20/01/18

Hukum Menghina Agama Non-Muslim

Hukum Menghina Agama Non-Muslim
HUKUM MENGHINA, MEMBULLY DAN MENCACI MAKI AGAMA NON-MUSLIM SEPERTI KRISTEN, HINDU, BUDDHA, DLL

pak ustadz nama saya pria,umur saya berjalan 26 thn,saya mau bertanya tentang hal yang sangat bergelut di hati saya dikarnakan banyak kawan2 saya yang suka menafikan sesuatu tampa ayat atau hadis jadi saya bingung mau mempercayai nya

soal saya yang pertama
1.boleh kah seorang muslim yang ahli sunnanh waljama'ah mencaci maki orang kristen atau yang lain agama yg di anut nya.

pertanyaan kedua ini menyangkut tentang Hari tahun baru atau berganti nya tahun di kalender

2.boleh kah ustadz seorang muslim yang ahlisunnah waljama'ah mengucap kan SELAMAT MENYAMBUT Tahun Baru di Hari pergantian tahun 2017/2018
atau mengucapkan selamat, karna saya bingung ustadz banyak dikalangan kami yg suka menafikan sesuatu tampa ada hadis atau ayat yg bisa kami percaya 100% karna kebanyakan mereka marah tak menentu solah2 mengucapkan selamat kepada kristen yg menyambut hari tahun baru murtadz atau lainnya dan jika saya fikir dengan hati nurani bukan kah menghargai sesama mahgluk itu wajar dan buat apa saling bermusuhan hanya karna mengucapkan selamat tolong ustadz jawaban nya karna ini menyangkut tentang Kewibawaan agama Islam karna Agama islam agama yg damai,sejahtra adil dan bermartabat

JAWABAN

1. Tidak boleh mencaci non-muslim. Dalam Al-Quran Surah Al-An'am 6:108 tegas dikatakan:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya: Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.


Al-Razi dalam Al-Tafsir Al-Kabir, hlm. 12/34, menjelaskan maksud ayat di atas:

فنهى الله تعالى عن هذا العمل ؛ لأنك متى شتمت آلهتهم غضبوا فربما ذكروا الله تعالى بما لا ينبغي من القول ، فلأجل الاحتراز عن هذا المحذور وجب الاحتراز عن ذلك المقال ، وبالجملة فهو تنبيه على أن خصمك إذا شافهك بجهل وسفاهة لم يجز لك أن تقدم على مشافهته بما يجري مجرى كلامه ، فإن ذلك يوجب فتح باب المشاتمة والسفاهة وذلك لا يليق بالعقلاء

Artinya: Allah melarang perilaku ini (mencaci agama lain). Karena, ketika engkau mencaci tuhan mereka, maka mereka akan marah dan mungkin akan menyebut Allah dengan ucapan yang tak pantas. Maka untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi, wajib kita menjaga sikap. Alhasil, ini adalah peringatan bahwa apabila musuhmu berbicara denganmu dengan ucapan bodoh, maka tidak boleh bagimu membalas sikapnya itu dengan perkataan yang sama. Karena hal itu akan membuka pintu untuk saling mencaci. Hal itu tidak patut bagi orang berakal (terpelajar).

Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi, hlm. 7/61, menyatakan:


نهى سبحانه المؤمنين أَنْ يَسُبُّوا أَوْثَانَهُمْ ، لِأَنَّهُ عَلِمَ إِذَا سَبُّوهَا نَفَرَ الْكُفَّارُ وَازْدَادُوا كُفْرًا. وقَالَ الْعُلَمَاءُ: حُكْمُهَا بَاقٍ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ، فَمَتَى كَانَ الْكَافِرُ فِي مَنَعَةٍ ، وَخِيفَ أَنْ يَسُبَّ الْإِسْلَامَ ، أَوِ النَّبِيَّ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، أَوِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَلَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَسُبَّ صُلْبَانَهُمْ وَلَا دِينَهُمْ وَلَا كَنَائِسَهُمُ ، وَلَا يَتَعَرَّضُ إِلَى مَا يُؤَدِّي إِلَى ذَلِكَ ، لِأَنَّهُ بِمَنْزِلَةِ الْبَعْثِ عَلَى الْمَعْصِيَةِ

Artinya: Allah melarang orang mukmin mencaci berhala orang kafir karena Allah mengetahui apabila umat Islam mencacinya, maka orang kafir akan lair dan semakin bertambah kafir. Ulama berkata: Hukumnya tetap bagi umat ini dalam keadaan apapun. Kapan saja orang kafir dalam keadaan kuat dan dikuatirkan memaki Islam, atau Nabi atau Allah, maka tidak halal bagi muslim mencaci salib mereka, agama mereka, dan gereja mereka. Dan hendaknya tidak menampakkan sikap yang mengarah pada hal tersebut karena hal itu sama dengan perilaku maksiat.

2. Boleh mengucapkan selamat tahun baru atau selamat natal atau ucapan selamat kepada non-muslim lain sebagai bentuk saling menghargai dan saling menghormati antara sesama umat manusia. dengan syarat tidak membenarkan ajaran agama mereka.

Dalam QS Al-Mumtahanah 60:8

لَّا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Artinya: Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Para ulama kontemporer memaknai ayat 60:8 di atas sebagai dalil bolehnya mengucapkan selamat pada peringatan non-muslim. Baca detail:


MENYIKAPI RIYA'

Assalamualakum pak ustadz, saya deni dari Ponorogo. Saya mau bertanya, suatu ketika saya pernah malas membalas chating teman saya karena waktu itu sudah mau tidur, kemudian saya balas chating tersebut jam 3 pagi ketika saya terbangun, teman saya membalas "Wah tiap hari kamu sholat tahajjud ya? keren,".

1. Jika saya melakukan sholat tahajud sebelumnya, apakah itu termasuk riya'?

2. kemudian bagaimana supaya ibadah saya tadi tetap sah, dan tidak dicatat sebagai riya'?

3. apakah saya harus berbohong pada teman saya tersebut untuk menutupi ibadah saya ini? Mohon pencerahannya pak ustadz

JAWABAN

1. Tidak termasuk riya. Menurut Ba Alawi Al-Hadrami dalam kitab Sullamut Taufiq, Definisi Riya' adalah

ومِنْ مَعاصِي القَلْبِ: الرِّياءُ بِأَعْمالِ البِرِّ، وهو العَمَلُ لِأَجْلِ [نَيْلِ المَنْزِلَةِ والتَّعْظِيمِ عِنْدَ] النّاسِ، ويُحْبِطُ ثَوابَها [إذا قارَنَ العَمَلَ]، كَالعُجْبِ بِطاعَةِ اللهِ تَعالَى [المَذْكُورِ في النُّقْطَةِ التّالِيَةِ]

Artinya: Ria dengan amal kebaikan, yaitu beramal kebaikan agar mendapat pujian dari manusia. Baca detail:

Jadi, selagi anda tidak secara sengaja memamerkan amal baik anda maka tidak disebut riya'.

2. Semua ibadah yang sudah diamalkan asalkan sesuai dengan syarat dan rukunnya hukumnya sah. Dan akan dicatat oleh malaikat pencatat amal sebagai amal kebaikan. Yang tahu soal riya' dan tidak riya' itu adalah Allah.

3. Tidak perlu berbohong, tapi juga tidak perlu bercerita. Kecuali ditanya. Karena berbohong itu haram hukumnya. Baca detail: Bohong dalam Islam

Putus Silaturahmi Kerabat karena Beda Agama

Putus Silaturahmi Kerabat karena Beda Agama
HUKUM AYAH MEMUTUSKAN KEKERABATAN (SILATURAHMI) DENGAN ANAKNYA KARENA BEDA AGAMA

Selamat malam, jadi begini pak, saya punya seorang teman, teman saya seorang non muslim. Keluarganya telah bercerai dan teman saya ikut dengan ibunya dan menjadi non muslim sedangkan ayahnya tetap seorang muslim. Setelah bercerai, ayahnya menikah dengan perempuan lain. Ayahnya tidak pernah membiayai dia sejak perceraian hingga sekarang. Ketika ditanya oleh teman saya, ayahnya berkata bahwa karena mereka berbeda akidah maka dia bukan anak ayahnya lagi sehingga dia tidak bisa meminta ayahnya untuk menafkahi dia. Ayahnya bilang kalau dia mau pindah agama menjadi muslim maka ayahnya baru akan menafkahi dia. Pertanyaannya :

1.Apakah memutuskan ikatan darah diperbolehkan dalam islam? Jika iya tolong tunjukkan ayatnya, jika tidak apakah ada ayatnya yang mengatur hukum orang yang memutuskan ikatan darah?

2. Apakah seorang ayah boleh tidak menafkahi anaknya jika mereka berbeda agama?

3. Tindakan ayahnya dipengaruhi oleh ibu tirinya, ibu tirinya pernah melarang dan membatasi ayahnya untuk memberi biaya les, apakah tindakan ibu tirinya bisa diadili dalam islam?

