Tampilkan postingan dengan label Fikih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fikih. Tampilkan semua postingan

22/01/21

STATUS ANAK YANG ORTUNYA NIKAH SAAT HAMIL ZINA

STATUS ANAK YANG ORTUNYA NIKAH SAAT HAMIL ZINA

Assalamualaikum
Sy sdh menikah 6thn dgn wali nikah ayah kandung,ternyata sy baru tau klo sy anak hasil zina, sdgkn sy sdh punya 2 anak..1 laki dan 1 perempuan. Bagaimana status pernikahan sy dgn suami apakah slama ini sah?n apakah hrs diulang ke wali hakim?dan bagaimana status anak2 saya? Ortu Menikah saat ibu hamil tp umur kehamilan brp nya yg tdk jelas..
Tlg pencerahannya ustadz.

Wassalamualaikum

JAWABAN

Pertama, hukum nikah orang tua anda sah dan tidak perlu diulang saat anak lahir. Baca detail: Menikahi Wanita Hamil Zina, Bolehkah?

Kedua, karena nikahnya sah maka anak yang dikandung juga bernasab pada pria yang menikahi yang kebetulan adalah ayah biologis si anak. Maka, si ayah berhak jadi wali nikahnya kelak apabila anaknya perempuan. Baca detail: Status Anak Pernikahan Wanita Hamil Zina



MASALAH KELUARGA: AYAH KDRT IBU SETELAH DEKAT DENGAN JANDA

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh pak kiyai mohon maaf sebelumnya . Saya tahu bahwa menceritakan yang jelek2 itu tidak baik. Hanya saja saya di ambang kebingungan semoga kiyai bisa menjawab persoalan-persoalan saya,

Ayah saya dulunya baik2 aja dengan ibu saya , akan tetepi ayah saya berubah sikap dll semuanya berubah bahkan bisnisnya hancur ketika ayah saya mulai mau menikahi janda . Bahkan bersikap kasar juga bukan hanya kata2nya yang menyakiti tapi tindakannya juga secara fisik kasar sekali , seperti memukul dll hal itu kerap beliau lakukan kepada ibu saya bahkan waktu ibu saya hamil pun sering mendapatkan kekerasan fisik,

dulunya Ayah saya lembut, melindungi, rajin sholat dll dihormati dll, akan tetapi skg semuanya berubah ketika ayah saya mulai memaksakan untuk menikahi si janda . Saran orang2 ga masuk, di ingatkan ga mau , apa aja dah seolah-olah sendiri yang benar tanpa melihat sisi lain, dan skg yang menjadi dampak adalah Abang saya yang masih kuliah, karena perekonomian juga merosot bahkan bisnis beliau ga jalan, masa depan 2 adekn saya yang belum jelas, yang bentar lagi pengen di masukkan ke pesantren otomatis butuh biaya juga .

Adek saya yang masih kecil juga. Dan termasuk saya sendiri, saya masih kuliah baru semester 1, saya kuliah di Jakarta pak yang apa2 mahal, akan tetapi yang ayah saya pikirkan bukan mau usaha apa tetapi mau minjam dimna , saya kecewa .

Ketika saya berusaha melahirkan ide2 untuk bisns kurang di apreasiasi , visi misi sya buat bisnis adalah menyelamatkan perekonomian keluarga dan masyarakat setempat. Tetapi kurang apreasiasi , sya melihat ayah saya kurang optimis bahkan ucapan dan fikiran cenderung banyak negatif , inilah dampak dari beberapa tahun yang lalu yang sangat memaksakan untuk menikahi si janda akhirnya seperti ini,

kemarin ayah saya bilang "Uda berhenti aja kuliah" Uda aku gagal aja gappa" begitu yang di ucapkan ayah saya bukannya kasi support dll.

Tolong bantuannya pak kiyai, saya bimbang , saya takut melanjutkan kuliah tapi beliau ga ridho, tapi saya yakin beliau mengucapkan seperti itu karena putus asa, kuliah saya di ESQ Business School pak milik pak Ary saya disini lumayan karena di ajarkan spiritual dan emosi, saya punya visi misi dimana saya dapat mewujudkan desa emas , membantu mereka yang tak dapat melanjutkan pendidikan karena perekonomian, membantu perkembangan perekonomian, kalo saya berhenti kuliah gimana visi misi saya pak kiyai . Bahkan keluarga saya pun belum jelas , tujuan saya bisnis juga untuk membantu tapi ga ada dukungan, saya tak ingin jadi anak yang durhaka juga mohon pak kiyai bantuannya. Terimakasih banyak
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

JAWABAN

Dalam hidup kita harus belajar melihat realitas. Termasuk realitas ekonomi. Kalau masih memungkinkan secara biaya, maka silahkan dilanjut kuliahnya. Baik dengan biaya dari orang tua atau biaya sendiri. Tapi apabila tidak memungkinkan secara biaya untuk melanjutkan kuliah, maka sebaiknya berhenti dahulu. Cari kerja dulu dan menabung. Kelak kalau sudah cukup tabungan, maka kuliah bisa dilanjutkan. Itulah kompromi hidup. Yang terpenting, dalam kondisi demikian, kita tidak putus asa dari mengharap rahmat dan kasih Allah dan tidak putus harapan dari kehidupan yang lebih baik ke depan.
Baca juga:
- Akhlak Mulia
- Akhlak Rasul dan Para Sahabat

BERCUMBU DENGAN ISTRI SAAT NIFAS

Assalamualaikum
Mohon maaf sebelumnya...pa ustadz saya mau nanya bagaimana hukum nya bercumbu dan di onanikan istri pada saat nifas belum 40 hari...terima kasih

JAWABAN

Tidak apa-apa. Boleh. Yang dilarang apabila bersetubuh. Baca detail: Bersetubuh saat Haid

Baca juga: Wanita Nifas, Haid, Istihadah

TALAK: MENYANYI ADA KATA CERAI APA JATUH TALAK?

