisa dihindari.

ISTRI TIDUR DENGAN ANAK PEREMPUAN

Apakah boleh jika seorang ank prempuan udah mnikah nmun ia tidur bersama ibu & adikny ?
Alasan si anak perempuan trsb :
1.karena suami si anak prmpuan tersebut kerja jauh & jarang pulang
2.si anak perempuan trsebut kasihan kepada ibu & adiknya apabila tidur terpisah karrna ayah sudah tiada / meninggal .
3.si anak permpuan trebut takut tidur sendirian
Mohon jawbanny

JAWABAN

1. Asal dapat ijin dari suami maka tidak masalah.
Baca detail:
- Hak dan Kewajiban Suami Istri
- Suami dan Orang tua: Mana yang Ditaati?

SAAT MASUK ISLAM BOLEHKAH HADAS KECIL?

saat orang masuk islam apakah saat sudah selesai baca syahadat dan akan bertaubat tidak boleh mengeluarkan hadats kecil?

JAWABAN

Boleh. Baca detail: Cara Masuk Islam bagi Kafir dan Murtad

28/03/18

Shalat Tidak Pakai Niat, Apakah Sah?

Shalat Tidak Pakai Niat, Apakah Sah?
SHALAT TIDAK PAKAI NIAT, APAKAH SAH?

Assalaamu'alaikum,
Apa hukumnya seseorang yang tidak mendeklarasikan niatnya (baik dalam hati atau dilafadzkan) dengan alasan beranjaknya dia dari tempatnya untuk shalat (tentunya berwudlu dulu) sudah menyatakan niat untuk shalat atau alasan lainnya yaitu Allah swt maha mengetahui isi hati kita. Apabila tidak sah, apakah harus diqodlo shalat wajibnya ? Mohon bimbingannya.
Wasaalam.

JAWABAN

Ulama dari keempat madzhab sepakat atas wajibnya niat shalat dan ibadah lainnya. Niat dilakukan dalam hati dan sunnah diucapkan/dilafadzkan secara lisan. Apabila tidak niat, maka shalatnya tidak sah.
Baca detail:
- Shalat 5 Waktu
- Shalat menurut Madzhab Empat

Namun apabila itu dilakukan karena tidak tahu, maka dimaafkan. Apakah shalat yang dulu-dulu wajib diulang atau tidak, ulama berbeda pendapat. Sebagian menyatakan tidak wajib, sebagian yang lain menyatakan wajib mengulangi. anda boleh memilih pendapat salah satu pendapat tersebut. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

TATA CARA MANDI JUNUB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya Rizky dari Medan Maaf kalo saya menganggu.. saya mau menanya perihal tata cara mandi junud yang di contoh kan oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam saya tidak tau tata caranya. Saya dapatkan di salah satu artikel di internet mengenai tata cara mandi junud tapi saya kurang mengerti..diartikel itu tertulis "Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri" Apa cuma kemaluan saja? membersihkan dubur tidak? Sekali lagi saya minta maaf kalo saya menganggu,Tolong di respon pesan saya,karena saya masih binggung..saya takut ibadah saya tidak diterima lantaran saya tidak tau tata caranya...terima kasih sebelumnya

JAWABAN

Silahkan lihat panduannya di sini Cara Wudhu dan Mandi Junub


CARA MENULIS NOVEL

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas tulisannya yang memberikan pencerahan mengenai cara menulis artikel di media massa koran. Perkenalkan nama saya Evin. Saya ingin belajar menjadi penulis freelance, tapi masih sangat basic. Saya bisa mohon sarannya, bagaimanakah cara menulis novel yang baik, dari segi gaya bahasa, kosa kata, cara mendeskripsikan, pola penulisan, dan kerangkanya?