4.ayahnya selalu menyalahkan ibunya dan berkata ibunya sudah gila padahal perceraian tersebut dikarenakan ayahnya berselingkuh dengan istrinya yang sekarang, bisakah ayahnya diadili dalam islam?

Saya bertanya seperti ini karena teman saya sudah pasrah dan saya ingin menolongnya. Terimakasih atas perhatiannya. Semoga anda diberkati.

JAWABAN

1. Hukumnya boleh (tidak wajib) menyambung silaturahmi dengan kerabat yang kafir, yang berarti boleh memutuskannya.

إن آل أبي ليسوا لي بأولياء إنما ولييّ الله وصالح المؤمنين، ولكن لهم رحم أبلها ببلالها يعني أصلها بصلتها. رواه البخاري

Sesungguhnya keluarga Abu Fulan itu bukanlah waliku, sesungguhnya waliku adalah Allah dan kaum mukminin yang shalih. Tapi aku (Rasulullah) punya hubungan rahim (silaturahmi) dengan mereka, aku ingin membasahi dengan menjalin silaturahmi dengan mereka.

Dalam menjelaskan hal ini, Ibnu Hajar Asqalani mengutip ucapan Al-Qurtubi:

قال الحافظ ابن حجر قال القرطبي: فائدة الحديث انقطاع الولاية في الدين بين المسلم والكافر ولو كان قريبا حميماً. ،

Artinya: Faidah hadits ini adalah terputusnya kewalian dalam agama antara muslim dan kafir walaupun kerabat dekat.

Ibnu Battal berkata:


وقال ابن بطال: أو جب هذا الحديث الولاية بالدين ونفاها عن أهل رحمه إن لم يكونوا من أهل دينه، فدل ذلك على أن النسب يحتاج إلى الولاية التي يقع بها الموارثة بين المتناسبين، وأن الأقارب إذا لم يكونوا على دين واحد لم يكن بينهم توارث ولا ولاية، قال ويستفاد من هذا أن الرحم المأمور بصلتها والمتوعد على قطعها هي التي شرع لها ذلك

Artinya: Hadits ini mewajibkan adanya kewalian berdasarkan agama dan tidak adanya kewalian dari keluarga rahimnya apabila bukan sesama agama. Ini menunjukkan bahwa nasab (hubungan kekerabatan) itu butuh kewalian (al-wilayah) yang dengannya terjadi hubungan saling mewarisi antara kerabat. Dan bahwasanya kalangan kerabat apabila tidak dalam agama yang sama maka tidak saling mewarisi dan tidak ada kewalian. Dari sini dapat difahami bahwa kewajiban silaturahmi dan ancaman bagi yang memutuskannya itu juga terkait dengan kesamaan agama.

Al-Kasani dalam Bada'i Al-Shanai', hlm. 4/36, menyatakan:

ولا تجب صلة رحم غير الوالدين عند اختلاف الدين، وتجب صلة رحم الوالدين مع اختلاف الدين بدليل أنه يجوز للمسلم أن يبتدئ بقتل أخيه الحربي، ولا يجوز له أن يبتدئ بقتل أبيه الحربي، وقد قال سبحانه في الوالدين الكافرين: {وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا} [لقمان:15]، ولم يَرِدْ مثله في غير الوالدين.

Artinya: Tidak wajib melakukan silaturahim selain kepada kedua orang tua apabila berbeda agama. Wajib silaturahmi pada kedua orang tua walaupun berbeda agama dengan dalil bolehnya bagi muslim membunuh saudaranya yang kafir harbi dan tidak boleh membunuh ayahnya yang kafir harbi. Allah berfirman dalam QS Luqman 31:15 "Dan perlakukan kedua orang tuamu di dunia dengan baik." Tidak ada ayat serupa untuk kerabat selain orang tua.

Maksud dari penjelasan di atas adalah bahwa menyambung silaturahmi dengan kerabat non-muslim itu boleh (tidak wajib) yang berarti boleh memutuskannya. Namun, menyambung silaturahmi tentunya lebih baik. Ibnu Hajar Asqalani dalam Fathul Bari, hlm. 10/421, berkata:

إن صلة الرحم الكافر ينبغي تقييدها بما إذا أيس [أنِسَ] منه رجوعاً عن الكفر أو رجي أن يخرج من صلبه مسلم.... فيحتاج من يترخص في صلة رحمه الكافرة أن يقصد إلى شيء من ذلك

Artinya: Silaturahmi pada kerabat kafir itu hendaknya dikaitkan dengan apabila bisa diharapkan kembali dari kekufuran (ke Islam) atau diharapkan anaknya nanti menjadi muslim .. dalam konteks ini maka dibolehkan untuk silaturahmi dengan kerabat kafir dengan niat seperti di atas.

2. Kalau boleh memutuskan, berarti boleh tidak menafkahi. Kelak ketika ayahnya meninggal, anak juga tidak bisa menerima warisan dari ayahnya begitu juga sebaliknya. Kalau anaknya perempuan, ayah juga tidak bisa menjadi wali nikahnya.

3. Terlepas dari pengaruh siapapun, hukumnya boleh. Namun kalau masih diharapkan untuk masuk Islam, maka dianjurkan bagi si ayah untuk menyambung silaturahmi dengan anaknya. Walaupun itu tidak wajib.

4. Dalam Islam pria yang menikah dengan seorang wanita maka hukumnya bukan selingkuh. Dan pria juga boleh menikah dengan lebih dari satu wanita asalkan adil. Baca detail: Makna Adil dalam Poligami

KONSULTASI MASALAH TALAK

Mohon maaf saya mau bertanya lagi seputar cerai.

1. Saat kami selesai bertengkar masih dalam keadaan kalut sambil bengong suami bilang begini "aku mau kerja diluar kota , kita pisah aja" lalu langsung sayaa tegur saya marahi suami bahwa ga boleh bicara gitu, suami menjawab "ga adaa niat " apakah itu sudah jatuh talak.

2. Saya bertengkar melalui whatsapp dengan suami .. lalu saya kirim gambar ke suami saya percakapan saya dengan ayah saya bahwa saya ingin pisah dari suami saya..
Saat itu suami tidak ada tanggapan.. tpi dilain bahasan saat saya tidak membicarakan pisah tpi seperti nya suami menjawab soal gambar percakapan saya & ayah saya dia bilang "kalo emang itu keputusan kamu yaudh"
Apakah itu sudah jatuh talak

3. Dan jika saya bertanyaa kpd suami kitaa sbnrnyaa udh prnh cerai / blm ya ? Klo udh talak brp ? Suami jwb 3 (tiga) ..
Langsung saya marahi suami bilang "gaa niat" apakah itu jatuh talak ?

4. *Dan jika bicara dgn suami tentang keadaan kitaa yg takut sudah bercerai / blm. Sprti kalimat ,"aku jg takut klo kita udh cerai" / kalo kita udah cerai gmn ???
*Dan jika suami brtanya "km mau cerai / "km mau pisah" itu bagaimana pak ustad..


Terimaa kasih ... mohon untuk jawaban atas keragu2an kami..
Terima kasih & mohon maaf
Wassalamualimum wr.wb

JAWABAN

1. Pisah itu termasuk talak kinayah karena mengandung banyak makna. Jadi, kalau dia menyatakan tidak ada niat maka tidak jatuh talak.

2. Masih belum jelas apakah ucapan suami itu merupakan jawaban dari gambar percakapan anda dengan ayah anda. Kalau seandainya iya, maka itu juga talak kinayah. Yang baru jatuh talak kalau ada niat dari suami. Baca detail: Mengiyakan Permintaan Cerai Istri

3. Sama dengan jawaban no. 2. Masuk talak kinayah. Kalau tidak ada niat, tidak terjadi. Baca detail: Mengiyakan Permintaan Cerai Istri

4. Bertanya soal cerai, atau kalimat cerai yang diucapkan dalam kalimat tanya tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

19/01/18

Kata Pisah Talak Sharih atau Kinayah?

Kata Pisah Talak Sharih atau Kinayah?
KATA PISAH, TERMASUK TALAK SHARIH ATAU KINAYAH?

1. Kalau kata "pisah" itu mungkin maksudnya cerai (tapi yang diucapkan cuma pisah bukan cerai) tapi tidak ada niat mentalak hanya sebagai gertakan saja karna emosi terus di ucapkan secara lisan apa hukumnya? Karna kan ada pendapat yang menyatakan kalau kata pisah itu termasuk talak kinayah walaupun diucapkan dengan lisan. Gimana ustad? Sy masih was was..