Assalamualaikum ustadz nama saya Nabil, ustadz saya sudah membaca artikel di web Alkhoirot https://www.konsultasiagama.com/2018/02/cerita-talak-apakah-jatuh-cerai.html kasusnya hampir sama seperti saya bedanya yang menyanyi saya
Yang saya mau tanyakan :
1. Saat saya dan suami mendengarkan lagu saya ikut menyanyi yang liriknya " aku mohon lepaskan diriku kutakmau kamu jadi ter abaikan segala kekurangan kita menjadi alasan untuk aku berpaling darimu aku yakin kau berhati besar untuk merelakan diriku dengannya aku benar benar cinta benar benar cinta padanya " memang saya nyanyi sambil senyum senyum ustadz seperti menggoda suami saya ( kadang suami saya juga sebaliknya nyanyi seperti itu buat goda saya karena memang lagu ini dulu favorit kami ) . Karena dasarnya kita orangnya suka bercanda dan suka goda bikin cemburu . Lalu suami saya nyautin " cinta sapa pean devon ta? Saya jawab " ya kamu yank " sepertinya suami bilang " ya gak papa sih kalau cinta devon " ( saya lupa kata katanya ustadz karena sudah lama ) Saya dan suami jadi menyesal sekarang sering godain seperti itu karena Jujur saja waktu itu kita gak tau kalau kemungkinan berakibat talak karena minim ilmu agama dan asal nikah . Apa yang saya ceritakan di atas apa berakibat talak ustadz 😭?

2. Memang waktu itu saya berhubungan sama mantan tapi gak sampai keluar atau jalan cuman komunikasi lewat sosial media aja tapi suami gak tau . Tapi pada waktu nyanyi itu saya gak ada niatan untuk cerai ustadz meskipun ada perasaan sedikit masih cinta sama mantan karena terbawa suasana . Cuman memang pas dengerin lagu gak ada niatan untuk cerai cuman godain suami aja karena bagaimanapun saya lebih mencintai suami saya .
Saya jadi takut ustadz . Ucapan / tanggepan suami juga saya lupa pas nyanyi nyanyi itu karena kita memang suka dengerin lagu terus nostalgia lagu lagu jaman pacaran dan waktu putus jadi lagunya galau .apa jatuh talak ya ustadz

3. Waktu saya baca artikel yang saya cantumkan si penanya kan sadar takut terjadi talak dan langsung berhenti nyanyi . Tapi kalau saya dan suami memang gak kepikiran kesitu ustadz dipikir juga cuma nyanyi seru seruan dan gak bertengkar kadang suami tuh ada lagu kenangan yang ada kata pisah / putus dll suami bilang gini . Kayak kisah kita ya yank ( maksud suami waktu pacaran ) tapi suami gak ngucapin " kayak kisah kita dulu ya yank " ini bagaimana hukumnya ustadz ? Asli saya jadi benar benar kepikiran ustadz setalah tahu hukum hukum talak

Mohon solusinya ustadz

JAWABAN

1. Tidak berakibat talak.

2. Tidak terjadi talak.

3. Tidak jatuh talak.

CATATAN:

Ucapan talak itu baru berakibat jatuh talak apabila suami mengucapkan itu dengan disengaja untuk mentalak istrinya. Oleh karena itu, ucapan yang mengandung kata talak tapi dalam konteks bercerita atau bernyanyi, maka sama sekali tidak berakibat hukum apapun. Lihat artikel di link-link berikut untuk kasus-kasus yang jatuh talak walaupun ada perkataan 'talak' oleh suami:

- Cerita Talak
- Talak orang Awam Hukum
- Ucapan Talak yang Keceplosan

17/01/21

Cara Suami Menceraikan Istri Nikah Siri

Cara Suami Menceraikan Istri Nikah Siri
CARA SUAMI MENCERAIKAN ISTRI YANG DINIKAH SIRI

Assalamualaikum ustadz,

Saya sudah 18 tahun menikah dgn suami saya, Alhamdulillah rumah tangga sy berjalan baik-baik saja dan sudah di karuniai 2 orang Putri. Tetapi bulan Oktober 2019 saya di kejutkan dengan chat dari seorang wanita di handphone suami sy. Isinya meminta kiriman uang untuk biaya anaknya yg ternyata anak wanita itu dgn suami sy.

Sy tidak sengaja mengetahui karena saat itu ingin meminta WiFi dr HP suami sy, sy marah besar saat itu dan meminta penjelasan yg sebenarnya. Suami menceritakan mengenal wanita tersebut akhir tahun 2016 di tempat hiburan malam. Lama tidak berjumpa sekitar Maret 2017 mereka bertemu lg dan mulai saat itu mulai intens bertemu dan akhirnya melakukan hubungan intim. Kemudian di bulan Oktober mereka berpisah, awal tahun 2018 mereka di pertemukan kembali oleh teman mereka dan saat itu wanita itu mengaku hamil anak suami saya.

Suami sy tidak mau menikah tp karena ancaman wanita itu akan memberitahukan kepada istri ( saya) maka dengan berat hati akhirnya mereka menikah. Dan lahirlah bayi tersebut awal Mei 2018, setelah terjadi pernikahan suami sy dan wanita itu tidak pernah bertemu dan saat melahirkan hanya mengirimi foto anaknya sj. Agustus 2018 suami sy melihat anak tersebut. Setelahnya tidak pernah bertemu lagi sampai 0ktober 2019, di saat itu pun hanya di kirimi foto saja dan kemudian meminta nafkah untuk anak tersebut.

Saya marah besar dan dgn segala pertimbangan sy memasukkan gugatan cerai sy di PA, hal tersebut membuat suami sy tersadar dan meminta maaf dan akan menceraikan wanita itu. Dia sudah mengucapkan ikrar Talak tapi tidak di depan wanita tersebut. Dan akhirnya sy mengalah dan memilih bertahan dlm pernikahan ini.

Yang perlu di ketahui wanita tersebut sejak awal suami sy kenal dan sampai saat ini adalah seorang Pemandu Lagu di tempat hiburan malam yg terkenal menyediakan layanan Plus2, sudah menikah sebyk 3 kali dan memiliki 2 orang anak, tidak tau pasti apakah statusnya bercerai dgn suami sebelumnya atau tidak.