Terima kasih

JAWABAN

Banyak panduan di internet yang bisa anda cara lewat Google. Misalnya di link ini

MENJADI CALO PENGURUSAN PASSPORT

pak ustad apa hukumnya saya diberi dibayar untuk membantu pengurusan pasport dengan meminta bantuan orang dalam imigrasi? dan apa uang yang saya terima halal terima kasih sebelumnya

JAWABAN

Hukum perantara atau calo pada dasarnya boleh. Baca detail: Hukum Reseller dan Calo

Namun kebolehan itu bisa berubah menjadi haram apabila ada praktik haram dalam transaksi yang dilakukan. Apabila dalam mengurus paspor itu ada praktik suap menyuap, misalnya, maka hukumnya haram. Sebagaimana haramnya korupsi itu sendiri. Baca detail: Korupsi dalam Islam

JANJI YANG DIINGKARI

Assalamualaikum Wr.Wb.
Segala puji hanya milik Allah SWT. serta sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW.

Saya mau bertanya,

1.) Dulu saya sering berjanji ( 3 atau 4 kali ) kepada Allah SWT ketika selesai sholat, seperti "ya Allah, ampunilah dosa hamba, hamba berjanji tidak akan mengulanginya lagi", tapi selang 2 hari kemudian saya melakukan dosa tersebut lagi.
Saya lakukan itu berulang-ulang karena pada saat itu saya yakin bahwa saya tidak akan mengulangi dosa tersebut.
Apa yang harus saya lakukan ? Termasuk dosa besar kah yang saya lakukan ? Apakah ada cara untuk menebusnya ?

2.) Saya pernah sekali mengucapkan sumpah demi Allah pada saudara saya saat bersenda gurau. Tetapi, sumpah saya pada saat itu saya yakin bahwa apa yang saya sumpahi itu mungkin akan terjadi, walaupun itu belum/tidak terjadi.
Apakah saya termasuk melakukan sumpah kosong ? Ataukah saya harus membayar kaffarat nya ?

Syukron.

JAWABAN

1. Janji wajib ditepati dan berdosa apabila dilanggar. Namun terkait janji untuk tidak melakukan dosa sebenarnya itu tidak perlu dilakukan. Karena janji atau tidak perintah Allah yang namanya dosa tetap harus dijauhi sebagaimana wajibnya mentaati perintah syariah yang wajib. Melakukan perkara haram adalah dosa. Dan apakah termasuk dosa besar itu tergantung jenis dosa yang dilakukan. Dosa kecil pun kalau dilakukan berulang-ulang maka masuk ke dalam kategori dosa besar. Dan untuk menghapusnya diperlukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Kalau sumpah dilanggar, maka harus membayar kafarat sama dengan kafarat melanggar nadzar. Baca detail: Hukum Nadzar


MOTOR DIPINJAM NON-MUSLIM, RAGU NAJIS ANJING

Assalamualaikm ustad
saya mau brtnya ustad motor saya di pnjem orang cina saya ragu klo orang cina itu tanganya hbis memegang anjing walaupun saya tdk melihat orang cina itu sebelum nya memegang anjing ap tidak , bagaimana ustad apakah setang motor saya terkena najis anjing itu yg dri tangan org cina itu saya was was mohon jwban'a ustad .

JAWABAN

Kalau anda tidak melihat dia punya anjing dan tidak melihat dia memegang anjing, maka asumsi anda dalam syariah Islam dianggap tidak ada dan tidak ada efek hukum. Apabila demikian, maka kembali ke hukum asal seorang manusia yakni suci. Jadi, hilangkan waswas anda. Baca detail: http://www.konsultasiagama.com/2018/01/menyentuh-non-muslim-ragu-najis-anjing.html


PUNYA HUTANG BELUM BAYAR

Jadi begini pak , sekarang saya posisi di kalimantan dan sekolah yang bersangkutan tersebut di jawa . Saya dikalimantan melanjutkan pendidikan jadi belum punya uang untuk melunasi hutang tersebut . Tapi saya pernah berkonsultasi kepada salah satu guru disekolah tersebut . Dan guru tersebut bilang mengikhlaskanya . Tetapi saya tidak tahu guru yang lain . Saya juga bertanya misal harus melunasi berapa totalnya pak ? Dan guru tersebut bilang data nya sudah tidak ada . Saya bingung ,bagaimana pak ???