2. Untuk kasus no.2 pun saya masih bingung itu talak muallaq atau bukan?kalau bukan karna apa?

JAWABAN

1. Dalam madzhab Syafi'i, kata pisah (Arab: firaq, sirah) termasuk talak sharih. Namun ulama madzhab lain selain Syafi'i berpendapat talak kinayah. Kalau mengikuti pendapat kedua, maka tidak jatuh talak karena suami anda mengakui tidak niat hanya ingin menggertak saja. Dalam Al-Mausuah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, hlm. 28/10, dijelaskan:

وذهب الشافعية في المشهور, والخرقي من الحنابلة إلى أن لفظي: الفراق والسراح وما تصرف منهما من صريح الطلاق... إلا أن الجمهور يرى أن لفظ الفراق ولفظ السراح ليس من صريح الطلاق، لأنهما يستعملان في غير الطلاق كثيرا

Artinya: Pandangan yang masyhur dari madzhab Syafi'i menyatakan bahwa firaq dan sirah (pisah) termasuk talak sharih. ... Sedangkan jumhur ulama berpendapat bukan sharih (berarti kinayah).

Baca detail:

2. Yang anda maksud talak muallaq itu kan ucapan suami "kalau kamu pingin pisah ya ayo" Ucapan ini bukan talak muallaq karena tidak bersifat kondisional yang jelas dibuat oleh suami. Contoh talak muallaq yang benar seperti ini: "Kalau kamu tetap bekerja, maka kamu aku cerai". Apakah anda bisa melihat perbedaannya? Yang pertama (ucapan suami) tidak jelas syarat pisahnya apa. Sedangkan yang kedua syarat pisahnya jelas yakni "apabila bekerja"

Selain itu, ucapan "Kalau ingin pisah" kata 'pisah' di situ kalau mengikuti pendapat mayoritas ulama adalah talak kinayah. Dan suami sudah mengatakan bahwa dia tidak ada niat untuk cerai. Semoga menjadi jelas.
Baca detail: Cerai dalam Islam

TALAK LEWAT WA (WHATSAPP) SUDAH MASUK TALAK SATU KAH?

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarobatu

Ustadz saya mau taya.. Saya dan suami saya menikah di tahun 2015 januari dan sudah di karuniai seorang Putra yg saat ini pas d usia 24 Bulan. Saya terlibat pertengkaran dengan suami saya.. Yang sampai akhirnya suami saya mengucapkan
"Mending pisah deh sekalian"
Dan saya menjawab " oo jadi maunya ini?. Ada orang baru Oke.. Silahkan urus suratnya"
Dan pembicaraan itu di lakukan via Wa.
Dan tadi malam suami saya pulang kemudian dia minta maaf kepada saya
"maafin saya, kita mulai dari nol ya"
saya jawab "iya".
Yang ingin saya tanyakan.. Apakah suami saya sudah menjatuhkan talak satu kepada saya? Dan apa yang harus saya lakukan.. ?
Mohon bantuanya Ustadz... Terimakasih

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatu

JAWABAN

Ucapan pisah via WA masuk kategori talak tertulis. Hukumnya sama dengan talak kinayah. Jadi, talaknya baru jatuh apabila saat suami menulisnya itu dibarengi dengan niat dalam hati. Silahkan tanya pada suami. Baca detail: Cerai lewat WhatsApp

BESOK KAMU SAYA CERAI, TALAK APA BUKAN?

Assalamualaikum...

Ustadz saya mau bertanya, bagaimana jika suami pernah mengatakan hal2 seperti berikut, apakah telah jatuh talak ? Dan bagaimana status pernikahan kami ?

1. Saya dan suami pernah bertengkar, kemudian saya meminta cerai karena emosi, dan suami pun karena emosi menjawab " yasudah besok kamu saya cerai" tapi belum sampai besok malamnya kami sudah baikan, dan besoknya suami tidak bilang apa2...

2. Suami marah kemudian bilang "yasudah nikah saja sana sama lelaki lain"

3. Suami mengancam akan menceraikan saya dengan kalimat " kalau kamu ga mau nurut apa kata saya kamu ga usah jadi istriku"

Mohon penjelasan dan jawabannya ustad, karena hal ini mengganggu pikiran dan hati saya...saya takut jikalau sudah jatuh talak...
Syukron katsiron...barakallahu fiik...

Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Karena ucapan cerai yang menunjukkan masa depan tidak terjadi talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

2. Itu termasuk talak kinayah. Baru jatuh talak apabila disertai niat cerai dari suami. Kalau tidak ada niat, maka tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Itu termasuk talak muallaq yang bersifat talak kinayah. Talak kinayah-nya baru terjadi apabila (a) disertai niat; (b) apabila ancaman suami tersebut dilakukan istri.

HUBUNGAN TAK DIRESTUI DENGAN NON-MUSLIM MAU MUALAF

Assalamualaikum ustadz/ustadzah

Setahun belakangan ini saya menjalin hubungan (pacaran) dengan seorang pria non muslim, tepatnya Kristen protestan..
Dia orangnya baik, kelakuannya, Budi pekerti nyaa, penyayang, bertanggung jawab, rela berkorban, dll..

Dari awal menjalin hubungan, saya sudah nyerah, hopeless, saya berfikir hubungan ini gabisa dilanjutin... Karena perbedaan agama.

Tapi ternyata gabisa, dia sangat sayang kepada saya, bahkan dia mau jadi mualaf,,
Sedangkan ayah saya gabisa Nerima meskipun dia menjadi mualaf, karena ayah saya ingin saya mendapat suami yang sangat alim dan ilmu agamanya sudah lebih tinggi dari saya...

Dia sangat sayang kepada saya, sangat sangat rela berkorban, bahkan dia bisa nangis berhari hari saat saya putusin...

Yang ingin saya tanyakan,
1. Apakah saya harus menuruti ayah saya dan mencari yang sesuai keinginan ayah saya dan mengorbankan pacar saya yang skrg padahal dia niat jadi mualaf??
2. Atau saya berjuang bersama sama pacar saya untuk dapat meyakinkan ayah saya bahwa dia bisa jadi muslim yang baik nanti, insyallah?

JAWABAN

1. Dalam kasus ini sebaiknya anda mengikuti keinginan ayah anda. Ketidaksetujuan ayah anda dapat dimaklumi. Taati orang tua dalam hal ini. InsyaAllah anda akan selamat. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

Banyak kasus pria mualaf karena nikah itu hanya sementara islamnya. Setelah mendapatkan yang dia mau dia kembali ke agama semula. Berhati-hatilah. Pria punya banyak cara untuk menggoda wanita. Pastikan anda tidak sampai berzina dengannya. Baca juga: Cara Memilih Jodoh

2. Hal yang tidak patut diperjuangkan.

14/01/18

Dalil Wali Hakim sebagai Wali Nikah Anak Zina

Wali Hakim Wali Nikah Anak Zina
DALIL WALI NIKAH DARI ANAK ZINA ADALAH WALI HAKIM

Assalmualaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Maaf,saya ingin bertanya tentang postingan alkhoirot yang berbunyi

WALI DARI ANAK ZINA

Seorang anak zina perempuan nasabnya dinisbatkan pada ibunya. Karena ibu tidak dapat menikahkan, maka wali hakim yang dapat menjadi walinya.

yang saya tanyakan adalah dasar hukum alqur'an dan hadis serta pendapat siapa dalam kitab apa mengenai masalah tersebut diatas.
syukron ,jazakumullahulkhoir .
w assalamualaikum

JAWABAN

NIKAH HARUS DENGAN WALI PIHAK PEREMPUAN

Pertama, nikahnya seorang perempuan harus dengan wali. Berdasarkan hadits sahih riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah:

لا نكاح إلا بولي

Artinya: Nikah tidak sah tanpa adanya wali

Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hanbali juga mendasarkan wajibnya nikah dengan wali pada dalil Al-Quran sbb:

- Al-Baqarah 2:232

فلا تعضلوهن أن ينكحن أزواجهن

Artinya: maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya.

- Al-Baqarah 2:221

ولا تُنكحوا المشركين حتى يؤمنوا

Artinya: Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.

- An-Nur 24:32

وأنكحوا الأيامى منكم

Artinya: Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu
Ketiga ayat di atas menurut ketiga ulama tersebut ditujukan kepada wali seorang perempuan.

Khitob (tujuan pembicaraan) dari firman Allah di atas adalah para wali. Menunjukkan bahwa wanita (a) tidak bisa menjadi wali nikah untuk dirinya sendiri atau orang lain; dan (b) dalam pernikahan harus ada wali dari pihak perempuan. Baca detail: Pernikahan Islam

PEREMPUAN TIDAK BISA JADI WALI

Kedua, perempuan tidak bisa jadi wali. Berdasarkan hadits sahih riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah:

لا تزوج المرأة المرأة ولا تزوج المرأة نفسها

Artinya: Perempuan tidak bisa menikahkan wanita lain, dan tidak bisa menikahkan dirinya sendiri.

HAKIM BISA MENJADI WALI BAGI PEREMPUAN YANG TIDAK PUNYA WALI

Ketiga, hakim bisa menjadi wali nikah bagi wanita yang tidak punya wali. Berdasarkan hadits sahih riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah:

أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل فنكاحها باطل ، فنكاحها باطل ، فإن دخل بها فلها المهر بما استحل من فرجها ، فإن اشتجروا فالسلطان ولي من لا ولي له

Artinya: Perempuan manapun yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya batil, batil, batil. Apabila terjadi hubungan intim maka perempuan itu berhak mendapat mahar. Apabila mereka menolak, maka sulton (penguasa) bisa menjadi wali wanita yang tidak punya wali.