Yang ingin saya tanyakan
1. Apakah pernikahan suami sy dengan wanita tersebut sah menurut Islam?. Wali nikah adalah tetangganya menurut keterangan wanita itu. Sementara wanita tersebut masih memiliki saudara laki-laki, paman dan sepupu dr garis ayahnya. Dan hanya di hadiri oleh suami sy, wanita tersebut serta penghulu yg suami sy juga tidak tau keabsahannya karena wanita itu yg menyiapkan, Jd hanya mereka bertiga.

2. Jika pernikahan siri tersebut sah bagaimana cara yang betul menurut Islam untuk mentalak wanita itu?

3. Apakah wajib bagi suami sy menafkahi anak tersebut sementara waktu di nikahi usia kandungan sudah menginjak 5 bulan?

4. Apakah salah jika setelah ini sy melarang suami sy bertemu lg dengan wanita itu dan anak tersebut. Selain tidak ingin suami kembali berhubungan dgn wanita itu, sy juga tidak ingin suami sy terjerumus kembali ketempat maksiat (klub malam).

Sebelumnya sy ucapkan terimakasih banyak dan sy mohon untuk tidak mempublish nama sy. Ini menyakut perasaan anak2 saya yang sangat bangga terhadap ayahnya.

JAWABAN

1. Pernikahan seorang wanita dewasa yg dinikahkan oleh pria yang ditunjuknya sebagai wali itu boleh dan sah. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

asal syarat lain juga terpenuhi yaitu adanya dua saksi. Baca detail: Pernikahan Islam

2. Suami cukup menyatakan pada istrinya: "Aku cerai kamu", maka sudah jatuh talak 1.

3. Ya, wajib. Selagi dinikahi saat hamil, maka anak itu sah menjadi anaknya secara agama. Baca detail: Status Anak Pernikahan Wanita Hamil Zina

4. Tidak salah kalau memang wanita itu sudah dicerai. Namun demikian, tetap wajib bagi suami anda untuk menafkahi anaknya. Baca detail: Kewajiban Ayah Menafkahi Anak

RUMAH TANGGA: ISTRI MENTALAK SUAMI

Assalamu'alaikum wr. wb

Mohon pencerahan dari pertanyaan saya berikut :

1. Jika seorang istri berkata pada suami "ini uang 100rb. Ambillah dan jatuh talak 3" jika suami mengambil uangnya apakah berlaku talak 3 ?

2. Jika seorang istri berkata dalam hati ditujukan untuk suami.
" jika kamu tak pulang 3 hari maka jatuhlah talak 3" kemudian suaminya tidak pulang lebih dari 3 hari. Apakah berlaku talak sedangkan itu hanya dalam hati ?

3. Jika seorang istri berkata secara langsung pada suami " jika kamu tak pulang selama 3 hari maka jatuhlah talak 3" jika suami tidak pulang lebih dari 3 hari apakah jatuh talak 3 ?

4. Seorang istri membaca komik dan ada narasi yg bersuarakan "aku terima cerai darimu" dan itu di ucapkan oleh sang istri. Apakah berlaku talak di dalamnya ?

5. Dan bagaimana hukumnya jika istri bericara pada suami " jika kamu tidak pulang dalam 3 hari maka jatuh talak 3 " sedangkan saat itu si suami tidak memperhatikan dan tidak mendengarkan istrinya.
Lalu si suami tidak lebih dari 3 hari.
Apakah jatuh talak 3 ?

Sekian. Mohon jawabannya.

Terima kasih

Wassalamu'alaikum wr.wb.

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Karena talak itu baru jatuh apabila pernyataan talak itu keluar dari mulut suami. Ucapan talak dari istri itu tidak ada dampak apapun secara hukum agama.

2. Tidak jatuh talak. Baik ucapan itu dalam hati atau secara lisan. Alasannya sama dg no. 1: karena istri tidak punya otoritas untuk memutuskan pernikahan. Yg punya hak dan otoritas untuk memutuskan pernikahan itu ada dua pihak yaitu suami atau hakim pengadilan.

3. Tidak jatuh talak. Lihat jawaban 1 dan 2.

4. Tidak berlaku talak.

5. Tidak jatuh talak.
Baca detail: Cerai dalam Islam

13/01/21

Pendidikan Anak Tiri Tanggung Jawab Siapa?

Pendidikan Anak Tiri Tanggung Jawab Siapa?
PENDIDIKAN BAGI ANAK TIRI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الرحمن الرحيم

Bogor, 24 Desember 2019

Ustadz, saya hampir 4tahun menikah dengan seorang duda yang memiliki 2 orang anak (laki 15th dan perempuan 11th) sedangkan saya sendiri membawa 3 anak (2laki 9th & 5th dan 1perempuan 7th).

Dari awal saya selalu terapkan kepada anak-anak saya tentang kedisiplinan dalam beragama. Alhamdulillah 3 anak saya masih dalam koridor baik, dalam artian masih menuruti nasihat saya khususnya dalam beribadah(sholat,menutup aurat, tilawah,tahfidz,murojaah dan belajar Alhamdulillah sudah menjadi agenda rutin mereka tiap hari)

Anak saya dari suami dari sejak kecil memang tidak pernah di kerasin ayahnya. Ayahnya selalu menuruti apa maunya anak. Dan alhasil anak-anaknya tantrum, saat ada yg tidak sesuai dg keinginannya maka mereka marah2 meletup2 sampai banting2 barang..

Anak perempuan suami saya sekarang usianya 11th dan sudah baligh sejak usia 10th padahal anaknya pendiam, namun sering sekali anak saya ini berbohong, jika diminta sholat dia pura2 wudhu memakai mukena masuk kamar tapi ternyata tidak sholat hanya duduk2 lalu buka mukena keluar kamar, (sering sekali saya intip dari jendela hampir setiap hari seperti itu dilakukan untuk mengelabui ayahnya) dan juga kata asisten rumah dia sering ambil uang belanjaan diam2 tanpa ijin..
Tapi saya tidak pernah laporkan ke suami karena khawatir ia tidak berkenan..

