11/06/18

Hukum Shalat Kafarat Jumat Akhir Ramadhan

Hukum Shalat Kafarat Jumat Akhir Ramadhan
SHALAT KAFARAT DI AKHIR JUMAT BULAN RAMADAN APAKAH SUNNAH?

Maaf ustad saya ingin bertanya, saya mendapatkan Pesan tentang Shalat Kafaroh,
1. Apakah shalat tersebut di sunnahkan?
2. Apakah Dalil yang di pesan tersebut benar, ? Mohon jawabannya agar saya tidak tersesat.!

Ini Pesan saya dapatkan di Group WA..
SHALAT KAFARAH DI HARI JUM'AT TERAKHIR BULAN RAMADHAN

Shalat kafarah Bersabda Rasulullah SAW : " Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum'at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud (tasyahud akhir saja, tanpa tasyahud awal), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X

Niatnya: ” Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa”

Sayidina Abu Bakar ra. berkata :
"Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 400 tahun dan menurut Sayidina Ali ra. sholat tersebut sebagai kafaroh 1000 tahun. Maka bertanyalah sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?". Rasulullah SAW menjawab, "Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya."
.
Setelah selesai Sholat membaca Istigfar 10 x :


أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Kemudian baca sholawat 100 x :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Kemudian menbaca basmalah, hamdalah dan syahadat
Kemudian membaca Doa kafaroh 3x :

اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْخَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْسِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين.

Diambil dari kitab “Majmu’atul Mubarakah”, susunan Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi.
.
(oleh: Habib Munzir al-Musawa dan dari berbagai sumber lain.)
Waktu : Yaitu, shalat sunnah kafarat yang hanya kesempatannya di hari Jumat akhir Ramadhan batasnya antara waktu dhuha dan Ashar.

Semoga bisa mengamalkan dan ada manfaatnya.

Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim

JAWABAN

Ringkasan:

1. Tidak benar. Shalat kaffaroh tidak sunnah.
2. Dalil yang dipakai untuk shalat sunnah kafarat adalah hadits palsu.

URAIAN

Hadits yang anda tulis terjemahannya tersebut redaksi asalnya dalam bahasa Arab adalah sbb:

من فاتته صلاة في عُمُره ولم يحصها فليقم في آخر جمعة من رمضان وليصل أربع ركعات بتشهد واحد ، يقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب ، وسورة القدر خمس عشرة مرة ، وسورة الكوثر كذلك ، ويقول في النية : نويت أصلي أربع ركعات كفارة لما فاتتني من الصلاة" ) ! فما مدى صحة هذا الحديث

Adapun status hadits ini adalah palsu (maudhuk).

Dr. Atiyah Saqar, ulama Al-Azhar Mesir, menyatakan:

لم أعثر على هذا الحديث في الكتب الصحيحة، وعلامة الوضع فيه ظاهرة، فالصلاة التي تفوت الإنسان لا يكفرها إلا قضاؤها ، ومن المعلوم أنه من ترك الصلاة ناسياً لا يكفرها إلا قضاؤها كما صح في الحديث ، وإذا كان هذا في الصلاة التي نام عنها أو سها عنها الإنسان فكيف بالصلاة المتروكة عمداً ؟! إن قضاءها أولى بالوجوب .

Artinya: Aku tidak menemukan hadits ini di kitab-kitab hadits yang sahih. Tanda kepalsuan hadits ini sangat jelas. Shalat yang tertinggal tidak ada tebusannya kecuali diqadha. Sudah maklum bahwa orang yang meninggalkan shalat karena lupa tidak bisa menebusnya kecuali dengan mengqadhanya sebagaimana terdapat dalam hadits sahih. Apabila kewajiban qadha itu pada shalat yang ditinggal karena lupa atau tertidur, maka bagaimana dengan salat yang tertinggal secara sengaja? Kewajiban mengqadanya jelas lebih besar.

Ada juga hadits serupa yang mendasari pendapat tersebut di atas. Haditsnya sbb:

من صلى في آخر جمعة من رمضان الخمس الصلوات المفروضة في اليوم والليلة قضت عنه ما أخل به من صلاة سنَته

Artinya: Barangsiapa shalat di akhir Jumat bulan Ramadan lima shalat fardhu pada hari dan malam, maka shalat tersebut telah mengqadha (mengganti) shalat yang tertinggal selama setahun

As-Syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmuah fi Al-Ahadits Al-Mauduah, hlm. 54, menyatakan terkait hadits di atas sbb:

"حديث ( من صلى في آخر جمعة من رمضان الخمس الصلوات المفروضة في اليوم والليلة قضت عنه ما أخل به من صلاة سنَته ) : هذا موضوع لا إشكال فيه ، ولم أجده في شيء من الكتب التي جمع مصنفوها فيها الأحاديث الموضوعة ، ولكنه اشتهر عند جماعة من المتفقهة بمدينة " صنعاء " في عصرنا هذا ، وصار كثير منهم يفعلون ذلك ! ولا أدري مَن وضعه لهم ، فقبَّح الله الكذابين" انتهى

Artinya: Hadits ini palsu (maudhuk), tidak diragukan lagi. Aku tidak menemukannya sedikitpun dari kitab-kitab yang disusun terkait hadits mauduk. Akan tetapi hadits ini masyhur di kalangan ahli fikih kota San'a di masa sekarang ini. Banyak dari mereka mengamalkannya. Aku tidak tahu siapa yang memalsukannya. Semoga Allah membuka aib para pembohong.

Dapatkan buku-buku Islam karya A. Fatih Syuhud di sini.. Konsultasi agama, kirim via email: alkhoirot@gmail.com


EmoticonEmoticon