Baca detail:

- Status Anak Zina
- Pernikahan Islam
- Wali Hakim dalam Pernikahan


NADZAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Nama saya AN Umur 26 tahun...

Saya memiliki nadzar yang berlebihan (menurut saya) sewaktu saya SMP (umur 15).
Berikut beberapa nadzar saya dan beberapa pertanyaan lainnya:

1. Jika nilai DANEM (nilai wajib lulus dari 3 mata pelajaran yang diujikan nasional) saya rata-rata 9 maka saya kan berpuasa dan sholat malam/tahajud selama sekian kali (ini saya benar2 lupa jumlahnya) dulu sewaktu masih SMK saya bisa mencicil dan mecatatnya, namun ketika menginjak kelas 3 saya sudah tidak menjalankan nadzar yang sepertinya terhitung masih banyak. Bagaimana hukumnya, dan apa solusi agar saya bisa menebus nadzar yg telah terlupakan selama bertahun2 lamanya.?

2. Ketika saya masih bekerja saya memiliki nadzar untuk selalu menyisihkan 5% dari pendapatan saya untuk disumbangkan. Namun menginjak umur 23 saya melupakannya. Bagaimana hukumya? Apa yang harus saya lakukan terkait hal tersebut?

3. Saya pernah memotivasi diri sendiri dengan menyatakan jika saya sampai tidak sholat maka saya akan menggantinya dengan puasa. Apakah ini benar? kalau iya apakah hutang puasa saya juga terhitung? Karena sampai saat ini saya benar2 melakukan dosa besar yakni tidak rutin menjalankan sholat 5 waktu selama bertahun-tahun.

4. Saya memiliki kakek yang dalam hidupnya tidak pernah sholat, apakah dibenarkan saya bisa menggantikannya sholat? (saya sholat double)

5. Saya pernah mendengar jika tidak menyanggupi nadzar dalam satu tahun maka pada tahun berikutnya jumlahnya akan menjadi dua kali lipat, apa benar?

Terimakasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

JAWABAN

1 dan 2: Kalau anda tidak bisa memenuhi nadzar, maka diharuskan membayar kafarat atau tebusan. Kafaratnya adalah salah satu dari tiga hal berikut:
a. Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau
b. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
c. Menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari
Baca detail: Hukum Nadzar

3. Tidak benar. Nadzar terhadap perkara yang wajib atau perkara haram itu tidak sah. Baca detail: Hukum Nadzar Perkara Wajib atau Haram

Adapun shalat yang anda tinggalkan harus tetap diqadha (diganti) sesuai dengan jumlah shalat yang ditinggalkan. Baca detail: Shalat Qadha

4. Tidak perlu mengganti shalat orang lain. Kecuali kalau dia meninggal. Adapun orang yang meninggal dan punya hutang, maka ada hukum tersendiri baginya. Baca detail:

5. Tidak benar. Baca detail: Hukum Nadzar

Cara Qadha Ramadan dan Bayar Fidyah

Cara Qadha Ramadan dan Bayar Fidyah
MENGGANTI PUASA RAMADAN DAN BAYAR FIDYAH BAGI YANG TELAT MENGQADHA

Asslm. Wr Wb. Selamat Siang.

Saya mau nanya. Saya mempunyai hutang puasa selama 1 bulan penuh pada tahun 2015. Dikarenakan saya harus menjalani operasi hernia pada tahun 2015. Dan sekarang sudah saya cicilnya tinggal 12 hari lagi.
Pertanyaannya adalah

1. apakah saya harus tetap membayar fidyah,
2. bagaimana cara membayar fidyah dan hitungannya.

Mohon bantuan penjelasannya tentang kasus saya ini bagaimana cara membayar puasanya yang sesuai dengan hukum Islam. Soalnya saya merasa ada yang mengganjel di hati saya. Terima Kasih.

Wassalammu'alaikum Wr Wb.

JAWABAN

1. Wanita atau pria yang pada puasa Ramadan tidak puasa karena sakit, maka dia harus mengqadha atau mengganti puasanya sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

Dalam QS Al-Baqarah 2:184 ditegaskan:

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Artinya: Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Ayat di atas menegaskan bahwa yang wajib bagi orang yang meninggalkan puasa Ramadan adalah mengganti puasanya saja. Tidak ada kewajiban untuk membayar fidyah. Seandainya anda mengqadhanya pada tahun yang sama.

Namun karena anda mengqadhanya setelah masuk bulan Ramadan berikutnya, maka ulama berbeda pendapat tentang apakah selain mengqadha puasa juga wajib membayar fidyah atau tidak.

Imam Bukhari (madzhab Syafi'i) dalam Sahih Bukhari, hlm. 2/223, berpendapat tidak wajib:

قَالَ إِبْرَاهِيمُ -يعني : النخعي- : إِذَا فَرَّطَ حَتَّى جَاءَ رَمَضَانُ آخَرُ يَصُومُهُمَا وَلَمْ يَرَ عَلَيْهِ طَعَامًا ، وَيُذْكَرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مُرْسَلا وَابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يُطْعِمُ
: وَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهُ الإِطْعَامَ ، إِنَّمَا قَالَ : ( فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ) ا

Artinya: Ibrahim An-Nakha'i berkata: Apabila tidak mengqadha sampai datang Ramadan berikutnya, maka hendaknya berpuasa dan mengqadha dan tidak perlu membayar fidyah. Menurut Abu Hurairah dan Ibnu Abbas harus membayar fidyah. (Bukhari berkata): Allah tidak menyebutkan harus membayar fidyah. Allah hanya berfirman: "Mengganti puasa di hari yang lain."

Pendapat Imam Bukhari ini sama dengan pandangan madzhab Hanafi yang tidak mewajibkan orang yang telat mengqadha Ramadan untuk bayar fidyah disamping qadha.

PENDAPAT YANG MEWAJIBKAN QADHA DAN BAYAR FIDYAH

Mayoritas ulama dari ketiga madzhab fiqih (Maliki, Syafi'i, Hanbali) mewajibkan bayar fidyah dan qadha Ramadan bagi yang qadhanya telat sampai masuk Ramadan berikutnya.

Al-Syairazi (madzhab Syafi'i) dalam Al-Muhadzab, hlm. 6/410, menyatakan:

إذا كان عليه قضاء أيام من رمضان ولم يكن له عذر لم يجز له أن يؤخره إلى أن يدخل رمضان آخر ، فإن أخره حتى أدركه رمضان آخر ، وجب عليه لكل يوم مد من طعام

Artinya: Orang yang punya kewajiban qadha puasa Ramadhan dan dia tidak punya udzur, maka tidak boleh baginya untuk mengakhirkannya sampai masuk Ramadan berikutnya. Apabila dia mengakhirkan qadha sampai masuk Ramadan berikutnya, maka wajib baginya membayar fidyah setiap hari 1 mud makanan. 1 mud makanan pokok itu ulama berbeda pendapat kalau dikonversi ke gram atau kilogram yakni antara 544 s/d 750 gram. Baca detail: http://www.konsultasisyariah.in/2014/09/ukuran-dinar-dirham-dzira-mud-qullah.html

Namun di dalam madzhab Syafi'i ada rinciannya. Imam Nawawi (madzhab Syafi'i) dalam Al-Majmuk, hlm. 6/410, menjelaskan:

إذا كان عليه قضاء رمضان أو بعضه ، فإن كان معذورا في تأخير القضاء بأن استمر مرضه أو سفره ونحوهما جاز له التأخير ما دام عذره ولو بقي سنين ، ولا تلزمه الفدية بهذا التأخير ، وإن تكررت رمضانات ، وإنما عليه القضاء فقط ; لأنه يجوز تأخير أداء رمضان بهذا العذر ، فتأخير القضاء أولى بالجواز

Artinya: Bagi yang berkewajiban qadha seluruh puasa Ramadhan atau sebagiannya, apabila dia ada udzur (sakit atau perjalanan) dalam mengakhirkan qadha-nya seperti terus menerus sakit atau terus menerus dalam perjalanan dll maka boleh baginya mengakhirkan selagi ada udzur tersebut walaupun bertahun-tahun. Dan tidak wajib baginya membayar fidyah karena mengakhirkan tersebut walaupun Ramadan terjadi berulang-ulang. Ia hanya wajib qadha saja. Karena dia boleh mengakhirkan pelaksanaan puasa Ramadan karena udzur ini, maka mengakhirkan qadha lebih dibolehkan lagi.