Memang anak perempuan suami saya ini sepertinya kesayangan ayahnya, jd jika saya tanyakan anaknya didepan ayahnya kenapa tidak pernah sholat padahal sudah baligh? Suami saya hanya diam dan tidak berusaha ikut menasihati mungkin khawatir anaknya tersinggung.. saya agak sedih, kenapa hal sholat didiamkan dan sepertinya bukan hal besar..

ayahnya lebih fokus bagaimana anak2nya senang didunia, dituruti semua maunya anak, apalagi soal makanan, anak perempuan suami saya memang sangat suka makan makanan enak dan setiap keinginannya selalu dipenuhi ayahnya, kadang menurut saya berlebihan, nafsunya makannya selalu dipenuhi ayahnya padahal saya pikir sudah cukup makannya tapi ayahnya selalu menawarkan makanan lagi dan lagi, saya melihatnya hal ini menjadikan anak menjadi seorang yang tamak dan serakah.
Untung saja anak saya sendiri makannya tidak banyak, jadi ketika kakaknya makan makanan enak anak2 saya juga tidak pernah berebut..

Saya sering sekali pesankan kepada anak2 saya jangan pernah sekalipun tinggalin sholat, berbuat jujurlah karena Allah Maha Melihat, saya sengaja keraskan biar dia juga dengar, saya selama ini tidak berani marah sama dia, padahal kepada anak2 saya sendiri saya sangat keras khusunya urusan ibadah (kadang anak2 saya bertanya kok kakak boleh kok kakak tidak pernah dimarahin ibu?, Alhamdulillah saya sudah jelaskan dan mereka faham)

Pernah sekali semua anak saya dibelikan makanan kecil oleh tetangga sebelah, dan saya bilang ke semuanya untuk bilang terima kasih dulu sebelum makan makanannya, namun anak perempuan suami saya ini langsung banting makanannya, mukanya merah padam marah, menutup telinga teriak-teriak banting-banting barang dan muka saya dilempari barang..

Saya pernah komunikasikan tentang hal ini kepada suami namun sepertinya suami tidak berkenan dan bilang, biar 2 anaknya ini dia saja yang didik.. sejak saat itu saya tidak berani terlalu intervensi terhadap didikan anak2 suami saya..

Anak laki2 suami saya saat ini di pesantren, jika pulang kerumah hanya main hp kadang sampai subuh, saat azan malah tidur dan akhirnya sholatnya terlewat, waktu kembali ke pesantren saya pernah cek di hpnya (sengaja dibeliin hp oleh ayahnya) ternyata ada aplikasi konten dewasa, saya sampaikan ke ayahnya, tapi ayahnya sepertinya santai saja.. saat SD juga sering marah2 banting2 barang berantakin rumah jika apa yg dia mau tidak dituruti.. ia juga sama tidak banyak bicara, namun soal sholat sepertinya ayahnya kurang menganggap penting, kadang lebih kasihan anaknya kalo sedang kecapekan dibiarkan tidur daripada kasian harus dibangunin untuk sholat.. sedih liatnya..

Yang mau saya tanyakan ustadz :
1. Bagaimana saya harus bersikap ustadz, karena nasihat saya pun selalu diacuhkan dan seolah olah tidak mendengar..
2. Apakah didikan anak suami saya menjadi tanggung jawab saya? Walau anaknya sudah baligh?

Semoga Allah bukakan pintu hidayah untuk anak2 saya

Mohon bimbingannya ustadz, Jazakallah Khoir..
Semoga Allah membalas kebaikan ustadz sekalian dengan kebaikan yang melimpah aamiin

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

JAWABAN

1. Cukup bagi anda untuk menyampaikan nasihat yang baik. Selanjutnya itu terserah yang menerima nasihat untuk menerima atau tidak. Yang lebih wajib dari anda adalah ayah kandungnya.

2. Tidak. Ia menjadi tanggung jawab ayah kandungnya. Namun anda sebagai ibu tirinya yang dekat secara lokasi, maka sudah sepantasnya anda memberi perhatian dan nasihat yang baik baginya. Tidak perlu kesal apabila nasihat itu tidak diikutinya. Doakan saja yang terbaik agar dia menjadi anak yang saleh dan penurut. Baca doa berikut dan khususkan untuknya agar dia bisa berubah: Doa agar Hati Tenang


WALI NIKAH

Assalamualaikum Ustad...
Langsung saja, kronologinya begini...

Saya perempuan (19), sedang kuliah. Di saat yang bersamaan, ada seorang laki laki yang ingin menikahi saya. Memang sebetulnya dia bukan orang baru di kehidupan saya, karena itu setelah pendekatan kembali secara singkat dan tanya jawab visi misi kedepannya, saya yakin akan menerima lamarannya.
Yang jadi masalah adalah ketika saya membicarakan hal tersebut kepada orang tua. Mereka menolak mentah mentah dengan alasan saya masih kuliah. Saya pun sudah berkata saya akan tetap melanjutkan kuliah, karna menurut saya menikah bukan penghalang untuk itu, bahkan di beberapa kasus justru bisa menambah semangat. Namun mereka malah meremehkan dan tetap menolak, bahkan ketika dia sudah datang ke rumah saya.
Menurut beberapa pembahasan di website islami, alasan tersebut termasuk alasan tidak syar'i untuk menolak lamaran. Karena itu saya ingin mengajukan permohonan wali adhal di pengadilan agama setempat.
Namun gagal karena syarat administratif yang membutuhkan KTP mereka.

Yang ingin saya tanyakan adalah
1. Apakah benar alasan orang tua saya termasuk alasan tidak syari?
2. Saya merasa sudah siap fisik dan mental untuk menikah dan calon saya pun memiliki pekerjaan. Salahkah saya yang ingin menyegerakan menikah karena ingin beribadah kepadaNya??
3. Sempat terpikir untuk menikah secara siri, namun kami khawatir tidak sah karena bukan wali nasab yang menikahkan. Berdasarkan kronologi di atas, apakah jika kami memilih menikah siri akan sah di mata islam?
4. Apakah kami benar benar tidak ada pilihan selain siri?

