Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muamalah. Tampilkan semua postingan

22/01/21

STATUS ANAK YANG ORTUNYA NIKAH SAAT HAMIL ZINA

STATUS ANAK YANG ORTUNYA NIKAH SAAT HAMIL ZINA

Assalamualaikum
Sy sdh menikah 6thn dgn wali nikah ayah kandung,ternyata sy baru tau klo sy anak hasil zina, sdgkn sy sdh punya 2 anak..1 laki dan 1 perempuan. Bagaimana status pernikahan sy dgn suami apakah slama ini sah?n apakah hrs diulang ke wali hakim?dan bagaimana status anak2 saya? Ortu Menikah saat ibu hamil tp umur kehamilan brp nya yg tdk jelas..
Tlg pencerahannya ustadz.

Wassalamualaikum

JAWABAN

Pertama, hukum nikah orang tua anda sah dan tidak perlu diulang saat anak lahir. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

Kedua, karena nikahnya sah maka anak yang dikandung juga bernasab pada pria yang menikahi yang kebetulan adalah ayah biologis si anak. Maka, si ayah berhak jadi wali nikahnya kelak apabila anaknya perempuan. Baca detail: Status Anak Pernikahan Wanita Hamil Zina



MASALAH KELUARGA: AYAH KDRT IBU SETELAH DEKAT DENGAN JANDA

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pak kiyai mohon maaf sebelumnya . Saya tahu bahwa menceritakan yang jelek2 itu tidak baik. Hanya saja saya di ambang kebingungan semoga kiyai bisa menjawab persoalan-persoalan saya,

Ayah saya dulunya baik2 aja dengan ibu saya , akan tetepi ayah saya berubah sikap dll semuanya berubah bahkan bisnisnya hancur ketika ayah saya mulai mau menikahi janda . Bahkan bersikap kasar juga bukan hanya kata2nya yang menyakiti tapi tindakannya juga secara fisik kasar sekali , seperti memukul dll hal itu kerap beliau lakukan kepada ibu saya bahkan waktu ibu saya hamil pun sering mendapatkan kekerasan fisik,

dulunya Ayah saya lembut, melindungi, rajin sholat dll dihormati dll, akan tetapi skg semuanya berubah ketika ayah saya mulai memaksakan untuk menikahi si janda . Saran orang2 ga masuk, di ingatkan ga mau , apa aja dah seolah-olah sendiri yang benar tanpa melihat sisi lain, dan skg yang menjadi dampak adalah Abang saya yang masih kuliah, karena perekonomian juga merosot bahkan bisnis beliau ga jalan, masa depan 2 adekn saya yang belum jelas, yang bentar lagi pengen di masukkan ke pesantren otomatis butuh biaya juga .

Adek saya yang masih kecil juga. Dan termasuk saya sendiri, saya masih kuliah baru semester 1, saya kuliah di Jakarta pak yang apa2 mahal, akan tetapi yang ayah saya pikirkan bukan mau usaha apa tetapi mau minjam dimna , saya kecewa .

Ketika saya berusaha melahirkan ide2 untuk bisns kurang di apreasiasi , visi misi sya buat bisnis adalah menyelamatkan perekonomian keluarga dan masyarakat setempat. Tetapi kurang apreasiasi , sya melihat ayah saya kurang optimis bahkan ucapan dan fikiran cenderung banyak negatif , inilah dampak dari beberapa tahun yang lalu yang sangat memaksakan untuk menikahi si janda akhirnya seperti ini,

kemarin ayah saya bilang "Uda berhenti aja kuliah" Uda aku gagal aja gappa" begitu yang di ucapkan ayah saya bukannya kasi support dll.

Tolong bantuannya pak kiyai, saya bimbang , saya takut melanjutkan kuliah tapi beliau ga ridho, tapi saya yakin beliau mengucapkan seperti itu karena putus asa, kuliah saya di ESQ Business School pak milik pak Ary saya disini lumayan karena di ajarkan spiritual dan emosi, saya punya visi misi dimana saya dapat mewujudkan desa emas , membantu mereka yang tak dapat melanjutkan pendidikan karena perekonomian, membantu perkembangan perekonomian, kalo saya berhenti kuliah gimana visi misi saya pak kiyai . Bahkan keluarga saya pun belum jelas , tujuan saya bisnis juga untuk membantu tapi ga ada dukungan, saya tak ingin jadi anak yang durhaka juga mohon pak kiyai bantuannya. Terimakasih banyak
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

JAWABAN

Dalam hidup kita harus belajar melihat realitas. Termasuk realitas ekonomi. Kalau masih memungkinkan secara biaya, maka silahkan dilanjut kuliahnya. Baik dengan biaya dari orang tua atau biaya sendiri. Tapi apabila tidak memungkinkan secara biaya untuk melanjutkan kuliah, maka sebaiknya berhenti dahulu. Cari kerja dulu dan menabung. Kelak kalau sudah cukup tabungan, maka kuliah bisa dilanjutkan. Itulah kompromi hidup. Yang terpenting, dalam kondisi demikian, kita tidak putus asa dari mengharap rahmat dan kasih Allah dan tidak putus harapan dari kehidupan yang lebih baik ke depan.
Baca juga:
- Akhlak Mulia
- Akhlak Rasul dan Para Sahabat

BERCUMBU DENGAN ISTRI SAAT NIFAS

Assalamualaikum
Mohon maaf sebelumnya...pa ustadz saya mau nanya bagaimana hukum nya bercumbu dan di onanikan istri pada saat nifas belum 40 hari...terima kasih

JAWABAN

Tidak apa-apa. Boleh. Yang dilarang apabila bersetubuh. Baca detail: Bersetubuh saat Haid

Baca juga: Wanita Nifas, Haid, Istihadah

TALAK: MENYANYI ADA KATA CERAI APA JATUH TALAK?

Assalamualaikum ustadz nama saya Nabil, ustadz saya sudah membaca artikel di web Alkhoirot https://www.konsultasiagama.com/2018/02/cerita-talak-apakah-jatuh-cerai.html kasusnya hampir sama seperti saya bedanya yang menyanyi saya
Yang saya mau tanyakan :
1. Saat saya dan suami mendengarkan lagu saya ikut menyanyi yang liriknya " aku mohon lepaskan diriku kutakmau kamu jadi ter abaikan segala kekurangan kita menjadi alasan untuk aku berpaling darimu aku yakin kau berhati besar untuk merelakan diriku dengannya aku benar benar cinta benar benar cinta padanya " memang saya nyanyi sambil senyum senyum ustadz seperti menggoda suami saya ( kadang suami saya juga sebaliknya nyanyi seperti itu buat goda saya karena memang lagu ini dulu favorit kami ) . Karena dasarnya kita orangnya suka bercanda dan suka goda bikin cemburu . Lalu suami saya nyautin " cinta sapa pean devon ta? Saya jawab " ya kamu yank " sepertinya suami bilang " ya gak papa sih kalau cinta devon " ( saya lupa kata katanya ustadz karena sudah lama ) Saya dan suami jadi menyesal sekarang sering godain seperti itu karena Jujur saja waktu itu kita gak tau kalau kemungkinan berakibat talak karena minim ilmu agama dan asal nikah . Apa yang saya ceritakan di atas apa berakibat talak ustadz 😭?