CARA MEMBAYAR FIDYAH

Fidyah diberikan kepada orang fakir miskin perhari puasa yang ditinggalkan membayar 1 mud. Kalau hutang puasanya sebanyak 30 hari, maka tinggal dikalikan 30 x 750 gram beras. Fidyah tadi boleh diberikan kepada 30 orang miskin yang berbeda, atau satu orang miskin saja.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj, hlm. 3/447, menyatakan:

( ومصرف الفدية الفقراء والمساكين ) دون بقية الأصناف لقوله تعالى { طعام مسكين } وهو شامل للفقير أو الفقير أسوأ حالا منه فيكون أولى ( وله صرف أمداد إلى شخص واحد ) بخلاف مد واحد لشخصين ومد وبعض مد آخر لواحد فلا يجوز

Artinya: Pemberian fidyah hanya kepada fakir miskin, tidak pada ahli zakat yang lain berdasarkan pada firman Allah: 'Memberi makanan pada orang miskin' Ayat ini mencakup pada fakir karena fakir lebih buruk keadaannya dari miskin maka ia lebih utama. Baginya boleh memberikan sejumlah mud pada satu orang saja. Beda halnya memberikan satu mud pada dua orang dan satu mud setengah untuk satu orang itu tidak boleh.
Baca detail: Puasa Ramadhan

13/01/18

Nikah Hanya untuk Menyalurkan Nafsu Syahwat, Bolehkah?

Nikah Hanya untuk Menyalurkan Nafsu Syahwat, Bolehkah?

MENIKAH HANYA BERTUJUAN MELAMPIASKAN NAFSU SYAHWAT, APA BLEH?

Assalamuaalaikum
Saya berusia 31th dan seorang janda tp secara hukum blm sah krn proses perceraian blm diurus dipengadilan krn jarak dan wkt yg sulit krn tempat saya tinggal dan pengadilan sangat jauh sekali. Sedangkan saya sdh berpisah hampir 1th dan suami saya sdh mengucapkan kata cerai.
Dan saya skrg memiliki pasangan dan km blm siap untuk menikah secara resmi. Krn mengingat pasangan saya jauh lbh muda 10th dr saya.

Yg mau saya tanya kan,
1.apakah saya bisa melakukan nikah siri ?
2. Dosa gak kalau saya melakukan nikah siri hanya untuk melakukan hubungan intim supaya tidak berdosa ?

Terima kasih

JAWABAN

1. Bisa. Kalau suami sudah mengucapkan kata cerai, dan masa iddah sudah habis, maka anda bisa melakukan nikah siri. Baca detail: Masa Iddah Istri yang Dicerai

2. Tidak apa-apa. Bahkan Salah satu tujuan utama menikah adalah untuk hubungan intim. Agar nafsu syahwat tidak tersalur secara ilegal dalam bentuk zina. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim Nabi bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ منكُم الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Artinya: Wahai pemuda, barangsiapa yang memiliki kemampuan untuk menikah, maka nikahlah. Karena nikah itu lebih menutup mata (agar tidak melihat maksiat) dan memelihara kemaluan (agar tidak zina). Barangsiapa yang tidak mampu (dari segi biaya) maka hendaknya ia berpuasa. Karena puasa itu bisa menjadi obat (menurunkan syahwat).
Baca juga: Dosa Besar dalam Islam

ISTRI TAK LAGI CINTA SUAMI, APAKAH BOLEH CERAI?

asslamaualaikum

saya ingin konsultasi mengenai jika ada seorang suami yang tidak bisa mengendalikan emosinya lalu disaat itu juga kesalahan istri yang tidak seberapa selalu dicacimaki. sebut saja jika sang istri tersebut mengidap pembocoran jantung otomatis segala hal yang dikerjakan sang istri tidak dapat secepat perempuan normal lainnya dikarenakan gampang sekali lelah dan pergerakanpun lambat,

sang suami tahu itu tapi sang suami selalu merasa kesal karna istrinya kaya siput atau sebagainya dengan cacian yang membuat hati istrinya sakit, sang istri bingung semua gerakan dan perkerjaan yang dia lakukan setiap saat selalu membuat suaminya kesal, solusinya 1 keinginan suami inginnya cepat dan sigap tapi sang istri ga bisa walaupun berusaha maksimal kekuatannya stuck hanya sampai di situ..

sampai akhirnya sang istri selalu memendam rasa tak suka pada suaminya, setiap melihat suaminya istrinya tak pernah berselera, jangankan untuk merayu untuk tersenyum setiap saat pun susah, karna hidup yang jadi ga tenang, was was, takut salah , takut di marahin, dan sebagainya menjadikan si istri berkeinginan untuk bercerai walaupun tak tau bagai mana caranya dan si istri ini bukan tipe orang yang nekat untuk melakukan itu.. rasa takut selalu ada di setiap harinya

mohon bantuannya jika seperti ini sang istri apa kah salah?
dan sang istri harus bagaimana?

terimakasih

JAWABAN

Alasan tidak lagi mencintai suami bisa menjadi alasan untuk bercerai. Sebagaimana yang terjadi pada zaman Rasulullah. Baca detail: Istri Minta Cerai karena Tidak Cinta

MELAMAR WANITA YANG SEDANG IDDAH TALAK RAJ'I

Assalamualaikum Wr Wb

Ustad yang terhormat
Salam Kenal

Saya Hamba Allah (29) seorang laki-laki

Beberapa hari yang lalu saya sempat terlanjur berucap kepada seorang wanita yang telah ditalak raj'i untuk menikahinya jika masa idahnya sudah habis... sebelumnya saya tidak terlalu tahu bahwa komitmen/ucapan seperti itu hukumnya haram.. namun memang, jika wanita tsb benar2 tidak rujuk setelah masa iddah, saya memang berniat menikahinya jika Allah mengizinkan.

Pertanyaan:

1. Bagaimana caranya untuk menarik kembali2 kata2 saya tanpa menghilangkan niat saya untuk menikahinya jika masa iddahnya habis?

2. Apakah jika wanita tsb benar2 tidak rujuk sampai masa iddah habis, boleh kah saya menikahinya, apakah hukumnya sah? (sementara saya sudah terlanjur melamar sebelum masa iddah dan itu dilarang)

Mohon jawabannya, Ustad
saya sangat resah sekali akan hal tsb

Terima Kasih

Wassalamualaikum Wr Wb

JAWABAN

1. Anda tinggal mengatakan bahwa lamaran anda tidak jadi saat ini.

2. Sah. Wanita yang sedang iddah talak raj'i dan masa iddahnya habis, maka dia bebas untuk menikah dengan siapa saja. Baik dengan mantan suami maupun dengan pria lain. Baca detail:
- Cerai dalam Islam
- Pernikahan Islam


HUKUM MENIKAH BAGI WANITA YANG PERNAH BERZINA DAN HAMIL


saya sudah berpacaran dengan seorang pria selama 7 tahun lamanya. kami sudah melakukan zina juga dan saya pernah mengandung. pertama kali saya mengandung waktu itu saya masih muda lalu dia menyuruh untuk mengugurkan. lalu selang 4 tahun setelah itu saya hamil lagi tapi kali ini saya siap untuk bertanggung jawab namun dia dan keluarganya tidak bahkan keluarganya menyuruh dia untuk meninggalkan saya. untungnya kandungan tsb mengalami keguguran.

pertanyaan saya wajib tidak sih kami menikah?
apakah tidak dosa orang tua nya melarang dia untuk bertanggung jawab?

JAWABAN

Menikah itu wajib bagi orang yang tidak bisa menahan nafsunya sehingga berakibat zina apabila tidak menikah. Baca detail: Pernikahan Islam

Ya, orang tua berdosa melarang anaknya menikah sementara mereka tahu perbuatan anaknya yang berzina. Baca detail: Dosa Besar dalam Islam

Saat ini yang wajib bagi anda dan dia adalah bertaubat nasuha. Kalau anda berdua masih tetap ingin berhubungan, maka menikah itu wajib bagi anda berdua. Kalau ayah anda tidak merestui, maka pernikahan bisa dilakukan dengan wali hakim. Baca detail: Wali Hakim dalam Pernikahan


CALON PASANGAN BEDA ALIRAN: NU DAN LDII

Assalamualaikum
Saya mau bertanya??
Saya mempunyai pasangan seagama tpi beda aliran, saya NU dan dia LDII, orang tua dia tidak merestui kami buat menikah cma beda aliran.jika di paksakan apakah akan baik atau tidak ustadz, saya mnta nasehat kepada ustadz dan saya harus bagaimana
Waalaikum sallam

JAWABAN

LDII adalah aliran sesat. Kalau anda ingin memaksakan menikah dengannya maka sebaiknya dia harus pindah mengikuti NU. Baca detail: Fatwa MUI tenang LDII

INGIN NIKAH ULANG SETELAH TALAK SATU

assalamualaikum wr.wb.

sy ingin menanyakan apabaila sudah resmi bercerai dipengadilan agama scara verstex apakah bila slama masih masa iddah berhubungan seperti suami istri lagi itu sudah disebut rujuk ?

JAWABAN

Kalau talak raj'i (talak 1 dan 2), maka suami bisa rujuk. Dan cara rujuknya menurut madzhab Syafi'i adalah asal masih dalam masa iddah, maka suami cukup mengatakan pada istri "Aku rujuk", maka sah rujuknya dan boleh hubungan intim setelah itu.