JAWABAN

Yang harus dilunasi adalah sesuai dengan jumlah SPP yang nunggak. Diperkirakan saja berapa jumlah terdekatnya. Kalau saat ini anda belum punya, maka tidak harus memaksakan diri. Cukup anda ingat saja bahwa anda punya tanggungan yang harus dilunasi apabila anda kelak sudah punya uang tersebut. Baca detail: Hutang dalam Islam

Tante Ingin Menguasai Harta Warisan

Tante Ingin Menguasai Harta Warisan
HAK WARIS: TANTE INGIN MENGUASAI HARTA WARISAN

Baca: Cara konsultasi hukum Waris Islam

Assalamu'alaykum wr.wb.

Pak ustadz saya lelaki ingin bertanya tentang hak waris saya.

Nenek saya sewaktu masih hidup mempunyai 3 suami,

- dari pernikahan pertama mendapatkan 1 anak perempuan (yaitu ibu saya), kemudian nenek bercerai hidup & harta gono gininya diberikan kepada anaknya/ibu saya yang kemudian dibelikan sawah & diberi nama ibu saya, saat itu ibu saya masih gadis.

- dari pernikahan ke 2 mendapatkan 1 anak perempuan (tante saya), kemudian cerai hidup juga tetapi tidak mendaptakan harta gono gini karena tante saya dibawa sama bapaknya (hak asuh anak di ambil suaminya nenek), namun setelah mantan suaminya meninggal, anaknya di ambil kembali oleh nenek saya untuk di rawat & di asuh (tahun 1975)

- dari pernikahan ke 3 tidak mendapatkan anak sampai suaminya meninggal tahun 1990 (cerai mati)

setelah dewasa ibu saya menikah & mendapatkan 6 orang anak laki-laki semua (saya anak pertama & 5 adik saya laki- laki smua), ketika saya duduk di bangku SMA kelas 2 (adik yang bungsu masih bayi) ibu saya meninggal (tahun 1988) selang 9 bulan menyusul ayah saya meninggal juga... otomatis saya & adik-adik di urus oleh nenek & kakek tiri saya (suami ke 3 nya nenek saya), dari ibu saya meninggal harta/sawah milik ibu saya belum dibagikan oleh nenek saya karena alasan anak-anaknya masih kecil... dan karena kami ber 6 yatim piatu, maka saya & adik- adik di angkat anak/di adopsi oleh kakek tiri saya (karena dia tidak punya anak) & nenek saya lewat pengadilan yang syah & kami ber 6 pun memiliki akte kelahiran yang syah dari pengangkatan anak/adopsi tersebut.

dari ayah angkat (kakek tiri) kami ber 6 dihibahkan harta-hartanya & ayah angkat juga menetapkan pembagiannya lewat surat wasiat melalui akta notaris (tahun 1988).

seiring berjalannya waktu... tante saya selalu ribut dengan ibunya (nenek/ibu angkat saya) sampai tante saya kawin lari & memberi keterangan palsu kalau ibunya (nenek saya) sudah meninggal, nenek/ibu angkat saya sangat marah sekali saat itu (karena di bilang sudah meninggal) kemudian nenek saya membuat wasiat (tahun 1988) yg isinya "kalau beliau meninggal anaknya tersebut (tante saya) tidak mendapatkan warisan dari ibunya" & wasiat tersebut disetujui serta ditanda tangani oleh tante saya yang disaksikan oleh RT, RW, Lurah & Camat yang menjabat saat itu.