2. Memang waktu itu saya berhubungan sama mantan tapi gak sampai keluar atau jalan cuman komunikasi lewat sosial media aja tapi suami gak tau . Tapi pada waktu nyanyi itu saya gak ada niatan untuk cerai ustadz meskipun ada perasaan sedikit masih cinta sama mantan karena terbawa suasana . Cuman memang pas dengerin lagu gak ada niatan untuk cerai cuman godain suami aja karena bagaimanapun saya lebih mencintai suami saya .
Saya jadi takut ustadz . Ucapan / tanggepan suami juga saya lupa pas nyanyi nyanyi itu karena kita memang suka dengerin lagu terus nostalgia lagu lagu jaman pacaran dan waktu putus jadi lagunya galau .apa jatuh talak ya ustadz

3. Waktu saya baca artikel yang saya cantumkan si penanya kan sadar takut terjadi talak dan langsung berhenti nyanyi . Tapi kalau saya dan suami memang gak kepikiran kesitu ustadz dipikir juga cuma nyanyi seru seruan dan gak bertengkar kadang suami tuh ada lagu kenangan yang ada kata pisah / putus dll suami bilang gini . Kayak kisah kita ya yank ( maksud suami waktu pacaran ) tapi suami gak ngucapin " kayak kisah kita dulu ya yank " ini bagaimana hukumnya ustadz ? Asli saya jadi benar benar kepikiran ustadz setalah tahu hukum hukum talak

Mohon solusinya ustadz

JAWABAN

1. Tidak berakibat talak.

2. Tidak terjadi talak.

3. Tidak jatuh talak.

CATATAN:

Ucapan talak itu baru berakibat jatuh talak apabila suami mengucapkan itu dengan disengaja untuk mentalak istrinya. Oleh karena itu, ucapan yang mengandung kata talak tapi dalam konteks bercerita atau bernyanyi, maka sama sekali tidak berakibat hukum apapun. Lihat artikel di link-link berikut untuk kasus-kasus yang jatuh talak walaupun ada perkataan 'talak' oleh suami:

- Cerita Talak
- Talak orang Awam Hukum
- Ucapan Talak yang Keceplosan

17/01/21

Cara Suami Menceraikan Istri Nikah Siri

Cara Suami Menceraikan Istri Nikah Siri
CARA SUAMI MENCERAIKAN ISTRI YANG DINIKAH SIRI

Assalamualaikum ustadz,

Saya sudah 18 tahun menikah dgn suami saya, Alhamdulillah rumah tangga sy berjalan baik-baik saja dan sudah di karuniai 2 orang Putri. Tetapi bulan Oktober 2019 saya di kejutkan dengan chat dari seorang wanita di handphone suami sy. Isinya meminta kiriman uang untuk biaya anaknya yg ternyata anak wanita itu dgn suami sy.

Sy tidak sengaja mengetahui karena saat itu ingin meminta WiFi dr HP suami sy, sy marah besar saat itu dan meminta penjelasan yg sebenarnya. Suami menceritakan mengenal wanita tersebut akhir tahun 2016 di tempat hiburan malam. Lama tidak berjumpa sekitar Maret 2017 mereka bertemu lg dan mulai saat itu mulai intens bertemu dan akhirnya melakukan hubungan intim. Kemudian di bulan Oktober mereka berpisah, awal tahun 2018 mereka di pertemukan kembali oleh teman mereka dan saat itu wanita itu mengaku hamil anak suami saya.

Suami sy tidak mau menikah tp karena ancaman wanita itu akan memberitahukan kepada istri ( saya) maka dengan berat hati akhirnya mereka menikah. Dan lahirlah bayi tersebut awal Mei 2018, setelah terjadi pernikahan suami sy dan wanita itu tidak pernah bertemu dan saat melahirkan hanya mengirimi foto anaknya sj. Agustus 2018 suami sy melihat anak tersebut. Setelahnya tidak pernah bertemu lagi sampai 0ktober 2019, di saat itu pun hanya di kirimi foto saja dan kemudian meminta nafkah untuk anak tersebut.

Saya marah besar dan dgn segala pertimbangan sy memasukkan gugatan cerai sy di PA, hal tersebut membuat suami sy tersadar dan meminta maaf dan akan menceraikan wanita itu. Dia sudah mengucapkan ikrar Talak tapi tidak di depan wanita tersebut. Dan akhirnya sy mengalah dan memilih bertahan dlm pernikahan ini.

Yang perlu di ketahui wanita tersebut sejak awal suami sy kenal dan sampai saat ini adalah seorang Pemandu Lagu di tempat hiburan malam yg terkenal menyediakan layanan Plus2, sudah menikah sebyk 3 kali dan memiliki 2 orang anak, tidak tau pasti apakah statusnya bercerai dgn suami sebelumnya atau tidak.

Yang ingin saya tanyakan
1. Apakah pernikahan suami sy dengan wanita tersebut sah menurut Islam?. Wali nikah adalah tetangganya menurut keterangan wanita itu. Sementara wanita tersebut masih memiliki saudara laki-laki, paman dan sepupu dr garis ayahnya. Dan hanya di hadiri oleh suami sy, wanita tersebut serta penghulu yg suami sy juga tidak tau keabsahannya karena wanita itu yg menyiapkan, Jd hanya mereka bertiga.

2. Jika pernikahan siri tersebut sah bagaimana cara yang betul menurut Islam untuk mentalak wanita itu?

3. Apakah wajib bagi suami sy menafkahi anak tersebut sementara waktu di nikahi usia kandungan sudah menginjak 5 bulan?

4. Apakah salah jika setelah ini sy melarang suami sy bertemu lg dengan wanita itu dan anak tersebut. Selain tidak ingin suami kembali berhubungan dgn wanita itu, sy juga tidak ingin suami sy terjerumus kembali ketempat maksiat (klub malam).