Namun menurut madzhab lain, yakni madzhab Hanafi, hubungan intim dianggap sebagai bentuk rujuk dengan perbuatan. Dan rujuknya dianggap sah walaupun tanpa niat. Bahkan menurut madzhab Hanafi, mencium dan menyentuh istri dengan syahwat bisa dianggap rujuk. Baca detail: Cerai dalam Islam

09/01/18

Daging Aqiqah Untuk Resepsi Perkawinan, Bolehkah?

Daging Aqiqah Untuk Resepsi Perkawinan, Bolehkah?
DAGING AQIQAH UNTUK RESEPSI PERKAWINAN DAN PESTA NIKAH, BOLEHKAH?

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Aqiqah memang merupakan sunnah, rencananya calon istri sy akan aqiqah pada saat kami menikah, pertanyaannya:

1. Apakah boleh aqiqah saat menikah?
2. Ketika aqiqahnya saat menikah, apakah diperbolehkan masakan dagingnya disajikan sbg tambahan menu makanan saat prasmanan utk para tamu yg menghadiri akad / resepsi/ walimatul ursy
3. Bagaimana baiknya?

Terima kasih, semoga selalu mendapat berkah dan rahmah dari Allah, amin.

JAWABAN

1. Boleh. Sebenarnya pertanyaan yang lebih tepat bukan soal aqiqah saat menikah atau tidak menikah tapi bolehkah aqiqah setelah baligh? Karena aqiqah umumnya itu dilakukan sebelum baligh, bahkan saat bayi. Dan jawabannya adalah boleh dan tetap sunnah aqiqah dilakukan saat usia dewasa.

Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 8/412, berkata:

قَالَ أَصْحَابُنَا: وَلَا تَفُوتُ بِتَأْخِيرِهَا عَنْ السَّبْعَةِ. لَكِنْ يُسْتَحَبُّ أَنْ لَا يُؤَخِّرَ عَنْ سِنِّ الْبُلُوغِ. قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الْبُوشَنْجِيُّ مِنْ أَئِمَّةِ أَصْحَابِنَا: إنْ لَمْ تُذْبَحْ فِي السَّابِعِ ذُبِحَتْ فِي الرَّابِعَ عَشَرَ، وَإِلَّا فَفِي الْحَادِي وَالْعِشْرِينَ، ثُمَّ هَكَذَا فِي الْأَسَابِيعِ. وَفِيهِ وَجْهٌ آخَرُ أَنَّهُ إذَا تَكَرَّرَتْ السَّبْعَةُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَاتَ وَقْتُ الِاخْتِيَارِ. قَالَ الرَّافِعِيُّ: فَإِنْ أَخَّرَ حَتَّى بَلَغَ سَقَطَ حُكْمُهَا فِي حَقِّ غَيْرِ الْمَوْلُودِ. وَهُوَ مُخَيَّرٌ فِي الْعَقِيقَةِ عَنْ نَفْسِهِ قَالَ: وَاسْتَحْسَنَ الْقَفَّالُ وَالشَّاشِيُّ أَنْ يَفْعَلَهَا

Artinya: Ulama Syafi'iyah menyatakan: mengakhirkan aqiqah dari hari ketujuh tidak dianggap terlambat. Akan tetapi disunnahkan tidak mengakhirkannya sampai usia akil baligh. Abu Abdillah Al-Busyanji, salah satu ulama mazhab Syafi'i, berkata: Apabila aqiqah tidak dilakukan pada hari ketujuh maka dilakukan di hari ke-14, kalau tidak pada hari ke-21, demikian seterusnya kelipatan tujuh. Ada pendapat lain bahwa apabila tujuh berulang sampai tiga kali maka habislah masa memilih. Imam Rofi'i berkata: Apabila mengakhirkan aqiqah sampai akil baligh maka gugur hukum aqiqah bagi selain anak yang lahir. Ia boleh akikah untuk dirinya sendiri. Imam Rafi'i berkata: Al-Qoffal dan Al-Syasyi menganggap baik melakukannya (akikah untuk diri sendiri)

2. Masakan daging dari aqiqah boleh digunakan untuk apa saja dan diberikan kepada siapa saja. Baik dalam keadaan mentah atau matang, namun menyuguhkan dalam keadaan matang lebih disunnahkan. Imam Nawawi dalam Al-Majmuk, hlm. 8/411, menyatakan:

قال جمهور أصحابنا : يستحب أن لا يتصدق بلحمها نيئا بل يطبخه وذكر الماوردي أنا إذا قلنا بالمذهب : إنه لا تجزئ دون الجذعة والثنية وجب التصدق بلحمها نيئا . وكذا قال إمام الحرمين إن أوجبنا التصدق بمقدار من الأضحية والعقيقة وجب تمليكه نيئا ، والمذهب الأول ، وهو أنه يستحب طبخه .

Artinya: Jumhur (mayoritas) ulama madzhab Syafi'i berpendapat sunnah tidak mensedekahkan dagingnya dalam keadaan mentah, tapi dimasak dulu. Menurut Al-Mawardi, wajib memberikan daging secara mentah. Imam Al-Haramain berpendapat serupa. Madzhab yang terpilih adalah yang pertama yakni sunnah memasak daging aqiqah.

Tentang bolehnya daging aqiqah untuk dikonsumsi dalam acara walimah, Wahbah Zuhaily dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, hlm. 4/287, menyebutkan sejumlah pendapat ulama sbb:

حكم اللحم كالضحايا، يؤكل من لحمها، ويتصدق منه، ولا يباع شيء منها. ويسن طبخها، ويأكل منها أهل البيت وغيرهم في بيوتهم، وكره عند المالكية عملها وليمة يدعو الناس إليها. ويجوز عند المالكية: كسر عظامها، ولا يندب. وقال الشافعية والحنابلة:يجوز اتخاذ الوليمة، ولا يكره كسر العظام، إذ لم يثبت فيه نهي مقصود، بل هو خلاف الأولى، ويستحب أن تفصل أعضاؤها، ولا تكسر عظامها، تفاؤلاً بسلامة أعضاء المولود، لما روي عن عائشة، أنها قالت: «السنة شاتان مكافئتان عن الغلام، وعن الجارية شاة تطبخ جُدولاً

Artinya: Hukum daging aqiqah seperti halnya daging qurban boleh dimakan dagingnya (bila tidak berupa aqiqah wajib/nadzar) dan disedekahkan sebagiannya, jangan ada yang dijual, disunahkan memasak dagingnya dimakan sekeluarga dan lainnya dalam rumah. Menurut kalangan Malikiyyah makruh hukumnya menjadikan aqiqah sebagai bentuk walimah dengan mengundang orang menikmatinya namun menurut kalangan ini boleh memecah tulang-tulang binatang aqiqah tapi tidak disunahkan. Menurut kalangan Syafi’iyyah dan Hanabilah boleh dijadikan walimah karena tidak terdapat dalil pelarangan tentangnya hanya saja hukumnya Khilaf Aula (menyalahi keutaman) tapi tulang hewan aqiqahnya jangan dipecah sebagai bentuk pengharapan baik atas keselamatan anggauta tubuh anak yang dilahirkan berdasarkan riwayat dari ‘Aisyah ra “Yang sunah untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama sedang anak perempuan seekor kambing dengan di masak per anggauta badan”

Baca detail: Hukum Aqiqah

HUKUMAN MENCURI

Assalamualaikum warrohmtullohi wabarokatuh ustadz. Mau tanya. Sewaktu kecil, saya dulu kadang-kadang nyuri ditoko sekitar rumah. Kira-kira kelas empat SD tepatnya belum baligh. Dan sekarang saya sangat menyesal. Apa ada taubat/hukuman yang akan saya terima? Dan siapa yang menanggung dosa saya waktu itu. Sedangkan ibu saya sudah tiada. Saya terlahir sebagai anak tak bernasab. Selain itu saya dulu waktu kelas 2 smp. Tepatnya saya juga sudah baligh. Saya suka nyuri barangnya adek tiri sama ngrusakin pakaian ibu tiri karena saya sakit hati karena ayah nggak peduliin saya. Ibu tiri juga sudah tau sedari awal. Lalu bagaimana cara saya bertobat.

Mohon jawabannya dan bimbimbingan dalam berhijrah...