pada tahun 2014, nenek/ibu angkat saya meninggal... setelah 40 hari kematian nenek/ibu angkat saya kami ber 6 mengundang tante saya untuk membicarakan perihal warisan & wasiat dari nenek/ibu angkat saya, namun ternyata tante saya tidak mau bertemu kami... tiba-tiba saja kami ber 6 malah di undang tante saya untuk acara "sosialisasi fatwa MUI"... karena kami menghormati undangan tersebut maka kami hadir, di acara tersebut kami tidak di beri kesempatan bicara & ternyata tanda tangan kami di buku tamu di anggap setuju akan "fatwa MUI" tersebut, dimana isi fatwa tersebut menyebutkn bahwa;

- tante saya adalah pewaris tunggal dari seluruh harta nenek/ibu angkat saya

kami ber 6 tidak mendapatkan hak apapun dari harta nenek/ibu angkat saya termasuk hibah yang telah kami terima dari kakek tiri/ayah angkat saya di anggap gugur semua demi hukum.

Hak kami dari harta ibu kandung kami pun semua menjadi hak tante saya

yang ingin saya tanyakan kepada pak ustadz ;

1. apakah benar kami ber 6 tidak mendapatkan hak apapun dari warisan nenek/ibu angkat saya?

2. apakah kami juga tidak punya hak waris dari peninggalan ibu kandung saya? (karena tante saya kan 1 ibu lain bapak dengan ibu saya & harta ibu saya di dapat dari ayah kandungnya)

3. apakah benar hibah dapat dibatalkan demi hukum? sedangkan yang memberi hibah sudah meninggal sejak tahun 1990 & semua hibah sudah di beri nama kami ber 6

4. apakah fatwa MUI itu sudah benar ketentuannya menurut syariat islam?

Demikian yang dapat kami sampaikan, mohon jawaban dari pak ustadz, sebelum & sesudahnya kami haturkan terima kasih.
Wassalamu'alaykum Wr.Wb.

JAWABAN

1. Kalau dari warisan memang tidak dapat. Karena, anak angkat dan orang tua angkatnya tidak ada hubungan kekerabatan. Warisan hanya terjadi berdasarkan kekerabatan dan/atau pernikahan (antara suami-istri). Baca detail: Hukum Waris Islam

Namun anda dan saudara tetap berhak mendapat harta hibah yang diberikan orang tua angkat saat beliau masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

2. Berhak. Yang berhak mendapat harta warisan hanyalah anak kandung apabila ayah dan ibu pewaris (kakek nenek anda) sudah wafat. Justru tante anda dalam hal ini tidak dapat warisan. Karena dia statusnya sebagai saudara ibu anda. Dan saudara itu tidak dapat warisan apabila ada anak kandung laki-laki. Baca detail: Hukum Waris Islam

3. Tidak bisa batal. Hibah bersifat tetap dan tidak bisa ditarik kembali kecuali apabila hibah dari orang tua pada anaknya maka si orang tua boleh menggagalkan hibahnya saat dia masih hidup. Baca detail: Hibah dalam Islam

Kami menduga, perilaku tante anda itu adalah gertakan untuk menakut-nakuti anda dan saudara. Selagi anda sudah memiliki sertifikat atas nama anda maka kekuatannya di mata hukum tidak bisa dikalahkan. Secara agama hibah nenek anda itu sah dan legal.

4. Tidak benar. Mungkin juga itu bukan fatwa MUI. MUI tidak bisa memberi keputusan pada urusan personal. Kami menduga, fatwa MUI yang diberikan pada anda itu palsu. Fatwa yang diakui dalam kasus sengketa warisan adalah fatwa dari Pengadilan Agama. Dan keputusan Pengadilan AGama itu berdasarkan pada buku Kompilasi Hukum Islam (KHI). Baca detail: KHI (Kompilasi Hukum Islam)

Hati-hati dengan tipu daya siapapun. Termasuk tante anda. Kalau anda kurang menguasai hukum, sebaiknya berkonsultasi dengan aparat desa setempat atau pengacara yang bisa dipercaya.