Sebelumnya sy ucapkan terimakasih banyak dan sy mohon untuk tidak mempublish nama sy. Ini menyakut perasaan anak2 saya yang sangat bangga terhadap ayahnya.

JAWABAN

1. Pernikahan seorang wanita dewasa yg dinikahkan oleh pria yang ditunjuknya sebagai wali itu boleh dan sah. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

asal syarat lain juga terpenuhi yaitu adanya dua saksi. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Suami cukup menyatakan pada istrinya: "Aku cerai kamu", maka sudah jatuh talak 1.

3. Ya, wajib. Selagi dinikahi saat hamil, maka anak itu sah menjadi anaknya secara agama. Baca detail: Status Anak Pernikahan Wanita Hamil Zina

4. Tidak salah kalau memang wanita itu sudah dicerai. Namun demikian, tetap wajib bagi suami anda untuk menafkahi anaknya. Baca detail: Kewajiban Ayah Menafkahi Anak

RUMAH TANGGA: ISTRI MENTALAK SUAMI

Assalamu'alaikum wr. wb

Mohon pencerahan dari pertanyaan saya berikut :

1. Jika seorang istri berkata pada suami "ini uang 100rb. Ambillah dan jatuh talak 3" jika suami mengambil uangnya apakah berlaku talak 3 ?

2. Jika seorang istri berkata dalam hati ditujukan untuk suami.
" jika kamu tak pulang 3 hari maka jatuhlah talak 3" kemudian suaminya tidak pulang lebih dari 3 hari. Apakah berlaku talak sedangkan itu hanya dalam hati ?

3. Jika seorang istri berkata secara langsung pada suami " jika kamu tak pulang selama 3 hari maka jatuhlah talak 3" jika suami tidak pulang lebih dari 3 hari apakah jatuh talak 3 ?

4. Seorang istri membaca komik dan ada narasi yg bersuarakan "aku terima cerai darimu" dan itu di ucapkan oleh sang istri. Apakah berlaku talak di dalamnya ?

5. Dan bagaimana hukumnya jika istri bericara pada suami " jika kamu tidak pulang dalam 3 hari maka jatuh talak 3 " sedangkan saat itu si suami tidak memperhatikan dan tidak mendengarkan istrinya.
Lalu si suami tidak lebih dari 3 hari.
Apakah jatuh talak 3 ?

Sekian. Mohon jawabannya.

Terima kasih

Wassalamu'alaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Karena talak itu baru jatuh apabila pernyataan talak itu keluar dari mulut suami. Ucapan talak dari istri itu tidak ada dampak apapun secara hukum agama.

2. Tidak jatuh talak. Baik ucapan itu dalam hati atau secara lisan. Alasannya sama dg no. 1: karena istri tidak punya otoritas untuk memutuskan pernikahan. Yg punya hak dan otoritas untuk memutuskan pernikahan itu ada dua pihak yaitu suami atau hakim pengadilan.

3. Tidak jatuh talak. Lihat jawaban 1 dan 2.

4. Tidak berlaku talak.

5. Tidak jatuh talak.
Baca detail: Cerai dalam Islam

13/01/21

Pendidikan Anak Tiri Tanggung Jawab Siapa?

Pendidikan Anak Tiri Tanggung Jawab Siapa?
PENDIDIKAN BAGI ANAK TIRI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

Bogor, 24 Desember 2019

Ustadz, saya hampir 4tahun menikah dengan seorang duda yang memiliki 2 orang anak (laki 15th dan perempuan 11th) sedangkan saya sendiri membawa 3 anak (2laki 9th & 5th dan 1perempuan 7th).

Dari awal saya selalu terapkan kepada anak-anak saya tentang kedisiplinan dalam beragama. Alhamdulillah 3 anak saya masih dalam koridor baik, dalam artian masih menuruti nasihat saya khususnya dalam beribadah(sholat,menutup aurat, tilawah,tahfidz,murojaah dan belajar Alhamdulillah sudah menjadi agenda rutin mereka tiap hari)

Anak saya dari suami dari sejak kecil memang tidak pernah di kerasin ayahnya. Ayahnya selalu menuruti apa maunya anak. Dan alhasil anak-anaknya tantrum, saat ada yg tidak sesuai dg keinginannya maka mereka marah2 meletup2 sampai banting2 barang..

Anak perempuan suami saya sekarang usianya 11th dan sudah baligh sejak usia 10th padahal anaknya pendiam, namun sering sekali anak saya ini berbohong, jika diminta sholat dia pura2 wudhu memakai mukena masuk kamar tapi ternyata tidak sholat hanya duduk2 lalu buka mukena keluar kamar, (sering sekali saya intip dari jendela hampir setiap hari seperti itu dilakukan untuk mengelabui ayahnya) dan juga kata asisten rumah dia sering ambil uang belanjaan diam2 tanpa ijin..
Tapi saya tidak pernah laporkan ke suami karena khawatir ia tidak berkenan..

Memang anak perempuan suami saya ini sepertinya kesayangan ayahnya, jd jika saya tanyakan anaknya didepan ayahnya kenapa tidak pernah sholat padahal sudah baligh? Suami saya hanya diam dan tidak berusaha ikut menasihati mungkin khawatir anaknya tersinggung.. saya agak sedih, kenapa hal sholat didiamkan dan sepertinya bukan hal besar..

ayahnya lebih fokus bagaimana anak2nya senang didunia, dituruti semua maunya anak, apalagi soal makanan, anak perempuan suami saya memang sangat suka makan makanan enak dan setiap keinginannya selalu dipenuhi ayahnya, kadang menurut saya berlebihan, nafsunya makannya selalu dipenuhi ayahnya padahal saya pikir sudah cukup makannya tapi ayahnya selalu menawarkan makanan lagi dan lagi, saya melihatnya hal ini menjadikan anak menjadi seorang yang tamak dan serakah.
Untung saja anak saya sendiri makannya tidak banyak, jadi ketika kakaknya makan makanan enak anak2 saya juga tidak pernah berebut..

Saya sering sekali pesankan kepada anak2 saya jangan pernah sekalipun tinggalin sholat, berbuat jujurlah karena Allah Maha Melihat, saya sengaja keraskan biar dia juga dengar, saya selama ini tidak berani marah sama dia, padahal kepada anak2 saya sendiri saya sangat keras khusunya urusan ibadah (kadang anak2 saya bertanya kok kakak boleh kok kakak tidak pernah dimarahin ibu?, Alhamdulillah saya sudah jelaskan dan mereka faham)

Pernah sekali semua anak saya dibelikan makanan kecil oleh tetangga sebelah, dan saya bilang ke semuanya untuk bilang terima kasih dulu sebelum makan makanannya, namun anak perempuan suami saya ini langsung banting makanannya, mukanya merah padam marah, menutup telinga teriak-teriak banting-banting barang dan muka saya dilempari barang..