JAWABAN

Cara taubat dari mencuri ada dua hal yang harus dilakukan: pertama, mengembalikan uang yang dicuri pada pihak yang dicuri. Kalau dia tidak ada, maka bisa ke anaknya atau lainnya. Kedua, bertaubat dengan memohon ampun pada Allah, menyesali perbuatan itu dan tidak mengulanginya serta memperbanyak amal sebagai penebus dosa. Minimal, amal yang wajib. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

AKAD NIKAH KURANG FAHAM BAHASA WALI

Assalamualaikum wr wb Ustadz
Saya mau bertanya masalah Akad Nikah : Saya sudah nikah 30 th yang lalu dan sudah dikarunia cucu ,,, waktu akad nikah saya menggunakan bahasa Arab. Masalahnya saya tidak mengerti bahasa Arab tapi kalo membaca Quran In sya Allah bisa bahkan saya sering disuruh menjadi Imam sholat karena basic saya juga SMP islam yng belajar bahasa Arab ,Tafsir hadits ,SPG Umum lalu kuliah di IAIN bahasa Inggris. Ketika akan menikah oleh mertua saya yang Kiai ditanya tentang Ijab Qabul apakah mau pake bahasa Indonrsia atau Arab ,,,saya jawab terserah,, tapi beberapa hari sebelum akad beliau( mertua saya) ) juga membimbing saya membacakan lafadz nya ,,,dia mengatakan nanti kalo tangan beliau ditekan saya harus menjawabnya ,,,saya punya teman di Fak Syariah ,lalu saya menanyakan arti dri Qobiltu nikaahaha wa tazwiijaha 'alal mahril madtkuuri naqdan, akhirny saya memaham,,,tapi bacaan yang diucapkan calon mertua saya tidak mengerti karena dalam bahasa Arab,,,saya berniat apa yang diucapkan mertua saya, pokokny saya terima ,,, Yang menyaksikan banyak para Kiai dan saksi juga In sya Allah faham karena mereka juga yang men Syahkan Ijab Qabul kami. Yang jadi pertanyaan Syah kah Ijab Qabul kami ?

Saya mohon Jawaban yng secepatnya.
Trima kasih . Wassalamualaikum wr wb

JAWABAN

Sah. Karena wali faham dengan apa yang dia ucapkan, dan anda faham apa yang anda maksudkan dan saksi juga faham apa yang anda berdua ucapkan. Bahwa anda tidak faham secara detail ucapan wali tapi faham maksud ucapan wali (yakni ijab nikah) maka itu sudah cukup. Baca detail: Pernikahan Islam

07/01/18

Pemberkatan Di Gereja Sebelum Akad Nikah Secara Islam

Pemberkatan Di Gereja Sebelum Akad Nikah Secara Islam
PEMBERKATAN DI GEREJA SEBELUM AKAD NIKAH SECARA ISLAM

Assalamualaikum wr wb
Saya mau bertanya mengenai hukum wanita muslim yang menikah dengan pria katolik.
Mohon pencerahan

Saya wanita muslim dan pasangan saya katolik, sesungguhnya pasangan saya sudah bersiap untuk mengucapkan syahadat, namun ayah nya memberikan ijin dan menghendaki dia mualaf setelah kami melakukan semacam pemberkatan di gereja secara katolik. Lalu akan di waktu yg berbeda akan dilanjutkan dengan akad nikah secara islam setelah pasangan saya terlebih dahulu mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Lalu yg saya mau tnyakan :
1) bagaimana hukum bagi saya wanita muslim yang hanya ingin menjalankan hal tersebut semata2 hanya karena permintaan dr org tua pasangan saya dan saya sama sekali tidak mengimani keyakinan beliau. Jadi hanya dgn tujuan org tua nya yang ingin melepas anaknya yg selama ini beliau besarkan dlm lingkungan katolik kemudian setelahnya memperbolehkan untuk memeluk islam

2) menurut org tua pasangan saya pemberkatan di gereja nantinya hanya sebatas kewenangan gereja yg akan memberikan semacam surat bahwa mengijinkan pria katolik nya untuk menikahi wanita muslim, dan tidak akan di lanjutkan untuk ke catatan sipil. Apakah hal tersebut benar adanya ?

3) apakah jika beberapa waktu setelah itu, kami melakukan akad nikah secara islam otomatis pemberkatan yg sdh dilakukan di gereja bisa gugur ? dan kami benar sudah sah bisa bersama dalam satu rumah tangga islam ?

Mohon bantuan dalam masalah ini
Terimakasih
Wasalamualaikum wr wb

JAWABAN

1. Hukumnya haram melakukan pemberkatan di gereja secara katolik. Karena hal itu terkait dengan ritual agama mereka. Dewan Fatwa Ulama Eropa dalam fatwa no. 2/10 menyatakan:

عقد الزواج في الكنيسة غير مستحسن شرعاً وهو حرام إذا كان يشتمل على مشاركة لهم في الطقوس المتصلة بعقيدتهم ،أو إذا كان الزواج في الكنيسة يترتب عليه أمر محرم شرعاً كاشتراط تعهد الزوج بتربية الأولاد على أسس غير اسلامية.

Artinya: Melakukan akad nikah di gereja itu makruh secara syariah. Dan bisa berubah menjadi haram apabila mengandung unsur bersekutu dengan mereka dalam ritual yang terkait dengan ideologi (akidah) mereka; atau apabila pernikahan di gereja itu mengandung perkara haram seperti mensyaratkan suami mendidik anak menurut dasar yang tidak islami.

Fatwa di atas memang terkait seorang pria muslim yang melakukan upacara pernikahan dengan wanita nasrani. Namun ada kesamaan dengan kasus anda: yakni haramnya menerima pemberkatan gereja atau melakukan ritual khas Katolik. Namun demikian, keharaman ini tidak berakibat murtad bagi anda selagi anda tidak meyakini kebenaran agama mereka.

2. Kami kurang mengerti prosedur gereja. Apapun itu, melakukan ritual Katolik itu haram bagi seorang muslim sebagaimana diterangkan pada jawaban no. 1. Namun keharaman itu tidak berakibat murtad asalkan anda tetap meyakini akidah Islam dan tidak mempercayai apapun terkait dengan akidah Katolik.

3. Pemberkatan yang dilakukan di gereja adalah haram sebagaimana disebut di jawaban poin 1 dan tidak dianggap serta tidak terkait dengan sah dan batalnya pernikahan. Jadi, yang dianggap adalah akad nikah yang dilakukan secara Islam antara calon suami anda yang sudah masuk Islam dengan wali anda (ayah, dll) dengan disaksikan oleh dua saksi yang muslim dan adil. Baca detail: Pernikahan Islam

Jadi, selama anda belum melakukan akad nikah secara Islam maka dia belum sah sebagai suami. Dan baru resmi sebagai suami istri setelah dilakukan akad nikah secara Islam. Oleh karena itu, selama belum terjadi akad nikah secara Islam anda dan dia seperti orang lain dengan berbagai aturan yang berlaku. antara lain, dilarang melakukan kholwat atau berduaan dalam kamar tertutup. Baca detail: Hukum Kholwat

ORANG TUA IKUT MEMIKUL DOSA PEMBERKATAN DI GEREJA

Assalamualaikum

Terimakasih atas pencerahan nya
Ada beberapa yang masih perlu saya tanyakan mengenai jawaban dari permasalahan saya

1) apakah nantinya dari hukum haram tsb, orang tua saya akan dimintai "pertanggung jawaban" dikarenakan menyaksikan saya yang di berkati di gereja untuk pernikahan yang di kehendaki oleh pihak orang tua pria ? Meskipun setelahnya kami akan tetap melakukan akad nikah secara islam yang sebelumnya akan di dahulu dari calon pria yang akan mualaf ?
2) apakah pendapat saya ini benar "bahwa saya baru bisa menganggap calon pria ini sebagai pasangan saya yang sah setelah akad nikah secara islam"
3) terkait dengan keharaman yang dijelaskan sebelumnya. Dan bilamana hal itu akan terlaksana juga. Bagaimana saya dan suami saya nantinya untuk bisa menebus dosa dosa yang telah di lakukan terkait proses pemberkatan pernikahan di gereja yg kami tempuh pertama tsb ?

JAWABAN

1. Ya, orang tua anda kalau ikut hadir akan ikut berdosa. Karena, menjadi kewajiban siapapun untuk amar makruf nahi munkar sesuai kemampuannya. Dan sikap nahi munkar minimal adalah dengan mengingkari dalam hati yang itu bisa ditampakkan dengan tidak menghadiri acara itu. Namun Allah Maha Pengampun pada hambaNya yang bertaubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

2. Benar.

3. Dengan melakukan taubat nasuha yakni memohon ampun pada Allah, menyesali diri dan tidak akan mengulangi lagi, serta memperbanyak amal baik sebagai penutup dosa. Baca detail: Cara Taubat Nasuha


CERAI SAAT MARAH, APAKAH JATUH TALAK?

Assalamualaikum ustad
Saya dan suami baru menikah 3 tahun
Kami msh sangat labil dan emosi
Bahkan kesalahan kecil bisa mjd pemicu
Ketika saya bertengkar, saya sering merasa capek, shga mengucapkan " yaudh ceraikan saya sja" dan akhirnya dia pun mengucap talak
Entah sudah berapa kali saya lupa saking seringnya
Dia berdalih bhwa dia marah saat mengucap kan nya shga tdk jatuh talak
Yg ingn saya tanyakan
1. Apakh talak yg lupa jg telah terhitg talak? Krna saya lupa konteks kalimat nya spt apa
2. Suami sy marah shga mengucp kata talak tanpa ia sadari krna terucap bgtu saja tnpa pikir pnjg apakh sah?
3. Jk sah mgkin saya sdh lbh dr 3x talak bgaimn hkumnya?
Apa saya hrs pulang?