Sebagai tambahan,
1. Saya tidak punya saudara dan saya tidak mengenal keluarga dari garis ayah.
2. Prosedur permohonan wali adhal:
Mendaftar nikah di KUA -> Keluar surat penolakan dari KUA -> Membuat permohonan di Pengadilan Agama dengan persyaratan surat penolakan KUA
Faktanya untuk pendaftaran nikah tidak diterima apabila tidak lengkap walaupun sudah dijelaskan tentang wali adhal.

Terima kasih ustad...
Wassalamualaikum

JAWABAN

1. Ya, itu termasuk alasan tidak syar'i.

2. Tidak salah.

3. Nikah siri dalam arti menikah dengan wali hakim itu sah dan dibolehkan. Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

4. Kalau ayah tetap tidak mau jadi wali, maka pilihannya adalah nikah dengan wali hakim.

Dalam madzhab Syafi'i, kalau wali utama, yakni ayah, tidak mau jadi wali, maka wali berikutnya adalah wali hakim. Bukan wali nasab yang lain. Baca detail: Pernikahan Islam

19/06/20

Laundry Syariah

LAUNDRY SYARIAH


Jadi saya menemukan ada laundry syariah di kota saya.
cara mencucinya ialah..

pakaian yang ada najisnya di mesin cuci dg deterjen, dibilas dan kemudian diberi softener. Nah setelah itu baru baju disucikan kembali dengan air mengalir.
Pertanyaan saya :

1. Apakah tahapan mencuci seperti itu sudah benar ? Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya jika menggunakan detergen berarti najis bercampur dengan sabun bahkan softener.

2. Saya masih bingung ttg standar baju yang suci daru najis ketika dibilas dari deterjen. Apakah cukup melihat dari tidak adanya busa di baju, atau hingga air bilasannya mengalir dari baju itu bebas dari busa sama sekali ?

Karena saat saya membilas.. Baju sudah tidak ada busa, tapi air yang mengalir dari baju tersebut masih ada gelembung2nya sedikit dan kecil2.. Tanda bahwa airnya mengandung detergen.

3. Apa dimaafkan sisa wangi detergen atau sisa sabun sedikit pada baju najis yang telah dibersihkan dg detergen dan telah disucikan/ dibilas dg air ?

JAWABAN

1. Tahapan mencuci baju yang benar sebenarnya tidak sulit. Rinciannya ada dua sbb:
a) Apabila baju itu terkena najis: (i) dibuang najisnya; (ii) dibilas satu persatu dengan air mengalir/air kran. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

NAJIS YANG SUDAH TERLANJUR MENYEBAR


Assalamualaikum warahmatullah ustadz saya ingin bertanya.

Apakah ada kaidah fiqh tentang najis yang sudah terlanjur tersebar karena lupa atau kecerobohan ?

Misalnya ada najis yang lupa dihilangkan lalu terinjak2 dan terkena karpet/baju. Namun kita mencuci baju tersebut secara biasa karena tadinya ( karena lupa/belum sadar) menganggap baju tersebut tidak ada najisnya.

Kalau saya mencuci seluruh baju saya lagi dan membilas mesin tadi akan terasa berat karena terlalu banyak. Apakah ada keringanan ?

Atau misalnya najis sudah disucikan tapi kita baru ngeh setelah menghilangkan najis itu bahwa sebelumnya ternyata najis itu sudah tersebar kemana kemana karena kurang teliti dengan penyebaran najis tersebut.

Bagaimana ya it ustadz ? Terimakasih sebelumnya.

JAWABAN

Kalau najisnya sudah menjadi hukmiyah, dalam arti benda najisnya sudah tidak tampak, maka najis itu tidak akan menular ke mana-mana menurut madzhab Maliki. Anda bisa ikut pendapat ini. Baca detail: Najis Hukmiyah Kering Terkena Benda Basah Menurut Madzhab Maliki

NAJIS DAN PENULARANNYA


Assalamu'alaikum ustadz
Maaf sebelumnya saya izin bertanya tentang najis.
1.)sebelumnya saya membaca artikel yg isinya" benda suci menjadi najis apabila bersentuhan dg benda najis ( air kencing org dewasa, bayi lk2, bayi pr)baik salah satunya basah /sama2 basah,kecuali sama2 kering".jika yg di maksud basah bukan karena air saja.tapi,yg lainnya juga( keringat, minyak dll). Apakah hukumnya sama saja?

2.)Jika tangan /kaki terkena najis (basah karena tadi) dan ada org sengaja tidak mencucinya,terus mengenai (menginjak/memegang)benda suci lainnya.
Apakah benda2 tersebut harus di bersihkan setiap hari, bahkan setiap org tersebut menginjak/mengenai benda suci lainnya?
Sama halnya seperti org yg habis buang air kecil/besar,lalu percikannya atau air bekas bersuci tersebut mengenai kaki (antara terkena atau tidak, banyak/sedikit).lalu menginjak kain lap kamar mandi atau benda suci lainnya.
Apakah harus di cuci terus menerus?

Saya merasa sangat terganggu/was2 akan hal tersebut Dan sangat sulit untuk menghindarinya Karena hal tersebut terjadi setiap waktu Dan setiap hari.mohon solusinya Ustadz

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh

JAWABAN

1. Ya, sama saja.

2. Najis itu ada dua jenis: najis makfu (yg dimaafkan) dan najis yang tidak makfu. Najis makfu itu hampir sama dg suci. Artinya, tidak masalah apabila terkena najis makfu. Salah satu bentuk najis makfu adalah percikan kecil dari najis.
Baca detail:
- Najis yang Dimaafkan (Makfu)
- Percikan Kencing Najis yang Dimakfu

CATATAN

Hilangkan rasa was-was dengan cara:
a) miliki wawasan yg cukup terkait masalah najis (baca 2 link di atas)
b) Abaikan rasa was-was yg muncul di pikiran. Baca detail: Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat


17/06/20

Agar Pacar Mau Jadi Mualaf

CARA AGAR PACAR BISA MASUK ISLAM

Assalamuallaikum
Saya seorang muslim dan saya mempunyai pasangan Non muslim

Saya ingin menanyakan bagaimana cara nya agar seseorang yang saya cintai bisa masuk islam karena saya niat nikahi bila dia mau masuk islam dan bagaimana bila orang tua dari dia tidak menyetujui
Mohon penjelasanya ya kaa

Wassalamuallaikum

JAWABAN

Anda harus bisa membujuk pacar anda bahwa kalau hubungan ini ingin sampai ke pernikahan, maka dia harus masuk Islam agar kondisi keluarga kelak bisa kondusif. Baca detail: Cara Masuk Islam Menjadi Mualaf

Karena tanpa itu, keadaan rumah tangga akan sulit untuk nyaman dan tenteram karena perbedaan agama akan berakibat pada perbedaan dalam banyak hal. Mulai dari masalah najis, makanan yang bisa dimakan, pakaian dll. Baca detail: Cara Harmonis dalam Rumah Tangga

Apabila dia setuju sedangkan orang tuanya tidak setuju, maka itu tidak masalah. Restu orangtuanya dalam pernikahan tidak diperlukan. Karena kalau dia mualaf, maka yang menikahkan bukan orangtuanya melainkan wali hakim (penghulu atau ustadz). Baca detail: Menikah dengan Wali Hakim

HUKUM MEMBIARKAN ORANG BERZINA DI RUMAH KITA


Assalamualaikum,
Mohon izin bertanya, apa hukum dan akibatnya bila kita membiarkan seorang dalam rumah kita (salah seorang anggota keluarga) yg duda berhubungan dengan seorang janda dirumah kita berlama lama tanpa menikah?

Mohon pencerahannya Terimakasih

JAWABAN

Sebaiknya anda pastikan lebih dulu apakah mereka berdua sudah menikah siri atau belum. Kalau sudah menikah siri, maka tentunya tidak masalah. Namun kalau belum menikah berarti mereka telah melakukan perbuatan zina yang merupakan dosa besar.

Apa yang harus anda lakukan adalah mengingatkan dia untuk segera menikahi janda tersebut. Kalau ternyata dia tidak menggubris nasihat anda, maka anda sudah bebas dari tanggung jawab amar makruf nahi munkar. Jangan lupa, lakukan nasihat dengan cara yang baik. Kalau anda lebih muda, maka mintalah ijin dan awali dengan meminta maaf. Baca detail: Amar Makruf Nahi Munkar

Bisa juga dipertimbangkan untuk dilaporkan ke aparat setempat akan hal ini. Itu lebih baik daripada anda atau siapapun main hakim sendiri.

DITINGGAL PERGI PACAR KARENA ZINA

Assalamualaikum saya mau tanya, semisal jika ada seorang laki laki dan perempuan melakukan dosa zina, dan si perempuan menyesali dan takut hingga si perempuan meninggalkan/memutus si laki laki, sampai si laki laki sakit hati. padahal sebenarnya dalam islam tidak boleh menyakiti perasaan orang lain. bagaimana hukumnya?

JAWABAN

Sudah benar apa yang dilakukan si perempuan. Dia menyesal telah berbuat zina dan ingin bertaubat. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

Satu-satunya cara untuk bertaubat adalah menjauhi pria yang berzina dengannya. Karena si pria itulah sumber dosanya. Agar supaya tidak terulang lagi perbuatan zina itu. Kecuali kalau si pria mau menikah dengannya. Baca detail: Wajib Menjauhi Lingkungan Pergaulan Buruk

Jadi, cara berpikir si laki-laki sangat aneh. Dia tidak merasa berdosa pada Allah atas dosa yang dia perbuat? Justru si laki-laki hendaknya penuh penyesalan dan juga melakukan taubat nasuha. Baca detail: Cara Taubat Nasuha

JODOH LEWAT CHAT

Gini, saya lagi suka sama seseorang, terus saya pengen hubungan kita tuh bisa meningkat gitu, tapi sy dilema gitu,sebenernya sih ya gak pngen pacaran juga, tapi saya mau sering chatan gitu, padahal pernah saya baca itu juga dosa, tapi tuh rasanya klo di zona ini gak nyaman aja gitu jadi berasa serba salah, pngen hubungan meningkat, dosa, ingin gini aja, gak enak beneran deh
Semoga di respon
Wasslalam

JAWABAN

Berbicara dengan lawan jenis tidak secara langsung melainkan melalui chat di medsos hukum dasarnya adalah boleh. dengan syarat: tidak berbicara tentang hal-hal yang dilarang. Baca detail: Hukum Bicara dg Lawan Jenis via Medsos

KAKAK BELUM NIKAH: TERIMA LAMARAN ATAU TIDAK

Assalamualaikum
Saya mau tanya, bagaimana jika laki-laki (atau bisa di sebut pacar) datang ke rumah dengan niat baik mau ngelamar, tapi di sisi lain saya kurang enak kareka mempunyain saudara perempuan yang belum menikah. Terima lamaran itu atau bagaimana?
Makasih

JAWABAN

Biasanya yang menentukan diterima atau tidak itu bukan yang dilamar tapi orang tua wanita yang dilamar. Jadi, soal ini serahkan pada orang tua anda saja. Namun kalau orang tua sudah setuju, maka tidak masalah anda menerima lamaran tsb kalau anda merasa cocok dengan pria yang melamar anda. Baca detail: Cara Mendapat Jodoh


11/06/20

Salah dalam Menyucikan Najis

SALAH DALAM MENYUCIKAN NAJIS

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh saya ingin bertanya bagaimana jika kita telah melakukan kesalahan dalam membersihkan najis karena waktu itu saya pernah lupa dalam hal ini karena waktu itu saya langsung menyiram najis darah yang ada di lantai dengan air padahal mungkin seharusnya saya menghilangkan najis di lantai terlebih dahulu

dan apakah yang saya lakukan itu tidak sah karena saya tahu cara nya tapi lupa karena saya takut air yang saya siram tadi sudah menyebar mana mana dan sudah mengenai benda lain terimakasih assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh

JAWABAN

Pertama, menghilangkan dan menyucikan najis yang terlihat (najis ainiyah) memang semestinya dilakukan dg dua tahap: a) menghilangkan benda najisnya dg kain atau tisu kering; b) bekas najis yang sudah tidak terlihat kemudian disiram dg air suci. Dg cara ini, maka bekas air siraman hukumnya tetap suci sehingga tidak menularkan najis apabila air menyebar ke mana-mana. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

Kedua, cara yang anda lakukan tidak masalah. Dalam arti tetap bisa menghilangkan najis darah tersebut asalkan najis yang disiram itu hilang dari lokasi asal. Akan tetapi, siraman pertama hukumnya najis dan apabila mengalir ke tempat lain maka tempat lain itu ikut tertular najis.