Saya pernah komunikasikan tentang hal ini kepada suami namun sepertinya suami tidak berkenan dan bilang, biar 2 anaknya ini dia saja yang didik.. sejak saat itu saya tidak berani terlalu intervensi terhadap didikan anak2 suami saya..

Anak laki2 suami saya saat ini di pesantren, jika pulang kerumah hanya main hp kadang sampai subuh, saat azan malah tidur dan akhirnya sholatnya terlewat, waktu kembali ke pesantren saya pernah cek di hpnya (sengaja dibeliin hp oleh ayahnya) ternyata ada aplikasi konten dewasa, saya sampaikan ke ayahnya, tapi ayahnya sepertinya santai saja.. saat SD juga sering marah2 banting2 barang berantakin rumah jika apa yg dia mau tidak dituruti.. ia juga sama tidak banyak bicara, namun soal sholat sepertinya ayahnya kurang menganggap penting, kadang lebih kasihan anaknya kalo sedang kecapekan dibiarkan tidur daripada kasian harus dibangunin untuk sholat.. sedih liatnya..

Yang mau saya tanyakan ustadz :
1. Bagaimana saya harus bersikap ustadz, karena nasihat saya pun selalu diacuhkan dan seolah olah tidak mendengar..
2. Apakah didikan anak suami saya menjadi tanggung jawab saya? Walau anaknya sudah baligh?

Semoga Allah bukakan pintu hidayah untuk anak2 saya

Mohon bimbingannya ustadz, Jazakallah Khoir..
Semoga Allah membalas kebaikan ustadz sekalian dengan kebaikan yang melimpah aamiin

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

JAWABAN

1. Cukup bagi anda untuk menyampaikan nasihat yang baik. Selanjutnya itu terserah yang menerima nasihat untuk menerima atau tidak. Yang lebih wajib dari anda adalah ayah kandungnya.

2. Tidak. Ia menjadi tanggung jawab ayah kandungnya. Namun anda sebagai ibu tirinya yang dekat secara lokasi, maka sudah sepantasnya anda memberi perhatian dan nasihat yang baik baginya. Tidak perlu kesal apabila nasihat itu tidak diikutinya. Doakan saja yang terbaik agar dia menjadi anak yang saleh dan penurut. Baca doa berikut dan khususkan untuknya agar dia bisa berubah: Doa agar Hati Tenang


WALI NIKAH

Assalamualaikum Ustad...
Langsung saja, kronologinya begini...

Saya perempuan (19), sedang kuliah. Di saat yang bersamaan, ada seorang laki laki yang ingin menikahi saya. Memang sebetulnya dia bukan orang baru di kehidupan saya, karena itu setelah pendekatan kembali secara singkat dan tanya jawab visi misi kedepannya, saya yakin akan menerima lamarannya.
Yang jadi masalah adalah ketika saya membicarakan hal tersebut kepada orang tua. Mereka menolak mentah mentah dengan alasan saya masih kuliah. Saya pun sudah berkata saya akan tetap melanjutkan kuliah, karna menurut saya menikah bukan penghalang untuk itu, bahkan di beberapa kasus justru bisa menambah semangat. Namun mereka malah meremehkan dan tetap menolak, bahkan ketika dia sudah datang ke rumah saya.
Menurut beberapa pembahasan di website islami, alasan tersebut termasuk alasan tidak syar'i untuk menolak lamaran. Karena itu saya ingin mengajukan permohonan wali adhal di pengadilan agama setempat.
Namun gagal karena syarat administratif yang membutuhkan KTP mereka.

Yang ingin saya tanyakan adalah
1. Apakah benar alasan orang tua saya termasuk alasan tidak syari?
2. Saya merasa sudah siap fisik dan mental untuk menikah dan calon saya pun memiliki pekerjaan. Salahkah saya yang ingin menyegerakan menikah karena ingin beribadah kepadaNya??
3. Sempat terpikir untuk menikah secara siri, namun kami khawatir tidak sah karena bukan wali nasab yang menikahkan. Berdasarkan kronologi di atas, apakah jika kami memilih menikah siri akan sah di mata islam?
4. Apakah kami benar benar tidak ada pilihan selain siri?

Sebagai tambahan,
1. Saya tidak punya saudara dan saya tidak mengenal keluarga dari garis ayah.
2. Prosedur permohonan wali adhal:
Mendaftar nikah di KUA -> Keluar surat penolakan dari KUA -> Membuat permohonan di Pengadilan Agama dengan persyaratan surat penolakan KUA
Faktanya untuk pendaftaran nikah tidak diterima apabila tidak lengkap walaupun sudah dijelaskan tentang wali adhal.

Terima kasih ustad...
Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Ya, itu termasuk alasan tidak syar'i.

2. Tidak salah.

3. Nikah siri dalam arti menikah dengan wali hakim itu sah dan dibolehkan. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

4. Kalau ayah tetap tidak mau jadi wali, maka pilihannya adalah nikah dengan wali hakim.

Dalam madzhab Syafi'i, kalau wali utama, yakni ayah, tidak mau jadi wali, maka wali berikutnya adalah wali hakim. Bukan wali nasab yang lain. Baca detail: Pernikahan Islam

17/06/20

Agar Pacar Mau Jadi Mualaf

CARA AGAR PACAR BISA MASUK ISLAM

Assalamuallaikum
Saya seorang muslim dan saya mempunyai pasangan Non muslim

Saya ingin menanyakan bagaimana cara nya agar seseorang yang saya cintai bisa masuk islam karena saya niat nikahi bila dia mau masuk islam dan bagaimana bila orang tua dari dia tidak menyetujui
Mohon penjelasanya ya kaa

Wassalamuallaikum

JAWABAN

Anda harus bisa membujuk pacar anda bahwa kalau hubungan ini ingin sampai ke pernikahan, maka dia harus masuk Islam agar kondisi keluarga kelak bisa kondusif. Baca detail: Cara Masuk Islam Menjadi Mualaf

Karena tanpa itu, keadaan rumah tangga akan sulit untuk nyaman dan tenteram karena perbedaan agama akan berakibat pada perbedaan dalam banyak hal. Mulai dari masalah najis, makanan yang bisa dimakan, pakaian dll. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Apabila dia setuju sedangkan orang tuanya tidak setuju, maka itu tidak masalah. Restu orangtuanya dalam pernikahan tidak diperlukan. Karena kalau dia mualaf, maka yang menikahkan bukan orangtuanya melainkan wali hakim (penghulu atau ustadz). Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

HUKUM MEMBIARKAN ORANG BERZINA DI RUMAH KITA


Assalamualaikum,
Mohon izin bertanya, apa hukum dan akibatnya bila kita membiarkan seorang dalam rumah kita (salah seorang anggota keluarga) yg duda berhubungan dengan seorang janda dirumah kita berlama lama tanpa menikah?