JAWABAN

1. Cerai suami saat marah itu dirinci: (a) Kalau level marahnya tingkat tertinggi seperti orang gila yang tidak terkontrol maka tidak jatuh talak menurut mayoritas ulama; (b) kalau level marahnya sedang dalam arti masih bisa mengontrol diri, maka talaknya jatuh.

2. Sah talaknya.

3. Kalau sudah sering mengucapkan talak saat marah dan anda berdua ingin rujuk dan melanjutkan rumah tangga, maka anda bisa mengikuti pendapat Ibnul Qoyyim yang menyatakan bahwa cerai saat marah itu tidak jatuh talak. Baca detail: Cerai dalam Islam

LAKI-LAKI TURKI BOLEHKAH MIMPIN NEGARA ARAB?

assalamu'alikum Saya mau bertanya misalnya ada seseorang laki laki muslim dari turki mau memimpin negara arab apakah di perbolehkan dalam agama islam Mohon disebutkan dalilnya Mohon di bantu wassalamu'alikum

JAWABAN

Boleh asalkan dia muslim. Dalam Islam pemimpin negara itu tidak berbasis suku, tapi berdasarkan agama yakni harus Islam. Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, hlm. 9/75, menyatakan:

( شرط الإمام كونه مسلما ) ليراعي مصلحة الإسلام والمسلمين ( مكلفا )

Artinya: Syarat Imam (kepala negara) adalah harus seorang muslim agar dapat menjaga kemaslahatan Islam dan umat Islam dan harus mukallaf (berakal sehat dan akil baligh).

04/01/18

Istri Tidak Rela Menafkahi Suami

Istri Tidak Rela Menafkahi Suami
ISTRI TIDAK RELA MENAFKAHI SUAMI

Assalamu'alaikum

Apa hukumnya jika seorang suami tidak bekerja dan sama sekali tidak pernah memberi nafkah kepada anak isterinya ?? Karena si isteri bekerja dan kebutuhan hidup dipenuhi oleh isteri. Jika si isteri timbul perasaan tidak iklas/ridho atas kondisi tersebut, apakah bisa di katakan telah jatuh talak ??

Mohon jawabannya !!

JAWABAN

Talak baru jatuh karena dua hal: pertama, suami menjatuhkan talak. Kedua, istri melakukan gugat cerai suami ke pengadilan, dan hakim meluluskan permintaan istri. Di luar itu talak tidak terjadi. Oleh karena itu, sikap anda yang tidak ikhlas itu tidak merubah status hukum. Anda dan suami tetap statusnya sebagai suami istri yang sah.

Kalau anda ingin cerai, maka anda dibolehkan untuk melakukan gugat cerai ke pengadilan agama karena suami tidak memenuhi kewajibannya dalam memberi nafkah Baca detail: Putusan Gugat Cerai, Jatuh Talak Berapa?

Kalau selama ini anda yang membiayai keseharian kebutuhan rumah tangga, maka pada dasarnya anda dapat menuntut suami agar menggantinya atau menganggapnya sebagai hutang. Karena kebutuhan ruamh tangga adalah tanggung jawab suami. Baca detail: Suami Wajib Menafkahi Istri

INGIN NIKAH TAPI KAKAK BELUM DAPAT JODOH

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Bismillahirrahmanirrahim
Saya ingin cerita & semoga cerita saya bisa di jawab oleh Ustad.
Saya ingin beribadah/ menjalani yang lebih serius bersama pria yang saya yakin. Dari pihak pria dia sudah mengajak saya menikah & keluarga dari pihak priapun sudah mensetujui saya wanita yang di pilih oleh anaknya tersebut.
Namun saya bingung bagaimana harus memulai pembicaraan kepada orang tua saya, saya memiliki kaka perempuan yang berumur 27 th dan saya lebih muda 4 th dibawahnya.
Pertama saya tidak enak kepada kaka karna kaka saya belum menikah. Kedua saya merasa dirumah saya merasa seperti anak kecil.

Orang tua sayapun sudah mengenal pria tersebut dan menurut saya orang tua saya tidak pernah menunjukan rasa tidak suka kepada pria tersebut.
Dan mayoritas di keluarga besar saya wanita menikah di umur 25/26 karna untuk mempunyai tabungan yang tetap. Saya takut orang tua saya dibicarakan oleh keluarganya karna saya baru bekerja 1tahun belakangan ini dan sudah berniatan untuk menikah.

1. Apakah saya harus bicara kepada orang tua saya tentang keseriusan pria tersebut kepada saya? Tapi saya punya rasa takut.

Atau apakah di Islam memang seharusnya langsung dari pihak pria untuk berbicara kepada orang tua sata atas keseriusan pria tersebut dengan saya?
Semoga email saya di balas. Terimakasih.

Wa’ alaikumsalam Wr.Wb

JAWABAN

Apakah anda yang berbicara pada orang tua secara langsung atau pihak pria itu tidak ada aturannya dalam Islam. Jadi soal teknis seperti itu terserah bagaimana enaknya saja. Namun khusus dalam kasus anda, akan lebih baik kalau anda dulu yang berbicara pada orang tua agar mereka tidak kaget mengingat kakak anda belum menikah. Baca juga: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

BELANJA ONLINE DI TOKOPEDIA APAKAH RIBA

Assalamualaikum, ustadz saya ingin bertanya biasanya saat berbelanja di aplikasi online seperti tokopedia ketika ingin berbelanja maka proses pembayaran akan di beri kode unik yang bertujuan untuk membuat agar pesanan kita mudah di proses. Apakah kode unik itu termasuk riba ustadz? Misalnya total belanja 104.400 lalu di tambahkan kode unik menjadi 104.753. Apakah itu praktek riba ustadz? Jadi bagaimana kita sebagai customer yang ingin berbelanja? Terima kasih ustadz

JAWABAN

Tidak termasuk riba. Riba adalah minjam atau hutang dengan syarat pengembalian dengan bunga yang melebihi hutang asal atau dengan tambahan tertentu. Dan kasus di atas tidak seperti itu. Baca detail: Bisnis dalam Islam

RAGU TERKENA NAJIS ANJING ATAU TIDAK

Selamat siang ustadz . Saya ingin bertanya, tadi pagi kata suami saya ada kotoran anjing tetangga di keset sya depan rumah oleh suami di buang dari kesetnya . Saya yang tidak tahu memindahkan kembali keset di tempat semula lalu saya sempat injak dan masuk ke rumah ke kasur juga karpet . Saat saya cerita ke suami kalau saya habis bersihkan kotoran anjing d bawah dekat saluran air suami cerita kalau sebenarnya kotoran itu tadinya di keset lalu di buang ke bawah dket saluran air

Pertanyaannya
1. Saya sudah mencuci keset pake sabun pakai air tapi saya tidak tau apakah sudah bersih dari najis karena saya kurang paham dan saya bersihkan tidak pakai tanah

2. Bagaimana dengan lantai kasur karpet dan bagian lain yg mungkin terkena najis setelah saya menginjak keset dan masuk rumah . Bagaimana menyucikannya

3. Sebenernya saya kurang tau apakh itu kotoran anjing atau kucing karena tetangga depan saya punya anjing dan kotoran itu tidak berbau seperti kotoran kucing saya berpikir itu kotoran anjing

4. Sampai saat ini saya masih sangat was was dan bingung bagaimana membersihkan rumah saya apakah najisnya kemana mana bagaimana jika saya sholat di tempat bekas najis

Mohon bantuan jawabannya . Terima kasih ustadz

JAWABAN

1. Kalau suami jelas melihat ada najis kotoran anjing di keset, maka wajib mencuci keset tersebut dengan 7 kali basuhan salah satunya dicampur dengan tanah. Pastikan anda membuang kotorannya terlebih dahulu sebelum keset itu dibasuh. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

2. Keset yang terkena najis kan sudah dibuang kotorannya. Sehingga anda tidak tahu di bagian mana dari keset itu yang najis. Situasi yang meragukan ini bisa diambil keuntungannya secara syariah. Di mana kaki anda mungkin saja najis (apabila menginjak bekas kotoran dalam keadaan basah) dan mungkin saja tidak najis (apabila tidak menginjaknya atau menginjak tapi dalam keadaan kering). Dalam keadaan demikian, lantai kasur dan karpet statusnya kembali ke hukum semula yaitu suci. Dalam kaidah fiqih dikatakan: لا عبرة بمجرد الشك (Keraguan itu tidak dianggap secara hukum). Atau kaidah yang lain: الأصل بقاء ما كان على ما كان (Hukum asal adalah tetapnya sesuatu pada status asalnya). Atau kaidah: اليقين لا يزول بالشك (Keyakinan tidak hilang karena adanya keraguan). Baca detail: Kaidah Fikih

3. Kalaupun dianggap kotoran anjing, maka berlaku hukum di atas.

4. Tidak perlu was-was. Justru ketika anda merasa was-was, maka rasa itu adalah dosa dan harus dibuang jauh-jauh dengan tidak memperdulikan rasa ragu Anda. Baca detail: Was was Najis Kencing