Namun tidak usah kuatir, apabila air najis tadi sudah mengering maka statusnya menjadi najis hukmiyah. Najis hukmiyah bisa suci dg cara cukup disiram dg air suci satu kali sebagaimana diterangkan di poin "pertama" di atas. Baca detail: Menyucikan Najis Hukmiyah

Sedangkan terkait kesalahan yang tidak disengaja atau karena tidak tahu, maka dimaafkan. Ke depannya harap lebih hati-hati. Baca detail: Hukum Melakukan Perkara Haram karena Tidak Tahu

TERKENA LEBIH DARI SATU JENIS NAJIS MAKFU

Assalamualaikum.

Adakah jika LEBIH dari SATU jenis najis dimaafkan mengenai pakaian/ bagian-bagian tubuh yang berlainan masih dihukum Makfu?

Contohnya seseorang itu terkena sedikit debu jalanan yang diyakini najis. Kemudian dia terkena pula najis sedikit yang tidak dapat dilihat mata. Seterusnya dia terkena pula percikan basuhan najis.

JAWABAN

Iya masih dimaafkan. Baca detail: Najis yang Dimaafkan (Makfu)

AIR PUTIH DI MULUT

Assalaamu’alaikum...

Pak Ustad, setelah minum air putih saat sahur, saya merasa kesulitan untuk meyakinkan diri saya apakah air putih yang ada di sekitar bibir dan di dalam bibir sudah benar-benar hilang atau belum, pertanyaannya:

1) Bagaimana cara menghilangkan sisa air putih yang ada di antara bibir yang saling bertemu saat mulut menutup?
Apakah dengan membasahi bagian tersebut dengan lidah yang terdapat air liur bisa langsung menghilangkan air putih tersebut? Padahal kan malah air liur menjadi bercampur dengan air putih.


2) Apa bukti kalau air putih yang ada di dalam mulut, di sekitar bibir, dan pada bagian antara kedua bibir saat mulut menutup memang sudah benar-benar hilang?

3) Misalkan saya meludahkan air wudhu yang ada pada mulut, kan pasti terdapat sisa air wudhu pada bibir dan yang terletak di bagian antara bibir yang saling bertemu saat mulut menutup. Itu bagaimana cara menghilangkan airnya?

Saya tidak tahu apakah yang saya tanyakan tersebut merupakan karena kurangnya ilmu dari diri saya atau karena malah mempersulit diri saya sendiri.

Tolong Pak Ustad, untuk menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan jelas dan lengkap, dengan harapan saya tidak menjadi ragu-ragu lagi berkaitan dengan hal tersebut.

Demikian dari saya,
Wassalaamu’alaikum...

JAWABAN

Anda sedang menderita was-was. Sembuhkan lebih dulu was-was anda agar supaya pertanyaannya lebih relevan. Baca detail:  Cara Sembuh Was-was Najis, Wudhu, Mandi, Shalat

NAJIS DAN PERPINDAHANNYA, APAKAH SATU QODIYAH?

Assalamu'alaikum,, Pa Ustad saya mau bertanya, apakah najis dan perpindahannya adalah satu qodiyah atau qodiyah yg berbeda ??

JAWABAN

Ya, satu qodiyah. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

NAJIS KERING ATAU LEMBAB?

Assalamualaikum

Saya berjalan di jalan yang agak lembab. Setelah beberapa langkah (agak banyak), saya terpijak tanah bernajis yang kering.

Saya was-was sama ada tapak sandal saya lembab atau kering. Jika kering saya yakin ia tidak najis. Tetapi jika lembab pastinya akan menular najis daripada tanah itu.

Apakah saya bisa mengaggap tapak sandal saya sudah kering kerana telah berjalan agak jauh? Atau perlu dianggap lembab aja?

JAWABAN

Pertama, tanah yang anda anggap bernajis itu apakah sudah pasti najis? Kalau masih belum jelas dan masih dugaan, maka tanah itu pada dasarnya suci. Baca detail: Yakin Tidak Hilang oleh Keraguan

Kedua, kalau memang tanah itu pasti najisnya dalam arti ada kotoran najis di tanah tsb. maka anda harus pastikan sandal anda kering atau basah. Kalau memang lembab, maka berarti sandal anda tertular najis. Baca detail: Najis dan Cara Menyucikan

10/06/20

Hukum Merahasiakan Kebutuhan Pribadi Dari Orang Tua

Hukum Merahasiakan Kebutuhan Pribadi Dari Orang Tua

Assalamualaikum.

Selama saya kecil saya & adik saya cenderung dimanja bahkan kadang saat kami tidak sopan dibiarkan saja. Sampai saat kami beranjak remaja & dewasa, kami jadi perlu adaptasi lagi dengan akhlak kami. Sayangnya orang tua kami cenderung menuntut tanpa menyadari kesalahan didikan mereka juga.

Dukungan moral khususnya tentang agama tidak terlalu terasa oleh kami, paling hanya diminta shalat tepat waktu & berbakti pada orang tua. Kami berdua punya trauma masa kecil karna didikan orang tua yang beberapa kali membentak meski tidak sampai memukul. Padahal kami berdua termasuk anak yang perlu pendekatan dari hati ke hati & saya suka jika orang tua mulai hijrah (orang tua saya cenderung ajaran agama nya cuma ikut masyarakat umumnya seperti membolehkan bank ribawi, kurang teliti menyucikan najis, dll tanpa tahu hukum nya seperti apa, saya juga sama masih belajar hijrah).