Mohon pencerahannya Terimakasih

JAWABAN

Sebaiknya anda pastikan lebih dulu apakah mereka berdua sudah menikah siri atau belum. Kalau sudah menikah siri, maka tentunya tidak masalah. Namun kalau belum menikah berarti mereka telah melakukan perbuatan zina yang merupakan dosa besar.

Apa yang harus anda lakukan adalah mengingatkan dia untuk segera menikahi janda tersebut. Kalau ternyata dia tidak menggubris nasihat anda, maka anda sudah bebas dari tanggung jawab amar makruf nahi munkar. Jangan lupa, lakukan nasihat dengan cara yang baik. Kalau anda lebih muda, maka mintalah ijin dan awali dengan meminta maaf. Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar

Bisa juga dipertimbangkan untuk dilaporkan ke aparat setempat akan hal ini. Itu lebih baik daripada anda atau siapapun main hakim sendiri.

DITINGGAL PERGI PACAR KARENA ZINA

Assalamualaikum saya mau tanya, semisal jika ada seorang laki laki dan perempuan melakukan dosa zina, dan si perempuan menyesali dan takut hingga si perempuan meninggalkan/memutus si laki laki, sampai si laki laki sakit hati. padahal sebenarnya dalam islam tidak boleh menyakiti perasaan orang lain. bagaimana hukumnya?

JAWABAN

Sudah benar apa yang dilakukan si perempuan. Dia menyesal telah berbuat zina dan ingin bertaubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Satu-satunya cara untuk bertaubat adalah menjauhi pria yang berzina dengannya. Karena si pria itulah sumber dosanya. Agar supaya tidak terulang lagi perbuatan zina itu. Kecuali kalau si pria mau menikah dengannya. Baca detail: Wajib Menjauhi Lingkungan Pergaulan Buruk

Jadi, cara berpikir si laki-laki sangat aneh. Dia tidak merasa berdosa pada Allah atas dosa yang dia perbuat? Justru si laki-laki hendaknya penuh penyesalan dan juga melakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

JODOH LEWAT CHAT

Gini, saya lagi suka sama seseorang, terus saya pengen hubungan kita tuh bisa meningkat gitu, tapi sy dilema gitu,sebenernya sih ya gak pngen pacaran juga, tapi saya mau sering chatan gitu, padahal pernah saya baca itu juga dosa, tapi tuh rasanya klo di zona ini gak nyaman aja gitu jadi berasa serba salah, pngen hubungan meningkat, dosa, ingin gini aja, gak enak beneran deh
Semoga di respon
Wasslalam

JAWABAN

Berbicara dengan lawan jenis tidak secara langsung melainkan melalui chat di medsos hukum dasarnya adalah boleh. dengan syarat: tidak berbicara tentang hal-hal yang dilarang. Baca detail: Hukum Bicara dg Lawan Jenis via Medsos

KAKAK BELUM NIKAH: TERIMA LAMARAN ATAU TIDAK

Assalamualaikum
Saya mau tanya, bagaimana jika laki-laki (atau bisa di sebut pacar) datang ke rumah dengan niat baik mau ngelamar, tapi di sisi lain saya kurang enak kareka mempunyain saudara perempuan yang belum menikah. Terima lamaran itu atau bagaimana?
Makasih

JAWABAN

Biasanya yang menentukan diterima atau tidak itu bukan yang dilamar tapi orang tua wanita yang dilamar. Jadi, soal ini serahkan pada orang tua anda saja. Namun kalau orang tua sudah setuju, maka tidak masalah anda menerima lamaran tsb kalau anda merasa cocok dengan pria yang melamar anda. Baca detail: Cara Mendapat Jodoh


19/03/20

Hukum Bayi Tabung dalam Islam

Hukum Bayi Tabung dalam Islam
BAYI TABUNG DALAM ISLAM

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Saya Sigit Ahmad Fauzan dari Universitas Indraprasta PGRI Ingin bertanya..

Melihat perkembangan zaman dan teknologi yang semakin berkembang, banyak fenomena yang terjadi seperti kasus bayi tabung, dimana orang bisa punya keturunan ataupun anak tanpa harus mengalami proses hamil. Misal seperti kasus almarhumah Julia Perez, beliau pernah ingin punya anak tapi karena rahimnya tidak kuat, karena faktor penyakit, sehingga mencari jalan pintas yaitu dengan cara bayi tabung, namun belum terwujud.

Bagaimanakah dalam pandangan agama tentang bayi tabung, jika itu berhasil? Apakah nantinya si bayi itu mempunyai hak waris atau tidak? Ulama mana yang membolehkan dan tidak, dalam kasus bayi tabung tersebut! Mohon penjelasannya. Terimakasih. Wassalamualaikum Wr. Wb

JAWABAN

Pertama, secara teknis, metode bayi tabung (Arab: atfal anabib - أطفال الأنابيب) atau inseminasi buatan (Arab: talqih shina'i) ada dua cara yaitu:

a) FERTILAZION INI Vitro (FIV) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri kemudian di proses di vitro (tabung) dan kemudian kalau sudah terjadi pembuahan lalu ditranfer di rahim istri.

b) Gamet Intra Felopian Tuba (GIFT) dengan cara mengambil sperma suami dan ovum istri dan setelah dicampur terjadi pembuahan, maka segera ditanam di saluran telur (Tuba palupi).

Kedua, dua metode bayi tabung di atas dibolehkan dengan syarat,
a) sperma pria dan ovum/mani wanita yang dimasukkan ke dalam alat berasal dari pasangan suami istri yang sah. Tidak boleh sperma dari pria dan ovum wanita yang tidak ada hubungan suami istri.

b) Hasil inseminasi tidak boleh diletakkan di rahim wanita lain. Harus ditaruh di rahim ibunya sendiri / pemilik ovum. Walaupun wanita lain itu adalah salah satu istri si pria.

