24/09/19

Batasan Taat Pada Orang Tua soal Jodoh

JODOH: BATASAN TAAT PADA ORANG TUA

Assalamualaikum ustad,

Saya mau bertanya dalam batasan seperti apakah seorang anak disebut durhaka terhadap ibunya?

Sy seorang anak yg sangat disayangi ibu sy, dibesarkan dgn disiplin belajar untuk membuat sy jdi seorang yg sukses di masa depan dan menjadi wanita karir yg mandiri. Keluarga sy adalah keluarga yg kurang mampu. Sy anak pertama dr enam bersaudara dengan kehendak Allah sy bisa kuliah dan lulus dgn IPK terbaik. Permasalahannya adalah sy lulus dgn beban seluruh keluarga di pundak sy ustad. Sy tidak mngerti mengapa jalan rejeki sy sulit. Sy sudah bekerja di perusahaan swasta namun karir dan masa depan sy tidak ada disana, dalam bekerja tidak satu rupiah pun sy menikmati gaji sy, smua saya dedikasikan utk keluarga bahkan hnya utk bensin sy meminta kembali dr ibu sy,

Sy mengaku ustad sy memang mencari pekerjaan di lokasi yg sama dgn calon suami yg telah sy pilih, niatnya sy dan dia segera menikah dan kami tidak jarak jauh. Namun ibu sy menentang krn dgn sy menikah cepat ( umur sy sudah 26) karir sy akan terhambat dan sy dianggap belum bisa membahagiakan keluarga krn biarpun sy kerja keluarga sy tetap hidup dlm kesederhanaan tidak bisa lebih dalam apapun.

Yang mengganggu pikiran sy ustad ibu sy sering menganggap sy durhaka krn mnrt nya sy lebih mengutamakan calon suami sy, ibu sy jg sering mencaci maki sy krn dianggap wanita yg mengikuti laki2 dan tidak mandiri. Sy khawatir ustad nasib sy di pekerjaan sy skrg karena sumpah dr ibu sy. Pdhl jika pekerjaan sy sulit makan sy jg tidak bisa menafkahi keluarga saya termasuk ibu sy.

Saat ini sy tkut dan mau tidak mau menunda menikah mengikuti ibu sy, tp sy sadar umur sy sudah dibatas umur menikah seorang wanita.

Sy harus bagaimana ustad? Sy pernah membuat ibu sy sakit hati dgn marah dan melawan kata katanya itu krn sy sudah trlalu sakit hati ustad dengan caci maki ibu sy. Sy tau ibu sy sangat menyayangi sy dan pnya hrpan besar thd sy, tp sy juga ingin berkeluarga dan pnya kehidupan baru dgn suami sy. Setelah menikah pun sy tetap akan menafkahi keluarga sy krn sy tetap bekerja dan calon suami sy setuju krn sy msih memiliki adik yg hrus dibiayai.

Mohon bantuannya ustad dan Terima kasih

JAWABAN

Kalau anda ingin menikah dan punya calon yang baik, maka silahkan lanjutkan rencana pernikahan anda walaupun ibu tidak setuju. Memilih sendiri calon dan memutuskan untuk menikah itu adalah hak dari anak dan orang tua boleh dilanggar apabila tidak merestui. Baca detail: Batasan Taat Dan Durhaka Pada Orang Tua

Apalagi anda tetap berkomitmen untuk menafkahi keluarga. Maka tidak ada alasan bagi ibu untuk menahan anda segera menikah. Menikah dalam kondisi seperti anda (sudah ada hasrat seksual) adalah wajib untuk menghindari zina. Dalam kondisi demikian, maka ketaatan pada Allah (dg menikah agar tidak zina) harus didahulukan daripada taat pada ibu. Nikah dalam kondisi ini adalah wajib. Baca detail: Pernikahan Islam

Namun demikian, tetaplah jaga silaturahmi dengan ibu. Selalu memohon maaf dan ridhonya selalu (tentu saja di luar urusan nikah dan jodoh ini). Baca detail: Hukum Taat dan Berbakti pada Orang Tua

APAKAH TERMASUK KINAYAH?

Assalamualaikum wr wb
pak ustadz.
saya mau bertanya.. ada kasus dimana seorang suami mengucapkan syair lagu dan ada kalimat.. "I don't know where to go.." (Saya tidak tahu kemana akan pergi). Lalu ia merasa was was apakah kalimat tersebut termasuk lafadz kinayah atau bukan. Dia coba memahami arti dan maksud kalimat lirik lagu itu untuk mengetahui apakah termasuk lafadz kinayah atau bukan sambil dia ucapkan kalimat tersebut. namun entah di bagian akhir atau setelah ia ucapkan kalimat tersebut muncul lintasan hati atau bisikan talak tiba2 tanpa dikehendaki (mungkin karena ia baca-baca tentang niat kinayah sebelumnya) namun seketika pula ia bantah dalam hati bahwa bukan niat seperti itu. Pertanyaannya:
1. Apakah itu termasuk lafadz kinayah?
2.Bagaimana dengan lintasan hati tersebut? yang ia yakini bukan niat ia sesungguhnya karena melintas begitu saja.

3. Saya suka was was pak ustadz. kadang ketika meludah atau menggerak gerak lidah secara spontan dan menelan ludah rasanya seperti berkata talak. tapi sebetulnya saya tidak bermaksud seperti itu. apakah itu hanya was was saya saja pak ustadz?

JAWABAN

1. Tidak termasuk kinayah. Lagipula, si suami sedang bernyanyi. Itu berarti di luar konteks cerai.

2. Lintasan hati tsb tidak ada efek ke perceraian sama sekali karena di luar konteks. Baca detail: Cerai dalam Islam

3. Itu termasuk was-was yang harus diabaikan. Jangan diterus-teruskan. Nanti anda bisa tambah parah. Baca detail: Was-was Talak


Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com


EmoticonEmoticon