Akhirnya kami berdua jadi cenderung tertutup dengan masalah pribadi kami. Jika kami curhat sesekali pun responnya hanya datar saja. Khususnya saya mungkin perempuan lebih sensitif, lebih menyukai curhat dengan guru kepercayaan saya & teman dekat.

Pertanyaan saya:

1. Apakah kami berdosa jika menutupi masalah pribadi dari orang tua? (saya sudah 23 & adik saya 19 tapi masih sering tidak dipercaya orang tua)

2. Saya ada rencana kerja sama bisnis online dengan adik saya. Tapi saya perlu rekening baru adik saya. Kebetulan saya punya penyakit kejang yg bisa kambuh tanpa sebab & kapan saja meski sudah sangat jarang. Itu membuat saya tidak boleh keluar rumah sendiri (meski jika saya memang ada keperluan pribadi terpaksa saya sembunyi-sembunyi keluar rumah karena orang tua kerja). Jujur saya tertekan sebenarnya meski tujuan orang tua sangat baik. Bolehkah saya tidak bilang kepada orang tua jika saya harus ke bank dengan adik saya?

3. Untuk sementaran supplier bisa dihubungi online. Tapi jika harus ke tempat supplier, apa boleh kami berdua pergi tanpa bilang? Karna kami berdua takut ada tekanan jika bilang tentang bisnis ini (dropshipper baju gamis) apalagi jika ada comment yang tidak enak. Benar saya tidak boleh diporsir, tapi saya juga punya alasan tidak berambisi jadi pns meski nanti saya akan ikut tesnya. Alternatif saya bisnis online barang atau passion saya jasa IT. Pernah teman minta tolong, saya malah disuruh bohong bilang capek padahal cuma bantuan ringan. Ridho orang tua ridho Allah, tapi tipe orang tua saya cenderung melihat hasil bukan proses. Jadi usaha sukses saya harus ada hasil baru mungkin diridhai selama halal. Prosesnya mau gimana kadang disepelekan.

Masalah utama keluarga inti saya itu komunikasi & kepercayaan antara orang tua & anak. Saya sering berpikir pesimis untuk menikah karna takut anak-anak saya akan merasakan apa yang saya rasakan dengan semua sifat & kekurangan saya. Saya tidak pernah meminta izin untuk mencari pengajian karna saya takut jawabannya "tidak" & alasan yang menyakitkan, hanya akan menumpuk penyakit hati & rasa kesal pada orang tua

Terima kasih banyak.

JAWABAN

1. Tidak berdosa. Anak yang sudah mukallaf (sudah dewasa) hanya dituntut untuk berbakti pada orang tua dalam bentuk berusaha membantu orang tua kalau diperlukan (secara finansial) dan mentaati perintah orang tua selagi bukan perintah maksiat. Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

2. Boleh. Anak yang sudah dewasa dan berakal sehat dibolehkan untuk pergi dan bertransaksi sendiri. Namun karena anda menderita penyakit khusus, maka sebaiknya tidak pergi sendirian sesuai saran orang tua.

3. Boleh sebagaimana disebutkan dalam poin no. 2. Asalkan saran orang tua untuk tidak pergi sendirian itu tetap diikuti. Dalam soal bisnis, tidak harus meminta ijin orang tua. Ini juga berlaku dalam masalah jodoh atau tempat belajar. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Terkait hijrah, itu hal yang baik. Namun hati-hati. Jangan sampai salah dalam memilih ustadz. Karena bisa-bisa anda masuk aliran sesat tanpa anda sadari. Termasuk aliran sesat adalah: Salafi Wahabi, HTI, LDII. Baca detail: Kriteria Ahlussunnah Wal Jamaah

STATUS PERNIKAHAN SUAMI MENGAJAK CERAI DI PENGADILAN

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Saya telah menikah 27tahun, terus keadaan ini mulai 2013 an
Begini ceritanya istriku mengetahui isi facebooks saya pada seorang karyawati dikantor, terus saya mencoba mencerita kronologi saya kirim percakapan difacebooks tersebut, yang intinya dan kenyataannya saya tidak ada hubungan perselingkuhan dengan si wanita itu dan seterusnya istri bersikukuh kalo saya punya selingkuhan dan pernah dipertekaran itu saya bilang kalo kamu (istri) yakin saya berselingkuh ya udah ceraikan aku (dalam bahasa jawa saya mengatakannya : yo wis cerainen aku) nah dari situ istri dengarnya saya menjatuhkan talak dan bersikukuh seperti itu dan sampai sekarang istri bilang kalo sudah mati rasa pertanyaan :
1. Bagaimana status pernikahan saya (pernah saya mengajak istri untuk diselesaikan dipengadilan agama istri nggak mau dia bilang ya sana urus sendiri sing penting itu nanti kethok palu sepihak aku (istri) tidak.
2. Apa yang harus saya lakukan dengan keadaan seperti ini yang jelas saya nggak mau ada perceraian dan kami bisa rukun"
Terima kasih atas saran, jawaban dan solusinya
Wassalamu'alaikum wr wb

JAWABAN

1. Tidak jatuh talak. Talak baru jatuh apabila suami menceraikan istri, seperti ucapan suami: "Aku ceraikan kamu"

2. Tetap tunjukkan sikap sayang pada istri dan terbuka dengan akun medsos anda. Selain juga, baca doa berikut setiap selesai shalat: Doa Agar Disayang

BERCUMBU DENGAN ISTRI SAAT NIFAS, TAPI TIDAK BERSETUBUH

Assalamualaikum ustadz
Mohon maaf sebelumnya saya ingin bertanya, hukum bercumbu dengan istri dan di onanikan istri pada saat nifas menurut Islam bagaimana. Mohon pencerahannya.
Terima kasih.

JAWABAN

Hukumnya boleh apabila tidak sampai bersetubuh (jimak). Istri nifas sama dengan istri haid. Baca detail: Bersetubuh saat Haid dan Nifas