Hal ini berdasarkan pada
a) dalil umum haramnya berzina pada QS Al-Isra 17:32.
b) Hadis Nabi atas haramnya meletakkan mani pria di rahim wanita bukan istrinya sebagaimana terdapat dalam Al-jami’ul Shoghir hadis no. 8030

شرك أعظم عند الله من نطفة وضعها رجل فى رحم لايحل له. رواه ابن الدنا عن الهشيم بن مالك الطائ الجامع الصغير

Artinya: Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik (menyekutukan Allah ) disisi Allah dari pada maninya seorang laki-laki yang ditaruh pada rahim wanita yang tidak halal baginya. (HR. Ibnu Abid-dunya dari Hasyim bin Malik al-thoi).

Dan hadis sahih sebagaimana disebut dalam kitab Hikmat Tasyri’ wa Sifatuhu, hlm. 2/48 Nabi bersabda:

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يسق ماءه زرع غيره

Artinya: Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali menyiram air (maninya ) pada lahan tanaman (rahim) orang lain.

Cara mengeluarkan sperma harus dengan cara yang muhtarom artinya dibolehkan secara syariah.
Al-Hashni dalam Kifayah al-Akhyar fi Hilli Ghayah al-Ikhtishar, hlm. 1/478, menyatakan:

(فَائِدَةٌ) لَوِ اسْتَمْنَى الرَّجُلُ مَنِيَّهُ بِيَدِ امْرَأَتِهِ أَوْ أَمَتِهِ جَازَ ِلأَنَّهَا مَحَلُّ اسْتِمْتَاعِهَا

Artinya: Seandainya seorang lelaki berusaha mengeluarkan spermanya (beronani) dengan tangan istrinya , maka hal tersebut boleh karena istri itu memang tempat bersenang-senangnya.

Hal ini dijelaskan dengan lebih detail dalam kitab Bujairami Iqna’, hlm. 4/36, sbb:

المراد بالمنى المحترام حال خروجه فقط على ما اعتمده مر وان كان غير محترم حال الدخول، كما اذا احتلم الزوج وأخذت الزوجة منيه فى فرجها ظانة أنه من منىّ اجنبى فإن هذا محترم حال الخروج وغير محترم حال الدخول وتجب العدة به إذا طلقت الزوجة قبل الوطء على المعتمد خلافا لإبن حجر لأنه يعتبر أن يكون محترما فى الحالين كماقرره شيخنا.

Artinya: (Kesimpulan) yang dimaksud mani muhtarom (mulia) adalah pada waktu keluarnya saja, seperti yang dikuatkan Imam Romli, meskipun tidak muhtarom pada waktu masuk. Contoh: suami bermimpi keluar mani, dan istrinya mengambilnya (air mani tersebut) lalu dimasukan ke farjinya dengan persangkaan, bahwa air mani tersebut milik laki-laki lain (bukan suaminya) maka hal ini dinamakan mani muhtarom keluarnya, tapi tidak muhtarom waktu masuknya ke farji, dan dia wajib punya iddah (masa penantian) jika suaminya menceraikan sebelum disetubui. Menurut yang mu’tamad, berbeda dengan pendapatnya imam Ibnu Hajar yang mengatakan, kriterianya harus muhtarom keduanya (waktu masuk dan keluar) seperti ketetapan dari Syaikhuna (Rofi’i Nawawi).

Pendapat di atas berdasarkan hasil keputusan KEPUTUSAN MUNAS ALIM ULAMA
Di Kaliurang Yogyakarta Pada Tanggal 30 Syawal 1401 H. / 30 Agustus 1981 M sebagaimana dimuat di buku Ahkamul Fuqaha no. 331

Selanjutnya pada 1986 terdapat Hasil Keputusan Akademi Fikih Islam Dunia (Majmak Al-Fiqh Al-Islami) yang diadakan di Makkah, Arab Saudi, pada 8-13 Sofar 1407 H; 11 s/d 16 Oktober 1986 dan dimuat di Majallah Al-Majmak, edisi 3/1/423, menjelaskan sbb:

بعد استعراضه لموضوع التلقيح الصناعي " أطفال الأنابيب " ، وذلك بالاطلاع على البحوث المقدمة ، والاستماع لشرح الخبراء والأطباء ، وبعد التداول تبين للمجلس : "أن طرق التلقيح الصناعي المعروفة في هذه الأيام هي سبع :

الأولى : أن يجرى تلقيح بين نطفة مأخوذة من زوج وبييضة مأخوذة من امرأة ليست زوجته ثم تزرع اللقيحة في رحم زوجته .

الثانية : أن يجرى التلقيح بين نطفة رجل غير الزوج وبييضة الزوجة ثم تزرع تلك اللقيحة في رحم الزوجة .

الثالثة : أن يجرى تلقيح خارجي بين بذرتي زوجين ثم تزرع اللقيحة في رحم امرأة متطوعة بحملها .

الرابعة : أن يجرى تلقيح خارجي بين بذرتي رجل أجنبي وبييضة امرأة أجنبية وتزرع اللقيحة في رحم الزوجة .

الخامسة : أن يجرى تلقيح خارجي بين بذرتي زوجين ثم تزرع اللقيحة في رحم الزوجة الأخرى .

السادسة : أن تؤخذ نطفة من زوج وبييضة من زوجته ويتم التلقيح خارجيا ثم تزرع اللقيحة في رحم الزوجة .

السابعة : أن تؤخذ بذرة الزوج وتحقن في الموضع المناسب من مهبل زوجته أو رحمها تلقيحا داخليّاً .

وقرر :

أن الطرق الخمسة الأول كلها محرمة شرعا وممنوعة منعا باتا لذاتها ، أو لما يترتب عليها من اختلاط الأنساب ، وضياع الأمومة ، وغير ذلك من المحاذير الشرعية .

أما الطريقان السادس والسابع فقد رأى مجلس المجمع أنه لا حرج من اللجوء إليهما عند الحاجة مع التأكيد على ضرورة أخذ كل الاحتياطات اللازمة " انتهى .

Artinya: Setelah meninjau topik seputar inseminasi buatan "bayi tabung" dan meninjau pembahasan yang lain dan mendengar penjelasan para pakar dan dokter dan setelah diskusi maka menjadi jelas bagi majlis bahwa metode inseminasi buatan atau bayi tabung yang populer di zaman ini ada tujuh cara:

Yang pertama: melakukan inokulasi antara sperma yang diambil dari seorang suami dan sel telur yang diambil dari seorang wanita yang bukan istrinya, dan kemudian ditanamkan di dalam rahim istrinya.

Yang kedua: Bahwa penyerbukan terjadi antara sperma lelaki selain dari suami dan sel telur isteri, maka penyerbukan itu ditanamkan di dalam rahim isteri.

Yang ketiga: bahwa pembuahan eksternal dilakukan di antara benih pasangan yang sudah menikah, dan kemudian penyerbukan ditanamkan di dalam rahim wanita sukarelawan (surrogate) yang mengandungnya.

Keempat: vaksinasi eksternal dilakukan antara benih pria asing dan telur wanita asing, dan hasilnya ditanamkan di dalam rahim istri.

Kelima: bahwa pembuahan eksternal dilakukan antara benih pasangan yang sudah menikah, dan kemudian hasilnya ditanamkan di dalam rahim istri yang lain.

Keenam: mengambil sperma dari suami dan telur dari istrinya, dan penyerbukan dilakukan secara eksternal, dan kemudian hasilnya ditanamkan di dalam rahim istri.

Ketujuh: Benih suami diambil dan disuntikkan ke posisi yang sesuai dari vagina atau rahim istrinya.

Dari praktek yang terjadi di atas, Majelis memutuskan:

Bahwa lima metode pertama semuanya dilarang oleh hukum dan dilarang keras untuk diri mereka sendiri, atau karena percampuran garis keturunan, kehilangan peran sebagai ibu, dan tindakan pencegahan hukum lainnya.

Adapun jalan keenam dan ketujuh, dewan melihat bahwa tidak ada yang salah dengan menggunakan jalan itu saat dibutuhkan, sambil menekankan perlunya mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

KESIMPULAN

Bayi tabung atau inseminasi buatan adalah boleh dengan syarat:
a) Sperma berasal dari suami dan ovum dari istri yang sah.
b) Hasil bibit harus ditanamkan di rahim istri. Tidak boleh ditaruh di rahim perempuan lain.

Baca juga: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

26/01/20

Hukum Berkata "Bersaksi Atas Diriku"

HUKUM BERKATA "BERSAKSI ATAS DIRIKU"

Assalamu'alaikum

Mohon pencerahan atas pertanyaan saya berikut :

Disuatu ketika saya sangat kasihan melihat ibu saya yg sudah tua masih terus bekerja sedangkan penghasilan saya belum bisa menutupi kebutuhan keluarga.
Saya menangis melihat keadaan ibu saya dan saya berkata pada Allah
"Ya Allah aku bersaksi atas diriku bahwa selama ini ibuku telah merawatku dengan kasih sayang. Maka ampunilah dosanya dan masukanlah dia ke surgaMu kelak"

Di suatu ketika saya takut mengenai pertanggungjawaban atas perkataan saya yg berkata "bersaksi atas diriku" yg artinya mempertaruhkan diri saya sendiri. Bagaimana jika dalam merawat saya, ibu saya pernah ada perasaan jengkel atau pernah sesekali tak ada rasa sayang, karena saya tak bisa melihat isi hati ibu saya. Apakah benar ibu saya merawat saya dengan kasih sayang ? Entah kenapa itu menjadi keraguan dalam diri saya. Saya takut apa yg akan terjadi pada saya kelak atas perkataan saya. Karena perkara akhirat bukan perkara yg mudah.

Karena takut, saya ingin menarik kembali kata kata saya, tapi jika perkataan itu saya tarik kembali saya merasa begitu dzolim pada ibu yg telah membesarkan saya, sama seperti saya tidak mengakui kasih sayangnya selama ini. Padahal ibu telah bekerja keras untuk merawat saya. Bagaimana bisa saya mempertanyakan kasih sayang ibu saya sedangkan saya lahir dari rahimnya. Begitu jahatnya saya.

Pernah waktu kecil ibu memukul saya tapi bukan berarti pukulan itu bisa menutupi seluruh kasih sayang yg ibu berikan pada saya. Dan saya sadar begitu banyak dosa yg telah saya lakukan pada ibu saya. Mungkin jika sisa umur saya habis untuk berbakti pada ibu saya tidak akan sebanding untuk membalas kebaikannya. Ibu adalah orang yg sangat berjasa dalam hidup saya.

Apa yg harus saya lakukan ? Haruskah saya menarik perkataan saya kembali ?

Saya hanya ingin yg terbaik untuk ibu saya di dunia dan di akhirat kelak. Saya tak kuasa jika harus melihat ibu saya di siksa, saya ingin Allah mengabulkan doa saya agar ibu saya bisa masuk surgaNya kelak di akhirat.

Saya juga tidak ingin terjadi apa apa pada saya kelak di akhirat. Saya takut jika perkataan saya salah maka bagaimana saya mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah.
Dan saya takut jika perkataan itu salah apa yg akan terjadi pada saya karena telah mempertaruhkan diri saya sendiri dalam perkataan itu.
Dan bagaimana saya bisa berkata bahwa perkataan saya tentang kasih sayang ibu adalah salah. Betapa durhakanya saya pada ibu saya sendiri yg telah begitu besar berkorban untuk saya.

Apakah kekawatiran dalam diri saya ini di tunggangi oleh syetan ?

Saya tidak tau harus bagaimana.

Mohon pencerahannya.

JAWABAN

Tidak ada yang perlu anda lakukan atas kesaksian anda tentang ibu anda. Karena persaksian anda itu tidak ada dampak hukumnya bagi anda. Ini berbeda dengan sumpah atas nama Allah, di mana apabila melanggar sumpah tersebut harus membayar kafarat.
Baca detail:
- Hukum Nadzar
- Hukum Nadzar dan Sumpah

Kesaksian yang anda ucapkan dalam bentuk pujian pada ibunda itu justru baik.

Ibnu Hajar di dalam kitab Fathul Bâri 3/2014 dengan berdasar pada keumuman hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menyatakan:


مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Artinya: “Orang yang kalian puji dengan kebaikan wajib baginya surga.”

Pandangan Ibnu Hajar Asqalani ini menegaskan bahwa memuji kebaikan seseorang (dan tidak menyebut keburukannya) itu adalah hal yang baik.

Bahkan kesaksian yang biasa kita lihat saat jenazah hendak dikebumikan itu juga dianggap baik.

Dalam hadis sahih riwayat Bukhari, Sahabat Anas bin Malik radliyallâhu ‘anhu menuturkan:

مَرُّوا بِجَنَازَةٍ، فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا خَيْرًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَجَبَتْ» ثُمَّ مَرُّوا بِأُخْرَى فَأَثْنَوْا عَلَيْهَا شَرًّا، فَقَالَ: «وَجَبَتْ» فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: مَا وَجَبَتْ؟ قَالَ: «هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ

Artinya: “Sahabat Anas bin Malik berkata, orang-orang lewat membawa satu jenazah, mereka memujinya dengan kebaikan. Maka Rasulullah bersabda, “Wajabat (wajib).” Kemudian lewat lagi orang-orang membawa satu jenazah, mereka mencelanya dengan kejelekan. Maka Rasulullah bersabda, “Wajabat.” Sahabat Umar bin Khathab berkata, “Apa yang wajib, ya Rasul?” Rasulullah bersabda, “Jenazah ini yang kalian puji dengan kebaikan wajib baginya surga. Dan orang ini yang kalian cela dengan kejelekan wajib baginya neraka. Kalian adalah para saksinya Allah di muka bumi.”

Dari hadis di atas jelas sekali menegaskan, bahwa bersaksi baik pada seseorang, baik ia masih hidup atau sudah mati, akan berdampak kebaikan pada orang yang dipuji tersebut.

Jadi, apa yang anda lakukan pada ibu anda itu sudah benar. Dan sama sekali tidak ada beban pertanggungjawaban apapun.

Imam Ahmad, Ibnu Hiban dan Hakim dari jalur Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Anas:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَشْهَدُ لَهُ أَرْبَعَةٌ مِنْ جِيرَانِهِ الْأَدْنَيْنَ أَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ مِنْهُ إِلَّا خَيْرًا إِلَّا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَدْ قَبِلْتُ قَوْلَكُمْ وَغَفَرْتُ لَهُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: “Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian empat orang tetangganya yang paling dekat memberikan kesaksian kepadanya bahwa mereka tidak mengetahui dari orang tersebut kecuali kebaikan, kecuali Allah berkata, “Aku terima ucapan kalian dan aku ampuni apa-apa yang tidak kalian ketahui.”

أَيُّمَا مُسْلِمٍ شَهِدَ لَهُ أَرْبَعَةٌ بِخَيْرٍ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ فَقُلْنَا وَثَلَاثَةٌ قَالَ وَثَلَاثَةٌ فَقُلْنَا وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ ثُمَّ لَمْ نَسْأَلْهُ عَنْ الْوَاحِدِ
صحيح البخاري

“Tiadalah empat orang muslim bersaksi bahwa seorang jenazah itu orang baik, maka Allah masukkan ia ke sorga”, maka kami berkata : Bagaimana jika cuma 3 orang yg bersaksi?, beliau saw bersabda : “walau tiga”, lalu kami berkata : jika cuma dua?, beliau bersabda : “walau dua”. Lalu kami tak bertanya jika hanya satu” (Shahih Bukhari)

Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

21/12/19

Hukum Menggambar Karakter Tak Bernyawa Yang Diberi Kaki Dan Tangan

MENGGAMBAR KARAKTER TAK BERNYAWA YANG DIBERI KAKI DAN TANGAN

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh

Bissmillah

Sebelumnya saya sudah membaca artikel tentang haram tidaknya menggambar, saya sudah baca semua beserta komentar-komentar. Tapi dari situ ada poin yang saya masih belum paham.

Belakangan ini saya punya ide untuk membuat komik yang memotivasi tetapi tidak mempunyai karakter, kalau ada pun hanya benda benda mati yang diberi tangan kaki.

Saya ingin bertanya, apakah menggambar makhluk tak bernyawa (semisal vas bunga, potongan puzzle, dan semacamnya) yang diberi tangan kaki (hanya tangan kaki) itu termasuk haram atau boleh-boleh saja?

Terima kasih sebelumnya
Assalamualaikum warrahmatullah wabarakatuh

JAWABAN

Boleh.
Baca detail:
- Hukum Gambar dan Patung
- Hukum Patung tidak sempurna

FIRASAT KEMATIAN

Assalamualaikum
Ustad saya mau tanya, saya pas lagi sholat tarawih awal tiba" berkata dalam hati bahwa saya tidak akan sampai tahun depan karena rasanya beda dari puasa lalu, apa itu merupakan firasat bahwa saya akan meninggal tahun depan?mohon penjelasannya terimakasih
Wassalamu'alaikum

JAWABAN

Itu hanya ilusi atau delusi pikiran anda. Hilangkan perasaan semacam itu. Hanya Allah yang Maha Tahu kapan seseorang akan meninggal. Sekarang, fokuskan untuk mengisi hari-hari anda untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain. Baca detail: Tanda Kematian


HUKUM MEMAKAI SHAMPO PENGHITAM RAMBUT

Assalammualaikum,,,, Bagaimana hukum menggunakan shampo penghitam rambut,,,Apa hukumnya sama dengan cat/pikok rambut hitam tidak Boleh?
Bagaimana Jika sudah Terlanjur menggunakan shampo penghitam Rambut,Apa Harus Di Gunduli?

JAWABAN


Tidak apa-apa menggunakan shampo penghitam rambut asalkan terbuat dari bahan yang suci / tidak najis menurut sebagian ulama. Baca detail: Hukum Cat / Semir Rambut


BOYONG DARI PONDOK SEBELUM SELESAI TUGAS, APAKAH DOSA?

Assalamualikum wr. Wb
Salam ta'dzim ustad
Saya mau bertanya ustad, tentang hukum seorang santri hafal qur'an. Di pondok saya jika udah hapal qur'an itu disuruh bersumpah untuk pengabdian selama 4 tahun. Menurut keluarga itu terlalu berat. Belum ada 4 tahun udah disuruh boyong.sedangkan saya belum lancar2 sekali qur'annya ustad. Saya pernah mendengar bahwa penghafal qur'an itu harus jelas sanadnya.karna itu termasuk tanggungan akhirat.
Pertanyaan saya
1.berdosakah saya jika guru saya tidak meridhoi atas Boyongnya saya
2.masihkah bisa selamat quran saya nanti di akhirat karna tak mendapat sanad
3.jikalau saya berangkat mondok berdosakah juga jika membuat ortu marah
Cukup sekian ustad yang saya tanyakan semoga ustad berkenan untuk menjawab
Terimakasih banyak
Wassalamualaikum wr. Wb

JAWABAN

1. Berdosa karena anda sebelumnya sudah menyanggupi kewajiban itu. Itu sama dg berbohong. Dan bohong itu dosa. Baca detail: Bohong dalam Islam

2. Masih. tidak ada kewajiban syariat untuk memiliki sanad dalam menghafal Al Quran. Baca detail: Hukum Ijazah Sanad Al Quran


BAYAR HUTANG YANG TIDAK DIKETAHUI ALAMATNYA

assalamualaikum ustadz saya mau tanya, bagaimana cara membayar hutang kepada orang (sudah tidak ada kontaknya lagi bahkan saya juga tidak tau sekarang dia tinggal dimana) ?

JAWABAN

Keluarkan senilai hutang tersebut untuk fakir miskin. Baca detail: Hutang dalam Islam